Selain itu, pihak HPM juga merasa Jazz bermesin 1.000 cc turbo ini tidak menguntungkan bagi konsumen. Menurut HPM hal ini karena Jazz turbo tak sama dengan Civic Turbo yang punya banyak kelebihan. Selain itu Jazz dengan mesin turbo ini bakal memiliki harga yang jauh lebih tinggi sehingga konsumen yang ada di segmen ini tidak bisa menerimanya.
“Civic dalam segmennya dulu kena pajak barang mewah 40 persen. Karena sekarang bermesin 1.500 cc turbo, pajaknya turun 20 persen. Tenaga lebih besar, konsumsi BBM lebih irit, pajak juga turun jadi ada benefit-nya. Jazz belum tentu bisa seperti ini, karena beda.” Ungkap Jonfis Fandy selaku Direktur Pemasaran & Layanan Purnajual HPM.
Jika Jazz 1.000 cc turbo dijual di Indonesia, pajaknya akan sama saja dengan mesin 1.500 cc ditambah Jazz turbo ini juga sudah memiliki banderol lebih mahal sehingga harganya bakal jauh lebih tinggi dari sekarang. Faktor yang menjadi benefitnya hanya sebatas menjadi lebih ‘fun’ dikendarai, dan itu dirasa masih belum kuat untuk menjadi alasan dijual di Indonesia.
Sumber : http://otodriver.com/article/view/honda ... WS0YOpWt_g
Wah kalo kasus Jazz Turbo ga masuk sini Freed Turbo bakal ga pake mesin baru juga,... atau entahlah
