Keluhan Grand Vitara
Moderators: Ryan Steele, sh00t, r12qiSonH4ji, avantgardebronze, akbarfit
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 179
- Joined: Sat Mar 24, 2007 4:19
Keluhan Grand Vitara
Rekans, bikin topik baru nih, "Keluhan Grand Vitara" sebagai pembanding keluhan Grand Livina... hehehe...
OK, langsung aja...sebelum ngomongin hal-hal jelek, pertama ngomongin baek-baeknya dulu :
1. Peredaman bagus, jalan 120 di tol suara mesin masih kalah ama suara ban, padahal suara ban juga ndak kenceng-kenceng banget. Aku terakhir pakai mobil matic, begitu pakai GV manual, jadinya sering rada grogi. Maunya denger suara mesin agar tau imbangan kopling dan gas yang pas, tp berhubung suara mesin teredam baik, ndak sadar RPM uda tinggi sementara kopling masih dilepas :-)
2. Untuk yang manual, tenaga di putaran atas masih tersisa lumayan, ndak tau d untuk yang matic. Cuma, denger-denger, lewat 100 Km/Jam, versi matic rada susah nyalip, tenaganya uda ngempos (klo ndak salah karena gear ratio-nya uda overdrive, putaran mesin lebih rendah ketimbang putaran roda)
3. Interior / dashboard dll lumayan, paling tidak dibanding SX-4 yang katanya 'biasa-biasa' saja.
Nah, setelah yang baek-baek, sekarang giliran jeleknya (semoga ndak terlalu semangat, biasa kan, klo ngomongin yang jelek-jelek sampai lupa makan, hehehe)
1. Untuk versi manual, gigi 1 dan 2 kasar banget. Kemungkinan karena rasio transmisinya ketinggian. Efeknya, ketika mobil pada posisi gigi 1 / 2, jika gas dilepas (untuk memanfaatkan engine break), maka mobil/mesin terdengar mengayun, mobil jadi ndut-ndutan seperti kalau rem diinjak berselang-selang. Kata teknisi bengkel, ini uda desain dari sononya, jadi ndak bisa dibenerin. Masak mobil baru kok kelakuannya kayak gitu, klo denger suaranya mirip angkot tua yang bearing transmisinya uda oblak, parah banget deh...
2. Pintu belakang klo ditutup kayak ada suaranya komponen yang ndak kenceng. Entah karena kurang karet peredamnya atau gara-gara ada ban nempel di belakang. Upaya teknis untuk membetulkan masalah sebatas menyetel ulang hook pintu yang nempel di body mobil, tapi hasilnya ndak jauh beda, sama saja...
3. Secara umum transmisinya kasar, kalau jendela kanan kiri dibuka, lalu jalan pada kecepatan rendah ( gigi 1 atau 2 ), perpindahan gigi terdengar sangat kenceng (belum lagi masalah 'ngayun' di atas)
4. Genius key kadang bikin ribet (kalau belum terbiasa malah jadi bingung). Misalnya gini, kita mau naruh barang di bagasi, maka dengan membawa kunci di saku, tekan tombol di handle pintu sekali, pintu terbuka. Lalu setelah selesai menaruh barang, kita inget ada barang di bangku depan yang perlu dipindah juga ke bagasi. Otomatis biasanya kita langsung pergi ke pintu depan (entah kanan maupun kiri), lalu nyoba tekan tombol di handle pintu depan itu, hasilnya : ndak bisa. OK, tekan tombol unlock di remote, hasilnya sama aja. Gimana akal? Setelah coba sana-sini, akhirnya ketemu solusinya, pertama tutup dulu pintu bagasi, tekan tombol sekali untuk menguncinya, kemudian buka lagi dengan cara menekan tombol dua kali (membuka semua pintu).... ribet euy... hehehe...
5. Leather Work untuk jok depan uda cukup rapi, tapi untuk kursi belakang amatiran banget. Jahitannya mencong-mencong ndak karuan. Selain itu, untuk jok belakang ini juga, ketinggian antara bagian kiri dengan bagian tengah+kanan sedikit berbeda, ndak level, beda ketinggiannya sekitar 2-3 cm....kacau banget...
6. Moulding cover ban cadangan kurang presisi, mungkin ini salah satu sumber kenapa pintu belakang kalau ditutup terdengar seperti ada komponen yang kurang kenceng. Setelah dibuka, busa/spon peredam antara cover dan ban bagian bawah terlihat telah menyentuh ban, tapi untuk yang bawah, tidak ada tanda-tanda telah menyentuh ban (berarti masih ada ruang antara spon dan ban)
OK, gitu dulu, mungkin ada yang mau nambahin, baik yang positif maupun yang negatif...
OK, langsung aja...sebelum ngomongin hal-hal jelek, pertama ngomongin baek-baeknya dulu :
1. Peredaman bagus, jalan 120 di tol suara mesin masih kalah ama suara ban, padahal suara ban juga ndak kenceng-kenceng banget. Aku terakhir pakai mobil matic, begitu pakai GV manual, jadinya sering rada grogi. Maunya denger suara mesin agar tau imbangan kopling dan gas yang pas, tp berhubung suara mesin teredam baik, ndak sadar RPM uda tinggi sementara kopling masih dilepas :-)
2. Untuk yang manual, tenaga di putaran atas masih tersisa lumayan, ndak tau d untuk yang matic. Cuma, denger-denger, lewat 100 Km/Jam, versi matic rada susah nyalip, tenaganya uda ngempos (klo ndak salah karena gear ratio-nya uda overdrive, putaran mesin lebih rendah ketimbang putaran roda)
3. Interior / dashboard dll lumayan, paling tidak dibanding SX-4 yang katanya 'biasa-biasa' saja.
Nah, setelah yang baek-baek, sekarang giliran jeleknya (semoga ndak terlalu semangat, biasa kan, klo ngomongin yang jelek-jelek sampai lupa makan, hehehe)
1. Untuk versi manual, gigi 1 dan 2 kasar banget. Kemungkinan karena rasio transmisinya ketinggian. Efeknya, ketika mobil pada posisi gigi 1 / 2, jika gas dilepas (untuk memanfaatkan engine break), maka mobil/mesin terdengar mengayun, mobil jadi ndut-ndutan seperti kalau rem diinjak berselang-selang. Kata teknisi bengkel, ini uda desain dari sononya, jadi ndak bisa dibenerin. Masak mobil baru kok kelakuannya kayak gitu, klo denger suaranya mirip angkot tua yang bearing transmisinya uda oblak, parah banget deh...
2. Pintu belakang klo ditutup kayak ada suaranya komponen yang ndak kenceng. Entah karena kurang karet peredamnya atau gara-gara ada ban nempel di belakang. Upaya teknis untuk membetulkan masalah sebatas menyetel ulang hook pintu yang nempel di body mobil, tapi hasilnya ndak jauh beda, sama saja...
3. Secara umum transmisinya kasar, kalau jendela kanan kiri dibuka, lalu jalan pada kecepatan rendah ( gigi 1 atau 2 ), perpindahan gigi terdengar sangat kenceng (belum lagi masalah 'ngayun' di atas)
4. Genius key kadang bikin ribet (kalau belum terbiasa malah jadi bingung). Misalnya gini, kita mau naruh barang di bagasi, maka dengan membawa kunci di saku, tekan tombol di handle pintu sekali, pintu terbuka. Lalu setelah selesai menaruh barang, kita inget ada barang di bangku depan yang perlu dipindah juga ke bagasi. Otomatis biasanya kita langsung pergi ke pintu depan (entah kanan maupun kiri), lalu nyoba tekan tombol di handle pintu depan itu, hasilnya : ndak bisa. OK, tekan tombol unlock di remote, hasilnya sama aja. Gimana akal? Setelah coba sana-sini, akhirnya ketemu solusinya, pertama tutup dulu pintu bagasi, tekan tombol sekali untuk menguncinya, kemudian buka lagi dengan cara menekan tombol dua kali (membuka semua pintu).... ribet euy... hehehe...
5. Leather Work untuk jok depan uda cukup rapi, tapi untuk kursi belakang amatiran banget. Jahitannya mencong-mencong ndak karuan. Selain itu, untuk jok belakang ini juga, ketinggian antara bagian kiri dengan bagian tengah+kanan sedikit berbeda, ndak level, beda ketinggiannya sekitar 2-3 cm....kacau banget...
6. Moulding cover ban cadangan kurang presisi, mungkin ini salah satu sumber kenapa pintu belakang kalau ditutup terdengar seperti ada komponen yang kurang kenceng. Setelah dibuka, busa/spon peredam antara cover dan ban bagian bawah terlihat telah menyentuh ban, tapi untuk yang bawah, tidak ada tanda-tanda telah menyentuh ban (berarti masih ada ruang antara spon dan ban)
OK, gitu dulu, mungkin ada yang mau nambahin, baik yang positif maupun yang negatif...
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 279
- Joined: Wed Apr 11, 2007 8:03
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1746
- Joined: Tue May 30, 2006 7:02
-
- New Member of Senior Mechanic
- Posts: 144
- Joined: Tue Sep 19, 2006 4:59
- Location: Jakarta/tangerang
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 179
- Joined: Sat Mar 24, 2007 4:19
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 327
- Joined: Thu Jul 06, 2006 9:36
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 179
- Joined: Sat Mar 24, 2007 4:19
Emang kayaknya harga gak bo'ong deh, selisih 50 juta-an means something lah... :-)plasworld88 wrote:betul bgt tuh bro, new crv yg lebih belakangan dilaunch kyknya udhbanyak gue liat di jln dibanding GV, mungkin itu memang representasi dr tingkat penjualan kali ya.
sometimes emang kyk gitu sih, GV yg featuresnya komplit, harga jauh lbh kompetitif blm tentu laku di sini
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 629
- Joined: Fri Apr 06, 2007 1:37
- Location: Jakarta Selatan
Grand Vitara sy suka bentuknya bagus kok, tp pasti tiap produk ada kelemahan kelebihan donk
ID42NER - TOYOTA FORTUNER CLUB OF INDONESIA
http://www.id42ner.org | http://groups.yahoo.com/group/id42ner | http://fortunerforum.fr.yuku.com/
http://www.id42ner.org | http://groups.yahoo.com/group/id42ner | http://fortunerforum.fr.yuku.com/
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2610
- Joined: Sat Apr 14, 2007 15:01
- Location: Kemanggisan, Jakarta Barat
Saya pernah buka forum mengenai Ciri-2 konsumen di Indonesia (Member's lounge).... ternyata pengamatan saya tidak salah...plasworld88 wrote:betul bgt tuh bro, new crv yg lebih belakangan dilaunch kyknya udhbanyak gue liat di jln dibanding GV, mungkin itu memang representasi dr tingkat penjualan kali ya.
sometimes emang kyk gitu sih, GV yg featuresnya komplit, harga jauh lbh kompetitif blm tentu laku di sini :(
Kelihatannya product development Honda lebih jeli melihat pasar yang lebih luas... yaitu SUV rasa sedan, sementara Suzuki masih bertahan ke niche market (pasar sempit) yaitu pure SUV.... oleh sebab itu muncul SX4 X-over tapi masuk segmen harga menengah kebawah.
Dari Solo ke Oslo


-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 327
- Joined: Thu Jul 06, 2006 9:36
mungkin anda ada benarnya bro eljepe, cuma kok saya ngeliatnya bukan karena suv rasa sedan or not.tp ini lbh ke arah image ya. maksudnya image brand honda over suzuki (sorry, just my opinion lho) lalu juga crv ini kan produk yg boleh dibilang sukses sejak dimasukin as CBU in 2001 (kl gak salah) and punya image SUV mewah versi menengah atas.Sedangkan vitara pernah terkenal di awal 90 an trus disusul escudo and sidekick, tp seingat saya vitara, escudo and sidekick gak pernah diacknowledge sbg mobil mewah (versi menengah ke atas) sejak dulu.mungkin ini sebabnya org lbh prefer new CRV kali.
just my 2c
just my 2c
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2610
- Joined: Sat Apr 14, 2007 15:01
- Location: Kemanggisan, Jakarta Barat
Tepat nya dua-2 argumentasi berlaku :plasworld88 wrote:mungkin anda ada benarnya bro eljepe, cuma kok saya ngeliatnya bukan karena suv rasa sedan or not.tp ini lbh ke arah image ya. maksudnya image brand honda over suzuki (sorry, just my opinion lho) lalu juga crv ini kan produk yg boleh dibilang sukses sejak dimasukin as CBU in 2001 (kl gak salah) and punya image SUV mewah versi menengah atas.Sedangkan vitara pernah terkenal di awal 90 an trus disusul escudo and sidekick, tp seingat saya vitara, escudo and sidekick gak pernah diacknowledge sbg mobil mewah (versi menengah ke atas) sejak dulu.mungkin ini sebabnya org lbh prefer new CRV kali.
just my 2c
1. CRV sempat kalah oleh X-trail karena suspensi nya tidak senyaman x-trail. CRV kemudian memperbaiki... sebaliknya...
2. kalau CRV dijual murah... mungkin Suzuki akan lebih laku....
dengan 2 jurus itulah CRV berhasil meningkatkan penjualan :
1. tetap mempertahankan loyalist
2. dengan suspensi baru dan wajah baru, menarik kembali konsumen yang pindah ke X-trail
3. menarik keatas konsumen yang "jaga image" karena CRV berada di level harga yang tinggi... (jangan count premium car such as Harrier lho).
hahahhaha bisa dimarahin pak Hermawan Kertajaya nih... sok ngomong "marketing".... nice chat though... tx...
Dari Solo ke Oslo


-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 284
- Joined: Thu Jun 10, 2004 3:52
- Location: Jakarta
-
- New Member of Senior Mechanic
- Posts: 174
- Joined: Thu Nov 17, 2005 16:27
- Location: Tambun
- Daily Vehicle: Santa Fe CRDI
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 481
- Joined: Mon Mar 19, 2007 3:52
Gini nih Mas id-grand-vitara... Walaupun bokap kerja di suzuki, tetep aja bagian teknis yang urusan gitu2, gak masuk itungan... Bokap kan di marketing masalahnya... Dan biasanya si dah sering nasehatin gitu tapi ya susah.. Bukan bokap gw yang produksi mobilnya masalahnya... Maaf ya mas, but i will talk to my father about ur complain... Thanks for the info...
Btw, tuh CRV memang modelnya gak karuan, dah bagasi gembung gak jelas... 300juta?? Beli yang laen d... Cari BMW/Mercy aja d... Sekarang dah dapet...
Btw, tuh CRV memang modelnya gak karuan, dah bagasi gembung gak jelas... 300juta?? Beli yang laen d... Cari BMW/Mercy aja d... Sekarang dah dapet...
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 179
- Joined: Sat Mar 24, 2007 4:19
Klo menurut aku, CRV tu dari depan lumayan lah, ndak jelek, lebih jelek bonnet-nya audi yang kayak macan 'mrogos' hehehe... dari samping mirip BMW X5, terutama bagian belakang, sementara dari belakang, tonjolannya yang rada aneh, tp fine aja sih... anyway, apapun penilaian di sini, market-lah yang menghakimi, 2-3 bulan terakhir penjualan New CRV pada kisaran 1500 unit, sementara Grand Vitara masih berkisar 500an unit.nicky wrote:siip.. gw setuju ama lu boss.. bokongnya aneh,ada tonjolannya. depannya kayak lg nyengir..handa wrote:Hehe... kalo g punya duit 300 jutaan, gw ga bakal beli CRV ini... buang2 duit aja buat dapatin gengsi... mana modelnya aneh bener....
Sorry, just my opinion
Grand Vitara menang tampang, tapi mesin masih kalah (jelas aja, wong cuma 2000 CC), ditambah lagi masalah-masalah di atas... hmmm....
Klo ada duit cukup mah aku pilih New CRV, berhubung anggaran rada mepet, akhirnya pilih Suzuki.
BTW, ternyata stlh survey sana-sini, dealer/bengkel Suzuki yang 'representatif' (baca:lumayan gede, fasilitas komplit dll) di Jakarta Selatan itu cuma Suzuki Pondok Indah, yang lain-lain relatif kecil. Bandingannya, di Jaksel aja dealer/bengkel Honda yang sekelas Suzuki Pondok Indah itu ada 3, Pasar Minggu, Fatmawati, Bintaro. Belum lagi jika dibanding Toyota. Kata orang bengkel pondok Indah, klo ada pejabat Suzuki Jepang datang ke Indo, ujung-ujungnya selalu dibawa ke dealer/bengkel pondok Indah, soale dealer/bengkel lain ndak ada yang lebih besar dan 'representatif'... hehehe..
Rgds
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 179
- Joined: Sat Mar 24, 2007 4:19
Waduh, langsung di-respond ama anaknya boss Indomobil neh,.. semoga aja langsung ditanggapin dan dicarikan solusinya (kalau perlu diganti unit transmisinya, hehehe...)naldo wrote:Gini nih Mas id-grand-vitara... Walaupun bokap kerja di suzuki, tetep aja bagian teknis yang urusan gitu2, gak masuk itungan... Bokap kan di marketing masalahnya... Dan biasanya si dah sering nasehatin gitu tapi ya susah.. Bukan bokap gw yang produksi mobilnya masalahnya... Maaf ya mas, but i will talk to my father about ur complain... Thanks for the info...
Btw, tuh CRV memang modelnya gak karuan, dah bagasi gembung gak jelas... 300juta?? Beli yang laen d... Cari BMW/Mercy aja d... Sekarang dah dapet...
Melihat view yang uda 450an hanya dalam waktu 2 hari, nampaknya media 'curhat' macam ini memang perlu diperhatikan ama after sales service dari ATPM, baik Suzuki maupun merek-merek lain..
Sekali lagi buat bung Naldo, thanx berat atas perhatiannya
Rgds
-
- New Member of Mechanic Master
- Posts: 11521
- Joined: Sat Mar 17, 2007 7:20
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2391
- Joined: Sat Dec 24, 2005 16:37
- Location: Sparkling Surabaya
masalahnya dulu udah pernah dibahas kenapa GV kalah ama CRV
Karena GV itu suzuki.... seandainya Mitsubishi Grand Vitara ?? Nissan Grand Vitara ?? Honda Grand Vitara ??
Suzuki mesinnya banyak yang menilai kurang begitu kuat...dan ini bermain di segment SUV. toh dari sharing bro id-grand vitara nomer 1 sudah terlihat kualitas mesinnya gimana...
itulah masalahnya, Suzuki harus muncul dengan promosi ketangguhan mesinnya...harus bikin persepsi di masyarakat mengenai kualitas mesin suzuki.
Karena GV itu suzuki.... seandainya Mitsubishi Grand Vitara ?? Nissan Grand Vitara ?? Honda Grand Vitara ??
Suzuki mesinnya banyak yang menilai kurang begitu kuat...dan ini bermain di segment SUV. toh dari sharing bro id-grand vitara nomer 1 sudah terlihat kualitas mesinnya gimana...
itulah masalahnya, Suzuki harus muncul dengan promosi ketangguhan mesinnya...harus bikin persepsi di masyarakat mengenai kualitas mesin suzuki.
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1746
- Joined: Tue May 30, 2006 7:02
ha....??!! Mesin Suzuki kurang kuat...??
Kalo kurang kenceng sih iya kali..
Tapi kalo kurang kuat..?? Suzuki Cary 1.0 aja bisa bawa ngacir 20 orang dewasa (kayaknya, nggak dihitung sih). Di dalem penuh, di atap full semua ketutup orang. Liat aja di daerah Lebak Bulus kalo Persija lagi main. Kuda, Panther, Innova belum tentu bisa ngacir 15 orang dewasa.
Kemudian Suzuki Jangkrik dan anak cucu nya. Satu2nya mobil 1000 cc yg off road capability nya bisa membuat mesin 3000-4000 cc cengar cengir...



Tapi kalo kurang kuat..?? Suzuki Cary 1.0 aja bisa bawa ngacir 20 orang dewasa (kayaknya, nggak dihitung sih). Di dalem penuh, di atap full semua ketutup orang. Liat aja di daerah Lebak Bulus kalo Persija lagi main. Kuda, Panther, Innova belum tentu bisa ngacir 15 orang dewasa.
Kemudian Suzuki Jangkrik dan anak cucu nya. Satu2nya mobil 1000 cc yg off road capability nya bisa membuat mesin 3000-4000 cc cengar cengir...


-
- New Member of Mechanic Master
- Posts: 11521
- Joined: Sat Mar 17, 2007 7:20
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2391
- Joined: Sat Dec 24, 2005 16:37
- Location: Sparkling Surabaya
kurang kuat bro.... truk suzuki mana yang bisa ngalain ketangguhan truk mitsubishi ?
ketangguhan mesin aja dari keluhan bro id-grandvitara udah nampak.....transimisi yang kacau.
masalah suzuki carry yang dipake ama pendukung persija, kalo innova dipake sebagai alat begituan ama pendukung persija...jelas kliatan ga mungkin HEHEHEHE tau sendiri lah.... bisa beli innova yang 200juta ngapain bertingkah laku kayak gitu....carry cuman berapa tuh....
suzuki cuman pintar buat mobil kecil..karimun,dkk tapi masalah mobil bertenaga suzuki kurang bisa diandalkan.
berita darimana bro ? yang bilang suzuki jangkrik 1000cc bisa ngalain 4000cc ?
ketangguhan mesin aja dari keluhan bro id-grandvitara udah nampak.....transimisi yang kacau.
masalah suzuki carry yang dipake ama pendukung persija, kalo innova dipake sebagai alat begituan ama pendukung persija...jelas kliatan ga mungkin HEHEHEHE tau sendiri lah.... bisa beli innova yang 200juta ngapain bertingkah laku kayak gitu....carry cuman berapa tuh....
suzuki cuman pintar buat mobil kecil..karimun,dkk tapi masalah mobil bertenaga suzuki kurang bisa diandalkan.
berita darimana bro ? yang bilang suzuki jangkrik 1000cc bisa ngalain 4000cc ?
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1746
- Joined: Tue May 30, 2006 7:02
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1746
- Joined: Tue May 30, 2006 7:02
Ya...setuju jg tuh.. Suzuki Carry, Toyota K-series, Mitsu L 300, Isuzu elf, termasuk the legend di kelasnya kalo soal ketangguhan.ZombiEE wrote:bung uch..wa setuju!///angkot2 tuh rata2 suzuki tuh..hahaha
lawannya mgkn toyota K-series?
kl kurang kenceng yah iya GV itu..
Wah.. jadi OOT nih. Lanjut GV...!!!
-
- New Member of Senior Mechanic
- Posts: 144
- Joined: Tue Sep 19, 2006 4:59
- Location: Jakarta/tangerang
heran juga ya.. angkot carry dan mikrolet (kijang) sehari bisa jalan 8-10 jam nonstop .macet lagi ..mobil ini kog nggak rusak ato overheat ya ?

uch wrote:Ya...setuju jg tuh.. Suzuki Carry, Toyota K-series, Mitsu L 300, Isuzu elf, termasuk the legend di kelasnya kalo soal ketangguhan.ZombiEE wrote:bung uch..wa setuju!///angkot2 tuh rata2 suzuki tuh..hahaha
lawannya mgkn toyota K-series?
kl kurang kenceng yah iya GV itu..
Wah.. jadi OOT nih. Lanjut GV...!!!