Jadi setelah sekian lama tidak pulang kampung... Dalam rangka paskahan ini ane akhirnya pulang kampung... Oh ya tidak lupa mengucapkan Selamat Merayakan Hari kematian dan kebangkitan Kristus hari Minggu nanti bagi teman - teman Kristiani...
Langsung saja pada intinya... Di rumah kali ini ada sesuatu yang spesial... Yap, seperti yang sudah beberapa teman SM tau... Sebuah Nissan X-Trail 2.5 CVT (T32) yang menggantikan Mitsubishi OS di garasi...
Sebetulnya niatan bokap beli X-Trail udah dari lama sekali, tapi baru ketemu barang yang cocok sekitar 2 bulan yang lalu. Beli dalam kondisi bekas, ODO Read skrg 20.000, warna putih.
Jadi ane ingin berbagi cerita soal SUV Nissan ini setelah seharian bercengkrama...

The Looks
T32 X-Trail berubah pakem dari T30 dan T31 yang boxy menjadi mengadopsi bentuk rounded seperti CR-V gen.3, yang lucunya di gen.4 dan gen.5 mereka malah kembali ke bentuk mengotak sementara lawan abadinya X-Trail malah membulat. But honestly, they are doing it too much.


T32 ini sejujurnya - not my favourite in terms of styling. Kenapa? Styling X-Trail terkesan terlalu feminim. Bagian front end nya tidak menonjolkan kesan agresif seperti di Honda maupun Mazda, instead Nissan malah terlihat paling kalem dan less muscular, dimana itu kesan yang sangat jauh dibanding T30 maupun T31. Nissan menghindari menggunakan garis - garis tajam di styling X-Trail dan terlihat main aman saja. Di Honda bagian depan dibuat sedikit mengotak, di Mazda bagian fender terkesan seperti ditonjolkan sehingga memberi kesan mobil ini "berotot".

Overhang depan pun terlihat sangat panjang - sekilas terlihat kurang proporsional dibanding Mazda maupun Honda.
However ada bagian yang revolusioner - yeap, revolusioner dibanding pendahulu - pendahulunya, yaitu : Spion! Sesuai sabda mod Brago kalau spion X-Trail dari T30-T31 itu rata kayak triplek... di T32 terlihat sangat cantik dan somewhat appealing...

Oh iya di mobil ini velg sudah diganti oleh bokap ane dengan velg rep. Vellfire AGH30... 18inch dengan ban stock 225/60/18 Dunlop ST30 Grandtrek. Terlihat lebih ganteng dibanding velg aslinya (yang jelek), kurang gede aja...


Stock wheels


Tumben si bokap belakangan seleranya agak normal... setelah HR-V dengan velg Accord CR kini T32 dengan velg Vellfire.


Mobil ini di bagian belakang terlihat cukup rapi walaupun sekali lagi - kurang kekar. Lampu belakang Harrier-ish tapi terlalu kecil. Masih lebih baik dari Honda CR-V RM, but still, Mazda CX-5 looks more muscular.
Inside
Bagian kabin X-Trail menonjolkan kesan simpel - somewhat boring dibanding CX-5 yang menawarkan desain kokpit menyerupai BMW dengan tombol dan layar multifungsi, atau Honda CR-V yang memberikan kesan lebih mewah dengan aksen panel kayu di tengah dasbor dan tuas transmisi di dasbor. Di X-Trail, tidak ada yang unik dibanding Honda maupun Mazda, secara desain.


Stock dash

Bagian paling nggak relevan dengan tema mobilnya...

Nice detail on the AC
Tapi satu hal yang bisa dibanggakan oleh X-Trail adalah pemilihan bahan yang - tentunya lebih baik dibanding Honda walaupun dengan Mazda mungkin masih kalah. Plus kontur joknya yang empuk dan nyaman untuk perjalanan jauh. Kekurangannya, pengaturan jok hanya 6-way di driver dan 4-way di passenger. Kalah dengan Honda CR-V yang 8-way di driver dan 4-way di passenger (CMIIW).
Oh iya, di mobil ini Head Unitnya sudah diganti dengan model yang mirip model X-Tremer sekarang, dengan layar lebih besar dan yang jelas enggak bikin mata katarak kayak HU aslinya.

Rear camera jadi lebih jelas dibanding HU asli...

Interface navigasi dengan software merek KNAV, lambat...

Stock HU... kecil banget bikin katarak liatnya dan bikin around view camera nya useless.
HU ini ditebus dengan harga 6juta FYI untuk pemilik X-Trail batch ini yang ingin mengganti (MAHAL coy... tapi demi kesehatan mata anda 6juta ini harga yang murah sodara...) sedikit review HU nya punya interface bagus dan resolusi cukup tinggi... Sayangnya agak lemot dan tdk user friendly... bisa terintegrasi dengan audio steering switch alias plug and play.
Layar multifungsi di X-Trail diletakkan di tengah - tengah cluster meter dengan layar yang khas sekali Nissan masa kini, full TFT seperti di Teana. Deretan menu - menunya cukup banyak walaupun tentu saja tidak sebanyak Mazda dengan MZD Connect dan beragam menu nya. Cluster nya pun memberikan appeal tersendiri.



Trace Control dan.... Engine Brake (?)

Mengingatkan kita untuk tidak lupa dengan perawatan...
Glitch di X-Trail ini adalah : untuk audio dan on-board computer ini dikontrol dengan tombol di sebelah kiri setir... dan bagaimana Nissan memisahkan kontrol On board computer dan HU? Mudah sekali. Setelan on-board computer dibuat tidak bisa digerak - gerakkan saat mobil berjalan karena Nissan menganggap orang nyetir lebih sibuk gonta - ganti track lagu daripada ubah settingan mobil. Setelah mobil berhenti, Nissan menganggap aman untuk utak-atik HU sendiri sehingga audio steering switch berubah menjadi switch untuk milih menu di on board computer... Genius sekali...


Satu tombol dua fungsi... Kejeniusan level dewa Nissan...
Bagian kabin atas, lampu kabin model bulat dengan LED warna putih... Kurang sunroofnya ajah.


Vanity mirror on both side.
Deretan tombol - tombol : ON-OFF PBD, PBD open/close, VSC, ECO Mode.

Doortrim : tombol - tombol dengan peletakan teraneh se jagat raya...

2nd Row
Decent legroom, better than T31. Sayangnya entah kenapa posisi duduk di baris kedua menurut saya di Honda masih lebih nyaman. Mungkin faktor jok baris kedua Honda lebih rendah dan sandarannya lebih rebah, walaupun in fact kursi nya pelit bahan. Seperti kebiasaan Honda. Nissan lebih empuk kursinya.

Rear AC Vent

3rd row
Does it exist?


All I see is a big cargo capacity....

T31 479 Liter.
T32 549 Liter.
Dengan fakta bahwa T32 lebih panjang 11 mm daripada T31 (4630 x 4641) dan lebih lebar 40 mm (1781 x 1821) dan lebih tinggi 30 mm (1679 x 1709). Dari luar tidak terlihat begitu, tapi kenyataannya demikian. Sama seperti CR-V RE dan RM yang dimana RM terlihat lebih besar padahal aslinya mirip - mirip.
Equipments
Secara harga X-Trail 2.5 bersaing dengan Honda CR-V 2.4 AT non-Pres dan Mazda CX-5 Touring sebagai middle trim karena CX-5 Urban sudah tidak ada. Jadi disini CX-5 Touring memiliki harga paling mahal.
Nissan X-Trail 2.5 CVT Std (IDR 457.800.000)
Safety Equipments :
- Dual SRS Airbag
- ABS + EBD + BA
- Vehicle Stability Control
- Hill-start Assist
- Active Trace Control
- Active Engine Braking
- Auto Rain Sensing & Variable Intermittent Wipers
- Rear View Camera with Bird-eye view.
- DRL & LED Headlamp
Comfort and Convenience
- Active Ride Control
- Power Back Door
- Auto on/off headlamp
- Follow me Home
- Push start engine button
- Cruise Control
- On-board computer
Honda CR-V 2.4 AT (IDR 452.000.000)
Safety Equipments
- Dual SRS Airbags
- ABS + EBD + BA
- Vehicle Stability Assist
- Hill-start Assist
Comfort and Convenience
- Paddle shifters
- Cruise Control
- i-MID
- ECON
- Push start button
- Cup holder with cooler! (signature Nissan X-Trail dari generasi T30)
Mazda CX-5 Touring (IDR 492.300.000)
Safety Equipments
- 6 SRS Airbags
- ABS + EBD + BA
- Dynamic Stability Control
- Traction Control System
- Hill-Start Assist
- DRL & LED Headlamp with Auto levelling & auto on-off
- Rearview camera
Comfort & Convenience
- MZD Connect
- Sunroof
- Cruise Control
- SPORT Mode
- Push start button
- Tyre Pressure Monitoring
Mazda punya equipment paling memadai dan Honda paling miskin fitur tetapi di top grade ia punya 6 airbag dan Fender audio. Nissan di top grade (X-TREMER) masih 2 airbag dan lebih murah 27 juta (473juta) ketimbang Honda (501juta). Mazda di top grade paling mahal (524juta), tapi juga paling lengkap.
The Drive
T32 X-Trail, dibekali engine yang sama seperti dari zaman T30, the legend QR25DE dipadu dengan Xtronic CVT with 6-speed Virtual Gear. Jika kita bandingkan dengan lawan - lawannya, engine ini secara spek teknis maupun teknologinya sangat inferior.
Mazda SKYACTIV-G 2.5Liter 185ps @5700/250Nm @3250 - 6 speed AT SKYACTIV-DRIVE
Honda K24Z9 i-VTEC 2.4Liter 190ps @7000/225Nm @4.400 - 5-speed AT Grade Logic Control
Nissan QR25DE Dual CVTC 2.5Liter 170ps @6000/234Nm @4000 - Xtronic CVT with 6-speed virtual gear.

Honda punya peak power paling besar karena rev limiter di 7000, sedangkan peak torque tertinggi di Mazda yang diraih sangat cepat. Nissan standar-standar saja, torque lebih besar 9 Nm dari Honda yang juga diraih lebih cepat. Nissan dan Mazda punya bore x stroke yang mirip 89 x 100, sedangkan Honda 87 x 99 karena cc lebih kecil.
Honda punya final gear 4.437 dan Crawl Ratio 11.76, Mazda final gear 4.325 dan crawl ratio 15.36, Nissan final gear di 5.694 dan crawl ratio 14.98. Honda terendah disini dan Mazda tertinggi.

Ok, let's drive.
Untuk ane yang terbiasa membawa Honda dengan posisi driving rendah, membawa X-Trail ini rasanya aneh. Posisi duduk lebih tinggi, lebih commanding, and the car actually feels larger inside. Feel yang sama yang selalu ane dapatkan sejak mengemudikan X-Trail dari generasi T31. Berbeda dengan Honda CR-V atau Mazda CX-5 yang terasa kompak dari dalam. Sehingga agak was-was kalau lewat jalan sempit atau papasan dengan mobil lain, dimana nyetir CR-V RE maupun RM dan Mazda CX-5 main sikat aja karena mobilnya berasa kompak padahal lebarnya nggak beda jauh. Nyetir X-Trail seakan dituntut untuk kalem dan nggak nyodok-nyodok.
Semakin didukung oleh karakter drivetrain dan engine nya. Entah mengapa walaupun menggunakan unit yang sama, Setelan CVT T32 jauh lebih cekatan dibanding T31 yang terasa lemot. Ternyata ini disebabkan oleh rasio gigi 1 T32 yang lebih agresif (2.631) dibanding T31 (2.349). Yang lucu, rubberband effect di CVT T32 ini mirip seperti mesin diesel, transmisi sangat lambat untuk melakukan lockup even sudah digas agak dalem sampai 4000 RPM sehingga annoying kalau dibawa agresif - at least dibandingkan dengan CVT nya HR-V.
Tapi ketika dibawa halus, rubberband effect di CVT ini bisa hold rev di 2000 RPM untuk sekedar memberikan torsi yang cukup untuk crawling di perkotaan dan mencapai speed 40 - 60 km/h. Sepertinya efek dari kapasitas mesin besar nya yang memberikan torsi cukup untuk melajukan mobil ini, krn dulu di OS CVT tidak lockup tapi mobilnya terasa lemot... HR-V cenderung sensitif ketika digas agak dalam dia mudah lockup, karakternya cocok untuk SUV perkotaan. X-Trail sebaliknya, lebih cocok untuk SUV luar kota.
Di dalam kota X-Trail hampir tdk pernah melewati 2000 RPM. Sehingga efeknya adalah konsumsi BBM yang hemat. Dengan average speed 18 km/h plus kemacetan kota Semarang di musim hari raya begini, X-Trail sanggup mencatatkan 7.4 km/l, padahal kaki enggak sekolah. Sebagai perbandingan Honda CR-V RM 2.4 dulu di kota Semarang juga mirip - mirip, bedanya dulu kota Semarang masih *agak* lancar...
Surprise lain datang dari kemampuan transmisinya untuk memberikan efek engine brake yang halus, berkat fitur active engine braking. Di Outlander Sport ketika melepas gas dan transmisi melakukan engine brake, mobil rasanya jerking dan kasar. Di Nissan, ketika di turunan dan driver melepas gas lalu ngerem, dia baru akan melakukan engine brake dan terasa sangat halus - satu satunya tanda yang bisa kita rasakan hanyalah rev naik dan kecepatan kita melambat. Tidak ada kesan jerking. Ketika kondisi menanjak lockup nya cepat, jika di jalan datar dia 40 km/h belum lockup, di tanjakan pada speed 30 km/h saja dia bisa lockup. Transmisi dan engine nya perfectly matched untuk berbagai macam kondisi.
Menurut banyak versi media 0-100 X-Trail T32 sanggup mencatatkan 9.7 secs and it's believable. Masalahnya manusia seperti ane yang biadab suka push sampai rev limiter, X-Trail adalah mobil yang membosankan walaupun akselerasinya kencang. Bukan, bukan membosankan karena CVT. Karena memang tidak terasa exciting untuk dibejek sampai rev limiter. Wong surge torque nya sudah berasa di bawah. Berbeda dengan CR-V yang menggoda untuk dibejek sampai rev limiter dan memainkan paddle shifters.
Dipakai di perkotaan, selain faktor badan yang terasa besar dari dalam, suspensi X-Trail juga cenderung punya tendensi rolling yang cukup besar dibanding Honda maupun Mazda. Titik gravitasi terasa tinggi dan ayunan suspensi soft. Berbelok agak kenceng sedikit mobil ini rasanya limbung. Diperparah steeringnya yang terasa vague - khas Nissan. Kalau nyetir Honda CR-V terasa steeringnya lifeless, di Nissan it's worse... ditambah grip setir yang tidak semantap Honda (dan Mazda) karena ukuran setir besar. Secara pengendalian T32 merupakan significant improvement compared to T31... Tapi dibanding Honda dan Mazda... Rasanya Nissan masih sangat inferior. Braking nya pun terasa agak ngeloyor at times dan diving nya cukup terasa compared to CX-5 dan CR-V krn karakter suspensi depan yang empuk.
Soal ride jangan ditanya... Sangat forgiving. Spring rate dengan travel lebih panjang dibanding Mazda dan Honda, plus damper yang soft. Ia terasa lebih keras dibanding T31, tapi ketika melewati speed bump malah bagi saya pas. Pantulan suspensi tidak menyiksa ketika melewati speed bump. Tapi ia akan terasa keras ketika melewati jalan bergelombang kecil - kecil.
Nissan mengklaim punya fitur chassis control yang terdiri dari active engine braking, active ride control, active trace control. Active engine braking seperti yang sudah sya jelaskan di atas, active ride control ini mengendalikan pengereman dan torsi ketika melewati jalan bergelombang, klw saya lihat definisinya seperti semacam hill descent control tp bedanya ini di jalan datar sedangkan HDC di turunan, sedangkan active trace control ini adalah torque vectoring berbasis individual braking. Jujur active ride control dan active trace control sulit dirasakan kalau dalam kondisi sehari - hari dengan jalanan yang normal.
Peredaman mobil ini biasa saja, tidak terlalu berbeda dengan lawan - lawannya, road noise masih bocor thanks to Dunlop ST30 Grandtrek yang noisy...
Conclusion
Mobil ini seperti Toyota Harrier in a cheaper package (also faster). I'm serious as a Harrier user also.
Cenderung ke kenyamanan dan menyasar konsumen yang lebih berumur. Pilihan yang sangat sensibel untuk keluarga dengan maksimal 2 orang anak. Bukan ladder frame seperti Venturer/ANF G/MU-X/Trailblazer untuk yang ingin SUV dengan kenyamanan seperti sedan, pengendaraan halus, konsumsi bahan bakar cukup hemat, dan fitur yang sangat royal dibanding Honda CR-V 2.4 unPrestige, terutama fitur keamanan aktif nya.
X-Trail merupakan pilihan bagi yang menyukai perjalanan long-haul dan road-trip panjang, anda tidak akan kelelahan mengemudikannya, mobil ini sangat halus untuk dibawa jalan santai di sisi lain juga powernya cukup untuk menyalip truk - truk besar di jalur pantura. Mobil yang menuntut dikendarai secara kalem dan normal... Saya rasa dengan cara berkendara yang tepat mobil ini bisa sangat hemat.
Service di kilometer 20.000 di bengkel resmi sangat mahal... 2.5juta untuk pekerjaan seringan tune-up, ganti oli, spooring/balancing... di merek sebelah yang katanya servisnya mahal cuma 1.5juta all in termasuk stel klep... you know lah merek apa yang hari gini masih butuh stel klep

Bokap ane ketika nelpon langsung tutup telpon dan ganti oli sendiri di SnD deket rumah...

Well actually ada satu lagi pilihan untuk orang yang kepengin X-Trail tapi merasa kurang meVVah atau merasa X-Trail terlalu biasa... bisa beli kembaran berlogo prancis nya... Renault All New Koleos, walaupun harganya dekat dengan Mazda CX-5 Touring. Sayangnya Koleos masih belum menarik hati ane sampai saat ini karena alasan spek teknis yang udah lawas. Segala gimmick dan fitur di Koleos merasa tidak ane butuhkan dan subjektif nggak terlalu selera dengan desainnya, sehingga X-Trail, bagi ane masih lebih masuk akal karena lebih murah.

Saya termasuk golongan yang menilai mobil berdasarkan spek teknis, gimmick itu pemanis buatan... terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan anda

Justru yang ane tunggu - tunggu tahun ini malah Honda CR-V 1.5 Turbo Prestige dan Mazda All-New CX-5.


Persaingan SUV di tahun ini cukup panas... baik ladder SUV maupun monocoque SUV...
==========================================
Selamat membaca...
