Sithlord wrote:Eh, saya mulai tertawa nih ! conan bilang hybrid itu the SOLUTION !
Sudah saya bilang, banyak orang saat ini lagi cari mobil keluarga 140-200 juta. Eh, di bilang solusinya hybrid yang 400+ juta itu... 2 baris lagi...
Ibaratnya lagi ada rapat di kantor, lagi bahas cari solusi, budget perusahaan untuk kasus adalah 140-200 juta.
Coba bayangkan kalau ada 1 karyawan bilang, " CEO, saya ada solusi, tapi ongkosnya 400+ juta, terus .... "
Boleh bayangkan reaksi CEOnya gimana ....
Pula sudah di jelaskan dampak buruk ke lingkunggan battery hybrid itu, juga orang Amrik saja sudah mulai sadar, Prius BBMnya ngak beda jauh ama Jazz/ Aveo / Livina 1.5, masih saja conan masih ngak akui. Gimana bisa di bilang ini orang FAIR ? Bukan fair tapi DABLEK !
Mau saya ulang lagi kasih cerita itu dan mulai debate lagi ? Sudah ulang 3 kali ada. Tapi teman teman pasti pikir " Sudahlah ! "
Livina at first drive + BBM rata2/ltr
Moderators: Ryan Steele, sh00t, r12qiSonH4ji, avantgardebronze, akbarfit
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 303
- Joined: Tue Apr 24, 2007 0:57
Kalo soal hybrid gue setuju sama conan, it is a solution tapi masih tidak applicable untuk saat ini karena harga masih terlalu mahal, kalau harga sudah turun sampai terjangkau baru bisa dibilang solusi untuk saat ini. Soalnya kalo ngomong masa depan sih jangan2 ntar keluar mobil pake tenaga nuklir lagi tahun 2200 nanti.
-
- Member of Junior Mechanic
- Posts: 54
- Joined: Wed Apr 11, 2007 1:30
-
- Full Member of Junior Mechanic
- Posts: 69
- Joined: Thu Apr 26, 2007 4:20
-
- Full Member of Junior Mechanic
- Posts: 69
- Joined: Thu Apr 26, 2007 4:20
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 991
- Joined: Mon May 08, 2006 7:32
wah bung maxhari betul sekali nih.maxhari wrote:Nih thread antara topik & isinya kok beda ya ? Kelihatannya gw ketinggalan arena nih, sudah ronde berapa sekarang ?
Gw punya usul, kalo ingin tau kelebihan GL tanya ke Bung Sithlord, kalo ingin tau kekurangannya tanya ke Bung Conan aja.
Peace....Man....Peace.....
ibarat ada 2 orang di dalam ruangan, yg 1 bilang A, yg 1 lagi bilang B. eh lama2 keduanya berantem. mendingan dipisah aja ya.. dibikinin loket. tinggal kita aja, mau tanya tinggal ke loket yg tersedia....hehehe just kidding... habis sumpek... butuh hiburan dikit...

-
- Member of Junior Mechanic
- Posts: 54
- Joined: Wed Apr 11, 2007 1:30
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 188
- Joined: Tue Apr 10, 2007 6:59
HAHAHA Kalo menurut Bung Hunter kita ini DISKUSI TIDAK PRODUKTIF!maxhari wrote:BTW bisa dilanjutin ke topiknya nggak ? Soalnya gw butuh info tentang topik ini.
Di thread Baby Livina, Bung Hunter bawa gambar2 Livina kecil
Mending pindah ke thread itu aja yuk buat diskusi yang lebih membangun
Mari kita mulai lagi pertumpahan darah untuk mengevaluasi BABY LIVINA!
-
- Member of Junior Mechanic
- Posts: 35
- Joined: Mon Apr 23, 2007 6:56
waduh2 , conan kan ngga dapet uang dari postingan dia bro , mau ngomong apa juga bebas2 lah , ini kan forum demokrasi ..ghost wrote:Sith Lord? He is nobody for me too..conan wrote:Wahaha, akhirnya terbongkar juga dari anak buahnya, bahwa Sithlord tidak lain adalah seorang salesman Nissan!ghost wrote:
Anda memang Kompor nomer satu!
Kalo Sith Lord sales nomer satu!![]()
At least Sith Lord ngomong pakai dasar kan, karena dia punya pengalaman nyetir and so on meskipun emosinya berlebihan
Kalau Conan nih kayak mahasiswa teknik mesin gayanya.. tahu banyak dari baca tapi small experience karena jarang nyetir mobil
well , jujur aja supir gw pengalaman nyetir udah ga keitung , wong dia supir kok .. tapi apa iya supirku yang harus milih mobil ??? kalo soal handling dll , gw yakin supir gw lebih valid dari gw , tapi soal teknis or mesin sih gw lebih serahin ama engineernya aja deh
ini yg gw bilang stick to the fact ama logic , jangan berlebihan tolong guys .. ntar kita tunggu buktinya lah , susah bener sih ??
@sithlord --> soal hybrid performa mirip ama mobil laen kalo di USA , bung conan udah jelasin dengan detail kok .. gw rasa semua orang intelek and educated pasti udah jelas banget baca penjelsan bung conan ttg prinsip mobil hybrid .. Mendingan soal ini kamu belajar lagi baru ngomong , it can embrassed urself ( sorry baru belajar english kalo ada salah grammar or penulisan yah )
-
- Full Member of Junior Mechanic
- Posts: 69
- Joined: Thu Apr 26, 2007 4:20
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
Captiva benar ada tombolnya liat aja di majalah otomotif sebelumnya. gw dah ketinggalan ronde nih. Tapi ya udah lah. Anda ga mau TD mau bilang apa lagi. Makanan enak kalo ga mau makan ya tetap ga enak.conan wrote:Nanti lihat saja report dari para user Livina, Mr. Winata. Pasti ada yang hanya dapat 1 : 10-11, Anda tidak percaya?Winata wrote: Sedangkan anda bekum TD aja bilang livina ga mgkn 1:10-11. Mana realitanya. Para media yg uda TD bilang irit aja anda bilang hny boong belaka.
Dan wah, begitu gampangnya Anda mengatakan kata 'BOONG', ya. Tindakan yang sangat intelek dan tentunya tidak ada bias atau tendensi ke merk apapun.
Kalau begitu, meminjam bahasa Anda sendiri, dan sesuai dengan yang Anda akui sendiri, Anda juga HANYA BOONG BELAKA tentang adanya model BMW yang FWD atau Fortuner hanya dijual di Asean.
Wah, jangan2 semua kata2 Anda di thread Captiva juga hanya 'boong belaka'? Tentang suspensi yang bisa naik turun sendiri dengan hanya menekan tombol, hmm?
SEMUA perkataan kita berdua sejak bergabung do forum ini, bisa dibaca kembali di forum ini oleh siapapun juga, dan tentang siapa yang tampaknya lebih banyak 'boong belaka', tentu rekan2 lain bisa menilai sendiri.
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
Bung Conan tulis :
No. 2. Aku juga kecewa dengan suspensi belakang torsion beam ini. Di forum ini juga sudah ada beberapa thread yang membahas tentang kelemahan dan kunonya sistem suspensi ini. Untuk supermini/mini sedan mungkin masih acceptable, tapi kalau untuk mobil berbobot berat seperti MPV, apalagi jika diisi penuh orang dan barang...
Belum coba tes drive sudah bilang suspensi belakang lemah dan kuno. Padahal nyaman dan enak. Tuh buktinya iya kan
No. 2. Aku juga kecewa dengan suspensi belakang torsion beam ini. Di forum ini juga sudah ada beberapa thread yang membahas tentang kelemahan dan kunonya sistem suspensi ini. Untuk supermini/mini sedan mungkin masih acceptable, tapi kalau untuk mobil berbobot berat seperti MPV, apalagi jika diisi penuh orang dan barang...
Belum coba tes drive sudah bilang suspensi belakang lemah dan kuno. Padahal nyaman dan enak. Tuh buktinya iya kan
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1746
- Joined: Tue May 30, 2006 7:02
kikipik wrote: ini yg gw bilang stick to the fact ama logic , jangan berlebihan tolong guys .. ntar kita tunggu buktinya lah , susah bener sih
Lha.. threads ini justru ma nyari buktinya. Ntah kenapa jadi amburadul lagi...
Ini starternya :
Guys...
Submit and share pengalaman fist drive LIVINA loe dan berapa konsumsi BBM-nya untuk real day to day usage.
Jangan lupa sebutin type LIVINA loe (1.5L/1.8L & MT/AT)
Sebenarnya ini threads yg bagus. Livina by specs udah banyak threads bahasnya. Threads membahas kelemahan Livina jg udah tersedia di "Award untuk Livina 1.5". Sekarang kita tunggu bukti dari user masing2. Kalo bisa ama photo2.
Tapi koq jadi campur baur ya...

-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2961
- Joined: Tue Jul 13, 2004 17:34
Coba Anda jawab, di antara semua jenis suspension, double wishbone/MacPherson strut/multi-link independent/torsion beam, yang mana yang paling kuno?Winata wrote:Bung Conan tulis :
No. 2. Aku juga kecewa dengan suspensi belakang torsion beam ini. Di forum ini juga sudah ada beberapa thread yang membahas tentang kelemahan dan kunonya sistem suspensi ini. Untuk supermini/mini sedan mungkin masih acceptable, tapi kalau untuk mobil berbobot berat seperti MPV, apalagi jika diisi penuh orang dan barang...
Belum coba tes drive sudah bilang suspensi belakang lemah dan kuno. Padahal nyaman dan enak. Tuh buktinya iya kan
Sekarang masih terasa enak namanya juga mobil baru Pak, coba nanti setelah beberapa tahun. Kalau torsion beam memang solusi terbaik untuk MPV, tentu Odyssey/Grandis/Alphard/Serena juga akan pakai torsion beam. Bukan berarti torsion beam ini otomatis bikin ajrut2an, tapi jelas ini adalah salah satu cara Nissan memangkas biaya produksi dengan menggunakan solusi suspensi termurah. Kalau Anda begitu suka dengan torsion beam, nanti kalau Captiva Anda sudah datang diganti saja suspensi belakangnya dengan torsion beam sekalian Pak.
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
Lalu bung conan tulis:
Penggunaan torsion beam ini tidak lain adalah untuk menekan cost (baca : harga jual). Maaf jika ada penggemar torsion beam, tapi faktanya memang demikian. Kalau torsion beam memang lebih unggul untuk MPV berdaya muat banyak orang, tentu Toyota Alphard juga menggunakan torsion beam..
Sebentar bilang torsion beam jelek. lalu bilang torsion beam bagus. aneh
Penggunaan torsion beam ini tidak lain adalah untuk menekan cost (baca : harga jual). Maaf jika ada penggemar torsion beam, tapi faktanya memang demikian. Kalau torsion beam memang lebih unggul untuk MPV berdaya muat banyak orang, tentu Toyota Alphard juga menggunakan torsion beam..
Sebentar bilang torsion beam jelek. lalu bilang torsion beam bagus. aneh
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2961
- Joined: Tue Jul 13, 2004 17:34
Wah mata Anda perlu diperiksa tuh! Siapa pernah bilang torsion beam bagus? Baca lagi baik2, kalau perlu pakai kacamata, Pak, aku mengatakan :Winata wrote:Lalu bung conan tulis:
Penggunaan torsion beam ini tidak lain adalah untuk menekan cost (baca : harga jual). Maaf jika ada penggemar torsion beam, tapi faktanya memang demikian. Kalau torsion beam memang lebih unggul untuk MPV berdaya muat banyak orang, tentu Toyota Alphard juga menggunakan torsion beam..
Sebentar bilang torsion beam jelek. lalu bilang torsion beam bagus. aneh
Silakan jawab, apakah Alphard memang menggunakan torsion beam??Kalau torsion beam memang lebih unggul untuk MPV berdaya muat banyak orang, tentu Toyota Alphard juga menggunakan torsion beam..


-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 393
- Joined: Thu Apr 05, 2007 5:31
1.8XV Matic, isi Premium 33.33 liter,
dah jalan 360km, masih ada sisa bensin di tanki alias indikator tanki belum nyala (dibandingkan sebelumnya ketika isi bensin, kondisi indikator nyala berkedip)
dah jalan 360km, masih ada sisa bensin di tanki alias indikator tanki belum nyala (dibandingkan sebelumnya ketika isi bensin, kondisi indikator nyala berkedip)
uch wrote:
Submit and share pengalaman fist drive LIVINA loe dan berapa konsumsi BBM-nya untuk real day to day usage.
Jangan lupa sebutin type LIVINA loe (1.5L/1.8L & MT/AT)[/b]
Sebenarnya ini threads yg bagus. Livina by specs udah banyak threads bahasnya. Threads membahas kelemahan Livina jg udah tersedia di "Award untuk Livina 1.5". Sekarang kita tunggu bukti dari user masing2. Kalo bisa ama photo2.
Tapi koq jadi campur baur ya...
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 188
- Joined: Tue Apr 10, 2007 6:59
Bung Winata udah di neglect aja.. wong belum pernah test drive diajak berdebatWinata wrote:Lalu bung conan tulis:
Penggunaan torsion beam ini tidak lain adalah untuk menekan cost (baca : harga jual). Maaf jika ada penggemar torsion beam, tapi faktanya memang demikian. Kalau torsion beam memang lebih unggul untuk MPV berdaya muat banyak orang, tentu Toyota Alphard juga menggunakan torsion beam..
Sebentar bilang torsion beam jelek. lalu bilang torsion beam bagus. aneh
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
Lalu anda tulis
Kabarnya HPM akan merakit Airwave dan mobil ini akan bermain di segmen Avanza/Livina walaupun hanya dua baris tempat duduk. Karena kenyataannya, most of the time jok baris ketiga untuk mobil2 di kelas ini memang banyaknya menganggur alias jarang diduduk
Katanya livina itu sempit dan hanya cocok untuk 6 orang. Tapi makan kata2 sendiri lagi 'most of the time jok baris ketiga untuk mobil2 di kelas ini memang banyaknya menganggur alias jarang diduduk" Bukannya 6 orang dh lebih dari 5 orang. Airwave 5 orang ga dikritik. Kalo livina 6 orang aja dikritik.
Kabarnya HPM akan merakit Airwave dan mobil ini akan bermain di segmen Avanza/Livina walaupun hanya dua baris tempat duduk. Karena kenyataannya, most of the time jok baris ketiga untuk mobil2 di kelas ini memang banyaknya menganggur alias jarang diduduk
Katanya livina itu sempit dan hanya cocok untuk 6 orang. Tapi makan kata2 sendiri lagi 'most of the time jok baris ketiga untuk mobil2 di kelas ini memang banyaknya menganggur alias jarang diduduk" Bukannya 6 orang dh lebih dari 5 orang. Airwave 5 orang ga dikritik. Kalo livina 6 orang aja dikritik.
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
Anda kena juga bung conan. Belum TD aja bilang NISSAN LIVINA suspensinya jelek pake torison beam. HAHAHA. Lagi2 anda bandingkan livina dengan ALPHARD. Apa lu bisa dipercaya oleh orang2 ya kalo bicaranya ngawur gitu.
Terbukti anda belum TD dan mengkritik yang belum anda coba. Makanan belum dimakan aja dibilang tidak enak aneh.
Terbukti anda belum TD dan mengkritik yang belum anda coba. Makanan belum dimakan aja dibilang tidak enak aneh.
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
-
- Member of Junior Mechanic
- Posts: 39
- Joined: Mon Apr 30, 2007 7:59
tes drive livina
Salam kenal utk anak2 Seraya Motor...
Kebetulan saya udah test drive Livina. Pilihannya adalah TD 1.8 dan 1.8 Ultimate (A/T) dan 1.5 M/T. Berhubung saya sendiri penggemar M/T ya udah saya pilih yg 1.5.
Kesan2 saya soal test drive Livina 1.5
Kekurangannya =
1. Spion yg tdk otomatis. walaupun sebenarnya spion ini tetap dpt digerakan secara manual. Dan menurut saya pengaturan spion dilakukan pada saat mobil tidak bergerak, jadi bagi saya tidak ada masalah soal spion ini...
2. Bangku baris ke3 ruang kakinya terasa sempit... Kebetulan saya bertinggi badan sekitar 180 cm, jadi memang terasa sempit utk saya, jadi saya menghindari duduk di baris ke3 di Livina ( dan juga utk semua mobil yg ada baris ke 3nya)
3. Baris ke2 bagi orang2 yg tergolong big size hanya akan nyaman utk diduduki ber 2...
4. Electronic Power Steering, bagi pengemudi yg antusias akan menyusahkan karena memang terlalu enteng dan kurang feedback bagi pengemudi. Walaupun bagi orang yg tipenya malas merawat mobil akan terasa praktis krn tanpa perawatan (cek , isi, kuras P/S).
5. Throttle/Drive by wire. Sekali lagi bagi pengemudi antusias memang terasa menyusahkan krn responnya yg terasa terlalu flat shg timbul kesan tidak natural. Untuk pengemudi yg "sopan" fitur ini malah membantu karena responnya yg halus, dan membantu efisiensi pemakaian bahan bakar.
Kelebihan :
1. Pelat body lebih tebal dibandingkan dgn mobil yg ber cc sama. Ini akan memberikan sedikit rasa aman, dan pada jangka panjang akan lbh bebas perawatan krn akan lbh tahan terhadap lontaran batu kerikil ( luka tembak), kelurusan panel akan lbh awet, dan lbh tahan terhadap karat..
2. Kualitas buatan. Ternyata kualitas buatannya (bukan materialnya lho) Sama saja spt Nissan2 yg lain, misalnya pemasangan yg rapat celah2nya, dan tidak ada yg terkesan ringkih, ini menjawab kekhawatiran penggemar Nissan bahwa Livina akan kena sindrome spec down, yg ternyata tidak terbukti.
3. Kualitas pengendaraan.
- Kualitas pengendaraan juga tidak ada spec down dibandingkan dgn nissan2 yg lain, bagi pengguna Nissan apalagi pemakai lama, akan langsung familiar dengan rasa berkendaranya. Istilahnya tidak usah baca segala macam brosur dan penjelasan teknis langsung oke..
-Kualitas kaki2 bagus dalam artian peredaman guncangan dan suara oke. Dibandingkan dengan mobil sekelasnya ( dlm hal ini 1500cc) terasa superior...
- Kualitas pengendaraan baik. Artinya antara kenyamanan dan pengendalian sudah balance dan netral Ketika dicoba manuver agak ekstrem seperti manuver menyalib di jalan ramai pada kecepatan 80-100 kpj tdk terdeteksi gejala limbung. Pengendalian lbh menyerupai sedan dibanding mini MPV sih...
4. Performa = Kalau dibandingkan dengan mobil2 yg sejenis, cukup 2 kata: GAME OVER. Untuk ini sebaiknya dicoba tes drive sendiri ( mending pinjem punya temen, kl di show room sih kayaknya susah jg ya dites sampai batas maksimal performanya)...
Sekian review singkat soal test drive Livina, semoga bisa membantu rekan2 yg penasaran, dan kl ada salah2 ketik kulo nyuwun pangapunten..
Kebetulan saya udah test drive Livina. Pilihannya adalah TD 1.8 dan 1.8 Ultimate (A/T) dan 1.5 M/T. Berhubung saya sendiri penggemar M/T ya udah saya pilih yg 1.5.
Kesan2 saya soal test drive Livina 1.5
Kekurangannya =
1. Spion yg tdk otomatis. walaupun sebenarnya spion ini tetap dpt digerakan secara manual. Dan menurut saya pengaturan spion dilakukan pada saat mobil tidak bergerak, jadi bagi saya tidak ada masalah soal spion ini...
2. Bangku baris ke3 ruang kakinya terasa sempit... Kebetulan saya bertinggi badan sekitar 180 cm, jadi memang terasa sempit utk saya, jadi saya menghindari duduk di baris ke3 di Livina ( dan juga utk semua mobil yg ada baris ke 3nya)
3. Baris ke2 bagi orang2 yg tergolong big size hanya akan nyaman utk diduduki ber 2...
4. Electronic Power Steering, bagi pengemudi yg antusias akan menyusahkan karena memang terlalu enteng dan kurang feedback bagi pengemudi. Walaupun bagi orang yg tipenya malas merawat mobil akan terasa praktis krn tanpa perawatan (cek , isi, kuras P/S).
5. Throttle/Drive by wire. Sekali lagi bagi pengemudi antusias memang terasa menyusahkan krn responnya yg terasa terlalu flat shg timbul kesan tidak natural. Untuk pengemudi yg "sopan" fitur ini malah membantu karena responnya yg halus, dan membantu efisiensi pemakaian bahan bakar.
Kelebihan :
1. Pelat body lebih tebal dibandingkan dgn mobil yg ber cc sama. Ini akan memberikan sedikit rasa aman, dan pada jangka panjang akan lbh bebas perawatan krn akan lbh tahan terhadap lontaran batu kerikil ( luka tembak), kelurusan panel akan lbh awet, dan lbh tahan terhadap karat..
2. Kualitas buatan. Ternyata kualitas buatannya (bukan materialnya lho) Sama saja spt Nissan2 yg lain, misalnya pemasangan yg rapat celah2nya, dan tidak ada yg terkesan ringkih, ini menjawab kekhawatiran penggemar Nissan bahwa Livina akan kena sindrome spec down, yg ternyata tidak terbukti.
3. Kualitas pengendaraan.
- Kualitas pengendaraan juga tidak ada spec down dibandingkan dgn nissan2 yg lain, bagi pengguna Nissan apalagi pemakai lama, akan langsung familiar dengan rasa berkendaranya. Istilahnya tidak usah baca segala macam brosur dan penjelasan teknis langsung oke..
-Kualitas kaki2 bagus dalam artian peredaman guncangan dan suara oke. Dibandingkan dengan mobil sekelasnya ( dlm hal ini 1500cc) terasa superior...
- Kualitas pengendaraan baik. Artinya antara kenyamanan dan pengendalian sudah balance dan netral Ketika dicoba manuver agak ekstrem seperti manuver menyalib di jalan ramai pada kecepatan 80-100 kpj tdk terdeteksi gejala limbung. Pengendalian lbh menyerupai sedan dibanding mini MPV sih...
4. Performa = Kalau dibandingkan dengan mobil2 yg sejenis, cukup 2 kata: GAME OVER. Untuk ini sebaiknya dicoba tes drive sendiri ( mending pinjem punya temen, kl di show room sih kayaknya susah jg ya dites sampai batas maksimal performanya)...
Sekian review singkat soal test drive Livina, semoga bisa membantu rekan2 yg penasaran, dan kl ada salah2 ketik kulo nyuwun pangapunten..
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 393
- Joined: Thu Apr 05, 2007 5:31
kalau ada yang murah, enak dan nyaman. ngapain bayar lebih? he3x
Winata wrote:Terbukti LIVINA bisa buat pake TORSION BEAM tapi suspensi lebih nyaman dari INDEPENDENT SUSPENSION. Inilah kelebihan LIVINA daripada mobil laen pake independent tapi tetap ga nyaman.
Ya uda asal anda kritik gw hanya bisa jawab TD dulu.
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 188
- Joined: Tue Apr 10, 2007 6:59
Sudah-sudah! perdebatan selesai..Winata wrote:Terbukti LIVINA bisa buat pake TORSION BEAM tapi suspensi lebih nyaman dari INDEPENDENT SUSPENSION. Inilah kelebihan LIVINA daripada mobil laen pake independent tapi tetap ga nyaman.
Ya uda asal anda kritik gw hanya bisa jawab TD dulu.
Tidak produktif!!!
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 393
- Joined: Thu Apr 05, 2007 5:31
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 889
- Joined: Wed Mar 14, 2007 4:28
- Location: Jakarta
Lagi2 RUSHTER sampai sekarang sudah ketauan rawan bocor aja anda ga kritik. LIVINA sampe sekarang masih belum ketemu permasalahannya anda kritik terus. Memang tujuan anda apa. Kenapa NISSAN aja anda kritik. Apa memang member kita banyak disini. Atau hanya untuk memancing bung lord jadi panas. Dari AUV aja anda bilang AUV jelek. Aneh juga. Padahal belum lahir.