Sebelumnya saya memohon maaf kalau ada kalimat yang kurang berkenan di review kali ini. Enjoy the review !

Hey ! look at me ! i'm the brand new Toyota Kijang Innova ! Nice to see you guys !
1. Intro
Sebelumnya saya sama sekali gak ada pikiran bakalan punya kesempatan mencicipi Innova terbaru, apalagi dengan trip -+200KM selama 4 hari mengelilingi Palembang dan mengunjungi Prabumulih karena ada acara keluarga di kota kecil itu. Turun dari pesawat, keluar bandara menunggu keluarga menjemput, saya melihat sesosok mobil berwarna hitam datang menjemput, seakan tertimpa durian runtuh, unit yang dipinjamkan untuk trip kali ini ternyata adalah Toyota Innova 2.4Q AT Diesel, kunci kemudian langsung diserahkan kepada saya.

pak bu ! sekarang Innova udah keyless loh !
Unit yang saya terima ini masih gress dari pabrik, odometer mencatat kurang dari 1000km. Pas di Jakarta sih kepengen nyobain Innova baru walaupun mungkin cuma sebentar, tapi sepertinya Tuhan berkata lain dan memberikan saya kesempatan jauh lebih lama dibanding Test Drive sebelumnya.

Saya gak akan banyak berbicara mengenai sejarah Toyota Kijang (Innova) karena saya kurang pandai bercerita mengenai sejarah Toyota Kijang, karena itu saya akan mengajak anda langsung fokus ke unit yang saya test ini.
Toyota Innova Q AT Diesel (6 seater)
Mesin: 2GD-FTV Turbodiesel (149hp @3400rpm dan torsi maksimum 360Nm @1200-2600rpm)
Transmisi: 6 speed automatic dengan mode manual
Drivetrain: mesin depan dengan penggerak roda belakang
Rem: Cakram Ventilasi (depan), Tromol (Belakang)
Dimensi: P x L x T (4.7 meter x 1.8 meter x 1.8 meter)
Wheelbase: 2.7 meter
Harga: Rp 423.800.000,00 OTR Jakarta
2. Eksterior

lumayan, sayang bentukan pillar C nya agak kurang pas..cakepan Innova sebelumnya
Eksterior Innova berubah lumayan banyak dari model sebelumnya, saya sendiri masih berusaha mencerna desain Innova yang baru, terutama Pillar C nya, ntah kenapa masih belom “sreg” ama desainnya. Saya sekali desain Pillar C nya seperti itu, jika dibuat segelap kacanya dan dibuat mirip seperti Innova sebelumnya, sepertinya lebih cakep. Dulu pengen Innova ada perubahan besar di Eksterior, sekarang setelah berubah jadi malah lebih suka Innova sebelumnya facelift ke 1 dan 2.

Velg mobil ini berukuran 17 inch dan dibalut dengan ban Bridgestone Turanza 215/55R17, desain velgnya juga cukup bagus. headlamp mobil ini Projector LED Headlamp dan dilengkapi dengan Auto On-Off Function bilamana jika switch headlamp ditempatkan di posisi “Auto” dan mobil mendeteksi apabila cuaca di luar sudah agak redup, maka lampu mobil akan otomatis menyala, salah satu fitur yang saya sukai di mobil ini dan berkesan premium.

Keen Look Design Anyone ?
Skor: 6.5/10
3. Interior

kalau dilihat sih lumayan keren
Masuk ke interior, saya disambut dengan perubahan sangat besar dari Innova sebelumnya, desain yang lebih apik dan modern, buat saya sendiri enak dilihat. Bentuk stirnya mengingatkan saya dengan stir Toyota Harrier, memberikan cita rasa premium. Sayang seribu sayang, begitu saya menyentuh semua bagian kabin mobil, saya dikecewakan dengan pemilihan material.

keren sih, sayang materialnya kurang berbanding lurus dengan harga dan desainnya
Sepertinya alih-alih untuk menekan ongkos produksi, semua material hanya berasal dari plastik keras dan fabrik yang biasa saja. Desain interior yang sudah apik ini harus dipadukan dengan material yang menurut saya kurang pas dengan desainnya. Bagi para penggemar softpad sepertinya akan rada kecewa dengan interior mobil ini, bahkan stirnya saja kurang sreg untuk digenggam karena materialnya kurang begitu baik untuk mobil seharga 400an juta rupiah.

Stirnya mirip dengan Toyota Harrier punya loh
Mobil ini dilengkapi dengan wood panel yang menjadi pemanis tambahan untuk interior, tapi sepertinya ini hanya “kayu-kayu”an saja ketika saya sentuh, yah tidak apa-apa, lumayan sekedar pemanis interior diantara plastik keras dan sedikit fabrik di interior.
3.1 Seating

6 orang saja, jangan lebih ya, kalo bandel ntar dijewer pak polisi kata bu guru
Toyota Innova Q ini dapat diisi dengan 6 orang dewasa dan baris keduanya berupa Captain Seat. Jujur saja, saya bukan fans Captain Seat dan prefer mobil sekelas Innova ini lebih baik baris keduanya cukup kursi biasa saja yang bisa menampung 3 orang dewasa. Toh, Innova identik dengan mobil keluarga yang diharapkan bisa angkut banyak orang sekali jalan, satu kursi tambahan adalah berita bagus untuk keluarga atau teman apabila ingin jalan ramai-ramai. Kursi mobil ini masih berbahan fabric, belom kulit, sepertinya untuk menekan ongkos produksi, varian tertinggi pun tidak diberi jok kulit.

baris pertama
Kursi pengemudi cukup ergonomis dan saya tidak ada kesulitan menemukan posisi mengemudi yang pas, kursinya sendiri pengaturannya masih serba manual. Stir mobil ini juga punya fitur tilt and scope untuk membantu mencari posisi mengemudi yang enak untuk tangan. Tapi yang saya rasakan ketika mengemudi cukup jauh dengan mobil ini, kursi pengemudinya tidak terlalu nyaman untuk jalan jauh karena 2-3 jam perjalanan luar kota turun dari mobil merasakan agak pegal. Satu lagi, dari posisi pengemudi, meraih tuas transmisi agak sedikit kurang enak karena letaknya agak jauh dari pengemudi, malah lebih dekat ke kursi penunpang depan sehingga agak kurang enak apabila harus shifting.

gear lever kayaknya posisinya enakan yang lama

baris kedua
Ketika jadi penumpang, saya juga merasakan hal yang tidak jauh berbeda duduk di kursi penumpang depan dengan duduk di kursi pengemudi. Baris kedua masih cukup luas TAPI berasa lebih sempit dibanding Innova sebelumnya, tapi masih terhitung luas untuk baris kedua karena kaki saya tidak menyentuh kursi driver, FYI tinggi saya 178cm dan kursi driver itu setelannya setelan mengemudi saya yang agak mundur ke belakang. Ada meja juga di baris kedua, lumayan untuk menaruh barang seperti makanan, minuman, gadget, buku, dan pernak-pernik lainnya.

padahal kursi depan udah saya majuin, sepertinya kursinya masih kurang maju atau....?
Baris ketiga masih agak acceptable untuk diisi orang dewasa, hanya saja untuk perjalanan rada jauh, kursi ketiga lebih cocok diisi anak kecil saja karena ruang kaki yang agak terbatas.
Score: 7.5/10
3.2 Features

Toyota Innova Q AT Diesel ini bertabur dengan berbagai macam fitur yang membuat saya terkagum-kagum. Bagaimana tidak ? Fitur standar pabrik yang ditanamkan di mobil ini adalah lompatan jauh dari Innova sebelumnya. Sebut saya Auto On-Off Headlamp, Reversing Camera, 2nd Row Electric Socket, All Auto Window, Bluetooth Connectivity, Start Stop Button, Power Folding Side Mirror, Blower AC hingga baris ketiga, MID yang lumayan informatif dengan tampilan seperti line-up Toyota premium dan Lexus. Fitur safety ada peningkatan drastis dan akan saya bahas di point selanjutnya.
Score: 8.75/10
3.3 Entertainment
Fitur hiburan, mobil ini dilengkapi dengan Head Unit 8 inch berbasis Android yang dilengkapi dengan Miracast dimana penggemar gadget sepertinya tahu apa itu fungsinya. Audio bisa memutar AM/FM, Mp3, DVD, CD. Mobil ini juga dilengkapi dengan 6 speaker untuk audio outputnya. Audio bawaannya harus disetting ulang karena kurang begitu bagus untuk standarnya, bahkan saya dan saudara-saudara saya setuju kalau suara audio bawaan Innova sebelumnya malah lebih bagus dari yang baru ini. Yang pasti cara penggunaann HU nya gak rumit, cukup mudah, user friendly kalo saya mesti bilang
Pengaturan audio juga agak terbatas sehingga tidak bisa memaksimalkan potensi speaker yang ada. Walaupun begitu, lagu-lagu barat yang saya putar untuk menemani saya dalam road trip ini seperti “Clean Bandit – Rather Be”, “Pink – Today is The Day”, dan “Coldplay – Miracle” masih bisa terdengar cukup bagus walaupun saya awalnya berharap bisa lebih bagus dari Innova sebelumnya.
Mobil ini sayangnya tidak dilengkapi dengan built-in GPS Navigation System, saya lebih suka GPS yang tertanam di Head Unit daripada harus dipasangkan ke HP terlebih dahulu, tidak praktis. Solusi dari saya: karena sepertinya Head Unit Innova tidak terhubung ke sistem mobil, ganti saja dengan Head Unit Alpine 8 inch berkode "X008EU” yang sudah ada built-in GPS dan Camera Ready, head unit yang awalnya didesain sebagai fit-kit Nissan Elgrand Y52 ini cocok untuk Toyota Innova Q.

Alpine X008EU
Score: 6/10
3.4 Storage

Oke, saatnya membahas soal storage mobil. Ini Toyota, dan saya percaya untuk urusan storage di MPV, mereka cukup jago mengenai hal ini, terutama MPV untuk pasar Indonesia. Barang bawaan trip kali ini: 1 koper besar + 3 koper sedang + 1 koper kecil + 2 tas punggung ukuran sedang + 1 tas (yang kayak buat orang nge-gym) ukuran kecil, dan semua bisa masuk bagasi dengan posisi kursi baris ketiga masih bisa dibuka di satu sisi + tumpukan bagasi tidak menghalangi spion pengemudi.
Door pocket terdapat di keempat sisi pintu, cukup untuk menyimpan botol minuman dan majalah, baris ketiga ada tempat penyimpanan sendiri untuk sekedar menaruh botol atau kaleng minuman. Di depan ada 2 laci di dashboard bagian penumpang dan dilengkapi dengan fungsi pendingin untuk minuman. Kemudian juga ada tempat penyimpanan di armrest penumpang depan/driver yang ukurannya cukup untuk menaruh makanan atau kotak CD/DVD. Belom cukup ? masih ada 2 cup holder di dashboard untuk penumpang depan dan pengemudi + tempat penyimpanan terbuka di bagian bawah center console untuk menaruh gagdet serta uang kertas dan koin untuk bayar parkir dan tol. Good job Toyota !
Score: 9/10

itu kalo malem yang rada melengkung itu keluar lampunya loh kayak kabin pesawat modern
Menurut saya interiornya sudah banyak sekali improvement, terutama fitur yang diusungnya, salah satu hal yang menarik adalah lampu di atap baris kedua seperti yang terdapat di kabin Boeing 737NG Garuda dan Lion yang dilengkapi dengan SkyInterior, cahaya berwarna biru yang desain dan warna lampunya memberikan cita rasa premium.
Hal yang harus mendapatkan peningkatan untuk facelift adalah pemilihan material yang lebih baik seperti kulit, plastik yang lebih baik, dan softpad untuk mobil seharga 400an juta rupiah. Desain interior yang baik ada baiknya juga diikuti dengan material yang berbanding lurus.
Total Score untuk interior: 7.8/10
4. On The Road

keluar malem buat cari mpek-mpek
4 hari mengeksplore Palembang dan Prabumulih bersama Toyota Innova Q AT Diesel, jujur saja ini kesempatan langka untuk saya untuk test drive yang cukup jauh dan selama ini. Mobil ini sudah dilengkapi dengan Start-Stop button, tinggal injak rem dan pencet tombolnya, mesin 2GD-FTV ini kemudian hidup. Yang saya rasakan adalah, mobil tidak terlalu bergetar dan kabin mobil cukup kedap karena suara mesin tidak terlalu terdengar masuk ke kabin, FYI mobil ini diberi minum Pertadex walaupun Biosolar juga memungkinkan dengan kompensasi (sepertinya) penurunan tenaga dan suara mesin jadi lebih kasar. Duduk di kursi pengemudi, all around visibility lumayan bagus walaupun Pillar A mobil ini agak sedikit gemuk sehingga agak sedikit mengganggu.

tekan saya untuk menyalakan mobil, jangan lupa injak remnya ya
Mesin 2GD-FTV ini memiliki tenaga jauh lebih besar dari mesin Innova sebelumnya. Dengan tenaga 149hp @3400rpm dan torsi maksimum 360Nm @1200-2600rpm, mobil berbobot sekitar 1.6 ton ini tidak pernah kehabisan nafas di dalam kota. Mobil ini juga dilengkapi dengan 2 mode tenaga yang berbeda, ECO untuk efisiensi dan penggunaan dalam kota dan POWER untuk mengeluarkan potensi mesin (standar) secara maksimal dan berguna untuk berkendara dalam kota.

ECO, SPORT, dan tombol VSC
Saya tidak tahu apakah mobil ini irit atau tidak karena odometer ketika kunci diserahkan ke saya masih kurang dari 1000km (sekitar 500an km) dan mobil masih masa inreyen. MID menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata paling bagus selama 4 hari di 11.5l/100km (8.6km/l, 1 liter per 8.6 kilometer). Kondisi jalanan dalam kota Palembang tidak terlalu macet kecuali di beberapa titik pembangunan LRT. Tapi saya cukup agresif memainkan pedal gas ketika di jalanan luar kota dan mode yang saya piluh sepanjang jalan adalah POWER mode. Mungkin kalo kaki saya agak kalem, 9-11km/l bukan hal sulit untuk mobil ini. Yang pasti, jarak tempuh 240an kilometer mobil ini menegak bensin ½ dari kapasitas full tank.
Di dalam kota, sepanjang jalan saya pakai ECO mode dan sudah lebih dari cukup tenaga yang dihasilkan, tanjakan di hotel Novotel Palembang mobil dengan sangat mudah merayap maju tanpa saya injak gas sedikitpun (dengan tuas transmisi di D). Torsi besar di rpm bawah rupanya benar-benar membantu mobil melaju di dalam kota, terutama dalam keadaan merayap dan stop and go. Jalanan naik turun di daerah Kenten juga tidak sulit dilahap mobil ini. Tempatkan tuas gigi di posisi R, mobil juga dengan mudah mundur dengan cara menanjak dengan sangat sedikit bantuan injekan gas. Pada saat mundur, kamera parkir akan otomatis menyala, sayangnya belom dilengkapi dengan guidance line. Ketika ingin mulai melaju sambil menanjak, Hill Assist Control juga mencegah mobil mundur ke belakang. Cara kerjanya berasa ketika kita melepas rem tangan, tidak menginjak rem, posisi gigi di N, mobil tidak akan mundur dan memberikan kita waktu untuk menaruh posisi gigi di D dan kembali melaju.
Kemampuan manuver mobil ini di dalam kota lumayan bisa diancungi jempol, radius putar cukup bagus dan beloknya juga luwes. Mobil ini lumayan mudah dikemudikan di dalam kota, a good city cruiser, kekedapan kabin juga lumayan bagus. Kecepatan 50an km/h di dalam kota dengan ECO mode, putaran mesin mobil anteng di angka 1500an RPM. Catatan datang dari suara klaksonnya yang amat sangat kurang pantas untuk mobil ini, suaranya kecil, cempreng, dan kurang “berotot”. Kurang pantas untuk mobil seukuran Innova.
Jadi gimana mobil ini berperilaku di jalanan luar kota ? bagaimana perilakunya di kecepatan tinggi ? Setelah berisitirahat sehari di Palembang, sekarang saatnya mengarahkan mobil ke kota Prabumulih dengan waktu tempuh 2-3 jam dari Palembang.
Mobil saya arahkan ke arah Indralaya, muatan 5 orang dewasa + 1 anak kecil dengan bagasi full, kondisi jalanan agak sedikit bergelombang dan kondisi lalu lintas membuat saya harus agak zigzag menyalip truk yang melaju pelan. Sebagian jalur masih seperti Pantura dari Cikampek – Cirebon dan sebagian lagi masih hanya muat 2 mobil saja untuk kedua arah. Sepanjang jalan, saya nyalakan mode SPORT untuk membantu menyalip truk dan kendaraan lain.
Dengan bantuan mode SPORT, berkali-kali saya menyalip kendaraan di rentang kecepatan 60-90kmh dengan cukup mudah. Mobil melaju di kecepatan 80-90km/h dengan RPM anteng di angka 2000-2300rpm. Mobil ini memang lumayan enak untuk perjalanan agak jauh dan tenaga yang dikeluarkan dari mesinnya di mode SPORT selalu bikin pengen urut pedal gas terus, sayangnya kursi drivernya agak kurang nyaman untuk hal itu.
Manuver mobil ketika meliuk kesana kemari..disini jadi catatan tersendiri sekaligus minus point di mobil ini, terutama pada saat perjalanan dengan kecepatan tinggi. Body roll masih agak intimidating di mobil ini, chassic control juga masih belom banyak improvement di Innova terbaru ini, body sway si mobil cukup terasa. Beberapa kali melakukan high speed turn dan rasanya kontak antara stir dengan ban juga agak sedikit vague (kurang jelas) + body control yang agak kurang enak. Selain stir yang tidak terlalu komunikatif, stirnya juga kurang responsif karena seperti ada jeda beberapa milisecond agar mobil menuruti keinginan pengemudi mau dibawa ke arah mana si mobil. Peredaman melewati jalanan agak keriting masih dalam taraf cukup baik walaupun suspensinya agak sedikit keras dari model sebelumnya.
Catatan lain datang di pengeremannya. Mobil ini dilengkapi dengan rem cakram ventilasi untuk bagian depan serta rem tromol untuk bagian belakang. Rem nya kurang gigit dan karakter pengeremannya membuat mobil berasa agak menungging ke depan apabila di rem agak dalam. Sifat rem nya yakin bisa membuat anda berpikir beberapa kali sebelum mengajak mobil ini melaju kencang, solusinya ya sepertinya anda harus ganti rem depan yang lebih kuat kalau mau lebih gigit dan lebih nyaman. Kalo anda belom upgrade rem Innova, lebih baik bawa kalem saja saran saya, ngebut pake Innova standar resiko silahkan tanggung sendiri.
Ketika terjebak kemacetan, all around sensor cukup membantu untuk memberitahu jarak bumper depan ke bagian samping mobil apakah masih jauh atau sudah terlalu dekat. Sayangnya posisi melihat sensornya sangat menyulitkan. Posisinya ada di kanan bawah, sehingga jika anda ingin melihat sensor serta bagian mana yang jaraknya sudah dekat (ditandai dengan sensor berubah warna dari hijau ke merah), terpaksa anda melepas 1-2 detik pandangan anda ke luar mobil. Fitur ini sepertinya tidak begitu penting untuk orang yang sudah mahir berkendara, tapi cukup membantu buat mereka yang baru belajar menyetir, orang yang kurang PD ketika menyetir terutama parkir, dan orang tua.’
Sebagai penumpang, yang saya agak rasakan sedikit berbeda dari pengemudi, walaupun ketika pengemudi menginjak rem dan merasakan mobil melambat itu sama, rada nungging dan kurang gigit. Yang saya rasakan duduk di kursi penumpang depan, body roll tidak terlalu bikin dagdigdug dan cukup nyaman dan luas untuk penumpang walaupun penumpang di baris 2 mengatakan untuk kabin rasanya lebih luas Innova sebelumnya. Mungkin karena saking nyamannya, ketika saya menyetir ke Prabumulih dengan kecepatan 60-90km/h dengan medan jalanan naik turun serta berbelok-belok + aksi salip-salipan dengan truk dan mobil lain, semua penumpang tertidur pulas dan satu-satunya petunjuk yang saya dapatkan dari kakak saya sebelum tertidur pulas adalah, “ikuti saja jalan utama”. Kalo duduk di baris kedua, yang saya rasakan adalah ketika duduk dan ingin membuka meja, mungkin meja akan sedikit nyangkut dengan kaki (FYI, tinggi saya 178cm), bukan masalah besar, tapi buat sebagian orang mungkin akan terasa annoying karena tiap kali mau membuka meja selalu bersenggolan dengan kaki.
Overall, pengalaman berkendara saya selama 4 hari dengan Innova memberikan saya satu kesimpulan: Ini mobil cruiser untuk keluarga, gak kurang gak lebih, cocok untuk jalan santai bersama keluarga, bukan mobil yang direkomendasikan untuk sradak-sruduk seruntulan di jalanan, dengan catatan pemakaian: kondisi standard dan emang dipake sebagai alat transport saja, nggak lebih.
Score: 6.75/10, mobil ini dengan kondisi standar hanya cocok dikemudikan dengan gaya mengemudi yang kalem.
5. Safety Features

kantong udara bertaburan di berbagai tempat di mobil, kanan bawah ada di lutut pengemudi
Toyota Innova Q AT Diesel memiliki perangkat safety terlengkap. 7 buah Airbags (Dual Front + Driver Knee + Dual Side 1st row + Full Length Curtain), Vehicle Stability Control (VSC) and Traction Control System (TCS), ABS EBD BA, All Around Sensor, Reverse Camera, Hill Assist Control, Emergency Stop Signal, Immob and Alarm, 3 Point Seat Belt, serta ISOFIX childseat. Fiturnya jauh lebih lengkap dibanding saudaranya, Toyota Nav1. Sayangnya kebanyakan fitur hanya terdapat di Innova Q AT Diesel, terutama fitur krusial VSC TRC yang berperan sebagai perangkat keselamatan bersifat selalu aktif untuk mencegah mobil tergelincir.
Score: 8.75/10
6. Kesimpulan
Sebuah kendaraan multifungsi dari Toyota berbasis IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) yang sharing platform dengan Fortuner dan Hilux, tahan banting, (semoga) bandel mesinnya untuk pemakaian jangka panjang. Sebuah mobil keluarga yang telah mengalami transformasi total dan sepertinya sudah naik kelas....walaupun sekarang harganya udah gak bisa dibilang merakyat..
lalu..kira-kira..apakah mobil ini layak dimiliki..coba kita lihat..kira-kira gimana sih mobil ini ?
- Mobil ini layak dimiliki kalo anggota keluarga anda 3-4 orang saja, kalo lebih silahkan cari mobil lain atau ambil tipe dibawahnya V dan G. Tentu saja kalau anda tidak keberatan dengan cost awal ownership nya.
- Anda ingin punya Alphard atau Nav1 atau sekelasnya tapi jalanan tempat tinggal anda kurang mendukung kedua mobil itu + running cost wajar + tahan banting ? Toyota Innova Q Diesel AT jawabannya, jangan lupa sewa supir kalo anda pengen menikmati baris kedua.
- Kalo ada safety features freak dan lagi cari mobil keluarga, mungkin anda akan puas dengan Toyota Innova Q AT Diesel, karena lawannya roti tawar Biante, Delica, Serena, dan saudaranya Nav1 tidak mempunyai perangkat safety selengkap Innova Q AT Diesel
- Kalau anda butuh mobil keluarga dengan GC yang penting gak mentok dan bisa hajar lobang dan banjir dengan tenang, Innova Q AT Diesel menjadi pilihan yang lumayan masuk akal.
- Kalau anda ingin merasakan punya mobil safety features lengkap dari Toyota dengan harga dibawah 500 juta rupiah, Toyota Innova Q AT Diesel merupakan satu-satunya pilihan.
Kelebihan
- Tenaga mesin berlimpah
- Transmisi baru 6AT (akhirnya !)
- Desain interior berkesan premium
- Fitur lumayan lengkap
- Kabin lebih senyap dari Innova tipe V sebelumnya
- Storage area banyak
- Wood panel lumayan jadi pemanis kabin diantara plastik keras yang agak kasar dan sedikit sentuhan fabrik di bagian pintu
- Ada Auto Headlamp
- MID Informatif, tampilan mirip seperti Alphard, Harrier, dan Lexus punya. Enak dilihat
- It’s Toyota, it’s built to last.
- Keyless Operation System
Kekurangan
- Harganya udah kemalahan untuk tipe Q, sensible choice untuk kebanyakan orang cuma G yang agak kopong atau V yang lumayan rada lengkap.
- Safety features yang lengkap hanya di Q AT Diesel
- VSC hanya tersedia di Q AT Diesel
- Kursi driver kurang supportif untuk perjalanan jauh
- Kabin, terutama baris kedua, lebih sempit dari Innova sebelumnya
- Nyaris tidak ada improvement untuk masalah pengereman
- Suara audio bawaan kurang bagus, bagusan Innova sebelumnya (GNKI)
- Material kabin. Desain kabinnya sih keren, sayang materialnya gak cocok ama desain dan harga mobil, butuh improvement besar kedepannya.
- Rear sensor display posisinya merepotkan untuk dilihat, seharusnya bisa terintegrasi dengan MID mobil atau Head Unit mobil seperti beberapa jenis mobil rentang harga 400-600jt rupiah.
- Gak ada built in GPS Navigation, gak semua orang suka pake GPS dari HP kemudian disambungkan ke Head Unit.
- Kualitas wood panel biasa aja, malah kesannya kayak plastik diberi motif kayu.
Toyota harus berusaha lebih keras untuk improvement mobil ini kedepannya, terutama masalah interior. Eksterior benerin tampilan pillar C nya aja. Jangan lupa grafir spionnya kalo udah beli mobilnya.
SCORE: 7.45/10
Dari saya, Toyota Innova Q AT Diesel “All around vehicle that will meet most Indonesian requirement, and it’s definitely REBORN to a better equipped car (and yet, too expensive for a Kijang) !”
Apakah saya menyukainya ? Hmm, well...hard to say no and yes..50-50, yang saya suka adalah akhirnya fiturnya bisa dibilang lengkap, mesin mantap, drivetrain bagus, lumayan cocok untuk di Indonesia..sayangnya saya agak kurang suka dengan kualitas material interiornya. Tapi kalo ditanya apakah saya tertarik meminangnya ? Ya, boleh saja saya bungkus satu unit warna silver kalo anggota keluarga saya berjumlah 3-4 orang..tapi mungkin saya tunggu unit 2nd (bekas) nya dulu karena 400 juta rupiah untuk sebuah (Kijang) Innova, saya rasa agak sedikit kemahalan...
demikian review saya kali ini, terima kasih telah membaca, as always, saran, komentar, dan kritik ditunggu

