Review of Volkswagen Golf 1.4 TSI DSG MKVII (CBU)

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: y_anjasrana, F 272, ginting, FRD, artoodetoo, b8099ok

Post Reply
User avatar
ChZ
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 8597
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Review of Volkswagen Golf 1.4 TSI DSG MKVII (CBU)

Post by ChZ » 23 Aug 2014, 23:07

Selamat malam ze readers!

Perkenankan ane kali ini mengetik sebuah kesan-kesan tentang mobil,

Sebuah hatchback yang pasaran (di german sono :big_weee: ), tapi sepi penjualan dimarih karena pasarnya gak digarap serius.

My pleasure, the car in my wet-dream, my most favourite car since i was piyikz, and even more like it since i driven it on 2013, i'd like to present to you :

Volkswagen Golf 1.4 TSI MKVII :mky_02: :mky_02:

================================
Prologue

Beberapa minggu sebelumnya, bro Sandal mem-post foto di WASEM, Surabaya Auto Expo 2014. Tanggal 20-24 Agustus 2014.

Ane yang sudah excited, lalu bersama dengan bro sandal merencanakan untuk mini KuSeM di event ini. Dan barusan kemaren, ane ngebanzai beberapa ATPM bersama bro sandal. plus, ane yang dari jauh-jauh hari sudah merencanakan TD Golf MK7.

Ketika sampai di booth Volkswagen (yang tentu saja ane ngincar unit TD MK7), ane nyamperin seorang cece sales, modusnya iseng liat brosur dan harga. Lalu ane bertanya pada cece sales berinisial J :

C : "ada TD?"
J : "cuma bawa Tiguan ko"
C : "errrr.... MK7 gak dibawa?"
J : "nope. kalo mau ane jadwalin, besok ta?"
C : "mmmm.... get me in!" :big_smoking:

dan hari yang ditunggu-tunggu.... Sabtu pagi jam 10, ane meluncur ke VW BasRa, tentu tidak lupa menggunakan kaos "pamungkas" ane yang bergambar VW Kombi, supaya menimbulkan kesan ane VW enthusiast :big_smoking: *memang enthusiast*.

Sampe ke TKP, disambut oleh cece J.

J : "waduh sori ko ini unitnya lagi dibawa temenku ke Kertajaya"
C : "Gosh!" :big_slap:
J : "iya mendadak eh, bentar ane kejar dulu yak"
C : "owh gpp santai aja ce ane liat-liat dulu"

Dan ane ngacir langsung ke unit, foto-foto. Ngobrol asik sama cece J sambil memberikan kulayeh singkat :big_slap:

J : "waduh kayake kamu lebih pinter dari aku dah soal beginian" :big_slap: gak sadar ane nyerocos tentang teknologi TSI VW yang dari dual-charger jadi Turbo-scroll.

Setelah ngubek unit, ngeteh sampe bosen di showroom, jam 11 unit TD datang sambil cece J ngomel-ngomel ke temennya.... gud cece :mky_03:

Volkswagen Golf 1.4 TSI MK7 White CBU :mky_02:

================================
Volkswagen, Golf, and TSI ?

*disclaimer : PLEASE do not skip this part!

Volkswagen, sebuah pabrikan mobil dengan mimpi besar di awal : menciptakan mobil yang "affordable". Kisah Volkswagen dimulai sejak Ferdinand Porsche memiliki gagasan tentang "People's car" (= Volks Wagen), disubsidi oleh pemerintahan. Di tahun 1935, sebuah prototype dimunculkan.

Tahun 1948, merek "Volkswagen" diresmikan. Dengan produk pertama mereka yang kita semua tentu tidak asing :

Volkswagen Kafer, yang akhirnya dikenal dengan nama "Beetle" karena kemiripannya dengan serangga tersebut.

Image

Dan tentu saja, kelahiran Volkswagen mungkin agak sedikit membuka luka lama sebagian orang, karena pada saat itu adalah masa kediktatoran seorang yang kita kenal sangat kejam : Adolf Hitler.

Yes, Hitler memberikan dana cukup besar kepada Volkswagen (Porsche) untuk pengembangan Beetle. Jadi tentu saja meskipun Hitler terkenal sebagai seorang diktator kejam, Hitler memiliki andil besar dalam kelahiran Volkswagen, yang juga menjadi benchmark Otomotif saat ini.

Image

Jadi sebetulnya kalo kita baru ngomong "LCGC/Mobil murah" taun 2013, udah ketinggalan 8 dekade :big_weee: karena ide "mobil murah" sebetulnya diprakarsai oleh VW Beetle :ngacir:

Selama beberapa dekade, Beetle mencetak penjualan fantastis. Sayangnya akibat kompetisi, penjualan Beetle terpuruk di tahun 70an. Sadar akan kondisi ini, Volkswagen menciptakan sebuah spesies baru yang digadang-gadang menjadi penerus Beetle : Golf MK1.

Image

Kelahiran Golf tentu saja menjadi sebuah titik balik. Golf MK1 didesain oleh Giurgetto Giugiaro (the same person that designed my miserable gerobak, SX4 :upss: jadi sebenarnya Golf dan SX4 punya keterkaitan :ngacir: :ngacir: ). Menggunakan mesin berpendingin udara, dan menjadi trendsetter segmen hot-hatchback dengan Golf GTI MK1. (saya tidak bilang pelopor, karena sudah diceritakan oleh om helm di Liga LCGC, genesis of all hot-hatchback adalah Simca 1100Ti, Golf hanya trendsetter.) dan hingga sekarang, Golf menjadi salah satu mobil di daftar mobil terlaris di seluruh dunia, plus menelurkan juga 2 spesies hatchback "turunan" yang kita tau sekarang : Scirocco dan Polo. Golf MK1 dan Scirocco MK1 lahir di 1974. Polo di 1975.

Image

Image

Owh, saya tidak akan nyerocos banyak tentang produk VW lain kok, tenang aja. :upss: Yang jelas kenapa saya harus berbuih-buih cerita tentang sejarah Beetle dan VW, karena kelahiran Golf tidak terlepas dari ide awal penciptaan VW dan Beetle.

Volkswagen Golf, sebuah nama yang dari dulu merupakan produk kebanggaan orang Jerman. Bertahun-tahun menjadi pelopor teknologi, sebuah hatch sensibel yang kental dengan rasa fun.

Golf tidak diciptakan untuk menjadi fashion icon seperti MINI, atau sebuah mobil "charisma-booster" seperti A-Klasse W176 yang membuat seorang piyik ababil macam ane jadi keliatan seperti usia 30an. Nope. Golf diciptakan untuk menjadi sebuah proper Hatchback, praktikalitas, simplisitas, dan fun to drive adalah 2 kata yang selalu jadi value utama Golf. Dan tentu saja seluruh dunia tau, hot-hatchback paling sensibel adalah Volkswagen Golf GTI.

Image

1 Hal yang saya suka dari Golf, setiap berganti generasi, Golf selalu mempertahankan nilai utamanya. Setiap generasi Volkswagen Golf memang punya cerita menarik sendiri-sendiri, tetapi 3 value tersebut : praktikalitas, simplisitas dan fun, tetap tidak hilang dari MK1 hingga MK7.

Berbeda dengan MINI Cooper 2014 yang di mata enthusiast seperti om Helm sudah kehilangan uniqueness sebuah MINI, atau A-Klasse yang dari dulu nggak pernah jelas mau dibawa kemana arahnya. Golf selalu berada di titik aman.

Designwise, Golf sejak MK5 tidaklah quantum leap seperti MK4 ke MK5 yang langsung membuat MK4 terlihat jadul. MK6 tidak membuat MK5 terlihat jadul, begitu pula MK7 tidak membuat MK6 terlihat jadul.

Lalu apa perubahannya? Refinement. MK7 bisa saya bilang jauh lebih refined dibanding MK6. Sasis yang digunakan pun sama, hasil dari pengembangan MQB-platform VW Group (MQB sudah cukup banyak dibahas om helm, tidak perlu saya bahas lagi.), hanya sedikit refinement, termasuk pemangkasan bobot jadi 100kg lebih ringan.

Perbedaannya cukup jauh, paling mudah kita lihat interiornya. Sebelumnya karena saya tidak yakin, akhirnya saya ngubek Tiguan TSI unit display yang masih based on MK6 Golf, dan ternyata benar : MK7 jauh lebih refined. Kualitas interior pun cukup jauh walaupun tidak bisa dibilang quantum leap. Tapi setidaknya dibanding A-Klasse W176, far better. Seperti yang om helm katakan kemarin di WASEM : "A-Klasse still needs to learn."

Saya sendiri dulu pernah mencoba MK6 TSI tepat beberapa minggu sebelum MK7 TSI diluncurkan, dan saya sangat geleng-geleng kepala melihat mobil seharga 375juta (th2013) bisa segila ini. Even crazier than some cars twice as price, ambil contoh : BMW 320i. MK6 TSI terasa lebih buas, lebih liar, dan lebih menantang adrenalin. Excellent car, indeed, dan price tag 375juta tentu it's a bargain. Tentu saja oom evolution21 sebagai pengguna TSI MK6 tau yang saya maksud.

Dan semenjak itulah saya pindah "agama" dari Honda ke Volkswagen. :big_smoking: Jika om helm adalah die-hard fans MINI, maka saya adalah die-hard fans VW. Dan saya pindah "agama" bukan tanpa alasan, memang saya kagum sekali dengan VW :

1. VW adalah produsen mobil terbesar kedua di dunia setelah Toyota. Memang, secara penjualan Toyota lebih mendominasi, tapi Toyota merajai penjualan harus dengan lineup yang bahkan saya yakin Mr. Toyoda pun akan pusing ngapalin 1 per 1 namanya. Tiap benua ada aja produk yang khusus. Sedangkan VW? Cukup dengan beberapa nama : Golf, Polo, Scirocco, Tiguan, Passat, Phaeton, Caravelle, dengan berbagai varian sudah laris manis di banyak negara. Di Benua kelahirannya, Eropa. Di China, di Jepang pun tidak jarang saya liat VW seliweran. Jika Toyota ahli jualan, VW menjual sejarah dan teknologi.

Kontras ya, sama Indonesia? Pabrikan terlaris kedua di dunia, menjadi merek yang dipandang sebelah mata di Indonesia.

2. Bugatti Veyron, the fastest production model car on the earth, adalah produk dari VW Group. Dan Veyron adalah hypercar yang sangat sensible, seperti yang pernah dikatakan oleh James May, menyetir Veyron di 400 km/jam terasa sangat tenang dan tidak terasa kita sedang berlari 400 km/jam. Bukan hal yang buruk, artinya VW telah berhasil mematahkan stigma bahwa sebuah hypercar bertenaga monster tidak nyaman dikemudikan.

Image

3. VW adalah produsen mobil ter-gila yang pernah saya tau. Nissan boleh saja membenamkan mesin VR38DETT ke dalam bonnet Juke yang seuprit, tapi Volkswagen pernah membenamkan sebuah W12 ke dalam Golf MK5. Tentu bukan production model car. Tapi ini suatu ide yang gila menurut saya. Even more, VW sedang mempersiapkan sebuah mobil konsep berbasis Golf GTI : GTI Vision Roadster yang diciptakan untuk game simulator Gran Turismo 6. Entah apakah akan jadi mobil produksi?

Image

Image

4. Beberapa merek bergengsi seperti Porsche, Audi, Bentley ada di bawah bendera VW Group. Bahkan sebagian saham Lamborghini juga dipegang VW, R8 V10 5.2 FSI dan Lamborghini Gallardo LP560-4 menggunakan unit V10 yang sama. Sayangnya karena platform MQB yang membuat setiap produk memiliki suatu "paten" yang sama, beberapa produk ini karakternya menjadi mirip-mirip. Misalnya Porsche Boxster yang seperti Audi TT with Luxuries, Bentley Continental dan Audi S4 yang jurnalis otomotif seperti Chris Harris saja bingung membedakan karakternya saking miripnya. Dan tentu saja ini jadi faktor kenapa saya suka VW, karena mobil favorit saya ada di merek-merek di atas : Porsche 911 GT3 dan Lamborghini Gallardo :big_weee:

5. VW dari berbagai generasi memiliki penggemar fanatik. Dari generasi VW air-cooled seperti VW Beetle, VW Bus (VW Kombi/Campervan/anything you say lah) hingga generasi water-cooled seperti Golf, Polo, Scirocco. Fanatikan VW generasi air-cooled rata-rata adalah senior citizen. Sedangkan fanatikan VW water-cooled rata-rata adalah anak muda. VW is very lovable isn't it? Really people's car. Every generation has its own story with VW, something i'd like to tell my son/daughter in the future :cupss:

6. Jika saya perhatikan di iklan-iklan VW, bukan gimmicks seperti sunroof atau tombol pelepas roket yang diunggulkan, tetapi performance figure. Saya masih ingat iklan VW Touran yang di dalamnya ada 1 keluarga 7 orang pake helm (not to be mistaken with om helm :ngacir: atau memang bintang iklannya keluarganya om helm :ngacir: ). Unik bagi saya karena VW berusaha menonjolkan bahwa Touran adalah "7-seaters race car." dan nyatanya, VW memang nggak impresif soal gimmicks. Dan itulah kenapa saya suka, cars nowadays have so many electronical pussies and gimmicks, but VW stays with the simplicity, but with more refinement.

But.... is VW still "people's car" ?

1 pertanyaan yang selalu ada di pikiran saya when it comes about VW's price tag. Golf TSI MK7 dihargai 485juta OTR Surabaya. Quite expensive. Memang jika kita melihat sendiri peningkatan kualitas VW, VW terkesan upmarket. Jika dibandingkan MINI Cooper 1.5 atau A-Klasse secara build quality VW masih lebih unggul. Apalagi, who would buy a Cooper 1.5? Saya setuju dengan om helm beli MINI Cooper harus yang Cooper S.

Tapi harga 485juta bukanlah harga psikologis sebuah "people's car", mau didiskon 30juta pun. Karena di bawah VW Golf TSI masih ada Ford Focus Sport Hatchback yang belum nyentuh angka 400juta.

Dulu saya begitu kaget ketika VW Golf TSI MK6 dilepas dengan harga 340juta tahun 2010. Ini serius, VW harga segini? Nggak salah liat pricelist? Ini bukan pricelist Toyota kan? Dan sekarang saya makin dibikin kaget, bukan karena lebih murah, tapi karena kenaikan harganya sinting, Golf TSI MK7 dihargai 485juta :big_slap:

Meskipun kalo didiskon 30juta, i'd pick this rather than Honda Civic FB2, karena FB2 sendiri sudah 448juta OTR Surabaya, diskon cuma 15juta :frm_bang_head: .

Jadi galau kan? Mau dibilang people's car, harganya sudah nggak masuk akal, tapi ngeliat pesaingnya jadi berasa worth it.

Kemaren sempet diskusi cukup sengit dengan KuSeM team soal harga VW. Bagi sebagian KuSeM Team, VW sudah uberpriced. Tapi ketika saya liat price tag kompetitornya, let's say : Golf GTI vs A250 AMG vs MINI Cooper S, Golf GTI masih yang paling murah. Memang harga 730juta untuk sebuah GTI, buat apa?? Kan bisa dapet BMW 320i yang lebih mewah dan lebih "dipandang"??

Saya bisa memahami mindset seperti itu di orang yang bukan die-hard fans VW. Tapi bagi saya yang die-hard fans, i'd still go for GTI. GTI pasarnya niche dan menyasar orang hobi, makanya saya nggak mau bahas harganya dibanding 320i atau C-Klasse. Saya juga bahasnya sama mobil yang disasar orang hobi juga dong : A250 dan Cooper S. Bagi saya, GTI masih lebih valuable, dan tampilannya yang understated, tidak mudah dikenali orang sebagai sebuah hatchback kencang.

A250 tentu terlihat sangat intimidating di jalanan, dan sudah mendapatkan nilai yang buruk dari our tame racing driver.
Cooper S dengan mudah dikenali orang.
GTI? Yang ada disangka Honda Jazz. :ngacir: walaupun kalo ada GTI seken saya akan pilih GTI seken :ngacir: :ngacir:
oh iya, masih ada Renault Megane RS 265 yang seharga 769juta. More pricey than GTI. saya sebagai fanboy GTI tidak terima kenapa cuma GTI yang dihujat :e-snooty: :big_childish: :ngacir: :ngacir:

Anyway, setiap orang punya preferensi dan POV masing-masing. Jadi inilah yang ada di otak saya sebagai VW die-harder fan :big_peace: no offense to anyone.

Dan unit yang saya tes adalah trim TSI, not GTI :frm_bang_head:

Jadi setelah berbuih-buih penjelasan saya (saya yakin ini pada bosen bacanya langsung loncat ke conclusion, please don't).... let's get to the ride.

Apakah VW benar-benar berusaha untuk "up-market" atau tetap menjadi "people's car" ?

======================================
1. Exterior

Jika Golf TSI MK6 didominasi oleh aksen membulat, Golf MK7 tampil lebih agresif. Tidak ada lagi aksen membulat dan kalem di MK7. Headlamp dibuat lebih garang dengan garis tegas, begitu pula rear lamp. Dan profil Golf MK7 memiliki wheelbase lebih panjang sekitar 50mm dibanding MK6, body 56mm lebih panjang dari MK6, lebih lebar 20mm, dan lebih rendah 20mm dari MK6. Bobot lebih ringan 100kg. Bagian mana yang dikurangi? :e-think:

Image

Image

Di Fascia depan, yang paling saya suka adalah bentuk lampu yang "nyambung" dengan list chrome di grill. Yang di GTI malah keren, warnanya merah, khas GTI dari jaman baheula untuk membedakan kasta.

Image

Image

Dan tentu saja, headlights yang terlihat begitu garang saat menyala, salah satu bagian favorit saya juga.

Image

Image

Tampilan samping, berbeda dengan MK6 TSI yang begitu kalem, MK7 kental dengan garis tegas dan mengotak. Dipadu velg 17inches dengan ban Dunlop SPSport Maxx. Sekaligus menjadi pembeda dengan varian CBU yang didatangkan terlebih dahulu yang menggunakan 18inches.

Meskipun dari segi tampilan saya jelas lebih suka CBU. 18inches wheels bertengger di ruang roda benar-benar seksi :cupss: dan unit TDnya kebetulan juga masih yang CBU.

Image

Image

Rear look benar-benar menunjukkan kesan agresif. Dari belakang, MK7 terlihat sangat lebar dan gagah.

Image

Rear lamp yang senada dengan headlamp waktu menyala :cupss:

Overall, apakah saya menyukai tampilannya?
Very, very like. Daisuki! Sangat cantik. Mobil yang hampir tidak bisa saya temukan dimana design flaw nya, setiap tarikan garis terlihat begitu harmonis. Memang terkesan desainer VW "main aman", tapi saya yakin justru karena main aman ini mobil jadi nggak keliatan cacat. Dan selamat, engineer Volkswagen! Anda semua berhasil mengangkat kasta MK7 Golf lebih tinggi dibanding MK6. Salute. :frm_salut:

Overall Score : 9/10

========================================
2. Interior

Kekaguman saya tidak berakhir di exterior, terus berlanjut hingga interiornya. Interior MK7 betul-betul welcoming dan pleasing. Semua serba simpel tanpa ada tombol rocket launcher atau gimmick berlebihan.

Image

Simplisitas ini justru yang jadi pujian saya, dan yang saya cari-cari di antara semua mobil modern yang kebanyakan interiornya terlalu kompleks, ada tombol drive mode, komputer kontrol yang begitu kompleks sehingga perlu kuliah 3 sks buat mempelajarinya, tombol suspensi, tombol ini, tombol itu, tombol blah blah blah rocket launcher self destruct etc etc.

Di Golf, anda tidak akan menemukan hal seperti itu. Bahkan E-Seat pun disunat untuk versi CKD. Jeglak-jeglek style jelas lebih cocok buat orang ndeso kayak saya.

Image

Minim feature? Ahh bagi saya feature is not necessary. Kita di mobil buat nyetir ya fokusnya ke jalan, bukan ngutak-atik jutaan tombol seperti nyetir pesawat.

Dan simplisitas di Golf tidak seperti mobil Jepang yang saking simpelnya build quality tidak diperhatikan. Build quality di Golf, Superb! :off_good_job: Dashboard semua softpad, panelgap sangat rapi, well-built. Kombinasi warna tidak nabrak-nabrak. Bahkan untuk build quality, A-Klasse W176 nyata dilibas oleh Golf yang hanya berharga 485juta. Hmmmm.....

Steering & Cluster
Image

Setir ukurannya pas, sangat nyaman digenggam, dan cluster yang iconic sejak jaman Golf MK5 :mky_02:

Doortrim
Image

Image

Bagian doortrim sangat sporty, dihias dengan aksen carbon. Walaupun warna di sekitaran tombol power window agak bikin saya nggak ngeh.

Yang agak lucu, doortrim bagian atas materialnya berbeda untuk depan dan belakang. Doortrim depan menggunakan softpad, sedangkan belakang hard plastic. Dan ini juga saya temukan di Tiguan. Mungkin engineer VW menganggap baris kedua itu overrated :ngacir:

Gear Lever & Center Console
Image

Bagian yang paling saya suka. Finishingnya betul-betul rapi. Piano finish di center dash begitu cantik, nyambung dengan keseluruhan warna interior. Yang saya tidak suka : E-Parking brake. No handbrake on a car like this? :e-think:

Seats
Image

No leather seats (lagi-lagi sunatan, karena unit TD yang CBU pake leather). Bahan jok cukup lembut, dan posisi duduknya supportif, jok membekap tubuh dengan sangat nyaman.

Rear Airvent
Image
Jujur buat saya sih overrated. Tapi acceptable lah, untuk family man. Bagaimanapun ini Golf 5 pintu, bukan Golf 3 pintu.

Cup holders!
Image

Overall, apakah saya suka interiornya?
Bagi saya, build quality Golf MK7 sangat-sangat baik untuk mobil harga 485juta. Untuk membuktikan saya nggak asal ngomong, VW Tiguan di sebelahnya saya jadikan perbandingan, dan memang betul, cukup jauh soal build quality. Well done, Volkswagen! :off_good_job:
The bad thing is, masuk mobil ini tidak terasa spesial karena bahasa desain VW dari dulu ya gitu-gitu aja. Simpleness. Agak terasa plain. Tapi bisa dimaklumi karena ini TSI, di GTI tentu banyak hal yang bisa membuat anda terasa spesial.

Overall Score : 8/10.

==============================
3. Accomodation

Legroom belakang ajib, plus posisi duduk nyaman. Sandaran jok cukup rebah sehingga membuat duduk di baris kedua Golf seperti duduk di sebuah sedan.

Image

Dan bagasi.... banyak hal yang lagi-lagi harus saya puji, Volkswagen betul-betul memperhatikan build quality Golf sehingga tidak 1 inches pun terlewat.

Image

Cara membuka bagasi yang sangat iconic dan menjadikan ini sesuatu yang unik di Golf. Simple, but very iconic.

Image

........ dan tersedia ruang kargo yang cukup luas sebagai sebuah proper family hatchback.

Image

Image

Segitiga pengaman diletakkan sangat rapi di sini, me like.

Image

Tuas pembuka storage ban serep pun didesain sangat rapi. Biasanya hal ini tidak terlalu diperhatikan, tapi tentu ini sebuah nilai lebih (walaupun gak penting banget). Plastik yang digunakan pun berkualitas, lebih berkualitas dari plastik dashboard LMPV masa kini :upss:

Image

Dan bertengger sebuah ban serep half-size dengan toolkits yang terpasang rapi. Great! :off_good_job:

===============================
4. Driving Impression
Ini dia.... hal yang sangat ditunggu-tunggu ketika kita ngomong tentang Volkswagen Golf.

Engine & Transmission
Image

Di balik engine hood terpasang sebuah unit 1.4 Liter berkode EA211 menggantikan EA111.... yes.... anda tidak salah baca! 1.4 Liter, lebih kecil bahkan dari unit mesin Honda Jazz.

Jika MK6 menggunakan TSI Twincharger, berbeda dengan MK7. MK7 tidak dilengkapi Supercharger. MK7 hanya menggunakan single-scroll turbo, sehingga saya nggak tau kenapa tetap dikasih akte : Golf TSI ? "Twin Stratified Injection" ? Udah nggak pake S/C. Dan sepanjang perjalanan saya mikir sebuah singkatan untuk mesin Golf TSI Baru ini, dan saya akhirnya mendapatkan sebuah singkatan : "Turbo Scroll Induction" :ngacir: :ngacir: dikatakan Twincharger dihentikan oleh VW karena biaya produksi yang sangat tinggi (sudah diceritakan om Helm di review VW Tiguan).

A pity, padahal TSI sendiri merupakan mesin yang mendapatkan award sangat banyak, bahkan award bergengsi "Engine of the Year" di tahun 2011, yang akhirnya direbut oleh EcoBoost dari Ford.

Image

Spec-wise, TSI terbaru (140hp) memiliki spesifikasi 20HP lebih kecil dari TSI lama (160hp), dan torsi lebih besar 10Nm (250Nm) dari TSI lama (240Nm). Dipadu transmisi DSG 7-speed Dry-clutch dan bobot 100kg lebih ringan, tentu cukup menjanjikan secara spek. Absennya supercharger pun seakan sudah dikompensasi dengan kenaikan 10Nm dan bobot lebih ringan.

Sebetulnya, di MK7 ada trim 1.2 TSI yang lebih murah dan lebih miskin fitur. Tapi yang paling laris tetap 1.4 TSI. Ya memang nggak worth it beli MK7 1.2 TSI, mending langsung loncat ke 1.4 TSI saja.

Setelah sejam menunggu karena kesalahan teknis, akhirnya unit datang. Cece J langsung menyuruh saya get on the wheel. Kunci langsung diberikan, saya startup mobil dengan tombol di sebelah tuas tranny (yes, very cool and practical indeed! :big_smoking: ). Cece J ngefoto odometer terakhir, lalu kita jalan.

Saya mundurkan mobil, dan ada indikator di LCD raksasa di HU yang menandakan parking sonar sedang bekerja. Lebih kaget lagi, sensor tidak hanya untuk mundur saja, tapi juga ada sensor seperti Alphard atau Mercedes yang berbunyi ketika motor-motor alay sok mepet-mepet di dekat kita, walaupun nggak bird-eye view. Bagus sih, rada overrated tapi untuk sebuah Golf.

Setelah keluar parkiran saya langsung injak gas rata lantai. Wheelspin disertai bunyi keras "DUK!" yang entah darimana. Wow, this car got powahhhh indeed! Saya arahkan mobil ke Jl. Basuki Rahmat.

Jalan sedikit macet, saya agak pesimis akan terjadi gejala no power-jerky tranny seperti di Fiesta EB, karena turbo di mesin baru ini cukup laggy. Spool up di 1500 RPM.

Nyatanya, justru saya merasa MK7 TSI lebih tenang diajak cruise. Dan tidak ada gejala super-jerky seperti yang saya alami di MK6, dimana mobil rasanya "nonjok" terus. Saya bahkan cerita sama cece J bahwa MK7 lebih tenang dan civilized dibanding MK6. Tapi tentu ini bukan bagian menariknya.

Bagian menarik dari sebuah mesin TSI yang dari dulu sangat saya suka, kick turbo yang sangat kuat! Tapi tentu sensasinya berbeda dengan dan tanpa Supercharger. Di MK6 tidak ada sensasi turbo lag berkat Supercharger. Di MK7, kick turbo terasa begitu kuat. Begitu turbo spool up, langsung siap membenamkan saya dan cece J ke dalam jok. Belum disertai suara engine yang sedikit dirty, yang begitu menggugah. :mky_02:

Apalagi berkat bobot yang ringan dan FWD, dengan tendangan turbo yang sangat kuat, Golf seakan seperti sebuah peluru yang meluncur secepat kilat.

Dilanjutkan dengan sensasi DSG yang sangat seamless, dan dalam sekejap mata saja 100 km/h sudah diraih, padahal itu kondisi jalanan agak rame. :big_chicken: as expected from VW's DSG :off_good_job: Bahkan dari dulu saya merasa untuk kecepatan shifting kelas mobil jelata tidak ada yang bisa mengalahkan DSG VW yang sangat legendaris. Padahal, bagi saya SKYACTIV-Drive di Mazda CX-5 dan Mazda6 sudah cukup bisa dibilang sebagai gearbox yang baik.

Handling & Steering
Di tikungan yang agak lebar ke arah Tunjungan Plaza, saya coba sedikit menyiksa MK7 TSI untuk menguji seberapa hebat sasis dan suspensinya. Saya belokkan mobil, pedal-to-the-metal, mobil terasa agak understeer. Sasis terasa well-balanced, tentu saja dibantu setup suspensi yang cenderung stiff dan ban 18inches (unit CBU) yang memberikan traksi lebih baik.

Steering model adaptive EPS memberikan feedback yang cukup baik, sama seperti yang dirasakan di MK6, meskipun tidak se-natural MX-5, tapi terasa lebih natural dibanding Adaptive EPS di SLK. Mungkin jika saya pakai perbandingan, karakternya mirip EPAS di Mazda.

Lalu jalan agak jauh, putarbalik, di depan saya ada Innova dan CR-V yang berjalan lambat. Dengan menganggap 2 mobil tersebut sebagai cone, saya coba zigzag. Saya injak gas, turbo lag, lalu setelah turbo kick in saya zigzag, mobil begitu effortless mengikuti gerakan tangan saya, dan saya melihat speedometer...... WTF??? 100 km/h dan mengontrol mobil untuk bermanuver terasa piece of cake, mudah sekali.

Dan entah ini sugesti atau apalah itu, pengurangan 100kg di Golf TSI MK7 betul-betul membuat mobil terasa jauh lebih lincah. Di MK6 mobil terasa agak berat untuk bermanuver, sedangkan membawa MK7 bermanuver sangatlah ringan dan lincah. Ya, tentu saja berkurangnya beban 100kg di sebuah hatchback seperti Golf sangatlah terasa efeknya.

Belum lagi stopping powernya yang betul-betul saya harus memberikan applause untuk hal ini. Setelah zigzag saya lakukan hard braking, mobil terasa sangat tenang dan dalam sekejap saja speedometer turun ke 0 km/h. Tidak seperti rem lousy gerobak SX4 ane yang sangat reaktif.

Ride Quality
Soal ride quality, surprisingly meskipun masih terasa agak keras karena ban 18inches, kualitas damping Golf cukup baik. Noise yang dihasilkan pun rendah, padahal profil bannya tipis.

Jika dibandingkan dengan MK6 yang velg standarnya 16inches, saya merasa MK6 masih lebih nyaman. Tetapi mark my words, perbedaannya hanya sedikit. Itupun karena unit saya CBU. Jika unit saya CKD yang menggunakan velg 17inches, tentu akan terasa lebih empuk lagi, faktor wheelbase panjang dan kualitas damping yang lebih baik.

Entertainment
Speaking of the sound system, lumayan impresif bagi kuping ndeso saya. Karakter sound lebih ke SQ, lebih lembut dibanding BOSE Mazda CX-5, dan suara lebih clear dibanding JBL di Harrier.

Overall, apakah driving impressionnya memuaskan?
Sangat memuaskan! Sebuah hatchback dengan kapasitas silinder tidak lebih besar dari sebuah Honda Jazz, dan total horsepower tidak lebih besar dari Honda Civic FD1, namun dibekali torsi dewa setara mesin 2000cc keatas plus DSG legendaris VW. Dan ride yang less-jerky dibanding MK6 TSI yang pernah saya coba dulu. Cenderung lebih kalem, tapi turbo kick justru lebih kuat dibanding TSI MK6. Betul-betul menjanjikan sebagai sebuah family mild-hatchback. (kalau hot mah Golf GTI :upss: )

Overall Score : 9/10

======================================
5. Verdict

Jika tanpa melihat price tag, tentu saya akan kasih nilai tinggi pada mobil ini. Practicality, sensible-ness, fun to drive dalam 1 paket.

Memang jika dibandingkan dengan MK6 TSI, peningkatan harganya tidak sebanding dengan yang kita dapatkan. Yes it got a more roomy interior, yes it got a lot better build quality, yes it got more comfy, yes it got more agile, tetapi mengingat harganya naik 100juta dibanding MK6, saya jadi mikir kalau disuruh beli.

Memang, saya sulit bilang mobil ini overprice karena lawannya, Cooper 1.5 dan A200 jauh lebih pricey, dengan build quality no better than MK7. Saya sendiri sangat illfeel liat interior A200 karena sangat terkesan cheapo dan tidak sesuai harganya.

Masalahnya dengan sekitar 90jutaan lebih murah saya bisa dapet Focus HB 2.0 yang lebih value for money. Mau didiskon 30juta pun saya tetep masih mikir. Kecuali kalo year-end sale diskon sampe 50-60juta jelas saya akan pilih Golf over Focus.

Jadi, bagaimana kesimpulan akhir saya?
Saya tetap menganggap MK7 Golf TSI sebagai sebuah mobil yang well built dan fun to drive, sebuah mobil yang baik. Tetapi kalo disuruh beli, saya akan mikir 2x. Karena harga segitu saya bisa beli sebuah Golf GTI MK6 tahun 2012 yang tentu saja beda kasta. Probably the main reason i will buy MK7 TSI is the high safety rating.

In the end, Volkswagen di Indonesia memiliki pasarnya sendiri. Just like Subaru. Pembeli Volkswagen adalah orang hobi, die-hard fan, dan sebuah brand yang hidup karena komunitas. VW dengan NuVolks dan Subaru dengan i-SPEC. NuVolks sendiri di-support oleh ATPM, dan menjadi langkah baik untuk VW bisa berkembang, ketimbang menyasar konsumen mainstream. Lebih baik lagi, salah 1 manajer yang tadi sempat ketemu juga sama saya, adalah member NuVolks.

Dimana kata-kata saya juga diamini oleh cece J sebagai sales yang seharian ini mendampingi saya. Salah 1 faktor cece J memilih kerja di VW adalah karena pembeli VW rata-rata adalah orang yang "unik", mereka tidak punya kebutuhan khusus akan sebuah mobil. Psikologis tidak bermain disini. Bahkan cece J mengakui, mayoritas pembeli dan calon pembeli VW lebih ngeh dibanding doi, dan doi mengatakan saya salah satunya, karena sempet saya beri wejangan kuliah singkat tentang TSI di dalam MK7 Display :ngacir: :ngacir:

Baik pembeli MINI, VW, dan Mercedes, semuanya punya keunikan sendiri.
Pembeli MINI rata-rata adalah orang yang "freak". Freak dalam arti positif, orang yang ingin tampil beda dan unique.
Pembeli Mercedes rata-rata adalah orang yang mengejar image mapan dan lebih dewasa.
Sedangkan pembeli VW rata-rata adalah penggemar, just like Subaru. Keduanya jika di jalan terlihat sangat understated, tetapi memiliki performa buas layaknya setan jalanan.

So, is VW still "people's car"?
Saya tidak bisa jawab pertanyaan ini hingga selesai ngetik review. It's still people's car for everyone who loved it. Dan tentu saja, tidak menutup fakta bahwa VW masih jadi people's car di Jerman (and China?). Yang saya tau, Golf masih memiliki jiwa sebuah "people's car", hanya saja dalam arti lebih mapan.

And if i got the chance, as a VW fan, Golf GTI adalah salah satu mobil yang akan menghuni garasi saya beberapa tahun kedepan.

Speaking of Golf GTI, tadi di bengkel ada sebuah pemandangan yang membuat mata saya tidak bisa lepas.

Image

The Almighty Golf GTI MK7 :big_smoking:

wonder who owned it. TD unit? or someone's?

Reference :
Review VW Tiguan by AD74YA
http://www.serayamotor.com/diskusi/view ... _i92sW1Z_w

Rivals :
MINI Cooper 1.5, Mercedes-Benz A200, Ford Focus 2.0 HB, Subaru Impreza Hatchback.

=============================

Sekian. Selamat menikmati :mky_01:
Last edited by ChZ on 23 Aug 2014, 23:23, edited 2 times in total.
"Yang musuhmu nggak akan dengerin penjelasanmu, yang cinta sama kamu nggak butuh dijelasin" - Sujiwo Tejo

This topic has 301 replies

You must be a registered member and logged in to view the replies in this topic.


Register Login
 
Post Reply