[First Drive] Nissan Leaf 2019
Moderators: Ryan Steele, sh00t, r12qiSonH4ji, avantgardebronze, akbarfit
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 304
- Joined: Fri Apr 03, 2009 12:19
- Location: Jakarta
- Daily Vehicle: Subaru XV
[First Drive] Nissan Leaf 2019
Nissan Leaf history
Pertama kali diluncurkan di tahun 2010, Leaf merupakan model full electric yang dipasarkan secara massal di dunia. Biasanya bentuk electric car lumayan cute, tapi Leaf ini tampil dengan natural selayaknya hatchback normal, walau belakangnya masih cukup aneh. Dilengkapi dengan baterai kapasitas 24kWh dengan jarak tempuh +-150km sekali charge, dan motor listrik dan dapat menghantarkan tenaga setara 107hp.
Leaf gen-2
Diluncurkan di tahun 2017, Leaf gen-2 ini mengalami banyak peningkatan, yang paling terasa adalah peningkatan kapasitas baterai 40 kWh hingga di klaim bisa sampai 400km. Sektor motor listrik juga naik saat ini menghasilkan tenaga setara 150hp.
Nah karena kebetulan gue dapat kesempatan mencoba Nissan Leaf di sirkuit tertutup, gue akan coba nih share first impression gue terhadap spesies baru ini.
My first experience with electric car
Selama ini gue belum pernah coba mobil listrik, yang gue percaya mayoritas orang Indonesia juga belum pernah mencoba sensasi tenaga listrik, species terdekat yg pernah gue coba adalah boom boom car hahahaha. Gue sehari-hari pakai mesin boxer (Subaru), dan pernah mencoba hybrid di merek T, jadi ini beneran pengalaman pertama.
Exterior dan Interior
Nissan Leaf gen-2 ini benar-benar layaknya mobil “normal”, tidak ada bentuk aneh dari luar yang membuat mobil ini sering dikira hybrid oleh orang-orang. Dengan panjang 4.4m, lebar 1.79m, Leaf ini setara dengan Mazda 3 baru, dan sedikit lebih kecil dari Honda Civic Hatch.
Headlamp manis, dengan DRL boomerang terbalik vs X-Trail (karena diatas), LED projector jauh dan dekat dan grill (yang tidak bolong) dengan nuansa translucence biru, membuat mobil ini terasa elegant walau tidak terlalu futuristic. Dari belakang lupakan bentuk aneh di gen-1, buritan model ini gue suka banget, dengan warna hitam dual tone hingga setengah bagasi dan garis biru di bagian diffuser membuat kesan elegant semakin kentara.
Masuk ke Interior, kesan “normal” makin terasa, head-unit, setir, dashboard semua masih terasa normal tidak seperti Tesla yang terkesan futuristic, tapi melihat product positioning dari Leaf menjadi cukup masuk akal. Melihat ke tengah, tuas transmisi hilang dan digantikan sebuah tombol seperti kancing atau fidget spinner yang berguna untuk pindah dari D,R dan N. Untuk P tinggal pencet tombol diatas. Diatas “transmisi” terdapat tombol “e-pedal” yang cukup mengusik perhatian gue, dan akan dijelaskan nanti.
Pindah ke belakang, tidak banyak hal yang bisa diceritakan, semua normal dengan leg-room yang cukup baik khas hatchback menengah.
Now let’s hit the track
Masuk…
Tekan start/stop button….
Lalu hening….
Tidak ada indikasi suara apapun yang memberitahukan kalau mobil sudah menyala, hanya icon “ready to drive” berbentuk mobil warna hijau di dashboard yang jadi patokan.
Lepas auto park, dan saatnya pun tiba….
Awalnya gue coba membiasakan diri dari rasa menyetir mobil elektrik ini di beberapa meter berjalan, sedikit aneh dan kikuk, karena respon gas (?) yang instant serta absennya suara menjadi hal yang harus dibiasakan. Setelah mulai PD, gue menginjak pedal akselerasi dalam-dalam dan tiba-tiba torsi raksasa 320NM menghempaskan badan dari detik pertama. Well what the f*ck is this!!
Mobil santai saja melewati tikungan pertama seperti layaknya hatchback normal dengan sasis yang mumpuni. Setelah itu terdapat track lurus hampir 1km yang kaki ini rasanya sudah gatal untuk mengulang sensasi pertama tadi.
Injak….wussssss….. Badan terhempas kembali, tanpa sadar sudah melewati 120km/h dalam sekejap, sepertinya 0-100 dibawah 8 detik. Kalau tidak melihat spidometer, gue enggak akan sadar kalau sudah sekencang itu, karena tidak ada suara mesin dan RPM sebagai referensi. Berulang kali gue mencoba rem dan banzai untuk merasakan sensasi tersebut, tidak ada obatnya!!! Darah “petrol-head” saya perlahan berubah jadi “electric-head” hahahaha. Di cruising normal 80km/h kabin terasa sangat senyap, karena suara hanya berasal dari ban dan radio.
Setelah adrenalin normal, gue mencoba fitur lain yang tombolnya menarik perhatian dari pertama, “e-pedal”. Tarik tuas “e-pedal” ke belakang, dan mencoba berjalan. Hmm tidak ada yang berubah, lepas pedal gas, ternyata mobil seperti mendapat efek engine brake yang membuat mobil ini berhenti perlahan dengan lampu rem menyala. Well ternyata gue bisa nyetir dengan menggunakan 1 pedal saja, how convenient, walau prosesnya harus dibiasakan agar tidak kagok.
Well tanpa terasa waktunya sudah habis, dan dengan berat hati gue mengakhiri kencan singkat dengan mobil masa depan ini. Mobil ini akan mengaspal tahun depan, dan kalau di charge di rumah membutuhkan waktu 8-10 jam dari 0 hingga full, atau charger saja setiap malam kalau tidak ingin khawatir kehabisan daya.
Singkat kata, itu adalah impresi gue mencoba mobil listrik yang sangat impressive dari akselerasi, handling, dan kelegaan kabin. Gue berharap aturan mobil listrik dapat membuat harga Leaf menjadi masuk akal dan dapat dinikmati oleh banyak orang, karena sensasinya cukup mind blowing (mungkin agak berlebihan hahaha). and last time... Who said electric car is boring?! Trying is beliEVing....
Bonus: Gue jg test Note e-power mereka sih, ada yang tertarik?
Pertama kali diluncurkan di tahun 2010, Leaf merupakan model full electric yang dipasarkan secara massal di dunia. Biasanya bentuk electric car lumayan cute, tapi Leaf ini tampil dengan natural selayaknya hatchback normal, walau belakangnya masih cukup aneh. Dilengkapi dengan baterai kapasitas 24kWh dengan jarak tempuh +-150km sekali charge, dan motor listrik dan dapat menghantarkan tenaga setara 107hp.
Leaf gen-2
Diluncurkan di tahun 2017, Leaf gen-2 ini mengalami banyak peningkatan, yang paling terasa adalah peningkatan kapasitas baterai 40 kWh hingga di klaim bisa sampai 400km. Sektor motor listrik juga naik saat ini menghasilkan tenaga setara 150hp.
Nah karena kebetulan gue dapat kesempatan mencoba Nissan Leaf di sirkuit tertutup, gue akan coba nih share first impression gue terhadap spesies baru ini.
My first experience with electric car
Selama ini gue belum pernah coba mobil listrik, yang gue percaya mayoritas orang Indonesia juga belum pernah mencoba sensasi tenaga listrik, species terdekat yg pernah gue coba adalah boom boom car hahahaha. Gue sehari-hari pakai mesin boxer (Subaru), dan pernah mencoba hybrid di merek T, jadi ini beneran pengalaman pertama.
Exterior dan Interior
Nissan Leaf gen-2 ini benar-benar layaknya mobil “normal”, tidak ada bentuk aneh dari luar yang membuat mobil ini sering dikira hybrid oleh orang-orang. Dengan panjang 4.4m, lebar 1.79m, Leaf ini setara dengan Mazda 3 baru, dan sedikit lebih kecil dari Honda Civic Hatch.
Headlamp manis, dengan DRL boomerang terbalik vs X-Trail (karena diatas), LED projector jauh dan dekat dan grill (yang tidak bolong) dengan nuansa translucence biru, membuat mobil ini terasa elegant walau tidak terlalu futuristic. Dari belakang lupakan bentuk aneh di gen-1, buritan model ini gue suka banget, dengan warna hitam dual tone hingga setengah bagasi dan garis biru di bagian diffuser membuat kesan elegant semakin kentara.
Masuk ke Interior, kesan “normal” makin terasa, head-unit, setir, dashboard semua masih terasa normal tidak seperti Tesla yang terkesan futuristic, tapi melihat product positioning dari Leaf menjadi cukup masuk akal. Melihat ke tengah, tuas transmisi hilang dan digantikan sebuah tombol seperti kancing atau fidget spinner yang berguna untuk pindah dari D,R dan N. Untuk P tinggal pencet tombol diatas. Diatas “transmisi” terdapat tombol “e-pedal” yang cukup mengusik perhatian gue, dan akan dijelaskan nanti.
Pindah ke belakang, tidak banyak hal yang bisa diceritakan, semua normal dengan leg-room yang cukup baik khas hatchback menengah.
Now let’s hit the track
Masuk…
Tekan start/stop button….
Lalu hening….
Tidak ada indikasi suara apapun yang memberitahukan kalau mobil sudah menyala, hanya icon “ready to drive” berbentuk mobil warna hijau di dashboard yang jadi patokan.
Lepas auto park, dan saatnya pun tiba….
Awalnya gue coba membiasakan diri dari rasa menyetir mobil elektrik ini di beberapa meter berjalan, sedikit aneh dan kikuk, karena respon gas (?) yang instant serta absennya suara menjadi hal yang harus dibiasakan. Setelah mulai PD, gue menginjak pedal akselerasi dalam-dalam dan tiba-tiba torsi raksasa 320NM menghempaskan badan dari detik pertama. Well what the f*ck is this!!
Mobil santai saja melewati tikungan pertama seperti layaknya hatchback normal dengan sasis yang mumpuni. Setelah itu terdapat track lurus hampir 1km yang kaki ini rasanya sudah gatal untuk mengulang sensasi pertama tadi.
Injak….wussssss….. Badan terhempas kembali, tanpa sadar sudah melewati 120km/h dalam sekejap, sepertinya 0-100 dibawah 8 detik. Kalau tidak melihat spidometer, gue enggak akan sadar kalau sudah sekencang itu, karena tidak ada suara mesin dan RPM sebagai referensi. Berulang kali gue mencoba rem dan banzai untuk merasakan sensasi tersebut, tidak ada obatnya!!! Darah “petrol-head” saya perlahan berubah jadi “electric-head” hahahaha. Di cruising normal 80km/h kabin terasa sangat senyap, karena suara hanya berasal dari ban dan radio.
Setelah adrenalin normal, gue mencoba fitur lain yang tombolnya menarik perhatian dari pertama, “e-pedal”. Tarik tuas “e-pedal” ke belakang, dan mencoba berjalan. Hmm tidak ada yang berubah, lepas pedal gas, ternyata mobil seperti mendapat efek engine brake yang membuat mobil ini berhenti perlahan dengan lampu rem menyala. Well ternyata gue bisa nyetir dengan menggunakan 1 pedal saja, how convenient, walau prosesnya harus dibiasakan agar tidak kagok.
Well tanpa terasa waktunya sudah habis, dan dengan berat hati gue mengakhiri kencan singkat dengan mobil masa depan ini. Mobil ini akan mengaspal tahun depan, dan kalau di charge di rumah membutuhkan waktu 8-10 jam dari 0 hingga full, atau charger saja setiap malam kalau tidak ingin khawatir kehabisan daya.
Singkat kata, itu adalah impresi gue mencoba mobil listrik yang sangat impressive dari akselerasi, handling, dan kelegaan kabin. Gue berharap aturan mobil listrik dapat membuat harga Leaf menjadi masuk akal dan dapat dinikmati oleh banyak orang, karena sensasinya cukup mind blowing (mungkin agak berlebihan hahaha). and last time... Who said electric car is boring?! Trying is beliEVing....
Bonus: Gue jg test Note e-power mereka sih, ada yang tertarik?
You do not have the required permissions to view the files attached to this post.
Last edited by ninodiablo on Wed Sep 11, 2019 14:23, edited 4 times in total.
-
- Full Member of Mechanic Engineer
- Posts: 4358
- Joined: Mon Mar 26, 2007 8:16
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
wow beruntung banget bisa cobain mobil "antik" ini. yang saya yakin akan banyak dihujat netijen maha benar. sudahlah EV, merek nissan pula...ninodiablo wrote: Wed Sep 11, 2019 13:16 Awalnya gue coba membiasakan diri dari rasa menyetir mobil elektrik ini di beberapa meter berjalan, sedikit aneh dan kikuk, karena respon gas (?) yang instant serta absennya suara menjadi hal yang harus dibiasakan. Setelah mulai PD, gue menginjak pedal akselerasi dalam-dalam dan tiba-tiba torsi raksasa 320NM menghempaskan badan dari detik pertama. Well what the f*ck is this!!
Injak….wussssss….. Badan terhempas kembali, tanpa sadar sudah melewati 120km/h dalam sekejap, sepertinya 0-100 dibawah 8 detik. Kalau tidak melihat spidometer, gue enggak akan sadar kalau sudah sekencang itu, karena tidak ada suara mesin dan RPM sebagai referensi. Berulang kali gue mencoba rem dan banzai untuk merasakan sensasi tersebut, tidak ada obatnya!!! Darah “petrol-head” saya perlahan berubah jadi “electric-head” hahahaha. Di cruising normal 80km/h kabin terasa sangat senyap, karena suara hanya berasal dari ban dan radio.
![Yes / No [emo-yesno]](./images/smilies/2017-yesno.gif)
yang saya paling ingat dari kendaran EV ini, saya ada coba skuter listrik di IIMS kemarin. itu skuter amat sangat berbahaya, mestinya dikasi reduction gear atau throttle mesti dikasi range yang jauh, karena kalau di tangan orang indo yang gemar mendekatkan diri ke sang Pencipta maka akan sangat berbahaya untuk sekitarnya. itu throttle salah toel dikit, langsung wheelie, padahal saya beratnya sudah setara 2 karung besar. ga kebayang di mobil gimana

tapi memang bagusnya itu EV disini kan, effortless driving. no turbo lag, no rev, etc.

-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1547
- Joined: Sun Oct 02, 2016 23:17
- Location: SOUTH SUMATRA
- Daily Vehicle: All New Grand Livina CVT
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Baru pertama kali ini saya baca review mobil EV di SM. Nice Review Om, dan saya berharap akan banyak yang review EV di SM.

HR15DE 2014
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 304
- Joined: Fri Apr 03, 2009 12:19
- Location: Jakarta
- Daily Vehicle: Subaru XV
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Rasanya memang effortless saat akselerasi, torsi ada dari detik pertama, tp di kecepatan menengah diatas 100km/h mulai rata kurva powernya, jadi enggak ada sensasi boost lagi.
-
- Full Member of Junior Mechanic
- Posts: 101
- Joined: Sat Dec 15, 2007 15:59
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
So truekunaskun wrote: Wed Sep 11, 2019 13:44
wow beruntung banget bisa cobain mobil "antik" ini. yang saya yakin akan banyak dihujat netijen maha benar. sudahlah EV, merek nissan pula...![]()

-
- Full Member of Mechanic Engineer
- Posts: 4358
- Joined: Mon Mar 26, 2007 8:16
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
mostly EV setahu saya gitu. kalau ban besar, bisa dapat top speed lebih jauh lagi tapi ya lebih boros daya tentunya.ninodiablo wrote: Thu Sep 12, 2019 3:32 Rasanya memang effortless saat akselerasi, torsi ada dari detik pertama, tp di kecepatan menengah diatas 100km/h mulai rata kurva powernya, jadi enggak ada sensasi boost lagi.
problem EV itu sulit untuk dipasang gearbox = mahal banget, gearboxnya mau berapa duit buat nahan instant torque diatas 300 nM gitu


-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 833
- Joined: Thu Aug 27, 2009 4:59
- Location: Serpong
- Daily Vehicle: Brio Dipanjangin
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
mantap betul om. semoga bisa segera meluncur juga biar tambah rame pasar otomotif
-
- Full Member of Mechanic Engineer
- Posts: 5951
- Joined: Thu Jun 05, 2014 13:03
- Daily Vehicle: [cencored]
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Nais ripiu om.
Dari dulu pengen punya mobil EV, apalg gara2 sering liat ripiu Tesla di yutub.
Kapan ya mulai dijual di Indo?
Dari dulu pengen punya mobil EV, apalg gara2 sering liat ripiu Tesla di yutub.
Kapan ya mulai dijual di Indo?
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 2899
- Joined: Mon Aug 17, 2015 6:32
- Location: Jabodetabek
- Daily Vehicle: Innova gen 1 vvti + Supra X 125 with Givi Top box
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 611
- Joined: Fri Aug 15, 2008 15:36
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Sayaaa... Lebih tertarik sama Note e-power karena bukan plug-in EVninodiablo wrote: Wed Sep 11, 2019 13:16 -edited
Bonus: Gue jg test Note e-power mereka sih, ada yang tertarik?
Calya A/T 2017 (2022-now)
OS PX 2014 (2022-now)
Kluger Grande 2004 (Jan 2023-Jun 2024)
OS PX 2014 (2022-now)
Kluger Grande 2004 (Jan 2023-Jun 2024)
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1212
- Joined: Wed Dec 07, 2016 9:34
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Semoga aja skema pajak EV berubah
Terus rakit lokal jual harga 400an
Biar kompetitif bisa saingan dgn civic
Terus rakit lokal jual harga 400an
Biar kompetitif bisa saingan dgn civic
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 304
- Joined: Fri Apr 03, 2009 12:19
- Location: Jakarta
- Daily Vehicle: Subaru XV
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Katanya 2020 bakal meluncur, harga blom tau nih...Kaleng wrote: Thu Sep 12, 2019 4:54 mantap betul om. semoga bisa segera meluncur juga biar tambah rame pasar otomotif
E-power menarik, ev tp enggak perlu charger.. hahahaalexdonovan wrote: Thu Sep 12, 2019 7:26Sayaaa... Lebih tertarik sama Note e-power karena bukan plug-in EVninodiablo wrote: Wed Sep 11, 2019 13:16 -edited
Bonus: Gue jg test Note e-power mereka sih, ada yang tertarik?
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 279
- Joined: Wed Apr 11, 2007 8:03
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Wuih.. mantap superb reviewnya.
Sangat menarik EV ini.
Tapi buat yg tinggal di apartemen kaya aku mau nyolok dimana. Lebih cocok yg tinggal di rumah landed bukan yg lapis hihi..
[emoji16][emoji41]
Sangat menarik EV ini.
Tapi buat yg tinggal di apartemen kaya aku mau nyolok dimana. Lebih cocok yg tinggal di rumah landed bukan yg lapis hihi..
[emoji16][emoji41]
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 364
- Joined: Sun Oct 01, 2017 5:36
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Setuju sama temen2 di atas
Sy lebih seneng e-power yg masuk indo dibanding ev
Kan kalau mayoritas listrik rumah di bawah 4400 watt
Kurang efektif skr ini pakai full electric car
Kalau mau ga tanggung2 phev sekalian, siapa tau mall2 menyediakan charging station di parkiran
Tapi... kalau e-power perawatannya lebih mahal kah?
Setiap 6 bulan or 1 taun harus service mesin bensinnya lalu setiap (kira2) 5 tahun kan ganti baterai
Biaya perawatannya berlipat ganda demi cons bbm 20-30 km/l?
Apa masih ekonomis?
Sy lebih seneng e-power yg masuk indo dibanding ev
Kan kalau mayoritas listrik rumah di bawah 4400 watt
Kurang efektif skr ini pakai full electric car
Kalau mau ga tanggung2 phev sekalian, siapa tau mall2 menyediakan charging station di parkiran
Tapi... kalau e-power perawatannya lebih mahal kah?
Setiap 6 bulan or 1 taun harus service mesin bensinnya lalu setiap (kira2) 5 tahun kan ganti baterai
Biaya perawatannya berlipat ganda demi cons bbm 20-30 km/l?
Apa masih ekonomis?
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 611
- Joined: Fri Aug 15, 2008 15:36
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Maintain ala genset aja Om. 6 bulan sekali ganti oli sudah cukup. Bahkan fuel requirement bisa jadi cukup pakai bensin terburuk di negeri ini. Menurut saya sih masih worth-it, bahkan jika battery ganti tiap 5 tahun (meskipun ini tergantung usage). Apalagi kalo 1:20 itu angka dalam kotaTats wrote: Thu Sep 12, 2019 17:01 -edited
Tapi... kalau e-power perawatannya lebih mahal kah?
Setiap 6 bulan or 1 taun harus service mesin bensinnya lalu setiap (kira2) 5 tahun kan ganti baterai
Biaya perawatannya berlipat ganda demi cons bbm 20-30 km/l?
Apa masih ekonomis?
Calya A/T 2017 (2022-now)
OS PX 2014 (2022-now)
Kluger Grande 2004 (Jan 2023-Jun 2024)
OS PX 2014 (2022-now)
Kluger Grande 2004 (Jan 2023-Jun 2024)
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 304
- Joined: Fri Apr 03, 2009 12:19
- Location: Jakarta
- Daily Vehicle: Subaru XV
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Yes, karena mesinnya kecil dan kerjanya enggak seberat mesin normal, jadi ganti oli aja cukup. Dan baterai juga karena kecil vs Leaf gantinya enggak akan semahal full elektrik dan kl ky Leaf garansinya smp 8 tahun.alexdonovan wrote: Fri Sep 13, 2019 2:13Maintain ala genset aja Om. 6 bulan sekali ganti oli sudah cukup. Bahkan fuel requirement bisa jadi cukup pakai bensin terburuk di negeri ini. Menurut saya sih masih worth-it, bahkan jika battery ganti tiap 5 tahun (meskipun ini tergantung usage). Apalagi kalo 1:20 itu angka dalam kotaTats wrote: Thu Sep 12, 2019 17:01 -edited
Tapi... kalau e-power perawatannya lebih mahal kah?
Setiap 6 bulan or 1 taun harus service mesin bensinnya lalu setiap (kira2) 5 tahun kan ganti baterai
Biaya perawatannya berlipat ganda demi cons bbm 20-30 km/l?
Apa masih ekonomis?
Nanti gue bahas lbh jauh dr first drive Note e-power deh
-
- Member of Mechanic Master
- Posts: 12527
- Joined: Tue Apr 30, 2013 7:10
- Location: Bandung
- Daily Vehicle: Roda-2 dan Roda-4
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Dan biasanya...biasanya yah..sintoni wrote: Thu Sep 12, 2019 6:19 Nais ripiu om.
Dari dulu pengen punya mobil EV, apalg gara2 sering liat ripiu Tesla di yutub.
Kapan ya mulai dijual di Indo?
Ditambah... mbl jepang more reliable and robust + instant torque and powah

Disclaimer
*Tidak Ngajak Beli dan Resiko apapun Mohon Ditanggung Sendiri
*Tidak Ngajak Beli dan Resiko apapun Mohon Ditanggung Sendiri
-
- Member of Junior Mechanic
- Posts: 45
- Joined: Thu Jul 05, 2018 5:30
- Location: surabaya
- Daily Vehicle: motorbike
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Harusnya Ada opsi tanpa genset, jadi bisa pakai merk pilihan sendiri. Bisa pakai 5KVA solar.[emoji16]
alexdonovan wrote:Maintain ala genset aja Om. 6 bulan sekali ganti oli sudah cukup. Bahkan fuel requirement bisa jadi cukup pakai bensin terburuk di negeri ini. Menurut saya sih masih worth-it, bahkan jika battery ganti tiap 5 tahun (meskipun ini tergantung usage). Apalagi kalo 1:20 itu angka dalam kotaTats wrote: Thu Sep 12, 2019 17:01 -edited
Tapi... kalau e-power perawatannya lebih mahal kah?
Setiap 6 bulan or 1 taun harus service mesin bensinnya lalu setiap (kira2) 5 tahun kan ganti baterai
Biaya perawatannya berlipat ganda demi cons bbm 20-30 km/l?
Apa masih ekonomis?
-
- Member of Mechanic Engineer
- Posts: 1612
- Joined: Thu Oct 01, 2015 1:05
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019

Kalo oe pny segway model yg mirip begini, china made, dengan diameter roda besar, berbahan karet, dan bisa di pompa, jadi memang layak turun ke jalanan, bukan sekedar indoor use.
nah waktu oe coba turun ke jalanan komplek, melewati berbagai macam obstacle dengan sengaja, oe puas banget dengan torsinya.

Di beberapa kondisi oe kira bakal ga kuat maju, ternyata yg terjadi malah kekencengan, karena torsinya guede.

Trus oe sempat berpikir agak oon, "gimana kalo misalnya oe ke kantor naik begituan, dengan safety cukup pakai helm sepeda + masker + kacamata + pelindung lutut, sikut, dkk ?"
Trus cukup pakai backpack + bawa batre cadangan & tools yg diperlukan.
Dan kebetulan depan - belakang ada lampu juga.

Soalnya bisa cukup kenceng lho.
Bisa hampir 30kph kalo ga salah, sebelum dia otomatis mengaktifkan rem otomatisnya.
Makannya ga heran electric car yg kapasitas volume & output berlipat kali ganda bisa kuenceng banget & dgn mudah asepin ICE powered-car. Apalagi model Rimac. Beuuhhh

Ngomong² kendaraan heavy duty yg full electric powered apa ya ?
Forklift lotte mart macam gitu full electric bukan sih ?

SUBARU INDONESIA
Instagram : subaru.sales.id
Instagram : subaru.sales.id
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 707
- Joined: Wed Mar 21, 2007 9:49
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Nice review om.. ditunggu pembahasan Note e-power nya..
Pernah baca di berita dan liat review yutub, katanya Leaf ini butuh min 4000W buat ngecas.
Pernah baca di berita dan liat review yutub, katanya Leaf ini butuh min 4000W buat ngecas.
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 317
- Joined: Mon Dec 31, 2018 12:52
- Location: Jakarta
- Daily Vehicle: Mazda2 yaris
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Mobilnya tenaga listrik, tapi pembangkit listriknya tenaga minyak bumi. Sama aja bohong...
-
- Member of Senior Mechanic
- Posts: 279
- Joined: Wed Apr 11, 2007 8:03
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
HahahaTampanman wrote:Mobilnya tenaga listrik, tapi pembangkit listriknya tenaga minyak bumi. Sama aja bohong...
Bener juga
-
- Full Member of Senior Mechanic
- Posts: 317
- Joined: Mon Dec 31, 2018 12:52
- Location: Jakarta
- Daily Vehicle: Mazda2 yaris
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
Kalau menurut saya di indo ini sebelum menggalakan penggunaan mobil listrik, lebih baik pembangkit listrik dibenahi dulu dengan yang ramah lingkungan. Setelah siap baru dilanjutkan dengan penggunaan mobil listrik..skylion wrote: Sun Sep 15, 2019 3:45HahahaTampanman wrote:Mobilnya tenaga listrik, tapi pembangkit listriknya tenaga minyak bumi. Sama aja bohong...
Bener juga
-
- New Member of Mechanic Engineer
- Posts: 569
- Joined: Sun Jan 27, 2013 13:34
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
gila gila... cuman denger2 harga tembus 1M lebih.. ya kalo 1M si mending beli luxury car ya dan entah kenapa bangku belakang di EV tu selalu kaya jongkok... di tesla juga liat kaya begitu juga bangkunya...utk skrg kalo ga di subsidi EV masuk kategori luxury car... moga2 pemerintah bisa subsidi sekalian dibagusin bebas ganjil genap dkk...harga wajar si 500jt uda oke lah kalo 1M infra belom ada sape yang mau beli..tempat ngecas di mall2 dibangun jadi semakin mudah...mungkin 10 taon lagi uda merakyat cem ride hailing makin lama makin gede dan bikin orang ketergantungan..mungkin ini juga bisa begitu..ramah lingkungan dan murah..bbm fosil gedein pajaknya jadi mau ga mau orang pake EV..mungkin jekardah ga polusi lagi
-
- Full Member of Mechanic Engineer
- Posts: 4358
- Joined: Mon Mar 26, 2007 8:16
Re: [First Drive] Nissan Leaf 2019
ini jadi lingkaran setan yang ga ada abisnya. kecuali pindah ke nuklirTampanman wrote: Sun Sep 15, 2019 5:17 Kalau menurut saya di indo ini sebelum menggalakan penggunaan mobil listrik, lebih baik pembangkit listrik dibenahi dulu dengan yang ramah lingkungan. Setelah siap baru dilanjutkan dengan penggunaan mobil listrik..

menurut saya si, biarpun pembangkit listrik fossil, setidaknya dengan EV, berkurang satu sumber polusi.
https://www.forbes.com/sites/energyinno ... 22fdb971f8
asalkan, barengan dengan PLT non fossiel fuel.
kalau sekarang, paling cepet ya hybrid, tapi ya itu karena govt mikirian batere buat EV, jadinya EV yang dikasih keringanan gede, kalau jadi.