Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Informasi rute perjalanan dan liputan acara-acara road trip.

Moderators: b8099ok, y_anjasrana, F 272, ginting, FRD, artoodetoo

Post Reply
Iqbalnugraha
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 88
Joined: 01 Oct 2014, 09:26

Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by Iqbalnugraha » 22 Apr 2019, 17:26

Unplanned short roadtrip

Halo rekan-rekan SM terutama pecinta roadtrip. Selama ini lebih sering jadi silent reader yang sirik lihat perjalanan rekan-rekan SM semua. Kondisi pekerjaan dan anak-anak yang masih kecil beberapa kali menunda rencana short roadtrip saya dan keluarga. Kemarin pun begitu, jadi pada awalnya kami (Saya+Istri+Ibu saya beserta 2 bocah kecil kesayangan 5,5th dan 2,5th) berencana untuk liburan singkat saat hari kejepit kemarin dimana saya dapat cuti hari jumatnya. Rencana awal hari kamis start dari bintaro kami akan ke Cirebon, menginap 1 malam lalu lanjut ke bandung, minggu kembali ke BIntaro.

Kamis pagi saya setelah sarapan, kira-kira pukul 9 pagi kami start dari rumah. Pertama tentu saja prosedur standar keluar kota jadi hal pertama yang dilakukan, cek tekanan angin ban dan full tank BBM. Segala cairan di bawah kap mesin sudah saya periksa sebelumnya.
Masuk tol JORR masih ramai lancar, simpang cikunir juga cukup lancar, memasuki ruas tol Cikampek lumayan agak padat dan sempat beberapa kali tersendat. Kira-kira pukul 11an mulai memasuki ruas tol cipali. Sudah cukup lama dari terakhir kali melewati ruas tol ini, kira-kira tahun 2016, itu pun dengan menggunakan BIS. Sekarang kondisinya masih mirip dengan ingatan saya, jalanan bergelombang dan banyak yang tidak rata sehingga harus berhati-hati. BRV masih nyaman saya jalankan dengan rata-rata kecepatan di Cipali ini 120-140kpj. Perjalanan di Cipali ini lancar hanya terganggu beberapa bus besar yang selalu stay di jalur kanan walaupun speed hanya 80-an kpj. Sesampainya di Cirebon kami pun mencari tempat makan siang sebagai tujuan pertama. Empal gentong H Apud selalu menjadi pilihan, empal gentong, sate kambing dan es duren sukses masuk perut dengan nikmat, perjalanan pun kami lanjutkan menuju hotel karena anak-anak sudah menagih untuk berenang. Hotel yg kami pilih kali ini sedikit diluar kota Cirebon mengarah ke Kuningan. Namanya Desa Alamanis resort. Konsepnya kembali ke desa, dimana desain-desain kamar seperti rumah-rumah di desa, warung sebagai pengganti café di pinggir swimming pool dan Balai desa adalah ballroom untuk mengadakan kegiatan acara disana. Sayangnya karena bocah yang kecil hobi banget lari-lari dan loncat di tangga-tangga batunya, membuat saya tak sempat foto terlalu banyak. Berikut beberapa foto-fotonya.







Keesokan harinya, karena semalam dapat kabar kalau mertua yang di Bandung mendadak trip ke solo sehingga di rumah Bandung kosong maka pagi hari sebelum anak-anak bangun saya berdiskusi dengan istri dan ibu saya mengenai alternatif perjalanan kali ini, apakah tetap mau liburan di sekitaran bandung aja atau kita trip sekalian. Alternatifnya ke semarang atau ke pantai pangandaran di ciamis sebelum nantinya lanjut ke bandung lewat selatan (tasikmalaya). Setelah cek-cek hotel dan masih dapat penginapan yang kami inginkan, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Disinilah rasa haus roadtrip saya cukup terbayarkan. Pagi itu pun saya mulai riset dadakan rute menuju pangandaran dan survey rute berdasarkan google street view. Thanks to google maps, buat saya ini sangat membantu. Berdasarkan Google maps terdapat 3 alternatif rute dari Cirebon menuju ke Ciamis-Pangandaran yang saya tau yang sempat jadi rute alternative untuk mudik adalah kembali melalui palimanan ke arah majalengka – kadipaten – tembus di Banjar lalu ciamis. Tapi setelah saya cek ternyata lumayan memutar karena harus mundur lagi ke palimanan. Lihat alternatif pertama, setelah ditelusuri dengan google streetview ternyata jalannya menjadi mengecil saat melintasi gunung, saya ga berani ambil resiko karena kondisi mobil yang digunakan adalah LMPV dan isinya ada orang tua+balita. Coba cek rute kedua ditelusuri dengan estimasi waktu yang tidak terlalu jauh dari alternative rute 1 menjadi pilihan. Rute kedua ini dari hotel kami kembali ke arah Cirebon, masuk tol palikanci tujuan semarang, exit di pintu tol ciledug lalu turun ke selatan menuju brebes-majenang-ciamis. Akhirnya saya putuskan rute ini yang saya ambil.



Start dari hotel kira-kira pukul 11.40, isi pertamax full tank sebagai bekal dijalan, mampir dulu di minimarket untuk beli cemilan di jalan, dan perjalanan pun dimulai:

Setelah masuk tol kira-kira 30 km kami pun keluar di exit ciledug, yang menarik exit tol ini sangat sepi. Saya pun memtuskan untuk foto-foto dulu sedikit disini. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Jl raya ciledug ketanggungan lalu Jl. Raya Slamet Riyadi. Memasuki jalan wilayah malahayu jalanan mulai menarik dengan kiri-kanan perjalanan berupa sawah-sawah.




Lama-kelamaan jalanan terasa semakin menyempit, aspal pun mulai terasa tidak halus lagi. Pemandangan sawah dan pedesaan mulai berganti menjadi pohon besar dan tanjakan. Kami mulai memasuki jl. Banteng loreng. Dasar supir roadtrip amatir, kondisi ini aja mulai bikin agak deg-degan apalagi istri mulai nanya, “Bener nih lewat sini? Ga ngaco itu GPS-nya?” “Ko sepi banget sih, ga ada mobil lain gini?” dan pertanyaan2 lain semacam ini bikin perasaan mulai deg-degan.. hahaha

Beberapa foto saya ambil dari google maps karena saat kondisi jalan yang tidak familiar maka seya berusaha selalu konsentrasi ke jalanan.





to be continued..
Last edited by Iqbalnugraha on 22 Apr 2019, 17:33, edited 1 time in total.

Iqbalnugraha
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 88
Joined: 01 Oct 2014, 09:26

Re: Unplanned short roadtrip (JK

Post by Iqbalnugraha » 22 Apr 2019, 17:31

Lima menit, sepuluh menit, setengah jam, jalanan tidak juga membaik malah semakin buruk, kondisi jalanan sudah lebih gelap karena pepohonan sudah lebih besar-besar, jalanan semakin menanjak dengan belokan-belokan yang sangat tajam. Disini saya mulai kuatir dengan perpaduan mesin L15z1 transmisi CVT dan penggerak roda depan yang katanya kurang ok untuk tanjakan. Memang beberapa kali terutama saat tanjakan-tanjakan curang dan berpasir indicator ban selip nyala dan mobil sedikit spin, oleh karena ini kita memang harus pintar-pintar memilih jalan dan sudut putar supaya torsi dan grip ban tetap terjaga. Transmisi saya pindahkan ke L dan berdoa semakin kencang. Yang paling bikin deg-degan adalah kondisi yang sepi sehingga terbayang kalau sampai terjadi trouble dengan mobil akan cukup sulit untuk mendapatkan bantuan. Ditambah kondisi sinyal seluler pun antara ada dan tiada. Satu-satunya pemberi harapan adalah masih adanya 1-2 pemotor yang melintas baik dengan bebek matic, sport ataupun modif trail. Puncak ketegangan pun tiba saat selesai melewati sebuah jembatan yang cukup Panjang terlihat ada portal yang menutup jalan dan bukit dibelakangnya botak sepertinya habis longsor. Dalam hati sudah berpikir wah musti muter lagi nih kebayang akan menambah lama perjalanan berapa jam nih mencari alternative rute lain. Namun ternyata saat sampai di portal ada warga yang jaga, ngobrol sedikit disampaikan kalo jalan bukit sempat longsor dan jalanan dibangun kembali dengan swadaya warga desa sehingga meminta sumbangan untuk pembangunan jalan, setelah memberikan sumbangan alakadarnya saya pun melanjutkan perjalanan sambal sesekali melihat ke arah bukit takut ada longsoran susulan. Kira-kira perjalanan penuh ketegangan akan longsor pun berlanjut sejauh 1-2km. lalu jalanan kembali memasuki hutan dan tak lama mulai menurun, mulai memasuki wilayah pedesaan. Saat kami pikir perjalanan melintasi jalan jelek sudah usai ternyata belum. Selepas desa tersebut kami mulai kembali memasuki hutan dengan jalanan yang menyempit dan disuguhi jalanan berbatu namun tidak terlalu parah yang menanjak. Mobil pun merayap perlahan sampai keraguan pun muncul kembali mengenai rute yang dipilih ini. Hingga akhirnya kami tiba di perbatasan untuk memasuki wilayah administratif cilacap. Menemukan sebuah warung saya pun berhenti dan turun dahulu. Setelah berbasa basi membeli es cingcau dan air mineral saya menanyakan kondisi jalan apakah benar menuju majenang dan dapat dilalui mobil. Ternyata disampaikan kalua jalanan di wilayah CIlacap itu sudah bagus sampai ke desa-desa setelah ini tidak ada lagi jalanan jelek dan tinggal rute menurun saja. Setelah berterima kasih saya pun mulai melanjutkan perjananan. Ternyata benar jalanan setelah itu cukup bersahabat, Jalanan desa dengan pemandangan sawah, rumah penduduk, sungai terus hingga akhirnya kami memasuki kota Majenang dan setelah istri browsing sebentar kami menemukan rumah makan yang cukup layak untuk istirahat dan makan siang di Majenang.





Setelah menikmati makan siang yang terlambat dan beristirahat kira-kira 1,5jam kami pun melanjutkan perjalanan menuju pangandaran dengan jalan yang relatif mulus hingga kecepatan rata-rata yang bisa didapat di kisaran 80-100 Kpj. Namun perlu berhati-hati karena begitu banyak motor di jalur nasional ini. Kami tempuh perjalanan menuju pangandaran ini dalam waktu kurang dari 2 jam. Sampai hotel anak-anak pun langsung menagih janji untuk main di kolam renang. Malam harinya kami menikmati sajian seafood di pasar ikan Pangandaran. Sungguh sedap kualitas seafood disini, susah menjaga diri tidak makan berlebih, saya, istri dan ibu saya sukses menghabiskan 1 kg udang segar, 1 ekor ikan kakap merah besar dan Cumi. Enak dan harganya realtif tidak mahal.

Hari berikutnya jadwal pulang menuju bandung, rute yang saya pilih dari Pangandaran, menuju Banjar, Ciamis, Tasik hingga ke Bandung.Ini rute yang relatif familiar untuk kami, rute ini cukup lancar namun hujan mengguyur sejak memasuki kota Banjar selepas makan siang, dan setelah mampir membeli beberapa kuliner Tasik, saya sempat mengecek Waze dan menemukan rute lewat Nagrek terinfo macet parah. Kami yang sudah hampir sampai ke daerah Rajapolah memutuskan memutar lewat Garut lanjut ke Bandung. Kondisi jalan dari Pangandaran hingga ke Bandung relatif baik, saya hanya ketemu jalan rusak di daerah lingkar Garut. Beristirahat 1 malam di Bandung lanjut keesokan harinya kembali ke Bintaro.

Alhamdulillah perjalanan kali ini berjalan lancer dan bisa sedikit memenuhi hasrat saya untuk Roadtrip. Apalagi setelah membaca pengalaman roadtrip rekan-rekan SM yang seru, selalu membuat hasrat roadtrip bergejolak. Hehehe. Next kami ingin coba ke Bromo, Malang, atau sampai Banyuwangi, semoga bisa kami lakukan di Tahun ini.

Salam Roadtrip seraya, apapun mobilnya yang penting bisa maju

aipiesblue
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 287
Joined: 10 Aug 2009, 10:01

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by aipiesblue » 22 Apr 2019, 18:13

mantap om, road trip yang paling saya suka itu adalah yg "unplanned" seperti yg om lakukan ini. Feels yg dirasakan ya deg-degan, senang karna mau lihat suasana baru, pokoknya ya membebaskan jiwa lah, hahaha.

skrg ini saya kalo mau roadtrip gak pernah lagi bikin itinerary, sampai di kota tujuan baru searching tempat menginap lewat aplikasi.

itinerarynya paling secara garis besar mau ke tempat tujuan wisata tertentu.

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4071
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by F 272 » 22 Apr 2019, 20:12

Selamat untuk om @Iqbalnugraha yang sudah sukses Road Trip seru nya..

ditunggu cerita2 seru berikutnya om....

Salam Road Trip mania... :big_exellent:

martinnn
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2345
Joined: 17 Aug 2015, 13:32
Location: Jabodetabek
Daily Vehicle: Innova gen 1 vvti + Supra X 125 with Givi Top box

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by martinnn » 23 Apr 2019, 08:43

mantap roadtripnya dan mobil juga cukup mendukung :lol:
Devikom.co.id ( Full service Branding Agency )
Interior Contractor
Property Broker
Sangjit Box Rental and Event Decorator
Allianz Insurance Agent
https://api.whatsapp.com/send?phone=6281288415145

FU27
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 289
Joined: 03 May 2017, 16:39
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Karimun Wagon R
Contact:

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by FU27 » 23 Apr 2019, 09:12

Mantab oom. Bukannya dari Kuningan bisa tembus Ciamis ya?

qushay20019
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 557
Joined: 06 Dec 2016, 03:50
Location: Makassar

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by qushay20019 » 23 Apr 2019, 10:40

wiih, salken om, sesama user BRV (ane yg MT sih).
Kalo boleh tau, pas luar kota itu fuel cons dapet berapa om?

Ane juga abis jalan pas liburan akhir pekan kemarin sama keluarga (3 dewasa + 2 bocil + barang buat 3 malam). Dengan metode full to full, ane dapetnya 1:14.4 on pertalite + redline CFSC sekitar 50 cc (1 jari). Kalo di MID tertulis 1:14.9. Sekali ngisi full tank, cukup buat perjalanan ane sekitar 400 km pp, sekitar 95% di rute luar kota, itu pun masih nyisa 1/4 tangki (5 bar).

User avatar
Nainggolan21
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 514
Joined: 12 Aug 2016, 13:31
Location: Bekasi, Jawa Barat
Daily Vehicle: Satria FU

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by Nainggolan21 » 23 Apr 2019, 11:34

Salam kenal dari sesama pengukurjalan om. Ayo RT bareng2.... serunya lebih dapet lho daripada RT sendiri :mky_01:
"Bukan yang paling baik, tapi satu diantara yang terbaik"
Kalo bisa no. 2 ngapain jadi no. 1 "Capek jadi no. 1, selalu jadi Bench mark buat yang lain"

User avatar
GasGus
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 110
Joined: 18 Jan 2018, 07:12
Location: Bintaro
Contact:

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by GasGus » 23 Apr 2019, 15:51

Salam kenal dari sesama penduduk bintaro om..

Keren nih rutenya, saya belum pernah ke pengandaran...

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4071
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by F 272 » 23 Apr 2019, 15:55

GasGus wrote:
23 Apr 2019, 15:51
Salam kenal dari sesama penduduk bintaro om..

Keren nih rutenya, saya belum pernah ke pengandaran...
Musti dicoba rute SMRT Ciwideuy - Bandung to Pangandaran om ... :mky_01: :mky_02:



:mky_02: :mky_02:

IGedeAmat
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 881
Joined: 15 Mar 2017, 16:14
Location: Tangerang
Daily Vehicle: Yamaha

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by IGedeAmat » 23 Apr 2019, 15:57

Jaman masih pacaran dulu, pernah nyetirin nyonya ama sepupu2 nya ke pangandaran,
bawa APV full load, konvoi sama XTrail..
udah bukan diasepin lagi, asepnya aja udah gak keliatan tuh Xtrail...

Iqbalnugraha
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 88
Joined: 01 Oct 2014, 09:26

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by Iqbalnugraha » 23 Apr 2019, 17:33

aipiesblue wrote:
22 Apr 2019, 18:13
mantap om, road trip yang paling saya suka itu adalah yg "unplanned" seperti yg om lakukan ini. Feels yg dirasakan ya deg-degan, senang karna mau lihat suasana baru, pokoknya ya membebaskan jiwa lah, hahaha.

skrg ini saya kalo mau roadtrip gak pernah lagi bikin itinerary, sampai di kota tujuan baru searching tempat menginap lewat aplikasi.

itinerarynya paling secara garis besar mau ke tempat tujuan wisata tertentu.
hehehe kalau saya senangnya sih biasanya punya plan dl.. tapi kalo di tengah jalan ada yg lebih menarik ga saklek juga. plan berubah aja. yang penting mood peserta road trip terjaga dan tetap happy semuanya. Karena kalo bawa bocah kecil2 begini, ibunya rewel sama tempat makan dan nginap :mky_01:

User avatar
GasGus
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 110
Joined: 18 Jan 2018, 07:12
Location: Bintaro
Contact:

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by GasGus » 24 Apr 2019, 17:00

F 272 wrote:
23 Apr 2019, 15:55
GasGus wrote:
23 Apr 2019, 15:51
Salam kenal dari sesama penduduk bintaro om..

Keren nih rutenya, saya belum pernah ke pengandaran...
Musti dicoba rute SMRT Ciwideuy - Bandung to Pangandaran om ... :mky_01: :mky_02:



:mky_02: :mky_02:
Ditunggu remedialnya om... :mky_08:

User avatar
paidjho
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 1026
Joined: 05 Jan 2016, 07:58
Location: Jakarta

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by paidjho » 24 Apr 2019, 19:09

Nainggolan21 wrote:Salam kenal dari sesama pengukurjalan om. Ayo RT bareng2.... serunya lebih dapet lho daripada RT sendiri :mky_01:
Maaf bang, saya jgn diomelin kalo tentative ama un planned...

ImageImageImage

Sato
Visitor
Visitor
Posts: 2
Joined: 24 Mar 2017, 00:58
Location: Karawang
Daily Vehicle: Fortuner

Re: Unplanned short roadtrip (JKT-Cirebon-Pangandaran-Bandung)

Post by Sato » 24 Apr 2019, 19:52

Sebetulnya ada rute alternatif dari kuningan ke pangandaran lewat luragung-cibingbin-brebes-salem-gunung lio- majenang. Pemandangan alam cukup bagus cuma kondisi mobil harus prima apalagi banyak tanjakan curam di daerah gunung lio.

Post Reply