Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Informasi rute perjalanan dan liputan acara-acara road trip.

Moderators: b8099ok, y_anjasrana, F 272, ginting, FRD, artoodetoo

Post Reply
User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 06 Mar 2019, 15:07

omenRoo wrote:bukitnya mirip dataran flores ya.. savana luas..

cita2 banget nih ke toba bareng SMRT... semoga segera terwujud
Wkwkkwwk... Ayoooo Gaspol Om...

Lebaran ini Om Nai mau ajak kita putar2 Danau Toba katanya, pasti seru dengan jalur2 rahasia Akamsi nya.. hehehe..


Saat itu sebelum kami benar2 keluar dari jalur bernama : Tele, kami sempat mampir di sebuah spot, ada halaman parkir cukup luas, ada toilet bersih..akhir nya kami memutuskan untuk masak2 ringan.. sambil nunggu om Q dan om Sugi merapat...




User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 06 Mar 2019, 18:19

Tak lama kami memarkir mobil, mulailah dikeluarkan alat2 masak sederhana yang kami bawa diantara nya Kompor gas portabel, wajan, dall yang tersimpan rapih dalam 1 container berisi peralatan masak yang sengaja kami bawa sejak dari rumah... ini bertujuan untuk hanya sebagai jaga2 saja jika di perjalanan kami berhenti dan tidak ada warung, sehingga kami bisa buka warung dadakan, seperti yang kami lakukan siang menjelang sore di spot itu..

Image

Image

Image

Spot parkir itu masih memberikan pemandangan Danau Toba di Kejauhan, dan kami mulai memasak indomie, teh hangat dan kopi tentunya.. Mantap sekali.. ini lah seni perjalanan yang benar2 asik, bisa fleksible tidak tergantung dengan rumah makan atau warung di sepanjang jalan, walaupun untuk memasak nasi kami masih harus membutuhkan waktu lebih lama lagi, ini belum kami lakukan hehehe...

Ada hal menarik yang kami alami saat berhenti di spot itu.. sedikit menggelitik memang dan lucu, yaitu ssat kami masak2..tiba2 ada 2 kendaraan lain yang sedang perjalanan piknik lalu ikut berhenti 1 lokasi dengan lokasi kami parkir... nah ada 2 supir yang melihat saya menyeduh kopi... lalu dia berbicara dengan teman nya : "Waduh dingin2 gini enak banget ngopi yah...."

Saya yang sempat mendengarnya lalu tanpa ragu menawarkan 2 gelas kopi panas ke 2 orang supir tadi...dan langsung disambut gembira oleh mereka... senang bisa berbagi sesama Road Triper...

:mky_01: :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou:

Tapi tak berapa lama... 1 supir kembali ke dekat saya... dan bilang ke saya : Ada teman saya mau ngopi juga.. masih ada kah kopi nya Bang..?

Wkwkwkwk... saya yang memang membawa banyak perbekalan termasuk kopi, tentu saja bilang : Ada pak... mau berapa gelas..?

Pak Sopir ini langsung jawab : 7 Gelas Bang..!!

:wkkk: :wkkk: :wkkk:

Saya buatin lah 7 gelas kopi...sampai air panas kami habis tak bersisa.... Tapi kami tetap ketawa2 saja dengan kejadian itu.. seru abizzz


:mky_02: :mky_01: :mky_04:

Image

Image

Image

Image

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 06 Mar 2019, 19:32

Setelah selesai acara masak2... kami segera bersiap2 untuk bergerak kembali....

Oiya, rute Perjalanan kami di Etape ini adalah start dari Rogate Beach Hotel menuju ke Padangsidimpuan...kami sudah memesan hotel di Padangsidimpuan, untuk jarak tempuh ke Padangsidimpuan dari Samosir ini tidak terlalu jauh cuma 250 kilometer dan hanya memakan waktu sekitar 7 Jam saja.
Kenapa kami harus singgah di Padangsidimpuan ?
Awal nya kami sempat membuat Planning dari Samosir langsung Gaspol menuju Bukittinggi.. tapi setelah di hitung waktu dan jarak itu terlalu jauh dan saya harus mempertimbangkan fisik dari semua peserta yang kondisi nya tidak semua sama, maka kami putuskan untuk singgah di Padangsidimpuan, karena jarak dan waktu nya lebih dekat dan bisa rehat sejenak sebelum besok pagi nya kami melanjutkan perjalanan menuju Bukittinggi..

Image

Rute yang kami lewati siang itu ternyata melalui hutan yang cukup lebat dengan jalanan aspal berkelok2, dengan kondisi basah habis diguyur hujan sepanjang jalan keluar dari jalur Tele ini..









di Jalur ini beberapa kali saya melihat spot air terjun di pinggir jalan.. tapi saya hanya melihat saja sambil terus berjalan, saya pikir...jika kita berhenti terus untuk foto2..bisa2 ngga sampe2 nih hehehe..


Image

Image


Tak terasa waktu sudah lewat dari tengah hari... jam digital di VRZ F272 sudah menunjukkan hampir jam 2 siang.. OMG... brarti sejak pagi kami bergerak dari Rogate jam 10 pagi.. sudah 4 jam kami berjalan dan saat ini sudah tiba di gerbang keluar Pulau Samosir, sudah melewati menara pandang Tele...

Image

Lepas dari Gerbang Pulau Samosir, kami belok kiri dan langsung Gaspooolll menelusuri Jalan raya yang cukup lebar... Ya inilah jalue Lintas Barat Sumatera yang 3 hari lalu kami telusuri dari mulai Banda Aceh - Meulaboh - Tapaktuan - Subussalam - Sidikalang... dan sekarang di jalur ini menuju ke Padangsidimpuan.....

Image

Image

Image

dan tak lama kemudian kami sempat singgah di sebuah SPBU pertama yang kami temui di jalur itu...

Kami berhenti untuk isi bahan bakar dan saya ke Mushola SPBU untuk menunaikan ibadah sholat 5 waktu...

Setelah itu kami mulai bergerak kembali... melewati sebuah kota kecil yang cukup ramai bernama : Dolok Sanggul

Location : https://goo.gl/maps/kxS5HfgufS42






Doloksanggul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Indonesia. Doloksanggul merupakan ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan Luas Wilayah daratan: 2.502, 71 Km2 terdiri dari 10 Kecamatan, 1 Kelurahan dan 143 Desa. Secara administrasi, Doloksanggul tercatat dalam satu suku kata saja. Kota ini terletak di dataran tinggi berhawa dingin sejuk. Doloksanggul juga menjadi sentra perekonomian dan perdagangan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Juga menjadi pusat kegiatan keagamaan Kristen, terutama gereja HKBP Distrik III Humbang. Salah satu makanan khas Dolok Sanggul adalah daging kuda.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Dolok_S ... Hasundutan


Image

Image

Image

Dari Dolok Sanggul kami berbelok ke kiri menuju ke Siborongborong sesuai dengan rute Google Maps yang kami ikuti...

Sekitar 30 Kilometer dari Dolok Sanggul... dengan waktu tempuh 1 jam perjalanan, tibalah kami di sebuah Simpang jalan untuk kami berbelok ke kiri.. disinilah sebuah tempat bernama : Siborongborong yang merupakan tanah kelahiran dari om @Nainggolan21

Location : https://goo.gl/maps/W18Nj2jiffJ2

Siborongborong (atau Siborong-Borong) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Ibukota kecamatan ini berada di kelurahan Pasar Siborongborong.

Di spot ini kami memutuskan untuk berhenti sejenak, karena di persimpangan jalan ini ada beberapa hal yang menarik bagi saya..

Pertama : Ini adalah tanah kelahiran om @Nainggolan21 sahabat SMRT yang saat ini ybs tidak bisa mengantar kami jalan2 di tanah kelahiran nya, jadi saya merasa berkepentingan berhenti, foto2 dan kirim ke grup SMRT wkwkkwk dan ternyata hal itu sangat membuat Om Nai nangis guling2 lihat kami foto2 di kampung halaman nya ...

Kedua : ada sebuah patung besar yaitu seorang yang sedang memegang sepeda, ini disebut : Monumen Ombus-ombus

Patung Parombus-ombus yang menjadi ikon Kota Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara menarik perhatian pelancong dan wisatawan lokal. Patung setinggi 12 meter yang dibangun di pusat kota di pertigaan jalan menuju Doloksanggul, Tarutung dan Medan itu menjadi spot berfoto bagi pengendara yang sedang melintas dari Siborongborong menuju Kota-kota lain di sekitarnya

Lokasi bangunan cukup strategis dan dengan mudah terlihat bagi siapa saja yang melewati kota Siborongborong, termasuk bagi warga dari dan menuju bandara internasional Silangit.

Taman di sekitar bangunan juga cukup luas berupa taman serta dikelilingi pagar sehingga mampu menampung para pelancong dalam grup atau berkelompok. Banyak warga dari luar daerah menyempatkan diri mengambil gambar ketika melintas sambil sejenak melepas penat setelah perjalanan panjang.

Sumber : http://disbudpar.sumutprov.go.id/berita-15833.html

Dan memang betul....saya banyak mengabadikan foto2 di sekitar patung tersebut..


Image

Image

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Alasan ke Tiga : Di simpangan ini banyak penjual durian...hahahaha.. saya puas makan durian enak dengan harga cuma RP. 10.000 saja per buah.. saya lupa saat itu makan berapa buah saking seru nya... saya pikir sebanyak2 nya paling saya bayar 50 sd 100 ribu saja ..hehehe..

Image

Image

Image

Bahkan....sambil terus makan Durian ..saya juga foto2 sampai ke dekat Patung yang besar itu.. tinggi nya mencapai 12 Meter...

Kapan lagi makan duren puas di depan Patung besar begini...sambil terus saya kirim ke grup SMRT yang ada om @Nainggolan21 nya menyaksikan dengan hati bergetar, dan pasti sudah siap2 menyusul dari Harapan Indah - Bekasi ke Siborongborong sini...wkwkwkwk

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Image

Image

Image

Image

Alasan ke Empat saya berhenti disini... adalah : Saya mau cari Kopi Asli Siborongborong yang kata nya enak banget....

Saya mulai bertanya2 ke tukang duren...dimana saya bisa membeli Kopi Siborongborong...

Saya pikir Kopi tersebut ada di toko2 yang banyak buka di ruko sekitar simpang jalan ini... ternyata tidak..

Melalui keterangan seorang penjual sate yang baru bersiap2 untuk buka warung nya lah saya dapatkan infomasi, bahwa Toko Kopi Asli Siborongborong ada di ujung jalan sana... tapi saat ini Toko tersebut terlihat tutup, mungkin karena hari ini adalah hari Natal... saya disarankan untuk mengetuk pintu nya saja..siapa tau ada orang yang membuka pintu dari dalam... Oke saya akan coba..semoga berhasil..

Dan ketika saya tiba di depan toko nya emmang benar tutup..lalu saya ketuk pintu 3x...langsung ada seorang Bapak keluar..bertanya : Ada apa..? mau ketemu siapa..? darimana..?

Saya langsung jelaskan bahwa saya dari Bogor, punya sahabat bernama om @Nainggolan21 yang AKamsi...singgah di Siborongborong mau beli Kopi asli Siborongborong....

Mendengar jawaban saya, si Bapak langsung tertawa geli... dan mempersilahkan saya masuk... wkwkwkwk

Langsung ditanya mau beli berapa Kilo..? saya jawab 1 kilo saja Pak... dan ternyata 1 Kilogram Kopi itu memang sudah cukup banyak buat saya.. ga akan habis dalam 3 bulan ngopi setiap pagi hahahaha... Oiya Harga Kopi nya Rp. 90.000 per Kilogram, di simpan di dalam sebuah wadah kaleng besar..lalu di timbang dan di bungkus plastik.. saat saya cium aroma kopi nya memang...Hmmm... Mantaaab..

Setelah membayar Kopi itu, lalu saya pun pamit dan mengucapkan Terimakasih sudah mau membukakan pintu melayani saya membeli kopi padahal Toko sedang Tutup..


Kedai Kopi ASLI Siborongborong
Ps. Siborong-Borong, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara 22474
https://maps.app.goo.gl/3JpY7


Image


Image

:mky_02: :mky_02: :mky_02: :mky_02:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 07 Mar 2019, 07:46

Oiya.... Kemana om Q dan om Sugi selama saya berhenti di Siborongborong tadi yah...???

Saya sudah lupa lagi...tapi kalau tidak salah, Om Sugi dn om Q berhenti di spot sebelum simpangan tempat saya berhenti, mampir ke sebuah minimarket untuk membeli sejumlah keperluan,... biar om Q aja yang cerita...hehehe gantian versi om Q ceritanya gimana...





Dalam perjalanan jauh sperti ini, memang kami tidak selalu jalan ber iringan.. tapi tetap Komunikasi terus karena kami menggunakan Radio Komunikasi dengan antenna panjang seperti joran pancingan wkwkwkwk... dengan antenna panjang sperti ini komunikasi bisa menjangkau jarak yang cukup jauh..sekitar 10 Kilometer bahkan lebih... saya pernah mencoba pernah bisa mencapai 30 Kilometer an.. dengan catatan tak ada gunung atau bukit yang menghalangi... Selain Komunikasi via Rakom, kami juga bisa komunikasi via Handphone jika memang Rakom sudah tidak ada respon... dan selain itu, sejak titik start pagi sebelum jalan kami memang Briefing kecil mengenai Rute yang akan kita jalani, biasanya saya Posting Rute Google Maps nya dari titik start sampai dengan titik Finish..bahkan saya posting di Grup WA SMRT ditambah dengan Live Share Location nya (berbagi lokasi terkini), dengan begitu teman2 di grup WA SMRT bisa memantau pergerakan kami sudah sampai mana... seru juga..

Nah, saat di Siborongborong pun saya tidak ketemu om Q dan om Sugi.. maka setelah saya selesai di Toko Kopi ASLI Siborongborong, saya kembali berjalan mengikuti Google Maps menyusuri Jalur Lintas Barat Sumatera... dari Siborongborong ini kita sekarang bergerak menuju : Tarutung

Saat saya melintas di depan Toko Kopi ASLI, sempat saya foto Kembali Tampak Depan Toko nya yang sedang ttup itu... Bagi saya cukup Amazing bisa beli Kopi di Toko itu... karena saya cari sendiri dengan bertanya2 ke orang2 menggunakan GPS (Ganggu Penduduk Sekitar) :angel:

Image







Jarak dari Siborongborong menuju ke Tarutung tidak terlalu jauh, hanya sekitar 27 Kilometer saja....kira2 setengah jam kami bergerak, sudah mulai memasuki Tarutung...dan pemandangan disepanjang jalan dihiasi pesawahan dengan patung2 unik berdiri sepanjang jalan.. saya belum tahu ini patung2 apa, apakah merupakan tanda ada makam/kuburan keluarga atau bagaimana, biarlah om [mention]Nainggolan21[/mention] om [mention]ginting[/mention] dan teman2 lain yang menjelaskan nya... pasti akan lebih pas..


Image

Image

Tiba di Tarutung....

Location : https://goo.gl/maps/yfbqfWe1aez

Mata saya melihat sebuah spot ladang pesawahan yang luaaaasss sekali, dengan perbukitan diselimuti kabut di kejauhan sebagai akhir dari pemandangan yang saya lihat sore itu, di tengah hujan gerimis yang masih setia menemani perjalanan kami ...


Saya coba berhenti untuk mengabadikan moment tersebut... Nah disinilah om Sugi dan Om Q mulai merapat sehingga kami bisa berfoto bersama di tepian sawah itu lengkap... 3 mobil

:mky_02: :mky_02:


Image

Image


Kota Tarutung adalah kota kecamatan yang merupakan ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kota Tarutung merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil di Kabupaten Tapanuli Utara tetapi memiliki kepadatan tertinggi di Kabupaen Tapanuli Utara.







Tarutung juga dikenal sebagai kota wisata rohani di mana di kota tersebut berdiri bangunan salib megah yang dinamai Salib Kasih. Bangunan tersebut didirikan untuk mengenang peristiwa penyebaran agama Kristen di tanah Batak yang dirintis oleh Misionaris asal Jerman, yaitu Dr. I.L. Nommennsen.

Image

Image

Pengaruh dari penginjilan yang dirintis oleh Dr. I. L. Nommennsen di daerah Tapanuli berdampak pada kepercayaan atau agama yang dianut oleh masyarakat Tarutung. Mayoritas masyarakat Tarutung menganut agama Kristen. Bahkan hal ini juga tampak dengan adanya Salib Kasih, Siatas Barita yang didirikan di Tarutung sebagai bentuk penghormatan akan Misionaris Nommensen yang telah menyebarkan agama Kristen di Tapanuli (Tapian Nauli) dan juga menandakan bahwa masyarakat Tarutung beragama Kristen. Selain adanya Salib Kasih, ada juga didirikan Universitas dengan nama Universitas HKBP Nommensen, namun bukan di Tarutung melainkan di kota Kota Medan dan cabang di Kota Pematangsiantar.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Tarutung,_Tapanuli_Utara

Image

Foto di atas adalah saat kami melintasi sebuah tempat wisata bernama : Salib Kasih

Location : https://goo.gl/maps/ZNcv99nGkLm

Salib Kasih, Siatas Barita adalah sebuah tempat wisata rohani yang dibuat untuk mengenang jasa missionaris agama Kristen yang berasal dari Jerman DR.Ingwer Ludwig Nommensen (hampir dibunuh di sana karena menyebarkan agama Kristen) memulai missinya di tanah Batak, dan merupakan tempat DR.IL Nommensen untuk memandang ke arah Rura Silindung dibawahnya.

Salib Kasih ini terletak di Dolok (Bukit) Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Salib_Kas ... tas_Barita



Image

Saat kami lewat, sepertinya memang sedang ramai dikunjungi wisatawan, apalagi hari ini adalah Hari Natal yang tentunya merupakan hari yang special untuk sodara2 kita umat Kristiani... tapi berhubung kami saat itu tidak tahu itu lokasi wisata yang katanya bagus, kami hanya lewat saja hehehe...mungkin jika kami sudah tahu itu lokasi wisata dengan pemandangan alam yang indah, bisa saja kami mampir sebentar untuk sekedar mengabadikan pemandangan indah dari atas bukit...Next Time jika kami lewat lagi dan ada waktu yang cukup mungkin bisa mampir agar dokumentasi kami lebih lengkap lagi...

:emo-photo: :emo-flowerforyou:

ginting
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 3506
Joined: 08 Dec 2013, 23:05
Location: CIPUTAT
Daily Vehicle: ISUZU MU-X
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by ginting » 07 Mar 2019, 20:54

Halo oom Wah,..ternyata mantap sekali ceritanya..

Odo
Dulu saat lewati Tele , itu odo VRZ skrg 58,548 km tapi skrg sudah pas 100,000 km..berarti dalam 1 thn 3 bulan sudah nambah 42 km.

Ombus Ombus

Ini sejarah Ombus Ombus
https://itisfood96.blogspot.com/2017/11 ... orong.html

Soal Patung Kuburan / Tugu
Itu biasanya adalah tugu leluhur. Misalnya ada kakek buyut, dikubur disana, dan anak cucu cicit , siapa saja yang sdh menikah/kerja biasanya diminta partisipasi. Itu adalah suatu kewajiban bagi Masy Batak. Dan makin tinggi Tugunya, makin masyurlah harga diri harkat dan martabak keluarga besar itu.
Tapi bagi masy Karo hal itu tidak merupakan tradisi. Kalau sekedar kuburan dibuat cantik iya, tapi tidak pakai patung atau tugu tinggi tinggi.
Biasanya keluarga Batak juga punya kawasan pekuburan keluarga, di kampung halaman (bona pasogit) sehingga orang Batak yang meninggal di perantauan banyak yg ingin "disatukan" di kuburan keluarga besar.

Ketok Ketok Toko Kopi Yang Tutup.
Kalau dugaan saya kata kuncinya adalah "Nainggolan" dan "Akamsi".
Karena masy Batak itu kekerabatannya kental.
MUngkin secara hub darah langsung dia tak ada hub sama oom Nainggolan, tapi bisa jadi dia punya adik ada kawin sama marga Nainggolan, maka oom Nainggolan sudah otomatis jadi "Lae". Maka dari itu dia merasa bahwa ini yang datang pasti masih "tondong" kita juga

Makanya dimana ada masyarakat Batak ketemu pasti mereka "Martarombo" - alias mengurut / menanyakan marga asal usul, untuk menjadi "link".

Misalnya saya Ginting. ketemu orang Toba, marga Marpaung entah di negara mana saja. Lalu saya bilang "Kakak aku no 4 kawin sama marga Marpaung". Maka otomatis saya akan dipanggil "hula hula" karena dia itu sama marganya dengan Abang Ipar saja (Marpaung)..maka gratislah aku makan di rumahnya wkwkkw

Daging Kuda Vs Daging Anj*ng.

di Daerah Siborong borong itu terkenal masakan kuda karena disana banyak kuda dan ada pacuan kuda.
Makanya lagi "Makan daging kuda dengan sayur kol" ---> sekarang diganti jadi "Makan daging anj*ng dengan sayur kol".
Tapi saya sendiri belum pernah makan daging kuda.

*) geser corong mic ke oom @@Nainggolan21

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 07:20

ginting wrote:
07 Mar 2019, 20:54
Halo oom Wah,..ternyata mantap sekali ceritanya..

Odo
Dulu saat lewati Tele , itu odo VRZ skrg 58,548 km tapi skrg sudah pas 100,000 km..berarti dalam 1 thn 3 bulan sudah nambah 42 km.

Ombus Ombus

Ini sejarah Ombus Ombus
https://itisfood96.blogspot.com/2017/11 ... orong.html

-- cut --

*) geser corong mic ke oom @@Nainggolan21
Mantaaab Penjelasan nya... Terimakasih Om @ginting

Tentang Toko Kopi ASLI di Siborongborong, betul sekali.... di Foto terlihat seorang wanita..itu adalah Puteri Bapak pemilik Toko Kopi ASLI, dan kata om Nai..itu adalah adik kelas nya di SMA saat om Nai sekolah di SMA Siborongborong ...

Memang harus banget satu waktu kita jalan2 sama AKamsi nya... semua pasti mudah..kesana-kemari kenal semua...

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Kapan2 kita jalan barenag lah kesana yah... :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 07:31

Lanjut Cerita..............

Dari Tarutung kami bergerak kembali, dan suasana lebih seru karena hujan deras mulai turun mengguyur kami yang terus menelusuri Jalur Lintas Barat Sumatera ini dengan tetap penuh Semangat sehingga tak merasa capek sedikit pun... Tapi kami tetap waspada berkendara, tetap berhati2 dalam setiap[ perjalanan adalah hal wajib yang kami terapkan, apalagi setelah melihat 1 mobil ter onggok di sisi kanan jalan yang kami lalui sore itu...

Image

Image

Ga terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore saat kami melintasi wilayah yang baru pertama kali saya lewati, wilayah itu beranama : Onanhasang yang merupakan kelurahan yang ada di kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Location : https://goo.gl/maps/VXwPKaQX1pu

Image

Image

Terlihat dengan jelas bagaimana suasana perjalanan kami sore itu ditengah hujan deras di ruas Onanhasang ... jalur aspal nya mulus, tapi berkelok2..dan kiri-kanan di dominasi hutan yang sore itu berkabut..





:mky_02: :mky_02:


User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 07:40





Kami terus bergerak sambil mendokumentasikan foto dna video perjalanan di temani musik2 lawas yang saya suka.. seperti yang selalu terdengar di video2 saya yang saya posting di Akun instagram @272roadventure.. saking lawas nya lagu2 itu, banyak yang menanyakan judul dan penyanyi nya hahaha...pasti yang nanya Kids jaman now..

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:


15 Kilometer dari OnanHasang.... Kami tiba di satu daerah bernama Sarulla, saya perhatikan ada spot keramaian berupa kios2... mirip Pertokoan atau Pasar...Pasar Sarulla adalah kelurahan yang berada di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.




Lewat dari Pasar sarulla, kami sempat rehat berhenti di pinggir jalan dekat sebuah air terjun yang mengalir deras sekali di sisi kiri, sementara di sisi kanan jalan, ada sebuah sungai besar yang juga air nya mengalir deras sekali...







:mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou:








Oke....kita bergerak lagi...dari Sarulla menuju ke Sipirok... nah daerah ini juga saya belum pernah sama sekali melewatinya...jadi saya cukup excited sekali sore itu..karena merupakan sebuah kehlbahagiaan tersendiri jika saya bisa menapaki sebuah wilayah yang baru seperti Sipirok ini..

Sipirok adalah salah satu kecamatan, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Jarak kota Medan ke Sipirok sekitar 356 km, atau sekitar 8- 9 jam dengan transportasi darat ke arah selatan. Kecamatan ini merupakan tempat lahir beberapa tokoh nasional seperti Merari Siregar, seorang pengarang angkatan Balai Pustaka. Luat Siregar, wali kota Medan dari 3 Oktober 1945 hingga 10 November 1945. Lafran Pane Pendiri Organisasi Mahasiswa tebesar se Indonesia yakni Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI), Hariman Siregar tokoh besar Pergerakan Mahasiswa yang diingat sejarah dalam peristiwa "MALARI" dan juga Raja Inal Siregar (Salah satu pendiri SMA Plus Marsipature Hutanabe Tapanuli Selatan) sekaligus yang memprakarsai istilah "Marsipature huta be" yang berarti mari membangun kampung masing - masing. Istilah tersebut jelas ditujukan kepada putra putri asli Sipirok yang berada di perantauan agar selalu ingat dan selalu membantu saudara- saudarinya yang dianggap masih tertinggal (pendidikan) dibanding wilayah lain pada saat itu.







Ciri khas dari kecamatan ini adalah hawanya yang sejuk karena berada di lembah gunung Sibualbuali (Pegunungan Bukit Barisan), maka tidak heran banyak sumber air panas (aek milas/ pemandian yang mengandung belerang) yang terletak di beberapa lokasi : Aek milas parandolok, Sosopan, Parau sorat Parau Sorat, Sipirok, Tapanuli Selatan, situmba dll.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sipirok,_Tapanuli_Selatan

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 08:27

Di jalur Sipirok menuju Padangsidimpuan ini, kami mulai menemui titik longsoran di sepanjang jalan.. dan jumlah nya cukup banyak.. titik longsor nya pun bisa berpindah2... kadang di kiri jalan...dan kadang ada di kanan jalan, sehingga saya memberi aba2 agar kita berjalan perlahan saja, pasang mata baik2.. terlebih saat itu kabut turun dengan tebal menutupi jalur, jarak pandang pun terbatas...







Dugaan saya seperti nya wilayah ini berada di datarang tinggi dengan hutan yang cukup lebat, karena kabut nya makin lama makin tebal...dan memang setelah saya browsing2 di wikipedia...jalur ini adalah hutan lebat dengan dataran tinggi..sperti yang saya posting di bagian bawah....

Saya berjalan di depan di susul om Sugi dan om Q.. saya perhatikan ruas jalan bermarka lengkal dengan lampu penerangan jalan di beberapa spot juga terlihat baik dan cukup..

Ada 1 kejadian, si Cibul Arya ingin mendokumentasikan foto dan video dari luar kabin di sebuah tikungan sambil menunggu om Sugi dan om Q muncul mendekat..tapi baru saja sj Cibul Arya keluar dan mulai ambil video..tiba2 dibelakang nya terdengar suara hewan hutan...mungkin monyet atau yg lain.. kontan saja si Cibul langsung kabur lari masuk kembali ke mobil.. wkwkwkk .. ternyata seperti yang say posting dibawah ... saya dapat informasi bahwa : Keistimewaan hutan ini adalah di mana masih terdapat satwa langka di lindungi, sebut saja Orangutan sumatera (pongo abelii) satwa langka Orangutan atau dalam bahasa lokal disebut Mawas, Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di sebut juga Babiat ( oppui ), Tapir (tapirus indicus) disebut juga Sipan , Rangkong Badak (buceros rhiniceros) dan juga berbagai jenis primata seperti Siamang, Sarudung, kukang dll.

Nah... Bisa saja sauara yang di dengar si Cibul saat itu suara Orangutan...


:big_chicken: :big_childish: :big_smile] :mky_01: :mky_02:









Di jalur kabut tebal seperti inilah lampu2 mobil kita di uji kemampuan nya seberapa kuat menembus kabut...

Dan saya senang sekali ketika sepasang Bi-Beam Led All New Fortuner VRZ F272 mampu menembus kabut tebal di jalur ini.. baik lampu dekat maupun lampu jauh nya...sama2 terang...

Berbeda dengan om Q yang memasang lampu tambahan berupa Led Bar di bumper dan atap dekat roofrack... ini lebih asik lagi... seperti yang terlihat di video dan foto yang berhasil kami abadikan..


:mky_02: :mky_02: :mky_02:


Saat itu waktu di jam digital VRZ F272 baru menunjukkan menjelang jam 7 malam.. belum terlalu malam sebetulnya, tapi udara disini benar2 dingin....

Sedikit tentang Sejarah Sipirok...

Sipirok pada awalnya adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Setelah Kota Padangsidimpuan burubah menjadi Kota Madya (yang sebelumnya adalah ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan), kemudian Sipirok berubah menggantikan menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan.


Image


Sejak Sipirok menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di pindahkan dari Kota Padangsidimpuan ke Sipirok. Pemindahan ini direalisasikan di pertengahan tahun 2014. Sejumlah kantor yang di pindahkan tersebut adalah Sekretariat Pemkab Tapsel, kantor DPRD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Catatan Sipil dan Departemen Tenaga Kerja.


Image

Geografi
Ditinjau dari segi geografisnya, Kecamatan Sipirok terletak di lembah pegunungan Bukit Barisan (berhawa sejuk/dingin), karena terletak di lembah gunung Sibualbuali yang masih aktif. Masyarakat yang bermukim di kecamatan ini terdiri dari banyak marga : Siregar, Harahap, Hasibuan, Simanjuntak, Pane, Ritonga, dan Marga Huta Suhut. Bahasa umum yang dipakai masyarakat yang bermukim di kecamatan ini adalaha bahasa Batak Angkola (bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Mandailing sedikit digunakan/di daerah tertentu saja), namun masyarakat Sipirok masih mengerti bahasa Toba dan Mandailing.


Image

Dikarenakan lokasinya berada di lembah Gunung Sibual-Buali Gunung Sibual buali, maka sumber air mengair dari pengunungan ke wilayah persawahan dan perkebunan. Karenanya, sumber daya alam kecamatan ini lebih dominan pada sektor pertanian dan perkebunan. Sebagian besar pendapatan masyarakat yang bermukim di wilayah ini bersumber dari persawahan, perkebunan, pegawai, dan wiraswasta.


Image

Selain, persawanan dan perkebunan, terdapat keanekaragaman hayati yang begitu besar di mana terdapat Cagar Alam Dolok Sibualbuali yaitu sebuah kawasan hutan konservasi seluas 5.000 Ha yang kaya akan keanekaragaman Flora dan Fauna. Kawasan konservasi ini telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 215/Kpts/Um/4/1982 pada tanggal 6 April 1982. Kawasan hutan konservasi ini berbatasan langsung dengan :

Sebelah Utara berbatasan dengan dataran tinggi Dolok Huraba.
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Baringin Baringin, Sipirok, Tapanuli Selatan
Sebelah Selatan berbatasan dengan dataran tinggi Gunung Lubuk Raya.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Marancar.



Image


Hutan ini merupakan tipe hutan hujan basah dengan curah hujan tinggi. Berketinggian antara 700 – 1.700 mdpl dengan kontur pegunungan terdiri dari banyak lembah dan jurang yang dalam. Pepohonan yang tumbuh rapat dan menjulang tinggi dengan lantai hutan yang banyak ditumbuhi tumbuhan perdu. Pada puncak – puncaknya sering ditutupi kabut walaupun di siang hari panas terik. Kabut akan semakin tebal bila musim hujan tiba. Itu sebabnya batang pepohonan disini tertutup oleh lumut yang cukup tebal. Bentang hutan ini dapat kita lihat dari Kota Sipirok.


Image


Ada banyak keanekaragaman flora dan fauna. Di antaranya terdapat pohon berdiameter raksasa yaitu pohon meranti, salah satu di antara jenis pohon yang biasanya menjadi sasaran utama pembalak hutan masih banyak dijumpai dihutan ini dengan ukuran yang besar. Sedangkan fauna nya terdapat beragam jenis burung, mamalia hingga serangga. Keistimewaan hutan ini adalah di mana masih terdapat satwa langka di lindungi, sebut saja Orangutan sumatera (pongo abelii) satwa langka Orangutan atau dalam bahasa lokal disebut Mawas, Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di sebut juga Babiat ( oppui ), Tapir (tapirus indicus) disebut juga Sipan , Rangkong Badak (buceros rhiniceros) dan juga berbagai jenis primata seperti Siamang, Sarudung, kukang dll.







Perkebunan

Gunung Sibualbuali masih aktif di Sipirok membuat tanah di daerah ini sangat subur. Salah satu hasil perkebunan yang terkenal dari sipirok yaitu Kopi Sipirok yang di kenal dengan ciri khas rasanya yang berbeda dengan daerah lain. Tanaman padi yang tumbuh di Sipirok juga terkenal dengan kualitasnya, masyarakat Sipirok mempunyai padi/beras "Silatihan" (dinamakan beras "Silatihan" / Dahanon Silatihan). Makanan khas yang terkenal dari daerah ini adalah "Lomang/ Lemang" (makanan yang dimasak dalam bambu panjang dari beras pulut dan santan) dan dimakan dengan gula atau dengan bumbu rendang. Makanan ini biasa di masak menjelang hari Raya Idul Fitri atau Lebaran atau biasa juga di jual di pasar besar. Makanan lainnya yaitu "Panggelong " dan "Golang golang" yang terbuat dari tepung beras. Makanan khas lainnya yang terkenal adalah "Ikan Arsik" (Ikan Mas yang di masak Arsik) dengan rempah rahasianya yaitu menggunakan "Sinyarnyar". Ikan Arsik ini juga sering disuguhkan dalam acara adat. Karena daerah Sipirok berhawa dingin, ada makanan yang di minati kebanyakan masyarakatnya yaitu "sambal gaor", keripik Keripik singkong goreng kemudian di "gaor" atau di aduk dengan sambal cabe yang di masak terpisah. Ada juga keripik sambal yang di kenal dengan merk Sambal Taruma Sambal taruma. Ciri khas kerajinan asal Sipirok yaitu Tenun Ulos dan Tenun Silungkang serta kerajinan yang terbuat dari manik-manik.











Kecamatan Sipirok juga menghasilkan karet (dalam jumlah kecil) dan kopi. Di kecamatan Sipirok dibangun pusat produksi kerajinan di bawah naungan BUMD Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sudah banyak memproduksi speed boat, kursi, meja, dan peralatan rumah tangga lainnya. selain itu, sebenarnya kecamatan Sipirok juga mempunyai potensi pertanian yang besar, akan tetapi sampai sekarang potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Kecamatan Sipirok juga terkenal dengan hasil kerajinan industri kecilnya seperti pengrajin manik-manik, pengrajin ulos, dan keramik.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sipirok,_Tapanuli_Selatan


:mky_02: :mky_01: :mky_08:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 09:16

Setelah melewati spot daerah berkabut dengan banyak titik Longsoran, kami tiba di sebuah Spot yaitu Pasar Sipirok

di Pasar Sipirok ini saya lihat banyak terdapat warung makan yang cukup menggugah selera, lalu saya mulai komunikasi..bagaimana kalao kita rehat sejenak untuk makan malam disini...? karena Padangsidimpuan masih 1 jam lagi di depan... dan di sana kita belum tentu menemukan spot makan malam seperti ini... sedangkan di pasar Sipirok ini krii kanan jalan banyak sekali Restoran... ada 1 Tempat yang membuat saya tertarik yaitu : WARTEK ...ini bukan Plesetan dari WARTEG yang biasa kita jumpai di Jabodetabek, Kalo WARTEG itu kan Warung Tegal.... Nah ini WARTEK singkatan dari Warung Tekongan...

:mky_02: :mky_02: :wkkk: :mky_02: :mky_01:

Wartek (Warung Tekongan)
Location : https://goo.gl/maps/TMYdqwTWQps



Image


Image



Akhir nya semua setuju untuk makan malam disini... dan dari 3 mobil itu..kami menyebar di 3 tempat warung makan yang berbeda, karena saking banyaknya warung di krii-kanan jalan, saya membebaskan silahkan pilih sesuai selera dan feeling masing2... hahahaha Feeling Lapar biasanya lebih tajam.. bahkan saya pun makan terpisah dari keluarga, saya makan berdua dengan cibul Dika...sedangkan Master272 makan berdua dengan Cibul Arya... karena pilihan dan selera berbeda... hehehe..lucu juga yah..

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:


Image

Image


Setelah acara makan malam selesai, kami kembali melanjutkan Perjalanan menuju ke Padangsidimpuan dan 1 Jam kemudian kami tiba di Hotel Pia Padangsidimpuan yang benar2 membuat kami terkesan akan keramah-tamahan pegawai Hotel nya yang sangat baik, melayani kami dengan sungguh2 saat kami tiba di Hotel Pia itu dalam kondisi masih hujan deras....



:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Image

Sebuah hotel kecil yang sederhana, dengan posisi di pinggir jalan utama Kota Padangsidimpuan...

Sudah lebih dari cukup untuk kami meluruskan badan malam itu sebelum meneruskan perjalanan esok hari menuju Kota Bukittinggi...

:mky_02: :mky_01: :mky_08:


Pia Hotel Padangsidimpuan
Location : https://goo.gl/maps/nXLue2cyM6Q2

Image

Image

Image

:mky_02: :mky_02:

Sampai disini Cerita Perjalanan Etape ke .......... (berapa yah..? Lupa nih....)

Nantikan Cerita Perjalanan Etape Selanjutnya : Padangsidimpuan - Bukittinggi...

:mky_02: :mky_02: :mky_02: :mky_01: :mky_01: :mky_08: :mky_08:


1 Video lagi berhasil saya rangkai dan sudah tayang di Youtube.......

Saya persembahkan kembali 1 Video Amatir ...

Etape 11 : Samosir menuju Padang Sidempuan..

Selamat menikmati...




:mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

User avatar
Nainggolan21
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 514
Joined: 12 Aug 2016, 13:31
Location: Bekasi, Jawa Barat
Daily Vehicle: Satria FU

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Nainggolan21 » 08 Mar 2019, 10:35

Komplit banget deh ceritanya. Saya yg anak kampung situ belum tentu bisa menceritakan sedetail Om F272 :mky_01:
Untuk cerita dan sejarah budaya, lebih enak diceritain pas bareng2 dilokasi om Ginting :mky_02: :mky_02:
"Bukan yang paling baik, tapi satu diantara yang terbaik"
Kalo bisa no. 2 ngapain jadi no. 1 "Capek jadi no. 1, selalu jadi Bench mark buat yang lain"

Jupatnampan
Newbie
Newbie
Posts: 12
Joined: 26 Feb 2018, 16:11
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Xenia2014

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Jupatnampan » 08 Mar 2019, 10:48

Aaahh... Sipirok....
Masih teringat bbrp belas tahun lalu, ketika di siang yang cerah itu, badan ini menggigil kedinginan saat menunggu waktu ....












Sholat Jumat !!!

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 11:07

Jupatnampan wrote:
08 Mar 2019, 10:48
Aaahh... Sipirok....
Masih teringat bbrp belas tahun lalu, ketika di siang yang cerah itu, badan ini menggigil kedinginan saat menunggu waktu ....


Sholat Jumat !!!
Salam kenal om @Jupatnampan ... :big_deal: :big_smile]

Saya tunggu cerita menggigil nya setelah jumatan yaaaaahh... :mky_02: :mky_02:

Nainggolan21 wrote:
08 Mar 2019, 10:35
Komplit banget deh ceritanya. Saya yg anak kampung situ belum tentu bisa menceritakan sedetail Om F272 :mky_01:
Untuk cerita dan sejarah budaya, lebih enak diceritain pas bareng2 dilokasi om Ginting :mky_02: :mky_02:
:mky_01: :mky_01:

Bisaaa aja om @Nainggolan21 ...
Saya juga berusaha keras mengingat2 Cerita Road Trip Des 2017 itu...
maklum sudah lewat 1 tahun lalu om...

yang jelas, ga akan pernah terlupakan deh....
makanya saya mau bener2 detail supaya temen2 yang baca merasa ikut dalam perjalanan itu..


Image

:mky_02: :mky_08: :mky_01: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Jupatnampan
Newbie
Newbie
Posts: 12
Joined: 26 Feb 2018, 16:11
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Xenia2014

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Jupatnampan » 08 Mar 2019, 13:33

Salam kenal om Jupatnampan... :big_deal: :big_smile]

Saya tunggu cerita menggigil nya setelah jumatan yaaaaahh... :mky_02: :mky_02:


Wa alaikum salam ooomm...
tidak banyak yg saya ingat ttg Sipirok karena belasan tahun lalu itu memang cuma sekedar singgah saja menunaikan kewajiban.

Malah saya menunggu cerita omWah serombongan di sekitaran Danau Toba... barangkali aja melipir ke Tongging dan mampir ke Air Terjun Sipisopiso.

Belasan tahun lalu itu, kami bertiga masih kuliah di sebuah kampus tercinta di bilangan Lenteng Agung, bertamasya ke sana.
Belasan tahun yang lalu itu, kami masih muda, beda dan berbahaya. Dengan stamina yang prima dikarenakan seringnya berolahraga.
Belasan tahun itu waktu yang cukup lama sehingga kami agak lupa betapa menyenangkannya menuruni ratusan anak tangga dari parkiran mobil menuju dasar air terjun Sipisopiso.
Belasan tahun membuat kami banyak lupa betapa mengasyikkannya suara gemuruh air terjun yang makin lama makin nyaring terdengar seiring makin dekatnya kami tiba di dasar air terjun.
Belasan tahun yang lalu itu membuat kami tak ingat lagi, rasa takjub yang kami alami begitu sampai di dasar air terjun dan menyaksikan keajaiban ciptaan Allah Yang Maha Indah.
Otak kami menciut karena hawa dingin di sana, telinga kami pekak karena dahsyatnya gemuruh air terjun itu, kulit kaki, tangan dan muka kami sudah lupa rasa sakit akibat tersayat tetesan air di dasar sana.
Sedikit memori yg tersisa hanya betapa pegalnya tengkuk kami mendonggak ke atas hanya untuk melihat asal muasal air sebanyak ini berawal dari dasar sana
Tapi belasan tahun yang lalu itu membuat kami lumayan ingat betapa panasnya otot di atas lutut ketika menaiki ratusan anak tangga itu kembali ke parkiran.
Dan... belasan tahun lalu itu tidak membuat kami lupa sedikitpun, tawa penuh ejekan yang keluar dari mulut paman kami yang mengantar kami ke air terjun Sipisopiso, ketika melihat wajah kami sesampainya di parkiran mobil dengan penuh kepayahan, keringat yang mengucur deras dan helaan nafas yang memburu satu persatu.

Kalo saja omWah serombongan bersama omSugih dan omQ ke sana... pasti sungguh menyenangkan melihat dokumentasi video wajah wajah omWah serombongan ketika kembali ke parkiran mobil.


:big_grin:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 13:56

Jupatnampan wrote:
08 Mar 2019, 13:33
Salam kenal om Jupatnampan... :big_deal: :big_smile]

Saya tunggu cerita menggigil nya setelah jumatan yaaaaahh... :mky_02: :mky_02:


Wa alaikum salam ooomm...
tidak banyak yg saya ingat ttg Sipirok karena belasan tahun lalu itu memang cuma sekedar singgah saja menunaikan kewajiban.

Malah saya menunggu cerita omWah serombongan di sekitaran Danau Toba... barangkali aja melipir ke Tongging dan mampir ke Air Terjun Sipisopiso.

Belasan tahun lalu itu, kami bertiga masih kuliah di sebuah kampus tercinta di bilangan Lenteng Agung, bertamasya ke sana.
Belasan tahun yang lalu itu, kami masih muda, beda dan berbahaya. Dengan stamina yang prima dikarenakan seringnya berolahraga.
Belasan tahun itu waktu yang cukup lama sehingga kami agak lupa betapa menyenangkannya menuruni ratusan anak tangga dari parkiran mobil menuju dasar air terjun Sipisopiso.
Belasan tahun membuat kami banyak lupa betapa mengasyikkannya suara gemuruh air terjun yang makin lama makin nyaring terdengar seiring makin dekatnya kami tiba di dasar air terjun.
Belasan tahun yang lalu itu membuat kami tak ingat lagi, rasa takjub yang kami alami begitu sampai di dasar air terjun dan menyaksikan keajaiban ciptaan Allah Yang Maha Indah.
Otak kami menciut karena hawa dingin di sana, telinga kami pekak karena dahsyatnya gemuruh air terjun itu, kulit kaki, tangan dan muka kami sudah lupa rasa sakit akibat tersayat tetesan air di dasar sana.
Sedikit memori yg tersisa hanya betapa pegalnya tengkuk kami mendonggak ke atas hanya untuk melihat asal muasal air sebanyak ini berawal dari dasar sana
Tapi belasan tahun yang lalu itu membuat kami lumayan ingat betapa panasnya otot di atas lutut ketika menaiki ratusan anak tangga itu kembali ke parkiran.
Dan... belasan tahun lalu itu tidak membuat kami lupa sedikitpun, tawa penuh ejekan yang keluar dari mulut paman kami yang mengantar kami ke air terjun Sipisopiso, ketika melihat wajah kami sesampainya di parkiran mobil dengan penuh kepayahan, keringat yang mengucur deras dan helaan nafas yang memburu satu persatu.

Kalo saja omWah serombongan bersama omSugih dan omQ ke sana... pasti sungguh menyenangkan melihat dokumentasi video wajah wajah omWah serombongan ketika kembali ke parkiran mobil.

:big_grin:
Luaaaaaaaarrrr Biasaaaaa....

Kaget saya ada member SM sini yang bisa bercerita seolah sambil berpantun sperti om @Jupatnampan

:mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-flowerforyou: :emo-big_love: :emo-big_love:

Terimakasih om sudah mampir dan mau membaca cerita perjalanan kami Jejalah memutari 1 Pulau Sumatera ini, memang betul kami belum sempat mampir ke air terjun itu om.. karena keteratasan waktu yang benar2 mepet... InsyaAllah suatu hari nanti kami akan sempatkan mampir, semoga kesampaian... dan ketika Foto2 kami saya posting disini om akan ketawa melihat wajah2 lelah kami seperti wajah om Belasan tahun lalu itu........

:wkkk: :mky_01: :mky_02:

Terus terang saya terpacu untuk melanjutkan cerita perjalanan Keliling 1 Pulau Sumatera ini...

Terimakasih ya om @Jupatnampan

:big_peace: :big_exellent:

Jupatnampan
Newbie
Newbie
Posts: 12
Joined: 26 Feb 2018, 16:11
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Xenia2014

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Jupatnampan » 08 Mar 2019, 14:36

Luaaaaaaaarrrr Biasaaaaa....

Kaget saya ada member SM sini yang bisa bercerita seolah sambil berpantun sperti om @Jupatnampan

:mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-flowerforyou: :emo-big_love: :emo-big_love:

Terimakasih om sudah mampir dan mau membaca cerita perjalanan kami Jejalah memutari 1 Pulau Sumatera ini, memang betul kami belum sempat mampir ke air terjun itu om.. karena keteratasan waktu yang benar2 mepet... InsyaAllah suatu hari nanti kami akan sempatkan mampir, semoga kesampaian... dan ketika Foto2 kami saya posting disini om akan ketawa melihat wajah2 lelah kami seperti wajah om Belasan tahun lalu itu........

:wkkk: :mky_01: :mky_02:

Terus terang saya terpacu untuk melanjutkan cerita perjalanan Keliling 1 Pulau Sumatera ini...

Terimakasih ya om @Jupatnampan

:big_peace: :big_exellent:

Oooohhh.... tidak bisa begitu omWahhhh... !!!

Ucapan TERIMAKASIH harus dari kami... segenap Pemirsa dan Pembaca Senyap di SMRT.

Terimakasih kami atas kesediaan usaha, tenaga, biaya dan waktu yang omWah luangkan untuk berbagi pengalaman melahap ribuan kilometer, memotret ratusan frame photo dan mendokumentasikan puluhan video keindahan bumi Pertiwi.

Saya doakan di Jumat penuh berkah ini, omWah sekeluarga sehat jasmani dan rohani, serta dilimpahkan kecukupan rezeki biar bisa cerita lagi di forum Es Em Er Ti.... pengalaman berseri omWah serombongan di Sulawesi.

Aaamiiiinnn.

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 16:42

Jupatnampan wrote:
08 Mar 2019, 14:36


- cut -

Oooohhh.... tidak bisa begitu omWahhhh... !!!

Ucapan TERIMAKASIH harus dari kami... segenap Pemirsa dan Pembaca Senyap di SMRT.

Terimakasih kami atas kesediaan usaha, tenaga, biaya dan waktu yang omWah luangkan untuk berbagi pengalaman melahap ribuan kilometer, memotret ratusan frame photo dan mendokumentasikan puluhan video keindahan bumi Pertiwi.

Saya doakan di Jumat penuh berkah ini, omWah sekeluarga sehat jasmani dan rohani, serta dilimpahkan kecukupan rezeki biar bisa cerita lagi di forum Es Em Er Ti.... pengalaman berseri omWah serombongan di Sulawesi.

Aaamiiiinnn.
Terimakasih Support dan DOa nya om...

:mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Salam dari Kami : Trio Kwek Kwek yang pernah menjelajahi Pulau Samosir Desember 2017...

Image

Foto by : @Mr Q

:mky_02: :mky_02: :mky_08: :mky_08:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 18:15

Lanjut Cerita.......................

Selamat Pagi dari Hotel PIA Padangsidimpuan....

Hari itu Selasa, tanggal 26 Desember 2017

:mky_02: :mky_02:


Image


Seperti biasa... pagi2 sekali stelah sholat Subuh saya selalu menyempatkan memeriksa kondisi kendaraan di Parkiran Hotel, terlebih jika parkiran hotel nya terbuka seperti di Hotel PIA ini... terlihat di Foto, Hotel ini berada tepat di pinggir jalan...dekat sekali dengan jalan raya, dan 3 kendaraan kami parkir di halaman Hotel ini. Saya sebenarnya cukup khawatir dengan kondisi seperti ini, karena menurut pemikiran saya, jika ada orang yang berniat melakukan hal2 yang tak di inginkan terhadap kendaraan kami, itu dengan dapat mudahnya kabur setelah mendapatkan apa yang dia inginkan... Tapi..sudahlah semoga tak ada manusia2 iseng yang berniat jahat kepada kita semua selama kita melakukan perjalanan...Aamiin...

:mky_01: :mky_01: :mky_01:



Image

.......dan memang hati saya merasa tenang saat mendapati 3 kendraan kami terparkir aman di Halaman Hotel dengan "ditemani" oleh 1 kendaraan D-Cab bertuliskan : POLISI ...Horeee...!!!

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Image

Image

Jam 7 pagi kami sudah bersiap untuk meneruskan Perjalanan ... kami mulai merapihkan barang2 yang semalam kami turunkan, kami kurang bernafsu pagi itu untuk melakukan sarapan di Resto hotel... rencana nya kami akan mencari Kuliner Khas di sekitar Padangsidimpuan ini, agar lebih merasakan suasana kota nya....


Image

Image

Sekejap kemudian kami sudah mulai berada di aspal kembali...

dengan Perlahan namun pasti, kami mulai menelusuri jalanan Kota Padangsidimpuan pagi hari itu..........

Rencana Perjalanan kami pagi tiu adalah menuju ke Kota Bukittinggi...

Perjalanan yang akan kami tempuh hari itu tidak terlalu jauh, hanya sekitar 7 Jam Perjalanan dengan menempuh jarak sekitar 300 Kilometer, tapi saya sudah menduga2 bahwa perjalanan kami ini akan seru dan banyak kejutan yang akan kami alami selama di perjalanan, mengingat jalur ini juga ada;ah jalur yang pertama kalinya saya lalui seumur hidur... saya, om Q dan om Sugi juga sama.. semua excited sekali... walaupun agak2 sedikit cemas hehehe...

Image

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Kota Padang Sidempuan adalah sebuah kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Location : https://goo.gl/maps/jEzEEVizG822

Kota Padang Sidempuan
merupakan kota terbesar di wilayah Tapanuli. Kota ini terkenal dengan sebutan Kota Salak karena di kota inilah para petani salak yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan (yang mengelilingi wilayah kota ini), terutama pada kawasan di kaki Gunung Lubukraya, menjual hasil panen mereka.

Image

Image

Sejarah Kota Padang Sidempuan
Nama kota ini berasal dari "Padang na dimpu" (padang=hamparan luas, na=yang, dan dimpu=tinggi) yang berarti "hamparan rumput yang luas yang berada di tempat yang tinggi." Pada zaman dahulu daerah ini merupakan tempat persinggahan para pedagang dari berbagai daerah, pedagang ikan dan garam dari Sibolga - Padang Sidempuan - Panyabungan, Padang Bolak (Paluta) - Padang Sidempuan - Sibolga.



Image


Image

Seiring perkembangan zaman, tempat persinggahan ini semakin ramai dan kemudian menjadi kota. Kota ini dibangun pertama kali sebagai benteng pada tahun 1821 oleh pasukan Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Lelo. Benteng ini membentang dari Batang Ayumi sampai Aek Sibontar. Sisa-sisa benteng peninggalan Perang Paderi saat ini masih ditemukan, walau sudah tidak terawat dengan baik. Salah satu pengaruh pasukan Paderi ini pada kota bentukan mereka ialah agama yang dianut oleh mayoritas penduduk kota ini, yaitu agama Islam.


Image


Pada zaman penjajahan Belanda, kota Padang Sidempuan dijadikan pusat pemerintahan oleh penjajah Belanda di daerah Tapanuli. Peninggalan bangunan Belanda disana masih dapat dijumpai berupa kantor pos polisi di pusat kota. Sehingga tidak heran, kalau ingin melihat sejarah kota Padang Sidempuan, tersimpan foto-foto zaman dahulu kota Padang Sidempuan di sebuah museum di kota Leiden, Belanda.


Image

Image


Geografis
Secara geografis, kota Padang Sidempuan secara keseluruhan dikelilingi oleh Kabupaten Tapanuli Selatan yang dulunya merupakan kabupaten induknya. Kota ini merupakan persimpangan jalur darat menuju kota Medan, Sibolga, dan Padang (Sumatera Barat) di jalur lintas barat Sumatera.


Image

Image


Topografi wilayahnya yang berupa lembah yang dikelilingi oleh Bukit Barisan, sehingga kalau dilihat dari jauh, wilayah kota Padang Sidempuan tak ubahnya seperti cekungan yang meyerupai danau. Puncak tertinggi dari bukit dan gunung yang mengelilingi kota ini adalah Gunung Lubuk Raya dan Bukit (Tor) Sanggarudang yang terletak berdampingan di sebelah utara kota. Salah satu puncak bukit yang terkenal di Padang Sidempuan yaitu Bukit (Tor) Simarsayang. Juga terdapat banyak sungai yang melintasi kota ini, antara lain sungai Batang Ayumi, Aek Sangkumpal Bonang (yang sekarang menjadi nama pusat perbelanjaan di tengah kota ini), Aek Rukkare yang bergabung dengan Aek Sibontar, dan Aek Batangbahal, serta Aek Batang Angkola yang mengalir di batas selatan/barat daya kota ini dan dimuarai oleh Aek Sibontar didekat Stadion Naposo.

Image

Image


Pemerintahan
Sejak pemerintahan Hindia Belanda hingga kota ini berubah menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1982, kota ini terbagi atas enam (6) wek (wijk) yakni Wek I (Kampung Marancar), Wek II (Pasar Julu), Wek III (Kampung Teleng), Wek IV (Kampung Jawa dan Kantin), Wek V (Pasar Siborang dan Sitamiang), dan Wek VI (Kampung Darek). Kemudian sejak tanggal 21 Juni 2001, berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2001, Kota Padang Sidempuan ditetapkan sebagai Daerah Otonom dan merupakan hasil penggabungan dari Kecamatan Padang Sidempuan Utara, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua, Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru, dan Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara yang sebelumnya masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada tanggal 17 Oktober 2001, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno meresmikan Pemerintah Kota Padangsidimpuan di Jakarta. Gubernur Provinsi Sumatera Utara kemudian melantik Drs. Zulkarnain Nasution sebagai Pejabat Walikota Padangsidimpuan pada tanggal 9 Nopember 2001 di Padangsidimpuan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang_Sidempuan



Image



Kami terus bergerak meninggalkan Kota Padangsidimpuan....dengan suasana cukup dramatis, karena pagi itu cuaca mendung dengan gerimis kadang turun drintik2 dan kabut tebal terlihat menyelimuti puncak2 bukit yang merupakan gugusan dari bukit barisan yang seolah mengawal perjalanan kami pagi itu...


Image


:mky_02: :mky_02: :mky_02: :mky_08: :mky_08: :mky_08:




User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 08 Mar 2019, 18:43

Image

Pada Dokumentasi Foto2 saya di Kota Padangsidimpuan banyak terdapat foto Becak Motor (Bentor) yang ditarik oleh motor Vespa..

Ada yang penasaran dengan sejarah Vespa di Kota Padangsidimpuan...?

Vespa2 ini asli buatan Italia Lho...

Beberapa link di bawah ini mungkin dapat membantu kita mengenal sejarah Vespa yang menjadi cirikhas..
di Kota Padangsidimpuan

Becak Vespa Meraja di Kota Padangsidimpuan, Ini Sejarahnya
http://medan.tribunnews.com/2016/11/19/ ... sejarahnya


Becak Vespa Hanya Ada di Padangsidimpuan
https://intisari.grid.id/read/0355723/b ... n?page=all


Becak Vespa Jadul di Kota Padang Sidempuan

https://oto.detik.com/motor/d-3796681/b ... -sidempuan


Image


Angelpesek
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 172
Joined: 19 Jan 2018, 11:05
Location: Medan
Daily Vehicle: Kia_rio

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Angelpesek » 08 Mar 2019, 20:28

di dataran tinggi pulau samosir ada spot tempat paralayang. biasanya di sepanjang jalan ada tempat untuk berhenti dan santai" klo orang sana nyebutnya penatapan. dari atas sana sih mantep viewnya kaya lukisan.

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 09 Mar 2019, 06:30

Angelpesek wrote:
08 Mar 2019, 20:28
di dataran tinggi pulau samosir ada spot tempat paralayang. biasanya di sepanjang jalan ada tempat untuk berhenti dan santai" klo orang sana nyebutnya penatapan. dari atas sana sih mantep viewnya kaya lukisan.
Nah kami belum sempat kesini om...
next time kalo ada kesempatan ke Toba lagi deh kami akan mampir ke spot ini...
:mky_02: :mky_08:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 09 Mar 2019, 07:26

Lanjut cerita perjalanan Padangsidimpuan - Bukittinggi....

Ketika saya pasang mata lebar2 mencari spot kuliner pagi di Padangsidimpuan, ternyata hasilnya nihil... ga ketemu sama sekali, maksud hati ingin mampir ke sebuah kedai kopi yang menyediakan kuliner hangat untuk isi perut di pagi yang dingin ini seperti saat di Lampung, Palembang, Jambi & Pekanbaru... di Padangsidimpuan kami tak menemukan kedai2 seperti itu.

Akhirnya kami terus bergerak meninggalkan Kota Padangsidimpuan... dan..........

Keseruan pertama pagi itu dimulai... yaitu saat kami menemukan banyak kios buah2an yang diatas diatas kios nya lengkap dengan buah2an asli dari pohon nya... walau hujan gerimis masih turun cukup deras, saya ajak om Sugi dna om Q melipir... jadi pagi itu kami jajan buah.. bahkan saya sempat mencicipi beberapa butir durian hahaha...

Image

Image

Image

Image

:mky_02: :mky_02:

Setelah selesai icip2 buah2an di spot itu..kami kembali bergerak... dan setelah 1 jam perjalanan tibalah kami di Siabu..

Siabu merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumatera Utara

Disini becak nya sudah tidak lagi ditarik oleh motor vespa, melainkan motor honda.. setidaknya saya lihat dari beberapa foto yang berhasil saya abadikan pagi itu...

Image

Image





Image

Image




Nah tidak jauh dari Siabu ini, kami mulai memasuki Wilayah Madina atau Mandailing Natal....dan bertemu sebuah spot keramaian lagi, seperti sebuah pasar dengan banyak kios dan toko di kiri kanan jalan... naluri kuliner saya pun kembali muncul karena perut sudah mulai protes belum di isi..





Saat itu saya lihat sebuah SPBU di sisi kiri jalan, dan kami berniat untuk mampir untuk ke Toilet, sedangkan bahan bakar kami masih penuh jadi kami tidak isi bahan bakar di SPBU ini..

Image

Disitulah saya mulai bergerilya, mencari informasi... dimanakah kami bisa menikmati kuliner khas daerah sini...

Pertama saya bertanya kepada seorang laki2 berusia agak muda yang ada di sekitar SPBU, tapi hasilnya : dia sendiri tidak tahu...

Kedua, saya lihat ada petugas SPBU yang berumur sudah agak tua... saya sedikit yakin beliau sudah lama bermukim di Kota ini, pasti hafal seluk beluk kota ini.... dan memang benar, beliau memberikan infomasi bahwa di depan akan ada Restoran yang sangat terkenal di Kota ini.. namnya : Rumah Makan Pondok Paranginan

Masih menurut Bapak ini..sebenar nya ada 2 Rumah makan, cabang nya bahkan ada dekat sini tapi si Bapak mengarahkan kami agar ke Pusat nya saja..itulah Rumah makan yang pertama disana... setelah saya yakin akan posisi nya yang katanya ada di kanan jalan.. dekat sebuah tugu yang jalan nya agak melingkar..nanti kami harus masuk ke sebuah jalan ke arah kanan...akan bertemu Rumah makan yang dimaksud.. : Rumah Makan Pondok Paranginan

Akhir nya kami mulai bergerak kembali, tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas informasi nya kepada Bapak tua yang bertugas di SPBU tadi..

Sempat berhenti untuk foto2 disebuah gerbang Kabupaten Mandailing Natal yang pagi itu matahari cukup terang sehingga saya kesulitan mengambil gambar karena silau...

Kabupaten Mandailing Natal juga sering disebut dengan Madina adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten Mandailing Natal berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat.

Image

Image

Setelah Foto2...kami kembali bergerak... mancari Rumah Makan Pondok Paranginan yang akan kami jadikan tempat sarapan pagi itu...engga sabar saya ingin segera tiba..dan ingin tahu bagaimana situasi serta rasa dari makanan nya... alasan, padahal sih emang saya sudah lapar sekali hehehe...

Image


:mky_01: :mky_01: :mky_01:

Sekitar 1 Kilometer sebelum kami tiba di Rumah makan yang kami tuju......

kami melalui jalan yang saat itu dipenuhi oleh banyak sekali santri... pas sekali saat santri bubar....kami lewat...

Ternyata sebuah Pondok Pesantren ... bernama : Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru

Location : https://goo.gl/maps/6NmkdUXR6yr


Image

Image

Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru merupakan salah satu pondok pesantren yang terletak di kabupaten Mandailing Natal dan berlokasi di desa Purba Baru, Lembah Sorik Merapi, Mandailing Natal. Merupakan salah satu pesantren tertua di pulau Sumatera dengan usia sekitar 1 abad dan telah banyak mencetak ulama di Indonesia.





Image

Sejarah Berdiri Pesantren Purba Baru


Ponpes Musthafawiyah yang lebih dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru didirikan pada 12 November 1912 oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily. Pesantren ini berlokasi di kawasan jalan lintas Medan - Padang , desa Purbabaru Kabupaten Mandailing Natal , Sumatera Utara, Indonesia. Awalnya pesantren ini didirikan di Desa Tanobato, Kabupaten Mandailing Natal. Karena Tanobato dilanda banjir bandang pada tahun 1915, Musthafawiyah dipindahkan oleh pendiri ke Desa Purba Baru hingga kini .






Sang pendiri dan pengasuh pertama, yang belajar ilmu agama selama 13 tahun di Makkah itu, meninggal pada November 1955. Pimpinan pesantren berpindah kepada anak lelaki tertuanya, H. Abdullah Musthafa.

Image

Image

Pada tahun 1960 dibangun ruang belajar semipermanen. Pada tahun 1962, ruang belajar yang dibangun dari sumbangan para orang tua santri berupa sekeping papan dan selembar seng setiap orangnya ditambah tabungan H. Abdullah Musthafa Nasution. Bangunan ini diresmikan Jenderal Purnawirawan Abdul Haris Nasution. Para santri putra dilatih kemandiriannya dengan membangun pondok tempat tinggal mereka. Ribuan pondok yang terhampar di Desa Purbabaru ini menjadi pemandangan unik di jalan lintas Sumatera. Lama pendidikan selama 7 (tujuh) tahun di ponpes ini.

Image

Para alumni banyak bertebaran di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Jambi. Di antara mereka ada juga yang melanjutkan studi ke Mesir, Suriah, Yordania, Yaman, India, Makkah, Maroko, Sudan, Pakistan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pe ... Purba_Baru


:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Satu Kilometer kemudian.... tibalah kami di sebuah jalan agak melingkar berbelok ke kiri, dan di tenagh2 lingkaran itu ada sebuah taman bermana : Taman Jam Godang Jembatan Merah


Location : https://goo.gl/maps/JCSmS7pe3Tk

Dari jalan memutar itu kami tidak ikut belok kiri, melainkan kami masuk ke kanan.. ke sebuah jalan keluar dari jalur utama sesuai arahan Bapak di SPBU tadi... hanya berjarak sekitar 250 meter tibalah kami di :

Rumah Makan Pondok Paranginan


Location : https://goo.gl/maps/DjAmLHX1xtH2

Image





Image

Image





Ternyata memang benar... Rumah makan ini cukup unik... ada sebuah sungai deras di belakang nya lengkap dengan Jembatan Merah Kayu Laut yang kami jadikan objek untuk foto2 pagi itu...sementara menunggu hidangan yang kami pesan datang... masakah disini adalah masakah khas Madina atau Mandailing Natal...

Sekarang saya baru faham kenapa Bapak di SBPU ini menyarankan kami singgah ke Rumah Makan ini...





Makan disini bukan hanya dapat menikmati hidangan khas Madina nya sja, tapi juga bisa menikmati suasana alam yang benar2 khas...

Sangat Recomended untuk teman2 mencoba nya singgah disini... :mky_02:


Image

Image

Image


Image

Image

Image

Image

Image

Dan tak lupa saya juga menikmati Kopi Mandailing yang terkenal itu........
sambil menikmati udara sejuk di pinggir sungai yang air nya mengalir dengan deras sekali..
menimbulkan suara gemuruh yang membuat suasana makin asik...

:big_exellent: :big_exellent:

Image

Setelah makan dan piknik ala Rumah makan berjembatan sungai deras ini, kami bersiap untuk meneruskan Perjalanan kembali menuju Kota Bukittinggi, Hmm... masih jauh nih... masih sekitar 200 Kilometer dengan melalui rute Panorama Alam indah Sumut - Sumbar... bakalan ngga akan bisa cepat2 sampai, karena kami pasti brenti2 untuk Foto & Video.. hehehe...

Oke .... 7 Jam lagi kami tiba di Bukittinggi... :mky_01: :mky_02:

Image

Image





:mky_02: :mky_02: :mky_08: :mky_08:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 10 Mar 2019, 11:44

Kami mulai bergerak kembali ..... menyusuri Jl. Lintas Barat Sumatera...

Dari titik Kayu Laut, Panyabungan Selatan, Mandailing Natal menuju ke Bukittinggi via Nopan....

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Image

Image

Image

Image

Image

Image


:mky_08: :mky_08: :mky_08:



Di jalur ini kami benar2 disuguhi jalur hijau... karena melalui banyak sekali hutan yang lebat dengan view Gunung, sawah, perkebunan, sungai dan hanya melewati beberapa spot pemukiman saja... selebihnya alam menghijau yang menemani perjalanan kami sepanjang sekitar 200 kilometer ...

Kondisi Jalan Aspal nya pun termasuk baik, terawat dengan marka jalan lengkap...sementara kontir jalan nya turun-naik dan berkelok2 tak ada habis nya...benar2 jalur Sutera untuk yang hobby menyetir ..piknik Road trip... hehehe..








Image

Image

Image

Image

Image











Image

Image

Image

Image

Image

Image

Sampai tibalah kami di Perbatasan Sumatera Timur....menuju Gerbang SUmatera Barat...

Disini kami berhenti untuk mengabadikan Moment... Foto2 & Video...

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Image

Image

Image

:mky_02: :mky_01: :mky_08:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4078
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 23 Mar 2019, 17:11

F 272 wrote:
10 Mar 2019, 11:44
Kami mulai bergerak kembali ..... menyusuri Jl. Lintas Barat Sumatera...

Dari titik Kayu Laut, Panyabungan Selatan, Mandailing Natal menuju ke Bukittinggi via Nopan....

:mky_02: :mky_02: :mky_02:


- cut -


Sampai tibalah kami di Perbatasan Sumatera Timur....menuju Gerbang SUmatera Barat...

Disini kami berhenti untuk mengabadikan Moment... Foto2 & Video...

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Image

Image

Image

:mky_02: :mky_01: :mky_08:


:mky_02:













:mky_02:






Saya masih harus mencoba mengingat2 kembali kisah perjalanan keliling 1 pulau Sumatera ini dengan cara membuka kembali folder2 foto dan video yang saya simpan rapih dalam Harddisk drive berukuran 2 TB, dari situlah saya bisa melihat urutan2 perjalanan serta kejadian apa yang saat itu kami lalui, lalu saya kombinasikan melihat Google maps, sehingga kembali saya bisa mengukur jarak yang kami tempuh saat itu...


itulah makanya saya tidak bisa menulis secara mudah misal hanya menggunakan handphone sambil tidur2an di kasur atau santai di sofa seperti yang biasa saya lakukan dikala santai... ini harus saya lakukan dengan melihat berbagai data dari beberapa folder foto-video, jadi mau tidak mau saya harus melakukan nya di PC core i7 lawas di ruang kerja saya di rumah....

:mky_01: :mky_02:

Oke... Lanjut cerita....................

setelah kami berhenti foto2 di sebuah gerbang perbatasan SUMATERA UTARA dengan SUMTERA BARAT.. kami terus melaju meliuk2 di jalan yang berkontur turun naik melintasi berbagai pemandangan indah yang didominasi hutan yang menghijau...dengan gugusan bukit barisna yang sering sekali terlihat di kejauhan sepanjang perjalanan saat kami melintasi area terbuka... alam SUmatera Barat ini sangat khas sekali, dengan hutan lebat nya yang hijau...

Kami sempat melewati sebuah Tugu bernama : Tugu Tuanku Rao
Location : https://goo.gl/maps/DUor4p8YwcP2

Artinya kami sudah memasuki wilayah Kabupaten Pasaman - SUmatera Barat

Sedikit Sejarah Tugu Tuanku Rao....
Tuanku Rao merupakan salah satu panglima Perang Padri yang tangguh, dengan gigih melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda di wilayah Pasaman, Kotanopan, Padang Lawas, hingga Padang Sidempuan. Setelah pasukan Belanda menaklukan Matur dan Lubuk Sikaping, pada bulan Oktober 1832 Rao berhasil ditaklukan. Letnan Bevervoorden, seorang komandan pasukan Belanda, menemui Tuanku Rao dan membujuknya agar menyerah. Dalam pertemuan itu, Tuanku Rao berdalih akan pergi haji dan menyerahkan kembali pimpinan pemerintahan Rao kepada mertuanya, Yang Dipertuan Rao.

Setelah pertemuan itu, Tuanku Rao menarik diri dan bersembunyi di dalam hutan. Namun semangat yang dibawakan Tuanku Tambusai yang baru saja pulang dari Mekkah, menyemangatinya untuk terus berjuang melawan Belanda. Untuk memuluskan penyebaran paham Paderi ke tanah Batak, Tuanku Rao melakukan penyerangan terhadap pertahanan Belanda di Air Bangis. Pada tanggal 29 Januari 1833, Tuanku Rao dihadang pasukan Belanda. Perlawanannya dapat dipatahkan, dan dia menderita luka berat akibat dihujani peluru. Kemudian dia dinaikkan ke atas kapal untuk diasingkan. Belum lama berada di atas kapal, Tuanku Rao menemui ajalnya. Diduga jenazahnya dibuang ke laut oleh tentara Belanda.

SUmber : https://id.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Rao

Lanjut kami juga melewati Kota Tapus... Location : https://goo.gl/maps/waJWcrWY5eS2

Disekitar jalan dan daerah yang saya sebut diatas tadi... saya melihat di jam digital waktu menunjukkan jam 1 siang, udara masih terasa panas menyengat siang itu...kami lewati sebuah spot pasar dengan daerah bernama SOntang di Kota Tapus.. tapi 30 menit kemudian cuaca mulai berubah drastis dengan turun nya hujan cukup deras, dan kami pun kembali masuk ke area hutan lebat dengan kondisi jalan aspal cukup baik dan marka jalan lengkap... dan saya berhitung bahwa dari titik ruas jalan itu 4 jam lagi kami akan memasuki Kota Bukittinggi.

Dari spot hutan lebat, kami kembali menemuka peradaban hehehe... mulai banyak rumah2 penduduk kembali, dan ini masih di daerah Pasaman..
Lalu kami mnelewati satu daerah bernama : Panti .... Location : https://goo.gl/maps/28HzC9U8EvN2

Saat melintasi daerah Panti ini, sudut mata kiri saya sempat menangkap sebuah spot berupa Bendungan air yang cukup besar dan sepi... saat itu kondisi masih hujan cukup deras, dan tiba2 di Radio terdengar suara om Q yang menanyakan :

Apakah kita akan melakukah perhentian untuk rehat sejanak memasak kopi atau makanan ringan di ruas jalan ini..?


Saya langsung saja reflek mengusulkan untuk putar balik ke Bendungan air yang tadi sempat saya lihat sekejap....

Om Q dna om Sugi pun setuju... kami pun mulai putar balik karena jaraknya belum terlalu jauh di belakang.. setelah kami berputar arah, dan bergerak sekitar 500 meter, kami mulai memasuki sebuah Bendungan AIr di sisi kanan jalan...

Ya sebuah bendungan air yang indah dan cukup sepi...


Image


Tapi saat kami ber 3 mobil emmasuki area Bendungan itu......tiba2 saja hujan bertambah deras dan lebat sekali... padahal awalnya tidak terlalu deras... nah saat itu kami memutuskan untuk menunggu hujan reda dahulu sambil menikmati alam di sekitar bendungan pintu air / irigasi tersebut...

Saat itulah saya ber inisiatif untuk mencari spot terbaik agar mobil kami bisa terparkir secara berjajar bersama 3 mobil ..bagus untuk foto dan acara memasak ...

Nah.. sata saya berputar2 di area itu, karena hujan masih cukup deras, tiba2 saja mobil yang saya kendarai miring dan kehilangan keseimbangan... OMG.. ternyata ban VRZ F272 masuk ke dalam sebuah parit yang cukup dalam...

:big_dunno: :big_dunno: :big_smile] :big_smile] :big_bored: :big_bored:

Sementara di luar hujan masih deras, dan om Q yang melihat kejadian langsung berteriak via Rakom :
Oom jangan diteruskan Om..!!! itu ban mobil om sudah masuk parit yang dalam...!!

:big_comfort: :big_cry: :mky_04: :mky_01:









Akhir nya beberapa menit kemudian hujan mulai reda sedikit... proses evakuasi pun mulai di lakukan oleh om Q, sementara penumpang semua keluar sambil hujan2an menggunakan jas hujan dan payung... dalam hitungan menit, evakuasi selesai dan kami lanjutkan dengan acara masak2 siang hari menjelang sore itu...

:mky_02: :mky_02: :mky_02:



Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image



:mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou:

Post Reply