SerayaMotor.com

Indonesian Automotive Discussion Forum
It is currently 22 Oct 2014, 19:09

All times are UTC + 7 hours





Post new topic Reply to topic  [ 87 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4  Next
Author Message
PostMessage posted...: 21 Sep 2004, 09:30 
Offline
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic

Joined: 19 Jul 2004, 10:32
Posts: 45
BBM kijang Innova katanya bisa bensin premium, klaim dari sales toyota ktanya kalau dalam kota 1:10, kalau luar kota 1:15, tapi kalau menurut autobild katanya dlm kota 1:8,9, kombinasi 1:12, bagaimana kenyataanya ? ada yg udah punya/dapat Innova ? Konsumsi dalam artian di sini bila mobil dikendarai dengan normal, tidak digeber gasnya, tidak sering ngebejek gas, dll.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 21 Sep 2004, 09:59 
Offline
Visitor
Visitor

Joined: 14 Sep 2004, 13:52
Posts: 2
yang matik dalam kota rata-rata 5,3 km/l, (saya sudah test drive type V). Jangan percaya omongan salesnya harus dibuktikan dulu.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 21 Sep 2004, 12:08 
Offline
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer

Joined: 07 Jun 2004, 09:38
Posts: 917
My Goodness ! Apakah angka 5.3 km/l typing errornya bung d1d1k ? Angka itu totally unacceptable untuk mobil modern kan ?

Serena saya paling buruk saja dapat 8 km/l. Mungkin kalau Innova pakai Pertamax akan much better, or maybe not ?

Thats why saya pernah bilang, the cheapest initially may not be the cheapest ultimately. Jadi Innova pakai Premium at 5.3, saya pakai Pertamax at 8, akhirnya siapa yang lebih boros uang bensin ?

Hard to believe mesin VVT-i modern seperti itu. Artinya ngak beda jauh dong ama Kapsul 2000 cc yang boros itu ? Mau bilang rusak juga ngak mungkin. Kan Innova itu baru saja lahir dari pabrik Toyota. I wonder why ?

Bisa kah bung D1d1k ceritain kasusnya dan cara ukurnya lebih detail ? habis susah percaya angka 5.3 ini. Jika benar, somethings wrong with the new VVT-i engine, atau bensinnya di tangki mutunya parah banget. Tapi jika mutunya jelek banget, seharusnya performa mesinnya pasti berasa turun dong ? Waktu anda test, performancenya gimana ?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 21 Sep 2004, 13:11 
Offline
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic

Joined: 05 Aug 2004, 14:48
Posts: 96
Quote:
yang matik dalam kota rata-rata 5,3 km/l, (saya sudah test drive type V).


:shock: :shock: :shock: :shock: :shock: :shock:

Ini Kijang atau Ferrari ? :lol:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 21 Sep 2004, 20:33 
Offline
Visitor
Visitor

Joined: 14 Sep 2004, 13:52
Posts: 2
saya sendiri kurang yakin 5,3 itu valid, tetapi itu angka yang ditunjukkan oleh MID nya, bahkan saya sudah reset sampai 3 kali keluarnya tetap 5,2 - 5,3 km/l. Saya kira kondisi mesinnya bagus, tarikannya untuk mobil matik lumayan responsif, lebih responsif dari odyssey yang 2300cc. mungkin kondisi jalan yang naik turun juga ikut andil (saya test drive di Semarang). Memang akhir-akhir ini banyak SPBU di Semarang yang kualitas premiumnya jelek! Ada satu SPBU yang sudah kena razia. Perkiraan saya kalo yang manual mungkin tidak seboros itu.....mungkin ada yang pernah coba..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 22 Sep 2004, 08:30 
Offline
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic

Joined: 19 Jul 2004, 10:32
Posts: 45
ya kalau memang MID (Multi Information Display) yg mengatakan bahwa konsumsi BBM-nya 5,3 km/l, penyebabnya bisa dari bermacam-macam, mungkin saja dari kesalahan sensor Onboard Computer-nya (salah perhitungan sensor konsumsi BBM-nya).


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 22 Sep 2004, 12:01 
Offline
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic

Joined: 25 Aug 2004, 21:47
Posts: 47
d1d1k wrote:
yang matik dalam kota rata-rata 5,3 km/l, (saya sudah test drive type V). Jangan percaya omongan salesnya harus dibuktikan dulu.


Kalau sampai 5,3km/l ada kemungkinan mesinnya bukan VVT-i tetapi mesin Toyota Hardtop....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 00:01 
Offline
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
User avatar

Joined: 15 May 2003, 23:12
Posts: 9468
Location: Indonesia
Harus di cross check lagi tuh untuk membuktikan hasil konsumsi BBM Kijang INNOVA baru. Mengingat hasilnya berbeda2 lumayan jauh spt itu...


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 00:25 
Offline
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic

Joined: 15 Jul 2004, 23:50
Posts: 212
Location: Jakarta
Audiophile wrote:
Quote:
yang matik dalam kota rata-rata 5,3 km/l, (saya sudah test drive type V).


:shock: :shock: :shock: :shock: :shock: :shock:

Ini Kijang atau Ferrari ? :lol:
Bukan Ferrari! Tapi Lamborghini! Apa ni mobil cc-nya besar banget yah? sebesar cc tergede di dunia yaitu 14000 cc? Padahal cc-nya cuma 2000. Tapi kenapa kayak gitu?

I hope my Suzuki APV doesn't like this car!!!!!!!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 00:27 
Offline
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic

Joined: 15 Jul 2004, 23:50
Posts: 212
Location: Jakarta
Wah, kalau kayak gitu misalkan ada Pompa Bensin di sebelah kiri jalan, tuh mobil stirnya bakalan belok sendiri ke kiri? Ajaib kan!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 07:54 
Offline
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic

Joined: 02 Apr 2004, 13:44
Posts: 68
Begini nih tipikal orang indonesia.. :lol:
Bisa beli mobil bagus2 yg harganya ratusan juta bahkan milyaran sampai kebelet termimpi mimpi, tapi buat beli bahan bakar harian aja masih perhitungan... :lol:

Pikir saya, boros enggaknya bahan bakar, emang setimpal dengan nyaman tidaknya itu mobil....


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 10:55 
Offline
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer

Joined: 07 Jun 2004, 09:38
Posts: 917
Memang jika mobilnya mahal, seharusnya ownernya ngak terlalu permasalahkan fuel consumption.

BUT ada satu exception yang menurut saya sangat penting why fuel consumption sangat penting, meskipun mobilnya Alphard V6 yang 700 juta pun, yaitu jika mobilnya keluar kota.

Kan di Indonesia di luar kota, misalnya pantura, jarak antar pom bensin lumayan jauh dan unpredictable. Nah, jika satu mobil yang 1:5 mulai nyala lampu bensinnya dan belum ketemu pom bensin terus, apakah ngak pinggin kencing di celana tuh ownernya gara gara takut mobilnya berhenti di jalan seram di pantura (apalagi malam). Bisa kena rampok, mesin rusak etc.

Saya ingat waktu kecil, lewat jalan di jawa waktu malam. Ada sebagian sama sekali ngak ada satu titik lampu pun waktu malam hari. Dan jarang sekali ada kendaraan. Jika lampu mobil di padamkan, mau lihat tangan sendiri saja hampir ngak bisa. Lewat hutan mini juga ada.

Dan saya 1-2 tahun lalu juga pernah ada pengalaman berharga. Waktu itu ke Bali, sewa Suzuki Katana. Dari Ubud saya stir mau ke taman Gajah. Wah, distancenya lebih jauh dari yang saya kira. Bensin sudah hampir habis. Stress. Mau maju ngak tahu ada pom bensin, mau mundur, sudah jelas sudah lama ngak ketemu pom bensin. Untung ngak lama lagi ada kiosk di pinggir jalan yang jual premium. Isi pakai corong. Lucky ! Kiosk macam gitu saja kadang ada kadang ngak. Hard to say.

Artinya meskipun mobil mahal, tapi jika ratio bensinya juga lumayan, artinya kalau keluar kota, Margin of Safety untuk salah hitung atau dapat daerah yang langka bensin juga makin besar dan aman.

Dan di dalam kota pun, jika harus sering isi bensin, juga merepotkan. Anyway, kecuali ccnya gede banget, jika cuman antara 1500-2500 cc dan mesinya modern (seharusnya, apalagi mobil mahal), seharusnya rationya juga bagus dong. Emang seperti mesin tahun 1960-70s yang ayah saya bilang bisa 1:3 sampai 5. Mesin modern macam apa jika begitu boros ?


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 12:03 
Offline
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic

Joined: 19 Jul 2004, 10:32
Posts: 45
saya sangat sependapat dengan szli, saya ingin menambahkan dari szli, sebetulnya orang ingin mempunyai mobil yg irit bukan karena alasan biaya saja tetapi juga dari efisiensi waktu, contohya jika mobil boros BBM maka mobil tersebut semakin sering ke SPBU untuk mengisi BBM, maka yg terjadi adalah semakin waktu banyak waktu yg kebuang hanya untuk mengisi BBM saja, bayangkan bisa saja sehari sekali mengisi BBM karena alasan konsumsi BBM mobil boros, Contoh kasus lain, seorang presiden mempunyai mobil dinas yg harganya misal Rp.1 M lebih, tapi konsumsi BBMnya boros, maka bisa2 presiden tersebut harus bolak-balik ke SPBU, bisa dibayangkan,betapa banyak waktu yg kebuang !!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 16:02 
Offline
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
User avatar

Joined: 27 Jul 2004, 21:03
Posts: 873
Sangat setuju sekali dengan Mr. Desy. :e-clap: Contohnya Serena saya, maksimal setiap 450 km sudah harus ke pom bensin, dibandingkan sedan saya bisa sampai 700km!! Akibatnya apa, dengan Serena saya kadang harus mengisi bensin lebih dari sekali seminggu. Itu salah satu poin negatif untuk Serena.

Menurut saya mobil boros bensin dikit masih ngak fatal, asalkan di kompensasi dengan tangki yang besar. Saya pernah punya mobil opel blazer, setiap 300-san km harus ke pom bensin, menjengkelkan sekali! Itu juga kenapa saya ngak pernah consider CRV, tangkinya hanya 50l, dibandingkan X-Trail 60l.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 23 Sep 2004, 23:28 
Offline
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic

Joined: 22 Aug 2004, 02:46
Posts: 433
Teman2 tadi sore saya baru test drive V A/T di Auto2000.
Berikut hasil testnya:

1. Ketika baru jalan kurang lebih 100 meter, angka di MID menunjukkan angka 5,3 km/l.
karena saya sudah lihat hasil testnya bung didik, saya langsung bilang ke salesnya, kok boros banget, sama seperti hasil test di Semarang.
Dia juga bingung, akhirnya saya pikir harus di reset dahulu, maka saya berhenti dipinggir jalan, kemudian si sales mereset, dan mobil saya matikan dulu lalu saya start lagi.
Ternyata setelah berjalan lebih kurang 100 meter MID menunjukkan 6,1 km/l, dan saya bawa secara normal saja dengan kecepatan rata2 60-70 km/jam, angka MID naik terus sampai maximal 8,2 km/l ngak pernah lebih lagi.
Kemudian saya coba berakselerasi ber kali2 dengan kickdown, MID turun ke angka 7 km/l terus ke 6 km/l.

2. Handling cukup mantap.

3. Perpindahan gigi smooth.

4. Akselerasi cukup baik.

5. Ketika di tengah jalan, teman mau coba drive juga, maka saya pindah kebelakang, ternyata dibaris kedua dan ketiga jika orang dewasa duduk ditengah kurang nyaman.
Joknya terlalu tebal, sehingga kita jadi duduk terlalu tinggi,
dan tidak bisa bersandar dengan nyaman.

6. Selama teman drive, mencoba kickdown, melalui jalan berlubang dan segala macam, saya yang dibelakang bisa merasakan bantingannya sedang2 saja.

Selesai test drive angka MID menunjukkan 6,2 km/l.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 24 Sep 2004, 08:19 
Offline
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic

Joined: 19 Jul 2004, 10:32
Posts: 45
Thanks hdrw atas reviewnya, mungkin display konsumsi BBM yg ada di MID itu cuma estimasi/perkiraan, bukan keadaan sebenarnya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 24 Sep 2004, 09:31 
Offline
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer

Joined: 07 Jun 2004, 09:38
Posts: 917
Yang beli Innova V nanti, saya anjurkan jangan sering lihat MID itu. Memang banyak owner mau tahu rationya berapa, tapi sangat distracting. Bahaya nanti. Untung Serena saya ngak ada MID, paling saya ukur manual sendiri. MID memang bagus, tapi ngak boleh sering lihat, apalagi kalau lagi stir.

Angka 5-6 pikir pikir wajarlah. Kan pakai Premium. Ibaratnya Serena saya pakai Pertamax mirip kasus orang rokok tipe high nicotine. Sedikit sudah puas.

Tapi saya juga dengar, orang yang isep low nicotine rokok akhirnya perlu lebih SERING rokok untuk mencapai kepuasan yang sama. Jadi its all about the same.

Mungkin Premium / Pertamax mirip Low / High Nicotine rorok. Saya bukan smoker. Mungkin teman yang rokok bisa sharing ?

Saya feel bahwa jika Innova V pakai Pertamax dan ECUnya di set lagi, mungkin angkanya bisa naik ke 8-9 juga. If not, artinya VVT-inya ngak modern.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 24 Sep 2004, 15:38 
Offline
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
User avatar

Joined: 27 Jul 2004, 21:03
Posts: 873
Teman teman,

Pengalaman saya dengan mileage computer (MID) adalah dia kurang akurat, dan cenderung overestimate km/l dari yang sesungguhnya. Metode yang saya lakukan adalah begini (mungkin kalau keliru bisa dikoreksi):

Setiap isi bensin harus full tank, dan pada waktu itu direset mileage computer dan odometer. Kemudian pada waktu pengisian bensin lagi, saya catat angka di odometer dan dibagi dengan jumlah pengisian (ke full tank lagi), sehingga dapat rata rata km/l. Ketika angka perhitungan manual ini saya cocokan dengan angka di mileage computer, selalu lebih rendah (lebih boros), bahkan selisihnya bisa mencapai 20% lebih.

Saya tidak tahu kenapa bisa beda begitu, apakah karena asumsi2 yang dipakai mileage komputer berbeda dengan kondisi di indo (misalnya cuaca, mutu bensin), atau bagaimana?

Dalam kasus Mr. Desy n Mr. hdrw justru sebaliknya. Angka di mileage computernya malah jauh lebih rendah dari yang diklaim TAM. :roll: Ya sementara hanya TAM yang bisa menjawab pertanyaan ini.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 24 Sep 2004, 15:59 
Offline
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic

Joined: 19 Jul 2004, 10:32
Posts: 45
ya betul, karena memang terkadang perhitungan secara manual spt yg dilakukan oleh observer ini lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan secara computerized, dan lebih dipercaya perhitungan manual, saya punya contoh perhitungan suara pemilu dilakukan dengan dua cara yaitu perhitungan dengan komputer dan perhitungan manual, tapi perhitungan yg valid perhitungan yg manual. walaupun memang perhitungan yg manual lebih lama dibandingkan dgn perhitungan computerized.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 24 Sep 2004, 22:36 
Offline
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic

Joined: 22 Aug 2004, 02:46
Posts: 433
Menurut kompas, konsumsi bensin Innova A/T 1:10
Apa mereka test secara manual? kok beda dengan MID?
Sayang mereka tidak menyebutkan dasar perhitungannya (manual or MID).


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 26 Sep 2004, 01:12 
Offline
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
User avatar

Joined: 29 Jul 2004, 18:09
Posts: 2297
namanya teknologi jgn dipercaya 100%, kalo mau lbh yakin pake cara manual, dan diulang 3-4 kali pengisian bensin. Dari situ bisa ketahuan rata2nya. Lain kijang , lain lg dgn city ,yg diklaim bisa 30an km/l, apa mgkn? Buktikan aja sendiri. Nyatanya kan keluar yg vtec krn yg idsi gak irit amat kok kalo di bw scr normal. Satuhal lg, jgn samain MID yg di kijang sama dgn mbl Volvo dan BMW, ya jelas lain dong keakuratannya. Walaupun volvo atau bmw pun bisa terjadi kekurang akuratan. So terima apa adanya.

_________________
Image


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 26 Sep 2004, 12:45 
Offline
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic

Joined: 15 Jul 2004, 23:50
Posts: 212
Location: Jakarta
szli wrote:
Dan saya 1-2 tahun lalu juga pernah ada pengalaman berharga. Waktu itu ke Bali, sewa Suzuki Katana. Dari Ubud saya stir mau ke taman Gajah. Wah, distancenya lebih jauh dari yang saya kira. Bensin sudah hampir habis. Stress. Mau maju ngak tahu ada pom bensin, mau mundur, sudah jelas sudah lama ngak ketemu pom bensin. Untung ngak lama lagi ada kiosk di pinggir jalan yang jual premium. Isi pakai corong. Lucky ! Kiosk macam gitu saja kadang ada kadang ngak. Hard to say.
Saya juga punya pengalaman kayak Bung szli. Saya juga pernah kehabisan bensin di jalan Trans Lintas Sumatra di Jambi antara Bangko-MuaraBungo. Pas di Bangko saya perkirakan ada pompa bensin antara dua ota itu. Tapi setelah 3/4 jalan tersebut saya keringetan. Nggak ada pompa bensin sama sekali. Bensin saya tinggal segaris tipis. Dan setelah hampir memasuki Kota MuaraBungo, yah sekitar 10-15KM tetep Pompa Bensin nggak ada. Padahal saya melihat sudah banyak rumah penduduk, bukan hutan lagi, bisa dibilang itu udah masuk kota. Akhirnya 5KM menjelang MuaraBungo, untungnya saya melihat kios kecil yang menjual bensin. Sebenernya saya juga takut ngisi bensin di kios itu, takut bensinnya nggak murni. Tapi apa boleh buat, terpaksa daripada tuh mobil mogok di tengah jalan terus saya dorong, mendingan saya beli bensin aja di tempat itu.

Saya akhirnya kapok. Kalau nanti berperjalanan jauh lagi, misalnya bensinnya udah di tengah garis, nanti saya akan langsung isi.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 26 Sep 2004, 12:54 
Offline
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic

Joined: 15 Jul 2004, 23:50
Posts: 212
Location: Jakarta
szli wrote:
Saya feel bahwa jika Innova V pakai Pertamax dan ECUnya di set lagi, mungkin angkanya bisa naik ke 8-9 juga. If not, artinya VVT-inya ngak modern.
Ngomong-ngomong VVT-i, kalau nggak salah itu yang dipakai di Toyota Vios juga ya? Dari hasil yang dilakukan majalah AutoBild VVT-i nya Toyota Vios paling irit dibanding rivalnya. Malah Honda All New City aja yang pake i-DSI yang diklaim irit sekali, masih kalah ama VVT-i nya Toyota Vios.

Kalau gitu, masa Toyota Kijang Innova yang pakai VVT-i masa nggak irit? Apa mungkin karena Toyota Vios 1500cc dan Toyota Kijang Innova 2000cc? Tapi bedanya jauh banget! Toyota Vios sekitar 20-an KM/Liter ( Daku bener nggak? Kalau salah betulin yah! ) masa kijang cuma 8 KM/Liter? Bedanya jauh amat!


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 26 Sep 2004, 15:28 
Offline
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic

Joined: 22 Aug 2004, 02:46
Posts: 433
Kalau ada waktu luang, kapan2 saya mau test drive Innova lagi dgn lebih akurat.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostMessage posted...: 26 Sep 2004, 18:53 
Offline
Newbie
Newbie

Joined: 12 Sep 2004, 03:26
Posts: 12
hallo,

saya nggak percaya kalo sampe 5 km per liter,
coba tolong diperhatikan, kalo di eropa petunjuk board computer untuk konsumsi BBM itu berskala (liter/100km).
Jadi kalo tertera 6 berarti 100km/6l = 1l:16km.

Mungkin elektroniknya buatan luar kali :-)
Itu mesin baru toyota, nggak mungkin boros, minimal 1:12 (hasil rata-rata).
Gimana dengan dieselnya udah ada yang test drive belom?, diesel harusnya lebih irit mesinnya.


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 87 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4  Next

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 10 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB® Forum Software © phpBB Group
Hosting by SerayaHost.com - SerayaGroup.com