SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Segala motor tipe scooter (Mio, Kymco, Vespa, Vario, dll).

Moderators: Ryan Steele, sh00t, r12qiSonH4ji, avantgardebronze, akbarfit

leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

Nah, sekarang malah baru ada kesempatan buat review Motor sendiri, Yamaha Xmax 2023. Padahal motor ini sudah mendarat di carport sejak bulan Februari lalu.
Berawal dari keinginan untuk memulai lagi motoran, tapi inginnya motor yang proper. Yang masih terlihat "pantas" ketika dibawa ke lokasi pekerjaan, bertemu dengan klien atau bahkan ketika diajak motoran bareng dengan relasi kerja.
Setelah audisi beberapa calon motor, satu-satunya pilihan jatuh kepada Xmax ini. Posisi duduk nyaman dan sangat lega bisa muat bonceng bertiga anak. Jadi berangkat kerja bisa sekalian antar kedua anak saya ke sekolah.

Singkat cerita, datanglah motor ini pada bulan Februari 2023.

Image

Kesan pertama yang saya liat dari motor ini adalah Besar dan Berat!

Dan benar saja, ketika saya mencoba menaiki motor ini dalam keadaan statis memang terasa beratnya. Dengan dimensi sebesar itu dan bobot 180kg benar-benar menyusahkan ketika kondisi diam. Saya yang tinggi 173cm awalnya cukup percaya diri, dalam hati saya ah seberapa susahnya sih skuter 250cc ini?
Ternyata pas dicoba, berhasil membuat saya jinjit dan membutuhkan penyesuian yang cukup lama.
Pada saat tulisan ini dibuat, sudah 2700km saya lalui bersama Xmax Connected ini. Walaupun belum sampai dipakai untuk touring jauh, tapi sudah lumayan sering dipakai riding 100km sekali jalan.

Impresi Kekurangan dan Kelebihan yang saya rasakan dari motor ini adalah sebagai berikut:

KEKURANGAN:

1. Power bawah tidak terasa menjambak. Kalau mau dibilang lemot enggak juga ya, mungkin lebih ke arah power deliverynya yang halus. Di pelintir gas tidak terasa tarikan yang sampe mendorong badan, tapi nengok ke speedometer loh kok sudah lari 70-80kpj. Beda rasanya kalau dibandingkan ngegas Mio misalnya, terasa banget tarikannya tapi ketika ngintip speedometer masih di angka 40kpj

2. Mesin lumayan Panas! Pada Xmax Connected ini tidak terdapat penunjuk suhu coolant berbentuk Bar, tapi langsung informasi berupa angka. Pada kondisi jalan normal, suhu biasa berada di angka 85-95c. Tapi ketika sudah mulai jalan pelan, suhu dengan mudah melewati batas psikologis 100c. Membayangkan betapa seremnya air dalam kondisi mendidih bersikulasi di dalam aliran mesin dan radiator. Ketika jalan pelan atau macet-macetan, posisi suhu udara coolant sering berada di angka 100-105c. Pada suhu 105c maka secara otomatis extra fan akan aktif. Walaupun suhu gampang naik, tapi panas tidak dirasakan sampai paha, ya karena posisi mesin berada jauh di dalam body, jadinya panas tidak terasa merambat sampai kaki. Bandingkan dengan motor-motor 250cc up yang posisi mesinnya berada di antara paha.

3. Xmax berhasil membuat orang dengan postur 173cm jinjit. Awalnya saya cukup percaya diri, ternyata pas dicoba menaiki Xmax ini malah jadi jinjit. Oleh karena jinjit dan berat ini, maka tidak disarankan untuk naik Xmax hanya pakai sendal jepit. Percayalah, memakai sendal jepit di Xmax akan memperbesar resiko jatuh atau minimal putus sendalnya.

4. Besar dan Berat. Motor ini terasa berat ketika dalam kondisi diam, beratnya mencapai 180kg lebih. Saking beratnya saya pernah ambruk 2x ketika mengeluarkan motor ini dari carport. Mengendarai motor ini disarankan diimbangi dengan latihan fisik yang memadai, supaya Core badan kita juga bisa mengimbangi. Sebab berat dan jinjit dalam kondisi statis akan membuat kita jadi makin berat untuk menahan motor ini dengan kaki.

Image

5. Rem bawaan kurang powerful. Motor Xmax ini dengan mudah membawa kita melajur 100-120kpj, dengan bobot 180kg melaju 120kpj tentu memiliki momentum yang sangat besar. Nah momentum yang besar ini sayangnya kurang bisa ditahan oleh rem standar bawaan Xmax ini. Walaupun dilengkapi dengan ABS dual channel, tapi ngerem mendadak pake Xmax ini agak ngeri-ngeri sedap.

KELEBIHAN

1. Mau dilihat dari sisi manapun Xmax ini terlihat keren dan tatapan lampunya sangar.
Image

2. Build Quality Memuaskan! Walaupun body full plastik, tapi bahan plastik yang dipakai sangat tebal, tidak terasa mleot ketika ditekan, diketuk pun terasa tebal. Hal-hal kecil pun dibuat dengan build quality yang memuaskan, saya ambil contoh di Spion (komponen yang biasanya paling sering diganti dengan variasi). Lengan spion yang digunakan terbuat dari logam tebal dan dibentuk pipih agar terkesan aerodinamis, lalu di dasarnya diberi penutuh baut spion dengan bahan karet yang sangat tebal.

3. Fitur keamanan yang memadai, sebut saja Keyless, lalu ada ABS Dual Channel dan juga TCS (traction control system).

4. Fitur Connected yang sangat membantu. Fitur connected di Xmax ini bisa dibilang cukup lengkap, selain kita bisa memantau kondisi dan history motor. Fitur connected ini dapat ditampilkan pada layar TFT LCD di bagian bawah. Fitur connected yang dapat ditampilkan pada layar LCDnya adalah, Cuaca, cek notifikasi telp (baca WA, angkat dan reject telpon masuk), scroll musik (harus menggunakan interkom atau bluetooth headset. Fitur connected ini sangat membantu jika ada telpon atau wa masuk, kita bisa mengecek tanpa harus berhenti dan mengeluarkan HP kita terlebih dahulu.

5. Terdapat GPS Garmin Street Cross. Walaupun fungsi GPS hanya sebagai mirroring dari HP kita ya, tapi fungsi GPS ini relatif membantu dalam menunjukkan arah ke tujuan kita. Tapi buat saya pribadi, penggunaan GPS oleh Garmin Street Cross ini kurang optimal jika dibandingkan dengan Google Maps. Kurangnya Point of Interest pada aplikasi Garmin Sreet Cross membuat GPS ini kurang praktis digunakan. Selain itu juga tidak terdapat kondisi real kemacetan pada jalan yang kita tuju.

6. Nyaman. Sebelum motor Xmax datang, di rumah hanya ada motor Vario 125 (seringnya dipakai tukang untuk operasional) dan motor keponakan Mio M3. Pemakaian terjauh Vario 125 itu hanya Tangerang-Bekasi Summarecon PP, itu sudah membuat pantat saya panas dan punggung pegal-pegal. Maklum semenjak berkeluarga lebih banyak naik mobil dibandingkan motor. Ketika Xmax ini datang, langsung saya coba beberapa kali ke Sentul dan Puncak PP, tidak terasa sedikit pun panas di pantat, punggung pegal dan sejenisnya. Benar-benar seperti duduk di sofa. Posisi duduk yang nyaman dan posisi kaki yang banyak pilihan membuat duduk nyaman duduk di motor ini selama berjam-jam.

7. Suspensi standar yang nyaman dan juga ban bawaan standar yang cukup. Suspensinya cukup pas, tidak terasa terlalu stiff, empuk tapi tidak membuat limbung. Yang penting naik motor ini jangan nafsu ikut-ikutan belok rebah seperti motor fairing atau motor naked. Bakal terasa limbung memang jika dibuat ngikutin belok kenceng sampe miring. Tapi jika bertemu jalan lurus, rasanya nempel banget ini motor sama bumi.

Image

8. Power yang cukup untuk berkendara jarak jauh. Motor ini bisa berakselerasi 0-100 dalam 12.5 detik dan top speed 138kpj di RPM 7000. Walaupun saya yakin banyak berkomentar, "Ah motor saya bisa lari segini, bla.bla..bla" ataupun "ah masih kalah sama motor X" . Tapi yang saya tidak peduli, tenaga motor ini udah cukup pas buat berkendara jarak jauh. Mau nyalip kendaraan tidak dibutuhkan effort yang lama, tinggal pelintir dikit langsung laju. Mau maintain speed di 100kpj ketika touring pun bisa dengan mudah dilakukan di bawah 6000 RPM.
Kaleng
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 775
Joined: 27 Aug 2009, 11:59
Location: Serpong
Daily Vehicle: Brio Dipanjangin

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by Kaleng »

mantap motor dan reviewnya om. pas ambruk bisa ditegakin sendirian gak om motornya?
Ibet
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 223
Joined: 23 Mar 2015, 07:25
Location: Bekasi, Jawa Barat

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by Ibet »

very nice and detailed review, om Leogalih.

sempet iring - iringan beberapa kali sama Xmax ini saat perjalanan pp kantor,
kalau di foto keliatannya biasa aja sizenya, tapi percayalah ini motor gede banget!

di parkiran juga langsung keliatan karena saking gedenya.
kebayang bawanya di kemacetan jabodetabek haha.

fuel consumption gimana om buat motor ini? masih oke?
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

Kaleng wrote: 17 May 2023, 08:32 mantap motor dan reviewnya om. pas ambruk bisa ditegakin sendirian gak om motornya?
Untungnya bisa om, berbekal core yang masih cukup pede sisa sering ngegym pas kuliah dulu :big_grin:
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

Ibet wrote: 17 May 2023, 08:42 very nice and detailed review, om Leogalih.

sempet iring - iringan beberapa kali sama Xmax ini saat perjalanan pp kantor,
kalau di foto keliatannya biasa aja sizenya, tapi percayalah ini motor gede banget!

di parkiran juga langsung keliatan karena saking gedenya.
kebayang bawanya di kemacetan jabodetabek haha.

fuel consumption gimana om buat motor ini? masih oke?

Laaah,,, iya Fuel Consumption malah lupa di ulas.. Post yang udah kesubmit ga bisa di edit ya? :mky_01:

Rata-rata FC yang bisa saya bukukan di range 1:32-36, pakai Pertamax. Belum sempat dibuat FC kalau long touring seperti apa, harusnya bisa lebih irit lagi ya..
hackers11
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 692
Joined: 24 Nov 2015, 12:53

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by hackers11 »

🫸🫷 dari user xmax lama.
Enak sih memang pake skuge gini. Perawatan juga relatif mudah ga kaya saingannya yg ga terlalu banyak wara Wiri (Forza) jadi part ya agak susah.
Terpenting adalah banyak cara bikin xmax jadi rendah. Ada shock depan yg per lebih pendek dari yss, potong atau diakali juga bisa.
Shock belakang juga ada versi pendek dari yss, bukan custom lagi.
Dan paling extreme beli jok yg papas dikit atau jok lama dipapas. Abis itu pede sih pastinya di jalan.

vincewonk
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 619
Joined: 27 Dec 2007, 02:33
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Gojek

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by vincewonk »

Hmm kbetulan saya udah pakai Xmax yg lama dr 2020. sudah dipakai touring jg sampai ke Krui dan Surabaya. so far motor standar, cuma ganti sok blkg, ganti oli sok depan, dan ban battlax depan blkg.
adik saya baru aj awal tahun beli yg connected. dan kemarin kita sempet tuker2an motor dr jkt ke cirata.
saya 180cm dan bobot 90kg.

- baut windshield plastik yang sering sekali patah, karena saya pakai turing dan sering kali jalan tidak mulus, total saya udah habis 12 baut windshield di motor ini dan saya simpan spare. kenapa saya ga ganti baut besi? saya ragu nanti kaca windshield saya yg rusak. solusinya windshield jangan dinaikkan dan taruh diposisi bawah, sekarang udah jarang rusak bautnya.
- Suspensi belakangnya sudutnya terlalu tegak dan di bobot saya reboundnya terlalu pelan. sudah saya stel preloadnya sampai max tapi masih terlalu lembut. Travel suspensinya pendek dan setiap kali pinggang saya kena hajar kalau lewat jalan yg bumpy. saya nikung lumayan cepat dan Akhirnya saya ganti dengan ohlins + battlax SC, tapi travel suspensi dan kemiringannya tidak solved. desainnya sepertinya mengejar bagasi yang sangat lega. Ini benar2 bikin ga enak kalau jalan jauh. Review seperti ini juga yang bikin saya dikick dari sebuah forum, semoga saya ga dikick disini :big_smile]
- Remnya sbenernya pakem koq om, cuma butuh tenaga lebih aj untuk narik remnya. karena diluar negeri ini didesain untuk learner. jadi feelnya seperti itu. MT25 dan R25 juga sama. saya pernah coba sebenarnya di xmax yg baru udah jauh lebih mending, lucunya ternyata cuma beda bentuk saya dan sekarang saya juga pakai handle rem xmax connected. kalau mau lebih empuk ga ada jalan lain, selain upgrade master rem. saya cukup pakai brake pad sintered dr galfer dan upgrade selang rem. tapi jadinya disc agak cepat habis, tapi gpp karena disc orinya murah :big_biglaugh:
- Jok yang tinggi banget dan legroom yg ngepas, lagi2 yg connected juga udah jauh lebih enak om. dia lebih tirus. tapi memang motor ini kursinya tinggi banget tp anehnya legroomnya buat selonjoran agak ngepas (misal saya bandingkan dengan nmax)
- awal2 saya suka kagok nutup tutup tangkinya yg agak aneh metodenya, pernah 2x ga rapat dan bensinnya keluar. jd harus benar2 dipaskan titiknya.

+ Partnya asli murah dan network bengkelnya, ini alasan utama saya pilih xmax. dibanding merk2 taiwan yg seperti kymco dan sym. part xmax jauh lebih murah dan mudah. FYI, part xmax mirip harganya dengan skuter taiwan kelas 150cc.
+ TCS dan ABSnya sangat menolong sekali di saat2 genting. seperti rem di jalanan berpasir dan menikung di jalan licin.
+ sokbreker depannya travelnya jauh dan enak buat nikung, terbalik dengan sok belakangnya yg mengenaskan buat saya, sok depannya sih bagus banget. travelnya jauh dan reboundnya pas.
+ bagasinya luar biasa besar, FYI, dulu saya pernah pakai maxsym 600 dan bagasi xmax jauh lebih besar dari yg 600cc. faktor desain sokbreker belakangnya yg saya komplain tadi sangat membantu kelegaan bagasinya.
+ bensin irit, saya bisa dengan gampang 1:40 di pantura. nouvo lama saya pun ga seirit xmax.
+ kolongnya lumayan tinggi jadi cukup fleksibel buat ke jalan jelek.
+ Lacinya didepan besar dan bisa dikunci satu.
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

hackers11 wrote: 17 May 2023, 09:49 🫸🫷 dari user xmax lama.
Enak sih memang pake skuge gini. Perawatan juga relatif mudah ga kaya saingannya yg ga terlalu banyak wara Wiri (Forza) jadi part ya agak susah.
Terpenting adalah banyak cara bikin xmax jadi rendah. Ada shock depan yg per lebih pendek dari yss, potong atau diakali juga bisa.
Shock belakang juga ada versi pendek dari yss, bukan custom lagi.
Dan paling extreme beli jok yg papas dikit atau jok lama dipapas. Abis itu pede sih pastinya di jalan.
Setuju dengan perawatan yang murah..

saya malah belum Pede buat mendekin Xmax ini, dengan wheelbase sepanjang ini malah takutnya jadi mentok polisi tidur body bawahnya.

ketinggian standar bagi saya masih cukup, yang penting kalau motoran pake Xmax ini harus pake sepatu aja, kalau pakai sendal susah, pas nahan motor di lampu merah atau ketika lagi mundurin dari parkiran misalnya
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

vincewonk wrote: 17 May 2023, 10:31 Hmm kbetulan saya udah pakai Xmax yg lama dr 2020. sudah dipakai touring jg sampai ke Krui dan Surabaya. so far motor standar, cuma ganti sok blkg, ganti oli sok depan, dan ban battlax depan blkg.
adik saya baru aj awal tahun beli yg connected. dan kemarin kita sempet tuker2an motor dr jkt ke cirata.
saya 180cm dan bobot 90kg.

- baut windshield plastik yang sering sekali patah, karena saya pakai turing dan sering kali jalan tidak mulus, total saya udah habis 12 baut windshield di motor ini dan saya simpan spare. kenapa saya ga ganti baut besi? saya ragu nanti kaca windshield saya yg rusak. solusinya windshield jangan dinaikkan dan taruh diposisi bawah, sekarang udah jarang rusak bautnya.
- Suspensi belakangnya sudutnya terlalu tegak dan di bobot saya reboundnya terlalu pelan. sudah saya stel preloadnya sampai max tapi masih terlalu lembut. Travel suspensinya pendek dan setiap kali pinggang saya kena hajar kalau lewat jalan yg bumpy. saya nikung lumayan cepat dan Akhirnya saya ganti dengan ohlins + battlax SC, tapi travel suspensi dan kemiringannya tidak solved. desainnya sepertinya mengejar bagasi yang sangat lega. Ini benar2 bikin ga enak kalau jalan jauh. Review seperti ini juga yang bikin saya dikick dari sebuah forum, semoga saya ga dikick disini :big_smile]
- Remnya sbenernya pakem koq om, cuma butuh tenaga lebih aj untuk narik remnya. karena diluar negeri ini didesain untuk learner. jadi feelnya seperti itu. MT25 dan R25 juga sama. saya pernah coba sebenarnya di xmax yg baru udah jauh lebih mending, lucunya ternyata cuma beda bentuk saya dan sekarang saya juga pakai handle rem xmax connected. kalau mau lebih empuk ga ada jalan lain, selain upgrade master rem. saya cukup pakai brake pad sintered dr galfer dan upgrade selang rem. tapi jadinya disc agak cepat habis, tapi gpp karena disc orinya murah :big_biglaugh:
- Jok yang tinggi banget dan legroom yg ngepas, lagi2 yg connected juga udah jauh lebih enak om. dia lebih tirus. tapi memang motor ini kursinya tinggi banget tp anehnya legroomnya buat selonjoran agak ngepas (misal saya bandingkan dengan nmax)
- awal2 saya suka kagok nutup tutup tangkinya yg agak aneh metodenya, pernah 2x ga rapat dan bensinnya keluar. jd harus benar2 dipaskan titiknya.

+ Partnya asli murah dan network bengkelnya, ini alasan utama saya pilih xmax. dibanding merk2 taiwan yg seperti kymco dan sym. part xmax jauh lebih murah dan mudah. FYI, part xmax mirip harganya dengan skuter taiwan kelas 150cc.
+ TCS dan ABSnya sangat menolong sekali di saat2 genting. seperti rem di jalanan berpasir dan menikung di jalan licin.
+ sokbreker depannya travelnya jauh dan enak buat nikung, terbalik dengan sok belakangnya yg mengenaskan buat saya, sok depannya sih bagus banget. travelnya jauh dan reboundnya pas.
+ bagasinya luar biasa besar, FYI, dulu saya pernah pakai maxsym 600 dan bagasi xmax jauh lebih besar dari yg 600cc. faktor desain sokbreker belakangnya yg saya komplain tadi sangat membantu kelegaan bagasinya.
+ bensin irit, saya bisa dengan gampang 1:40 di pantura. nouvo lama saya pun ga seirit xmax.
+ kolongnya lumayan tinggi jadi cukup fleksibel buat ke jalan jelek.
+ Lacinya didepan besar dan bisa dikunci satu.
terima kasih tambahan reviewnya om..

Mengenai windshield pertama datang memang saya pasang paling tinggi, tapi ternyata lama-lama mengganggu ya. Terasa bikin nahan laju juga, mau saya pindahin di posisi bawah tapi malas bongkar bongkar lagi :big_grin:

Untuk pengereman saya udah mulai nyicil beli disc R25 yang lebih besar diameternya dan semi floating. Untuk kaliper sebenernya ngincer yang nissin samurai yang 4P aja sepertinya

Btw review di kick di forum mana om? saya ga nemu forum online Xmax, kecuali grup FB Xmax.
hackers11
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 692
Joined: 24 Nov 2015, 12:53

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by hackers11 »

vincewonk wrote:Hmm kbetulan saya udah pakai Xmax yg lama dr 2020. sudah dipakai touring jg sampai ke Krui dan Surabaya. so far motor standar, cuma ganti sok blkg, ganti oli sok depan, dan ban battlax depan blkg.
adik saya baru aj awal tahun beli yg connected. dan kemarin kita sempet tuker2an motor dr jkt ke cirata.
saya 180cm dan bobot 90kg.

- baut windshield plastik yang sering sekali patah, karena saya pakai turing dan sering kali jalan tidak mulus, total saya udah habis 12 baut windshield di motor ini dan saya simpan spare. kenapa saya ga ganti baut besi? saya ragu nanti kaca windshield saya yg rusak. solusinya windshield jangan dinaikkan dan taruh diposisi bawah, sekarang udah jarang rusak bautnya.
- Suspensi belakangnya sudutnya terlalu tegak dan di bobot saya reboundnya terlalu pelan. sudah saya stel preloadnya sampai max tapi masih terlalu lembut. Travel suspensinya pendek dan setiap kali pinggang saya kena hajar kalau lewat jalan yg bumpy. saya nikung lumayan cepat dan Akhirnya saya ganti dengan ohlins + battlax SC, tapi travel suspensi dan kemiringannya tidak solved. desainnya sepertinya mengejar bagasi yang sangat lega. Ini benar2 bikin ga enak kalau jalan jauh. Review seperti ini juga yang bikin saya dikick dari sebuah forum, semoga saya ga dikick disini :big_smile]
- Remnya sbenernya pakem koq om, cuma butuh tenaga lebih aj untuk narik remnya. karena diluar negeri ini didesain untuk learner. jadi feelnya seperti itu. MT25 dan R25 juga sama. saya pernah coba sebenarnya di xmax yg baru udah jauh lebih mending, lucunya ternyata cuma beda bentuk saya dan sekarang saya juga pakai handle rem xmax connected. kalau mau lebih empuk ga ada jalan lain, selain upgrade master rem. saya cukup pakai brake pad sintered dr galfer dan upgrade selang rem. tapi jadinya disc agak cepat habis, tapi gpp karena disc orinya murah :big_biglaugh:
- Jok yang tinggi banget dan legroom yg ngepas, lagi2 yg connected juga udah jauh lebih enak om. dia lebih tirus. tapi memang motor ini kursinya tinggi banget tp anehnya legroomnya buat selonjoran agak ngepas (misal saya bandingkan dengan nmax)
- awal2 saya suka kagok nutup tutup tangkinya yg agak aneh metodenya, pernah 2x ga rapat dan bensinnya keluar. jd harus benar2 dipaskan titiknya.

+ Partnya asli murah dan network bengkelnya, ini alasan utama saya pilih xmax. dibanding merk2 taiwan yg seperti kymco dan sym. part xmax jauh lebih murah dan mudah. FYI, part xmax mirip harganya dengan skuter taiwan kelas 150cc.
+ TCS dan ABSnya sangat menolong sekali di saat2 genting. seperti rem di jalanan berpasir dan menikung di jalan licin.
+ sokbreker depannya travelnya jauh dan enak buat nikung, terbalik dengan sok belakangnya yg mengenaskan buat saya, sok depannya sih bagus banget. travelnya jauh dan reboundnya pas.
+ bagasinya luar biasa besar, FYI, dulu saya pernah pakai maxsym 600 dan bagasi xmax jauh lebih besar dari yg 600cc. faktor desain sokbreker belakangnya yg saya komplain tadi sangat membantu kelegaan bagasinya.
+ bensin irit, saya bisa dengan gampang 1:40 di pantura. nouvo lama saya pun ga seirit xmax.
+ kolongnya lumayan tinggi jadi cukup fleksibel buat ke jalan jelek.
+ Lacinya didepan besar dan bisa dikunci satu.
Kemaren nyoba motor yg pake yss gsport smooth.
Saya pake yss gsport gen awal. Empuknya di kondisi pelan udah mirip skutik Honda sih om kyk beat/Vario.
Mungkin ohlinsnya dijual(biasanya harganya kuat) trus ganti yss smooth.

Bukan sales yss, tapi ya udah coba 3 iterasi (shock standar, yss gsport gen awal dan yss gsport smooth). Yg smooth bener jauh improvenya. Bisa bener2 enak akhirnya xmax.
Sekarang saya sih pasrah lah ya. Rebound suspensi belakang maksimal ke soft dan jok udah tambah latex.
Ntar kalo shock sekarang udah 5 taun baru coba yg smooth.
Baut windshield karena pake yg karet ya, agak kurang. Karena pake aftermarket sekarang pake baut metal aman sih.
fansdiesel
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 298
Joined: 19 Jul 2018, 12:30

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by fansdiesel »

dibawah 165 masih bisa gak ya .... ngincer xmax 2017 euy uda dibawah 40
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

fansdiesel wrote: 17 May 2023, 14:46 dibawah 165 masih bisa gak ya .... ngincer xmax 2017 euy uda dibawah 40
banyak kok om user Xmax dengan tinggi ga sampe 165.

kalau ga mau jadi jinjit paling pakai lowering kit dan juga modif papas jok ya. :big_deal:
hackers11
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 692
Joined: 24 Nov 2015, 12:53

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by hackers11 »

Oya, nambah saran. Kalo bisa ganti minyak rem di 6 atau 8 bulan sekali.
Akhirnya kemaren kena sih Lampu abs dan traction control on pas jalan. Akhirnya "diservis" dgn kearifan lokal mekanik Indonesia. Bisa karena modul ABS belum kebakar.
Sekarang aman sih, tp ya bisa jadi catatan aja.

leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

hackers11 wrote: 17 May 2023, 18:29 Oya, nambah saran. Kalo bisa ganti minyak rem di 6 atau 8 bulan sekali.
Akhirnya kemaren kena sih Lampu abs dan traction control on pas jalan. Akhirnya "diservis" dgn kearifan lokal mekanik Indonesia. Bisa karena modul ABS belum kebakar.
Sekarang aman sih, tp ya bisa jadi catatan aja.
oiya ada kejadian juga user xmax old yang kena modul abs-nya.

ada juga yang berhasil ngebypass modul abs biar ga kena modul ABS yang harganya cukup mengejutkan :big_cry:
vincewonk
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 619
Joined: 27 Dec 2007, 02:33
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Gojek

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by vincewonk »

leogalih wrote: 17 May 2023, 11:17
vincewonk wrote: 17 May 2023, 10:31 Hmm kbetulan saya udah pakai Xmax yg lama dr 2020. sudah dipakai touring jg sampai ke Krui dan Surabaya. so far motor standar, cuma ganti sok blkg, ganti oli sok depan, dan ban battlax depan blkg.
adik saya baru aj awal tahun beli yg connected. dan kemarin kita sempet tuker2an motor dr jkt ke cirata.
saya 180cm dan bobot 90kg.

- baut windshield plastik yang sering sekali patah, karena saya pakai turing dan sering kali jalan tidak mulus, total saya udah habis 12 baut windshield di motor ini dan saya simpan spare. kenapa saya ga ganti baut besi? saya ragu nanti kaca windshield saya yg rusak. solusinya windshield jangan dinaikkan dan taruh diposisi bawah, sekarang udah jarang rusak bautnya.
- Suspensi belakangnya sudutnya terlalu tegak dan di bobot saya reboundnya terlalu pelan. sudah saya stel preloadnya sampai max tapi masih terlalu lembut. Travel suspensinya pendek dan setiap kali pinggang saya kena hajar kalau lewat jalan yg bumpy. saya nikung lumayan cepat dan Akhirnya saya ganti dengan ohlins + battlax SC, tapi travel suspensi dan kemiringannya tidak solved. desainnya sepertinya mengejar bagasi yang sangat lega. Ini benar2 bikin ga enak kalau jalan jauh. Review seperti ini juga yang bikin saya dikick dari sebuah forum, semoga saya ga dikick disini :big_smile]
- Remnya sbenernya pakem koq om, cuma butuh tenaga lebih aj untuk narik remnya. karena diluar negeri ini didesain untuk learner. jadi feelnya seperti itu. MT25 dan R25 juga sama. saya pernah coba sebenarnya di xmax yg baru udah jauh lebih mending, lucunya ternyata cuma beda bentuk saya dan sekarang saya juga pakai handle rem xmax connected. kalau mau lebih empuk ga ada jalan lain, selain upgrade master rem. saya cukup pakai brake pad sintered dr galfer dan upgrade selang rem. tapi jadinya disc agak cepat habis, tapi gpp karena disc orinya murah :big_biglaugh:
- Jok yang tinggi banget dan legroom yg ngepas, lagi2 yg connected juga udah jauh lebih enak om. dia lebih tirus. tapi memang motor ini kursinya tinggi banget tp anehnya legroomnya buat selonjoran agak ngepas (misal saya bandingkan dengan nmax)
- awal2 saya suka kagok nutup tutup tangkinya yg agak aneh metodenya, pernah 2x ga rapat dan bensinnya keluar. jd harus benar2 dipaskan titiknya.

+ Partnya asli murah dan network bengkelnya, ini alasan utama saya pilih xmax. dibanding merk2 taiwan yg seperti kymco dan sym. part xmax jauh lebih murah dan mudah. FYI, part xmax mirip harganya dengan skuter taiwan kelas 150cc.
+ TCS dan ABSnya sangat menolong sekali di saat2 genting. seperti rem di jalanan berpasir dan menikung di jalan licin.
+ sokbreker depannya travelnya jauh dan enak buat nikung, terbalik dengan sok belakangnya yg mengenaskan buat saya, sok depannya sih bagus banget. travelnya jauh dan reboundnya pas.
+ bagasinya luar biasa besar, FYI, dulu saya pernah pakai maxsym 600 dan bagasi xmax jauh lebih besar dari yg 600cc. faktor desain sokbreker belakangnya yg saya komplain tadi sangat membantu kelegaan bagasinya.
+ bensin irit, saya bisa dengan gampang 1:40 di pantura. nouvo lama saya pun ga seirit xmax.
+ kolongnya lumayan tinggi jadi cukup fleksibel buat ke jalan jelek.
+ Lacinya didepan besar dan bisa dikunci satu.
terima kasih tambahan reviewnya om..

Mengenai windshield pertama datang memang saya pasang paling tinggi, tapi ternyata lama-lama mengganggu ya. Terasa bikin nahan laju juga, mau saya pindahin di posisi bawah tapi malas bongkar bongkar lagi :big_grin:

Untuk pengereman saya udah mulai nyicil beli disc R25 yang lebih besar diameternya dan semi floating. Untuk kaliper sebenernya ngincer yang nissin samurai yang 4P aja sepertinya

Btw review di kick di forum mana om? saya ga nemu forum online Xmax, kecuali grup FB Xmax.
Ya disitu forumnya om wkwkwk saya dibabat
Windshieldnya pas diatas itu pas bgt sama tinggi saya. Ga buffeting di helm.

Saya ga akan upgrade brake sih. saya dah happy dengan brakepad sintered dan braided brake line.
vincewonk
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 619
Joined: 27 Dec 2007, 02:33
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Gojek

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by vincewonk »

leogalih wrote: 17 May 2023, 11:17
vincewonk wrote: 17 May 2023, 10:31 Hmm kbetulan saya udah pakai Xmax yg lama dr 2020. sudah dipakai touring jg sampai ke Krui dan Surabaya. so far motor standar, cuma ganti sok blkg, ganti oli sok depan, dan ban battlax depan blkg.
adik saya baru aj awal tahun beli yg connected. dan kemarin kita sempet tuker2an motor dr jkt ke cirata.
saya 180cm dan bobot 90kg.

- baut windshield plastik yang sering sekali patah, karena saya pakai turing dan sering kali jalan tidak mulus, total saya udah habis 12 baut windshield di motor ini dan saya simpan spare. kenapa saya ga ganti baut besi? saya ragu nanti kaca windshield saya yg rusak. solusinya windshield jangan dinaikkan dan taruh diposisi bawah, sekarang udah jarang rusak bautnya.
- Suspensi belakangnya sudutnya terlalu tegak dan di bobot saya reboundnya terlalu pelan. sudah saya stel preloadnya sampai max tapi masih terlalu lembut. Travel suspensinya pendek dan setiap kali pinggang saya kena hajar kalau lewat jalan yg bumpy. saya nikung lumayan cepat dan Akhirnya saya ganti dengan ohlins + battlax SC, tapi travel suspensi dan kemiringannya tidak solved. desainnya sepertinya mengejar bagasi yang sangat lega. Ini benar2 bikin ga enak kalau jalan jauh. Review seperti ini juga yang bikin saya dikick dari sebuah forum, semoga saya ga dikick disini :big_smile]
- Remnya sbenernya pakem koq om, cuma butuh tenaga lebih aj untuk narik remnya. karena diluar negeri ini didesain untuk learner. jadi feelnya seperti itu. MT25 dan R25 juga sama. saya pernah coba sebenarnya di xmax yg baru udah jauh lebih mending, lucunya ternyata cuma beda bentuk saya dan sekarang saya juga pakai handle rem xmax connected. kalau mau lebih empuk ga ada jalan lain, selain upgrade master rem. saya cukup pakai brake pad sintered dr galfer dan upgrade selang rem. tapi jadinya disc agak cepat habis, tapi gpp karena disc orinya murah :big_biglaugh:
- Jok yang tinggi banget dan legroom yg ngepas, lagi2 yg connected juga udah jauh lebih enak om. dia lebih tirus. tapi memang motor ini kursinya tinggi banget tp anehnya legroomnya buat selonjoran agak ngepas (misal saya bandingkan dengan nmax)
- awal2 saya suka kagok nutup tutup tangkinya yg agak aneh metodenya, pernah 2x ga rapat dan bensinnya keluar. jd harus benar2 dipaskan titiknya.

+ Partnya asli murah dan network bengkelnya, ini alasan utama saya pilih xmax. dibanding merk2 taiwan yg seperti kymco dan sym. part xmax jauh lebih murah dan mudah. FYI, part xmax mirip harganya dengan skuter taiwan kelas 150cc.
+ TCS dan ABSnya sangat menolong sekali di saat2 genting. seperti rem di jalanan berpasir dan menikung di jalan licin.
+ sokbreker depannya travelnya jauh dan enak buat nikung, terbalik dengan sok belakangnya yg mengenaskan buat saya, sok depannya sih bagus banget. travelnya jauh dan reboundnya pas.
+ bagasinya luar biasa besar, FYI, dulu saya pernah pakai maxsym 600 dan bagasi xmax jauh lebih besar dari yg 600cc. faktor desain sokbreker belakangnya yg saya komplain tadi sangat membantu kelegaan bagasinya.
+ bensin irit, saya bisa dengan gampang 1:40 di pantura. nouvo lama saya pun ga seirit xmax.
+ kolongnya lumayan tinggi jadi cukup fleksibel buat ke jalan jelek.
+ Lacinya didepan besar dan bisa dikunci satu.
terima kasih tambahan reviewnya om..

Mengenai windshield pertama datang memang saya pasang paling tinggi, tapi ternyata lama-lama mengganggu ya. Terasa bikin nahan laju juga, mau saya pindahin di posisi bawah tapi malas bongkar bongkar lagi :big_grin:

Untuk pengereman saya udah mulai nyicil beli disc R25 yang lebih besar diameternya dan semi floating. Untuk kaliper sebenernya ngincer yang nissin samurai yang 4P aja sepertinya

Btw review di kick di forum mana om? saya ga nemu forum online Xmax, kecuali grup FB Xmax.
Ya disitu forumnya om wkwkwk saya dibabat
Windshieldnya pas diatas itu pas bgt sama tinggi saya. Ga buffeting di helm.

Saya ga akan upgrade pengereman lagi sih. saya dah happy dengan brakepad sintered dan braided brake line.
rizano
New Member of Junior Mechanic
New Member of Junior Mechanic
Posts: 17
Joined: 17 Jan 2017, 20:17

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by rizano »

Saya pakai yg old, 30000km dan pas 4 tahun di bulan ini.

Overall yg ngeselin selama ini cuma:

- Shock std
- Ban std
- Pijakan kaki (sempit utk ukuran kaki 47, enak nmax)

Sisanya standar, rawat ga mahal, oli pakai sisaan mobil dan bensin pakai vivo 90 aja. Oh ya, sempat kena klotok2 di gearbox pada odo 7rb di tahun pertama, saya ganjal pakai karet bearing lsg sembuh sampai sekarang.

Ban sekarang pakai maxxis m6135, gigit banget (lebih enak dari diablo rosso/angel scooter) cuma borosss... 10rb udah botak (vs duo pirelli yg 15rb km masih mayan tebal)

Shock saat ini lagi pakai yg murmer, ktc razor pro. Overall enak buat harga under cetiaw.

Untuk pengereman saya cuma ganti selang rem pakai tdr punya plus kaliper nissin samurai 4p depan + kaliper depan pindah belakang, dah oke. Gamau ganti master rem karena hasil ngobrol2 sama salah satu punggawa bengkel xmax, yg kena modul abs kebanyakan sudah ganti master rem (sempat dijelaskan kenapanya cuma saya lupa)

Mesin standar dar, cuma cvt aja agak mainin dikit. Roller 14gram, rasio 13/38, puli 13.8 derajat + kerok jalur roller. Udah enak buat ngangkut badan saya yg 110kg ini.
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

rizano wrote: 17 May 2023, 20:20 Saya pakai yg old, 30000km dan pas 4 tahun di bulan ini.

Overall yg ngeselin selama ini cuma:

- Shock std
- Ban std
- Pijakan kaki (sempit utk ukuran kaki 47, enak nmax)

Sisanya standar, rawat ga mahal, oli pakai sisaan mobil dan bensin pakai vivo 90 aja. Oh ya, sempat kena klotok2 di gearbox pada odo 7rb di tahun pertama, saya ganjal pakai karet bearing lsg sembuh sampai sekarang.

Ban sekarang pakai maxxis m6135, gigit banget (lebih enak dari diablo rosso/angel scooter) cuma borosss... 10rb udah botak (vs duo pirelli yg 15rb km masih mayan tebal)

Shock saat ini lagi pakai yg murmer, ktc razor pro. Overall enak buat harga under cetiaw.

Untuk pengereman saya cuma ganti selang rem pakai tdr punya plus kaliper nissin samurai 4p depan + kaliper depan pindah belakang, dah oke. Gamau ganti master rem karena hasil ngobrol2 sama salah satu punggawa bengkel xmax, yg kena modul abs kebanyakan sudah ganti master rem (sempat dijelaskan kenapanya cuma saya lupa)

Mesin standar dar, cuma cvt aja agak mainin dikit. Roller 14gram, rasio 13/38, puli 13.8 derajat + kerok jalur roller. Udah enak buat ngangkut badan saya yg 110kg ini.
Racikan CVT kayak gitu jadi ngorbanin top speed ga om?
rizano
New Member of Junior Mechanic
New Member of Junior Mechanic
Posts: 17
Joined: 17 Jan 2017, 20:17

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by rizano »

leogalih wrote: 18 May 2023, 10:29
rizano wrote: 17 May 2023, 20:20 Saya pakai yg old, 30000km dan pas 4 tahun di bulan ini.

Overall yg ngeselin selama ini cuma:

- Shock std
- Ban std
- Pijakan kaki (sempit utk ukuran kaki 47, enak nmax)

Sisanya standar, rawat ga mahal, oli pakai sisaan mobil dan bensin pakai vivo 90 aja. Oh ya, sempat kena klotok2 di gearbox pada odo 7rb di tahun pertama, saya ganjal pakai karet bearing lsg sembuh sampai sekarang.

Ban sekarang pakai maxxis m6135, gigit banget (lebih enak dari diablo rosso/angel scooter) cuma borosss... 10rb udah botak (vs duo pirelli yg 15rb km masih mayan tebal)

Shock saat ini lagi pakai yg murmer, ktc razor pro. Overall enak buat harga under cetiaw.

Untuk pengereman saya cuma ganti selang rem pakai tdr punya plus kaliper nissin samurai 4p depan + kaliper depan pindah belakang, dah oke. Gamau ganti master rem karena hasil ngobrol2 sama salah satu punggawa bengkel xmax, yg kena modul abs kebanyakan sudah ganti master rem (sempat dijelaskan kenapanya cuma saya lupa)

Mesin standar dar, cuma cvt aja agak mainin dikit. Roller 14gram, rasio 13/38, puli 13.8 derajat + kerok jalur roller. Udah enak buat ngangkut badan saya yg 110kg ini.
Racikan CVT kayak gitu jadi ngorbanin top speed ga om?
Gak om, masih bisa kaya orinya dapat 137km/h kalo di saya. Cuma bedanya, 0-100 jauh lebih cepat dengan spec saya saat ini, tapi untuk 100-137 lebih cepat standar (tidak signifikan). Toh saya memang ga pernah bawa motor ngebut2, jadi cukup tarikan bawahnya aja yg saya kejar
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

rizano wrote: 18 May 2023, 17:43
leogalih wrote: 18 May 2023, 10:29
rizano wrote: 17 May 2023, 20:20 Saya pakai yg old, 30000km dan pas 4 tahun di bulan ini.

Overall yg ngeselin selama ini cuma:

- Shock std
- Ban std
- Pijakan kaki (sempit utk ukuran kaki 47, enak nmax)

Sisanya standar, rawat ga mahal, oli pakai sisaan mobil dan bensin pakai vivo 90 aja. Oh ya, sempat kena klotok2 di gearbox pada odo 7rb di tahun pertama, saya ganjal pakai karet bearing lsg sembuh sampai sekarang.

Ban sekarang pakai maxxis m6135, gigit banget (lebih enak dari diablo rosso/angel scooter) cuma borosss... 10rb udah botak (vs duo pirelli yg 15rb km masih mayan tebal)

Shock saat ini lagi pakai yg murmer, ktc razor pro. Overall enak buat harga under cetiaw.

Untuk pengereman saya cuma ganti selang rem pakai tdr punya plus kaliper nissin samurai 4p depan + kaliper depan pindah belakang, dah oke. Gamau ganti master rem karena hasil ngobrol2 sama salah satu punggawa bengkel xmax, yg kena modul abs kebanyakan sudah ganti master rem (sempat dijelaskan kenapanya cuma saya lupa)

Mesin standar dar, cuma cvt aja agak mainin dikit. Roller 14gram, rasio 13/38, puli 13.8 derajat + kerok jalur roller. Udah enak buat ngangkut badan saya yg 110kg ini.
Racikan CVT kayak gitu jadi ngorbanin top speed ga om?
Gak om, masih bisa kaya orinya dapat 137km/h kalo di saya. Cuma bedanya, 0-100 jauh lebih cepat dengan spec saya saat ini, tapi untuk 100-137 lebih cepat standar (tidak signifikan). Toh saya memang ga pernah bawa motor ngebut2, jadi cukup tarikan bawahnya aja yg saya kejar
Konsumsi bbm pas abis pake racikan cvt gitu jadi lebih boros atau sama aja om?
saywhat
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 73
Joined: 16 Oct 2013, 00:53

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by saywhat »

Nice review om leogalih. Btw mau tanya saya rencana ambil juga tp msh timbang2 xmax baru connected atau forza seken muda, pernah research sebelumnya ga om perbandingan nya gimana?

saya rencana akan pake untuk dalkot aja sih dan hrsnya seat height ga masalah utk saya.

Thank you
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

saywhat wrote: 21 May 2023, 02:57 Nice review om leogalih. Btw mau tanya saya rencana ambil juga tp msh timbang2 xmax baru connected atau forza seken muda, pernah research sebelumnya ga om perbandingan nya gimana?

saya rencana akan pake untuk dalkot aja sih dan hrsnya seat height ga masalah utk saya.

Thank you
Sempat membandingkan juga dengan forza. Kalau baca di review otomotif rasa berkendaranya hampir sama, ga terasa bedanya.

Tapi karena forza murni CBU jadi sepertinya kalah di harga dan juga ketersediaan parts, baik parts ori ataupun performance parts. Bandingkan dengam xmax yang berlimpah pilihan performance partsnya dari berbagai macam merk.
Harga jualnya jauh di atas xmax, dengan harga yang sama dengan xmax connected baru, di forza baru dapat unit second 2018-2019an

Lalu di sisi belakang saya lebih pro ke Xmax. Desain bokong dan lampunya lebih sangar dibandingkan forza yang slim (hampir mirip PCX tapi gede dikit).

Untuk build quaility saya belum pernah pegang. Tapi karena CBU harusnya lebih oke dibandingkan AHM yang build qualitynya menyedihkan (contohnya Honda ADV, di harga 35-40jt body plastiknya mleot kalau ditekan).

Forza menurut saya menang di windshield yang bisa diatur secara elektronik :big_smoking:
hackers11
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 692
Joined: 24 Nov 2015, 12:53

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by hackers11 »

saywhat wrote:Nice review om leogalih. Btw mau tanya saya rencana ambil juga tp msh timbang2 xmax baru connected atau forza seken muda, pernah research sebelumnya ga om perbandingan nya gimana?

saya rencana akan pake untuk dalkot aja sih dan hrsnya seat height ga masalah utk saya.

Thank you
Big scooter gini sayangnya diem2 consumable cukup tinggi om.
Kalo dibilang misal kampas ganda bisa tahan sampe 25k km ga bisa sih. Belum kampas rem atau part simple di area cvt kyk slider misalnya.

Menurut saya ga bisa dikalahkan xmax kalo soal ini.
Tapi kalo ragu coba join grup Forza dulu. Biasanya Facebook kalo grup. Liat susahnya atau bahkan mudahnya terkait daily use dan spare part.

Fyi, hemat ga beli Forza bisa bwt modif motornya.
- repaint up to 3 juta.
- full karbon body 7jtan
- ganti shock belakang 5jtan yg mid end
- ganti Brembo up to 11jtan
Dll dll
leogalih
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 105
Joined: 03 Mar 2021, 08:25
Location: Tangerang Selatan
Daily Vehicle: Suzuki XL 7 Yamaha XMax
Contact:

SOLO TOURING BOGOR BLITAR XMAX CONNECTED 2023

Post by leogalih »

Jadi ceritanya saya mau nyusul Istri dan Anak-anak yang sudah lebih dulu ke Blitar naik bis dua hari sebelumnya. Pada musim liburan kenaikan kelas kali ini Istri dan Anak-anak memang ada rencana untuk berkunjung ke rumah Nenek di Blitar, tapi berhubung saya masih agak banyak pekerjaan akhirnya Istri dan Anak-anak berangkat duluan naik bis.

Kerjaan ternyata sudah bisa ditinggal, akhirnya ada kesempatan untuk nyusul, tidak naik Bis, tidak naik Kereta, tidak juga naik Mobil, tapi naik Motor. Ya Motor... hehehe. Percuma dong sudah punya Xmax yang konon katanya nyaman buat perjalanan jauh tapi tidak pernah dibawa jalan jauh. Ini sekaligus jadi ajang pembuktian dan review apakah benar atau tidak kata teman-teman yang sudah duluan punya Xmax ini.

Malam sebelum berangkat hal pertama yang saya persiapkan adalah mencari Jaket. Mau cari jaket yang proper untuk touring jauh sepertinya sudah tidak cukup waktunya, akhirnya saya ke toko perlengkapan naik gunung dekat rumah untuk beli rompi sebagai dobelan jaket hoodie Nevada saya. Ya jaket ini adalah jaket favorit saya karena cukup nyaman dan tidak bikin gerah ketika dipakai. Tapi berhubung jaket ini bahannya full katun dan hanya satu lapis saja, memakai jaket ini untuk touring jarak jauh tentu akan membuat badan jadi gampang masuk angin. Solusi singkat dan cukup ampuh ya di double pakai Rompi dengan bahan parasut bubble ini. Setelah dapat rompi, lanjut ke SPBU untuk mengisi Pertamax sebanyak Rp. 120.000.

Rompi sudah dapat, BBM sudah terisi penuh, lanjut mempersiapkan logistik yang akan dibawa Touring
Logistik yang saya bawa sebagai berikut:
1. Snorkeling Set (Ada rencana mau mencoba snorkeling spot di salah satu pantai di Trenggalek)
2. Kamera Mirrorless, Gopro dan perlengkapannya. Dua ini alat wajib ada di setiap perjalanan saya.
3. Laptop. Walaupun lagi touring dan liburan, tetap harus siap kalau seandainya klien menghubungi untuk revisi pekerjaan ataupun zoom meeting.
4. Jaket dan Rompi
5. Pakaian Ganti Secukupnya
6. Jas Hujan
7. Helm yang terpasang mic dan earphone bluetooth untuk kemudahan komunikasi telfon ataupun mendengarkan musik.
8. Tas Punggung 40 L.

Image

Semua persiapan sudah selesai, lamjut tidur demi istirahat yang cukup untuk start touring keesokan paginya. Bangun jam 4.45, langsung mandi biar seger, sarapan secukupnya lalu loading logistik ke jok motor. Target memang berangkat dari rumah maksimal subuh supaya bisa melewati Puncak (Kab. Bogor) sebelum waktunya macet, maklum berangkat pada hari minggu dan musim liburan.
Image

Berangkat masih dalam kondisi gelap ditambah udara masih terasa cukup dingin menusuk jari-jari, beruntung pemakaian rompi berhasil membuat badan dan leher terasa hangat. Sengaja memilih rute Selatan, walaupun lebih jauh dan lebih lama tapi lebih bisa menikmati perjalanan dibanding lewat Pantura yang jalurnya lebih panas dan banyak dilalui truk-truk besar.

Sepanjang perjalanan dari Puncak, Bandung, Tasikmalaya, hingga istirahat untuk makan siang di Cilacap di lalui tanpa halangan. Perjalanan sejauh 325 KM yang ditempuh selama 8 jam lebih berhasil dilalui dengan nyaman oleh Xmax Connected ini. Sebagai orang yang baru pertama nyoba touring jauh, ternyata naik Xmax ini benar-benar nyaman, tidak terasa pantat kebas ataupun pinggang yang pegel-pegel. Terima kasih kepada bentuk Jok yang lebar dan nyaman serta posisi duduk yang ergonomis.

Power dan Torsi motor ini sangat cukup melibas tanjakan dan tikungan khas jalur Selatan. Mesin pun tidak meraung-raung untuk menjaga kecepatan motor di atas 90km/jam ketika jalan lurus, cukup di kisaran 5000rpm saja. Kekurangan yang pada awalnya saya rasakan di sektor rem tidak terasa pada touring kali ini, entah kenapa di usia motor yang sudah melebihi 4000km ini, rem depan malah terasa makin pakem, mungkin kondisi kampas cakramnya sudah "break in" jadinya baru terasa pakem setelah melalui ribuan kilometer. Kepakeman rem Xmax ini sangat membantu dalam mengontrol laju motor di jalur turunan dan tikungan khas jalur selatan.

Suspensi standarpun masih lebih dari cukup untuk menunjang perjalanan touring jauh. Pada saat jalanan lurus motor terasa sangat stabil, tidak terasa goncangan yang berlebihan. Jalanan bumpy pun juga bisa diredam dengan sangat baik, tidak terasa sok mentok atau rebound yang terlalu cepat pada jalanan bumpy. Walaupun begitu, tetap terasa ada kekurangan yang sebenarnya masih bisa dikompensasi, yaitu di sektor ban standar bawaannya Dunlop Scoor Smart 2 yang agak terasa kurang nyaman ketika dibawa melintasi marka jalan. Ketika melintas marka jalan, terasa motor agak sedikit bergeser, seperti sedikit kehilangan grip di aspal. Begitupun ketika diajak belok rebah, saya masih merasa ragu ban ini bisa nurut ketika diajak cornering rebah. Yaaa, memang sih motor ini bukan motor untuk cornering rebahan layaknya motor sport

Image

Setelah cukup beristirahat, menyelonjorkan kaki dan menghilangkan ngantuk, sayapun melanjutkan perjalanan menuju Jogja melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) Daendels Kebumen. Melewati JLS ini dengan suasana matahari sore benar-benar menyejukkan mata dan jiwa.

Image

Jalanan sepi, lurus, aspal yang mulus, cuaca cerah benar-benar kombinasi yang menggoda untuk memutar gas lebih dalam lagi, tapi untungnya saya lebih memilih untuk menikmati suasana perjalanan daripada ngebut di JLS Daendels.
Akhirnya saya sampai di daerah Bantul, D.I.Y pada pukul 19.00, saya pun berhenti di sebuah gerobak Bakmi Jawa. Sambil browsing tempat penginapan di dekat sini.

Pilihan penginapan jatuh kepada Puri Ganjuran, sebuah Penginapan di dalam lingkungan pedesaan dengan harga relatif terjangkau, Rp. 275.000 sudah termasuk sarapan nasi gudeng 2 box, AC, Spring Bed yang nyaman, internet wifi yang cukup kencang dan juga air panas. Berhubung di tengah pedesaan dan pada saat tulisan ini dibuat (Bulan Juni) daerah pesisir selatan Jawa mengalami fase "bediding" maka fasilitas AC pun tidak terpakai.
Saking pulesnya tidur, membuat bangun agak kesiangan. Bangun sudah melewati jam 7 dan 2 box nasi gudeg pun sudah disiapkan di meja teras kamar. Hmmm, lumayan nih yang 1 box lagi bisa dibawa dijadikan bekal buat makan siang, hahaha...
Ternyata apa yang diprediksi pun terjadi, klien menghubungi untuk kordinasi masalah pekerjaan. Terpaksa buka laptop dulu dan mengurus pekerjaan sebelum siap-siap berangkat.

Baru benar-benar bisa berangkat jam 9.15 setelah semua urusan dengan klien selesai, batere gopro, HP dan wireless earphone helm sudah terisi penuh.

Perjalanan touring hari kedua Jogja-Blitar dimulai dengan melewati rute pedesaan Jogja.
Image

Saya memilih jalur menuju Gunung Kidul lalu arah Pracimantoro Pacitan via sedikit JLS Gunung Kidul.
Rute Jogja Pacitan dipenuhi dengan tanjakan dan tikungan yang cukup menguras tenaga. Beruntung rem Xmax ini sudah mulai pakem, jadi benar-benar membantu banget. Saya rasa bagi teman-teman user Xmax, tidak perlu upgrade rem depan ke merk lain, cukup bersabar menunggu masa "brake in" selama beberapa ribu KM, hehehe...
Ketika sampai Pacitan, motor langsung di arahkan ke JLS Pacitan menuju Trenggalek.

Rute Pacitan-Trenggalek pun juga dipenuhi dengan tanjakan dan tikugan yang lebih menguras tenaga.
Terlebih lagi diarahkan oleh Google Maps melewati jalan Desa dengan kondisi jalan coran setapak, pada awalnya saya masih menganggap wajar pemilihan rutenya, apalagi terdapat beberapa spot pemandangan yang indah.
Image

Tapi lama kelamaan jalur yang dipilihkan oleh Google Map semakin ajaib. Yang awalnya jalan rabat beton desa yang bisa dilalui mobil simpangan, hingga akhirnya jalan rabat beton setapak yang membutuhkan konsentrasi ekstra supaya tidak kejeblos, kurang lebih jalan yang saya lalui di tengah pedesaan di perbukitan Trenggalek seperti ini, tapi dengan kondisi lebih curam dan jalan rabat yang lebih hancur kondisinya.
Image

Mohon maaf untuk rute ini saya tidak sempat mendokumentasikan, karena murni fokus di control motor supaya bisa melewati wilayah ini dengan selamat.

Lagi-lagi kombinasi Power-Torsi dan Pengereman yang mumpuni berhasil membuat Xmax melalui segala kondisi yang cukup membuat tepok jidat, walaupun melelahkan dan memakan waktu, akhirnya saya bisa mencapai JLS Trenggalek-Tulungagung dengan aman.
Image
Tujuan awal membawa perlengkapan snorkeling adalah ingin mencoba spot snorkeling di Pantai Mutiara Trenggalek, yang lokasinya nempel dengan JLS. Tapi sayangnya ketika sampai sana sudah kesorean. Pengurus setempat mengatakan kalau sudah siang ke sore malah tidak bisa lihat apa-apa, karena kondisi cahaya matahari yang sudah meredup dan kondisi pasir dasar laut yang naik. Disarankan kalau mau snorkeling pagi, antara jam 7 hingga jam 11 pagi. Baiklah karena gagal snorkeling, akhirnya perjalanan saya lanjutkan menuju Tulungagung via JLS.

Melewati JLS Tulungagung agak berbeda dengan melewati JLS Daendels. Jika pada JLS Daendels jalanan panjang lurus sejauh lebih dari 70km, pada JLS Tulungagung kita disuguhi pemandangan jalanan berkelok membelah bukit dan juga pemandangan Samudra Hindia.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih sejauh 820km selama 2 Hari, saya sampai dengan selamat di rumah nenek di Blitar.

Tinggal mikir pulangnya lagi ke rumah, apakah mau dipaket Kereta Api atau dibawa Touring kembali?

heheheheh...


(Cerita dan Video Lengkap Bisa klik blog saya di bawah
fl4b1e
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 414
Joined: 27 Dec 2015, 22:18

Re: SHORT TERM REVIEW 2700KM - YAMAHA XMAX CONNECTED 2023

Post by fl4b1e »

Wah.. mantab jiwa. Masih jadi bucket list neh touring naik motor. Takut umur dah kelewatan.

om boleh tanya, tuk yg XMAX connected ini kapnya beneran bisa ditampilkan di layar ya? Bisa google map atau mesti pakai Garmin street view?

Mantap reviewbya
Post Reply
  • Similar Topics
    Replies
    Views
    Last post