Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Informasi rute perjalanan dan liputan acara-acara road trip.

Moderators: ginting, FRD, artoodetoo, b8099ok, F 272, y_anjasrana

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 23 Mar 2019, 17:24

Hujan.....dingin....capek karena susah payah evakuasi kendaraan yang terperoksok..sampai berkeringat... menimbulkan suasana lapar yang sempurna... wkwkwkwk..

Dan akhirnya, mie instant rebus menjadi santapan yang menyempurnakan moment indah kami sore itu....

:mky_02: :mky_02: :mky_01: :mky_01: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:











Image

sekitar 1 jam lebih kami berada di spot bendungan irigasi yang berada di sekitar Rao Pasaman itu.. dan ternyata kegiatan masak2 di alam terbuka seperti ini memang sangat mengasikkan apalagi ditambah suasana sedikit mencekam sat ban mobil kami masuk parit tadi...membuat keseruan semakin asik.. dan tak disadari, hal ini membuat hubungan kami menjadi semakin erat, antara saya..dan anak istri...setidaknya terlihat dari foto ini... hahahaha

Image


:mky_02: :mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:


Setelah selesai masak2 dan menyantap hasilnya, kami pun segera bergerak kembali menuju Kota Bukittinggi...

Image


Kami tak dapat melewatkan satupun spot yang kami nilai unik dan penting ..... begitujuga saat kami melihat sebuah gapura Garis Khatulistiwa ini.. kami langsung berhenti dan mengabadikan nya... untuk dokumentasi perjalanan ini cukup penting walaupun kami berhenti sebentar tanpa tahu lebih dalam apa yang sedang kami dokumentasikan saat itu... yang penting foto video dulu deh..hehehe..

Image

Image

Image







:mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:



Perjalanan berikut nya menuju Pusat Kota Bukittinggu berlangsung lancar dan dramatis, karena kami ber 3 mobil memang belum pernah melalui rute ini.. benar2 indah dan cantik...









Alam Sumatera Barat yang di dominasi hutan degan jalan berkelok2 kontur turun naik menghiasi rute kami menuju Kota Bukittinggi sore itu, dan akhir nya sekitar jam 6 sore kami tiba di Hotel Grand Royal Denai - Bukittinggi..



Grand Royal Denai Hotel

Location : https://maps.app.goo.gl/Muwfd

Image

Image








Sampai di dalam Kamar Hotel.....Bagaikan surga dunia....ketika badan terhempas di kasur empuk, bersih, nyaman dengan udara AC yang sejuk... kami sengaja memilih Hotel Grand Royal Denai ini, yang merupakan salah satu hotel terbaik bahkan terbaru yang saat itu paling Hits di Kota Bikittinggi ini..bahkan kami akhir nya nambah 1 malam lagi bermalam di Hotel ini.. saking senang nya tidur di Hotel yang bagus hehehe...


Image

Image

Image

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:


Setelah saya mengamati dan menikmati setiap sudut kamar hotel yang masih terasa sangat baru ini...saya harus meluluskan permintaan Si Cibul yang tak sabar untuk segera memesan Makan Malam yang enak2 dari Resto Hotel Grand Royal Denai... dan dia pun sikat habis semua menu yang dipesan, kami makan seru sekali karena sambil berebut hehehehe...


Image

Image

Dan ternyata.... baru saja beberapa menit kami melakaukan makan malam, tiba2 perut kami masih terasa lapar ..... gara2 kami membayangkan sate padang di pelataran Jam Gadang yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dari Hotel tempat kami menginap... wkwkwkwk akhir nya kami bersiap untuk makan sate padang di Jam Gadang...


Saat kami tiba di Lobby Hotel.... tiba2 saya dikejutkan oleh satu penampakan ..........

Ya... ANPS Buaya putih nampak tiba di Lobby Grand Denai Hotel... OMG....Kok bisa yah..?

:mky_01: :mky_01: :mky_01: :mky_07: :mky_07: :emo-photo: :emo-flowerforyou:

Selamat datang om Rizky dan keluarga di Bukittinggi...........


:mky_02: :mky_02: :mky_02:



Image


Lalu saya dan om Sugi jalan meuju ke Jam Gadang... menikmati udara malam dengan kuliner Sate Padang...

oh indahnya malam itu.........


:mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:


Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image


Suasana Kota Bukittinggi malam itu sangat menyenangkan, lampu warna-warni menghiasi menara Jam Gadang yang membuat icon Kota Bukittinggi itu makin cantik saja...

:mky_02: :mky_02: :mky_02:


Saya persembahkan kembali 1 Video Amatir ...

Etape 12 : Padang Sidempuan menuju Bukittinggi

Selamat menikmati... :mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:





:mky_02: :mky_02: :mky_02:




Sampai disini cerita perjalana Keliling 1 pulau Sumatera etape ke.... (ke Berapa ya?) Wkwkwwk... maaf saya lupa lagi....

Yang jelas ini adalah etape Padangsidimpuan menuju Bukittinggi.. pada tanggal 26 Desember 2017.

Nantikan Cerita selanjut nya :

ROAD TRIP BUKITTINGGI
lanjut ke Kota Padang, sebelum kami ke Bengkulu, Lampung dan Kembali ke Jakarta..

:mky_02: :mky_02: :mky_02: :mky_01: :mky_01: :mky_08: :mky_08:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 30 Mar 2019, 08:28

Lanjutin cerita Perjalanan......................

ini adalah merupakan Hari ke 13 Jelajah Sumatera 2017

Rabu, 27 Desember 2017


Selamat Pagi dari Kota Bukittinggi................


:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Image

Image

Image

Image

Image

Hari ini kita mau coba jelajahi Bukittinngi dan sekitar nya... rencananya sih kami mau ke :

1. Kelok 9
2. Harau Valley
3. Ngarai Sianok
4. Kelok 44

Tapi entah bisa dikunjungi semua atau tidak hari ini... kita tetap akan lihat situasi dan kondisi di perjalanan...

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

yosafikri
Visitor
Visitor
Posts: 2
Joined: 27 Feb 2014, 18:42

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by yosafikri » 01 Apr 2019, 10:57

jadi keliling 2 ngarai dan 2 kelok Om?
mampir ke halaban juga kah?

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 01 Apr 2019, 11:33

yosafikri wrote:
01 Apr 2019, 10:57
jadi keliling 2 ngarai dan 2 kelok Om?
mampir ke halaban juga kah?
Nah... terus terang saya baru dengar tentang Halaban... ada apa disana ..?

Saya belum pernah kesana om...

dan 3 hari 2 malam kami di Bukittinggi saat Desember 2017 lalu hanya dapat sedikit sekali Destinasi Wisata, hehehe..gara2 kepater

nanti akan saya sambung cerita perjalanan seru nya disini........

:mky_01: :mky_02:

Sempat ketemu papan penunjuk arah spt ini :


Image

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 01 Apr 2019, 13:32

Image

Untuk mencapai Kelok 9 kami membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam saja dari Hotel tempat kami menginap...

Pagi itu kami melakukan sarapan pagi bersama di Resto Grand Denai, menu nya cukup banyak dan bervariasi... tapi seperti biasa saya sendiri entah kenapa kalo sarapan di hotel pagi2 kurang begitu bernafsu walaupun makanan nya terlihat enak2 ... dan aneh nya kalo pas sarapan yang menu nya sedikit saya malah mengharapkan menu yang enak2 seperti ini... hehehe... saya pikir adalah sebener nya saya lebih mengharapkan kuliner asli di luar Hotel.. biasanya sarapan yang seperti itu saya lebih bernafsu karena mungkin seru dan jauh lebih menarik...

:mky_01: :emo-photo: :emo-flowerforyou:









Setelah sarapan pagi selesai, jam 9 pagi kami segera bergerak menuju Kelok 9 .....

Cuaca di Bukittinggi pagi itu sejuk sekali dan sempat hujan gerimis saat kami bergerak meninggalkan Kota Bukittinggi...

Pemandangan sepanjang jalan di dominsai alam menghijau khas wilayah Sumatera Barat... banyak sawah2 yang luas sekali, dihiasi bukit2 yang tinggi sepanjang jalan..

Image

Image

Image

Kami berhenti di sebuah spot dengan tulisan PAYAKUMBUH untuk mengabadikan dalam foto & Video...









Image


Setelah itu kami bergerak lagi dan kembali berhenti di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar..

:mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:



Image

Image

Image

:mky_01: :mky_08:

Perjalanan dari Bukittinggi menuju Kelok 9 ber aspal mulus... dan sangat mengasikkan, banyak sekali spot2 indah yang kadang membuat saya ingin selalu berheti untuk membuat dokumentasi foto...

:mky_02: :mky_02: :mky_02:


Image

Image

Image











Tidak berapa lama kemudian mulai terlihat Jembatan yang Fenomenal itu... Ya inilah Kelok 9

Kelok 9 atau Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatra dan Pantai Timur Sumatra. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam: Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.


Image

Di sekitar Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013[3] meskipun telah beberapa kali dibuka untuk menunjang arus mudik lebaran dan penyelenggaraan Tour de Singkarak dua tahun sebelumnya.



Image


Jalan Kelok 9 dibangun semasa pemerintahan Hindia Belanda antara tahun 1908–1914. Jalan ini meliuk melintasi Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan Pulau Sumatra. Jika direntang lurus panjang Kelok Sembilan hanya 300 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi sekitar 80 meter.

Berdasarkan catatan Kementerian PU, dalam sehari jalan ini dilalui lebih dari 10 ribu unit kendaraan dan pada saat libur atau perayaan hari besar meningkat 2 sampai 3 kali lipat.[8] Namun, sejak dibangun Kelok Sembilan nyaris tak mengalami pelebaran berarti karena terkendala medan. Seiring peningkatan volume kendaraan yang melintas, kondisi jalan yang sempit dan terjal sering mengakibatkan kemacetan. Lebar jalan yang hanya 5 meter dan tikungannya yang tajam kerap menyulitkan kendaraan bermuatan besar melintas karena tidak kuat menanjak.

Image

Pada tahun 2000, lalu lintas kendaran antara Sumatra Barat dan Riau sudah mencapai antara 9.000 sampai 11.000 kendaraan sehari dengan mengangkut sekitar 15,8 juta orang dan sekitar 28,5 juta ton barang dalam setahun. Separuh dari barang yang diangkut adalah hasil pertanian dan peternakan. Karena penyempitan jalan di Kelok Sembilan, perjalanan dari Bukittinggi menuju Pekanbaru yang mestinya dapat ditempuh dalam waktu 4 jam, bisa memakan waktu 5 sampai 6 jam.[2] Mengatasi persoalan ini, Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumatra Barat Ir. Hediyanto W. Husaini mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jembatan layang. Pembangunan jalan layang Kelok 9 mulai dikerjakan pada November 2003 setelah memperoleh persetujuan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Agustus 2003.

Image

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Pembangunan jembatan layang Kelok 9 mulai dilakukan pada 2003. Pengerjaannya ditangani dalam dua tahapan pembangunan. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter.[10][1]

Jembatan layang Kelok 9 terdiri dari enam jembatan dan memiliki ruas jalan selebar 12,5 meter. Bentang jembatan pertama memiliki panjang 20 meter, bentang kedua 230 meter, dan bentang ketiga 65 meter.

Bentang keempat memiliki panjang 462 meter. Bentang jembatan keempat merupakan jembatan jenis pelengkung beton dengan fondasi bore pile sedalam 20 meter untuk menahan berat jembatan dan gaya horizontal gempa. Bentang jembatan kelima memiliki panjang 31 meter dan bentang keenam 156 meter.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kelok_9

Image


:mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:



User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 01 Apr 2019, 18:48

Ada hal yang berbeda saat saya mengunjungi Kelok 9 ini... Juni 2014 lalu saya berkunjung ke Jempabatn Kelok 9 ini dan suasana masih terasa nyaman, walaupun saat itu sudah ada banyak penjual makanan, seperti jagung bakar dll. tapi para penjual ini masih menggunakan gerobak dorong yang artinya tidak menetap di lokasi Jembatan Kelok 9 ini.

Tapi saat ini, Desember 2017 ternyata perubahan nya sangat besar...para pedagang kaki lima ini sudah menetap dengan membangun gubuk2 sepanjang area Jembatan Kelok 9, sehingga sata saya mengabadikan foto dan video sangat terlihat deretan Pedagang kaki 5 memenuhi setiap jengkal jembatan kelok 9.

Oiya... disaat kami menikmati suasana Jembatan Kelok 9, saya melihat satau ruas jalan yang merupakan jalan lama dari Kelok 9 ini... timbul ide untuk menjajal bagaimana rasanya melintasi ruas jalan lama kelok 9 itu... yang terlihat dari tempat kami berdiri saat itu..

Image

Image

Image

Lalu saya pun coba2 tracking Google maps.. dengan tujuan : Harau Valley

Kebetulan saya sendiri belum pernah mengunjungi Harau Valley, saya cukup penasaran sekali setelah beberapa minggu sebelumnya dapat kiriman foto dari seorang teman SMRT yaitu om @FMEAKD yang berkunjung ke Harau Valley...

Pertama saya tracking Google maps....saya dapatkan Rute seperti ini... (Ryte lebih dekat hanya 13.4KM)

Image

Tracking ke dua saya dapatkan rute seperti ini.. : (lebih jauh yaitu 22.9 KM) dan kami harus balik arah menuju ke Bukittinggi..

Image

Saya pikir Rute Pertama lah yang paling tepat... karena kita juga tidak usah balik lagi ke arah tadi saat datang dari Bukittinggi..

Maka kami pun mulai bergerak menyusuri jalanan pertama.. tidak jauh... kami menysuri jalan raya utama yaitu Jl. Sumbar - Riau sejauh 3.3 Kilometer lalu belok kiri.. masuk lah kami ke satu ruas jalan cukup kecil tapi aspal nya mulus....

Image

Image

Awal2 belok itu sudah terasa aura daerah yang cukup sepi.. dengan kelokan2 tajam dan kontur jalan turun naik... saya tetap pantau Google Maps dengan seksama sambil terus berjalan di depan...

Sementara teman2 di belakang mulai bertanya2 via rakom : apakah benar ini jalan menuju Harau Valley..?

Image
Saya jawab : masih Aman.. On the track.. :mky_01: :mky_02: :mky_08:

Kami terus bergerak perlahan.... sampai akhir nya google maps menginginkan kami belok kiri keluar dari jalur jalan aspal mulus tadi.. ke kiri ..

dan jalan ke kiri itu masuk ke hutan dengan kondisi jalan tanah... ga ada aspal sama sekali..

Image









Untuk memutuskan masuk ke rute itu, saya coba mencari penduduk untuk bertanya : Apakah jalan itu normal..?
artinya bisa dilalui oleh kendaraan2 kami..?

ada 1 penduduk yang saat itu menggunakan motor jenis nya saya lupa tapi saya tau itu motor Yamaha.. dia berkata :

"Tidak bisa Bang.. itu jalanan putus, hutan, sawahm dan sungai deras di bawah sana.. Mobil tidak bisa lewat, harus pake ini : Honda !!"

wkwkwkw. saya kaget, kok motor Yamaha di sebut Honda... ternyata memang di daerah itu motor identik dengan Honda.. ga peduli itu motor merk nya apapun pokok nya Honda ..

:mky_01: :mky_01: :mky_07: :mky_07:

Oke... Kami putar balik... bukan karena engga berani masuk ke jalur tanah tadi... tapi karena emang kami tak merasa siap untuk oprud siang itu.. lagian waktu kita terbatas, salah2 malah ngga akan pulang ke Hotel alias nginap di dalem hutan hehehe..

Akhir nya kami putuskan kembali ke Jembatan kelok 9 dan menggunakan Rute Google Maps yang ek 2..

Image


Memang agak berputar2 tapi aman.... dan kebetulan sudah jam makan siang, jadi kami sekalian mencari tempat makan siang...

Sebelum makan siang, kami mampir di sebuah SPBU dengan Rest area lengkap dengan medjid yang sangat cantik... berlatar belakang tebing yang tinggi, benar2 indah... disini kami menunaikan ibadah sholat dzuhur dulu...

itulah : Spbu AIR PUTIH 13.262.511
Location : https://goo.gl/maps/9giAa2GgqQ52

Image

Saat kami mulai berbelok ke kanan keluar dari jalan Raya utata Sumbar - Riau dan mulai mengarah ke Harau Valley.. kami lihat ada sebuah warung makan di tepi sawah.. dan Feeling serta penciuman tajam master272 pun berfungsi dengan baik seperti biasa nya...hahaha.. karena erut lapar, makan enak pun cepat ter identifikasi...

Sebuah warung makan Padang tapi agak berbeda...

ini menu nya sedikit berbeda dari kebanyakan warung makan padang, ada belut, ada tutut, dll.

dan yang terpenting, lokasi warung makan ini berada di tepi sawah dengan pemandangan indah sekali...

Bukit Harau tampak dikejauhan.. kami pun sangat menikmatinya sambil ngopi setelah makan siang itu...

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Image

Image

Image

Image

Image

Image



:mky_02: :mky_01: :mky_08:



Berikut ini Saya persembahkan kembali 1 Video Amatir ...

Etape 13 : Road Trip Bukittinggi - Kelok 9

Selamat menikmati... :mky_02: :mky_02: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:



:emo-photo: :emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-flowerforyou:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 03 Apr 2019, 06:17

Perjalanan menuju Harau Valley...












Boeds
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 275
Joined: 01 Mar 2018, 13:39
Location: Jakarta
Daily Vehicle: SR3

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Boeds » 12 May 2019, 15:40

saya blom baca semua thread ini, keputus-putus,
kebetulan lihat posting terakhir, jadi teringat kejadian setahun lalu, tepatnya pas libur lebaran.
jakarta-medan, pergi lintas timur, pulang lewat jalur barat.

mau cerita dikit yg sesuai dgn posting terakhir om f272, jalur sidempuan - bukit tinggi.
apalagi setelah lihat video rekamannya... ingatan langsung kembali ke setahun lalu :D

ceritanya,
kami berangkat dari rumah kakak di siantar setelah sarapan pagi.
penumpang 4 cewek semua. 2 anak, nyonya dan ibu. saya solo driver.
jam makan siang, kami nyampe di balige, rumah makan khas tapanuli di atas kolam ikan nila yg selalu ramai.
ikan masak bumbu khas nya... muantaaap. wajib coba bagi yg lintas di balige. ayam kampungnya juga maknyuusss... andalimannya itu loh.. hmmmm.....

selesai makan, lanjut ke arah tarutung,
mau masuk siborong-borong, nelpon teman akrab di medan yg sudah jalan beberapa hari lalu keliling toba, tanya posisinya dimana.
suatu kebetulan yg ajaib, kami bisa pas ketemu di pertigaan siborong-borong, padahal gak janjian.
mereka dari arah tele, kami dari arah parapat, lanjut bareng ke arah tarutung.

di tarutung, sepakat mau mandi air panas belerang.
akhirnya yg mandi anak"nya teman, kami ngobrol di teras pemandian sambil makan jajanan khas tapanulit, ombus-ombus dan lampet.
kebetulan teman saya juga bawa ibunya, jadi pembicaraan seru sekali (mereka tetangga dulu waktu di medan).
lansia ketemu lansia, nyonya ketemu nyonya, laki ketemu laki...
gak sadar ngobrol keenakan akhirnya kesorean, dan kamipun berpisah.

kami masuk tarutung sudah gelap, jam 7 lewat...
karena keterbatasan waktu cuti, diputuskan lanjut jalan sampai dimana sanggupnya....gak nginap di tarutung.
awalnya agak ragu juga, karena akan melewati spot yg rawan, seperti aek latong yg pernah terkenal memakan banyak korban tewas karena bus yg tenggelam di sana. banyak cerita seram tentang aek latong sehingga semua orang menyarankan jangan lintas malam di sana.

akhirnya spot" rawan tersebut dilewati semua, tanpa rasa kuatir. mungkin karena malam, jadi fokus ke jalan yg diterangi lampu saja...
pas lewat pembangkit listrik panas bumi aek sarula, hanya melambat sejenak.
akhirnya sebelum tengah malam, kami masuk ke padang sidempuan.

cari spot berhenti yg nyaman, dapat di indomaret yg ada spbu nya.
makan malam yg sudah sangat telat... trus akhirnya diputuskan untuk lanjut lagi, gak nginap di sidempuan.

ada untungnya karena lintas barat sumatra yg memang lebih sepi dari lintas timur, semakin sepi karena sudah malam, membuat kami hampir bisa maintain di 80-100kpj di track lurus.

akhirnya sampai di mana ya...lupa, sekitar hampir jam 3 mata sudah gak tahan, akhirnya kami masuk ke spbu, istrahat tidur, rencana subuh jalan lagi.

lewat subuh, lanjut jalan ke arah bukit tinggi.

nah, video om f272 yg ada sungai di samping kiri sepanjang jalan... itu yg memancing nulis cerita ini.
suatu pemandangan yg sangat nyaman... yg gak akan dapat di lintas timur.
sayang karena keterbatasan waktu, saya gak sempat mampir" di sepanjang spot jalan dan sungai itu.
bagi yg akan roadtrip ke utara sumatara dari ujung selatan, highly recommend lewat jalur barat ini.

mendekati bukit tinggi, jalan berkelok-keloknya lumayan membuat pusing.
kakak saya yg sekian tahun tinggal di padang, setiap kali pulang ke medan, katanya selalu mabuk kalo lewat track kelokan ini.

di bukit tinggi, spot" makanan yg terkenal sudah telat alias kehabisan.
akhirnya setelah makan siang, kami lanjut lagi ke arah padang.

di padang juga gak sempat mampir, hanya cari pertadex.
lanjut ke painan dan nginap di sana.


ini etape yg pengen diulang lagi... rasanya sangat tidak puas saat itu karena gak bisa singgah-singgah.
suatu saat... blom tau kapan... :D

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 13 May 2019, 06:08

Boeds wrote:
12 May 2019, 15:40
saya blom baca semua thread ini, keputus-putus,
kebetulan lihat posting terakhir, jadi teringat kejadian setahun lalu, tepatnya pas libur lebaran.
jakarta-medan, pergi lintas timur, pulang lewat jalur barat.

- cut -


ini etape yg pengen diulang lagi... rasanya sangat tidak puas saat itu karena gak bisa singgah-singgah.
suatu saat... blom tau kapan... :D
Hehehe...kirain saya aja yang keputus2 sajikan cerita Jelajah 1 Pulau Sumatera ini...
ternyata om @Boeds juga baca nya keputus2 yah...? wkwkwkwk

Ini cerita perjalanan sudah hampir 1,5 tahun om.. sedangkan saya belum tuntas menyajikan cerita nya untuk teman2 disini..
Seolah balapan nih sama Video2 nya.. Salip2an...

Semoga saya sempat untuk menuntaskan cerita ini sampai Finish...
Lebaran ini malah sudah mau balik lagi ke Sumatera untuk Mudik ..

:mky_01: :mky_01:

Saya senang om juga share cerita Perjalanan SUmatera nya disini...

Ayo Lanjutin om... ada cerita seru apalagi..?

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 07:45

Lanjutin Cerita Road Trip aah.....

Kemarin baru sampai Rumah makan menjelang Harau Valley yah....

Oke kita Sudah makan siang di sebuah warung makan yang menurut saya oke ...selain jenis makanan nya sangat khas, harga nya pun relatif terjangkau, masuk akal, tidak mahal dan kebersihan area temoat makan pun terjaga... jadi warung ini benar2 jadi tempat kami makan siang dengan nikmat sekali..

Setelah makan siang, lanjut dengan ngopi di pinggir sawah, letaknya tepat di samping rumah makan ini, dekat parkiran mobil.. lalu foto2 dan siap2 untuk kembali lanjut perjalanan menuju Harau Valley... yang membuat kami penasaran karena tak satupun diantara kami yang pernah ke Harau Valley ini.. saya pun sebeneranya baru tau ada temapt bagus di wilayah ini, karena biasanya saya cuma tau Kelok 9 dan Kelok 44, lalu Danau Maninjau..Danau SIngkarak...





Perjalanan menuju Harau Valley tidak memakan waktu lama... yang lama justru karena saya berjalan perlahan mengabadaikan momen indah...view yang benar2 alami luar biasa....sawah menghijau terhampar luas.... lalu di ujung langsung ada bukit dengan tebing2 berwarna cokelat menjulang tinggi... kadang2 tebing nya dihiasi air terjun yang indah...

Image

Image

Kami terus bergerak menuju ke jalan lebih dalam lagi...

Ada satu keinginan saya, jika kita memasuki satu wikayah baru...saya selalu ingin memutari wilayah itu sampai ke ujung ...sampai mentok...Nah saat itupun saya yang berjalan paling depan terus bergerak sambil memperhatikan peta gugel... ini menyusuri jalan yang paling ujung sampai mentok, dalam hati sih masih penasaran dengan jalan pintas yang tadi gagal di tembus dari arah Kelok 9

:mky_01: :mky_01: :mky_01:

Spot keramaian yang merupakan pusat wisata Harau Valley pun satu persatu kami lewati... sayang saya ga sempat foto2 bagaimana situasi nya.. tapi bisa saya gambar kan adalah : Ramai...dengan parkiran yang cukup krodit... penuh sesak karena sepertinya area parkir yang tersedia kalah jauh dengan jumlah kendaraan yang datang ke tempat ini... spertinya memang Harau Valley sedang Hits Bukittinggi ini, terlihat dengan banyak nya spot selfie yang juga sedang hits saat ini... semua demam Instagram hehehe... (termasuk saya).

:mky_01: :mky_01: :mky_01:





Nah ...tibalah kami di jalanan yang sedikit antimainstream.........

Saya yang tiba lebih awal...mulai tersenyum... asikkkk ini mau kita tembus atau bagaimana..?

Saya menunggu teman2 lain datang... satu persatu kendaraan teman2 pun muncul dan mulai berkumpul...

Sementara saya coba foto2 jalur dan keisengan si Cibul Aryasona yang lagi doyang naik ke atas atap F272...

:mky_02: :mky_02:

Image


Image


Image


Image


Image


Image


Image

:mky_02: :mky_02:


User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 09:25

Akhir nya semua kendaraan tiba di mana saya juga berhenti ...

Lho kenapa tidak melanjutkan perjalanan terus menyusuri jalur antimainstream ini..?

Hehehehe... karena jalur mulai tidak kondusif..ada beberapa spot lumpur tanah becek, kami harus melakukan survey dulu beberapa puluh meter ke depan, hal ini saya lakukan bersama om Rizqy untuk mengetahu bagaimana situasi jalanan ke depan,

Beberapa pertanyaan ada dalam benak saya..
Apakah layak untuk kami terobos..?
Jika kami terobos... apakah kami dapat lewat mulus..?
Jika tersangkut spot becek alias kepater, apakah kami bisa lolos dengan mudah..?

Berikutnya...

Apakah di depan benar2 bisa terus menerobos..?
atau harus putbal alias putar balik..?
Jika harus putar balik... apakah ada spot area yang cukup untuk kami putar balik 4 kendaraan ?

hehehe..ini perlu kami pertimbangkan karena kalau tidak, akan jadi satu kerepotan yang cukup konyol ... bakalan kemaleman, babak belur kotor2an dan apes nya bakalan bermalam di kawasan ini karena ngga bisa keluar dari spot kepater.. hiyy... amit2 deh ! wkwkwkwk..

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:


Image


Image


Image

Akhirnya stelah saya terus jalan kaki memeriksa jalur ke depan....saya putuskan untuk tidak melalui nya mengingat hari sudah sore dan kita tidak siap untuk oprud ..ban tidak ada yang MT... mobil tidak ada yang pake winch... strap juga cuma ada 1 ..sangat beresiko untuk nyemplung ke jalur itu walaupun hati saya tetap penasaran dalam kadar yang yang sangat tinggi.. oke kapan2 saya akan kembali kesana deh yah...hehehe..

Sementara si Cibul Aryasona tetap saja masih ada di atas atap F272... asik katanya.. :mky_01:


Image


Image

Just info : Foto2 si Cibul Aryasona ini pernah saya posting di Instagram 272roadventure... dan ada pihak2 yang copy lalu dijadikan black campaign bernada mengejek ...katanya : Makanya beli mobil mahal itu jangan mau yang ga ada Sun roof nya, akhirnya jadi kayak gini.. wkwkwkwk begitu kira2 bunyi nya ledekan orang itu... kasihan sekali yah..

:mky_01: :mky_01: :mky_07: :mky_07:


User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 11:06

Akhir nya setelah di putuskan untuk tidak melanjutkan jalur itu.. kami pun kembali mejelajahi rute lain yang masih merupakan bagian dari jalur Harau Valley dengan arah yang berbeda dari jalur tadi...

Kami sempat melewati berbagai permukaan jalan...dari aspal..kerikil..gravel...bahkan tanah merah ...





Alam di Harau Valley sini memang indah dan unik, karena Panorama alam nya dihiasi oleh tebing2 berwarna cokelat yang banyak sekali berdiri kokoh dengan megah nya di sekitaran Harau Valley ...

kami terus bergerak mengelilingi jalur terluar ... berputar2 sambil sesekali berhenti untuk ambil foto dan video...

Puas rasanya masuk2 ke jalur2 dengan jalanan tak beraspal.... apalagi kami lakukan bersama2.. 4 mobil...

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:

Berikut Rekaman Foto2 yang berahasil saya abadikan.......



Image



Image


Image


Image


Image


Image


Image

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 12:55

Jika diperhatikan secara mendetail, kita bisa melihat sebuah pemandangan menakjubkan di Harau Valley ini....

Pemandangan alam yang tidak biasa... seolah menyuguhkan sebuah diorama yang biasa kita lihat di maket2 gedung2 tinggi dalam kotak kaca berukuran sekian berbanding sekian.... tapi ini nyata... betul2 alam yang sedang saya jelajahi..datangi dan singgahi bersama teman2 SMRT..

Puas berkeliling Harau Valley... saya rehat dekat sebuah dinding batu besar sekali... sambil menunggu teman2 merapat ke dekat saya, beberapa frame Foto berhasil saya abadikan kembali, kali ini lewat camera nya si Cibul Andika..

Image

Lembah Harau adalah sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatra Barat. Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter berupa batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m.


Image

Dari mulai saat memasuki Lembah Harau , kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan . Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926. Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa. Lembah Harau seluas 270,5 hektare/2.705km² . Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993.


Image


Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatra. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang acap terlihat di kawasan ini. Kawasan Objek wisata Lembah Harau ini terdiri dari 3 (tiga) kawasan : Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang . Pada resort Aka Barayun yang memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asli juga berpotensi untuk pengembangan olahraga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan juga mempunyai lokasi yang bisa memantulkan suara (echo).


Image


Disini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang ingin menginap lengkap dengan fasilitasnya. Resort Sarasah Bunta terletak disebelah timur Aka Barayun, memeliki 4( empat) air terjun (sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan sarasah Aie Angek ) dengan telaga dan pemandangan yang indah seperti ; Sarasah Aie Luluih, dimana pada sarasah ini air yang mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi apabila terpancar sinar matahari siang sehingga dinamakan “Sarasah Bunta”. Sarasah Murai , pada sarasah ini sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan “Sarasah Murai “. Pada Sarasah Aie Angek belum banyak dikunjungi wisatawan, airnya agak panas berada arah keutara dari “Sarasah Murai”.Pada Resort Rimbo Piobang sampai akhir tahun 2009 belum berkembang karena direncanakan untuk Taman Safari.


Image


Geografi
Terdapat tujuh air terjun di Lembah Harau diaantaranya Air Terjun Aka Barayun, Sarasah Donat, Sarasah Boenta, Sarasah Talang, Sarasah Murai, Ketinggian masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-90 meter. Air terjun tersebut mengalir dari atas jurang yang membentang di sepanjang Lembah Harau. Terbentuknya lembah harau dikarenakan adanya patahan turun atau block yang turun membentuk lembah yang cukup luas dan datar. Salah satu tanda-tanda atau untuk melihat dimana lokasi patahannya adalah dengan adanya air terjun. Ini artinya dahulu ada sungai yang kemudian terpotong akibat adanya patahan turun, sehingga membentuk air terjun. Secara geologi, batuan yang ada disitu berumur cukup tua, kira-kira 30-40 juta tahun. Batuan seumur ini yang sangat halus berupa serpih (besar butir lebih kecil dari pasir 1/16 mm) yang merupakan batuan yang banyak mengandung organic carbon, yaitu batuan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme.

Image

Geologi
Menurut beberapa ahli geologi dahulunya lembah harau merupakan sebuah lautan, hal tersebut di dukung dengan
banyak ditemukannya berbagai endapan yang belum terganggu berada didaratan karenanya secara teoritis bisa
disimpulkan daerah itu dahulunya laut. Hal tersebut diperkuat oleh temuan dari survey team geologi Jerman (Barat)
yang meneliti jenis bebatuan yang terdapat di Lembah Harau pada tahun 1980. Dari hasil survey team tersebut
dapat diketahui bahwa batuan yang ada di perbukitan Lembah Harau adalah batuan Breksi dan Konglomerat
yang merupakan jenis bebatuan yang umumnya terdapat di dasar laut.

Image

Aktivitas Mendaki
Harau Valley ^Manifestone - panoramio.jpg
Harau tak hanya sebatas air terjun dan tebing namun juga terdapat jalur pendakian menuju puncak-puncak perbukitan dengan ketinggan lebih dari 100 m. Meskipun jenis atraksi ini belum populer bagi wisatawan namun patut untuk di coba. Untuk melakukan aktivitas ini para wisatawan dapat menghubungi warga lokal sebagai pemandu arah dikarenakan jalur yang masih baru dan asri. Waktu tempuh menuju puncak bisa memakan waktu hingga 5 jam. Setelah melakukan perjalanan tersebut maka para wisatawan dapan menikmati pemandangan kawasan Harau dari ketinggian

Image

Aktivitas Panjat Tebing
Lembah Harau yang kondisi fisik wilayahnya dikelilingi oleh tebing terjal menjadikannya destinasi yang sangat cocok untuk panjat tebing. Tebing terjal dengan ketinggian lebih dari 100 m ini cukup populer, Hal ini dapat terlihat dari banyaknya jumlahwisatawan baik lokal maupun manca negara. Ditunjang dengan fasilitas panjat yang cukup baik serta penyedia fasilitas yang sudah profesional menjadikan wisata yang tergolong ekstrim ini sangat patut untuk dicoba.

Image

Acara

COLLECTIE TROPENMUSEUM De Kloof van Harau TMnr 60054633.jpg
Tidak hanya kondisi fisik yang unik dan indah Harau memiliki budaya yang melimpah juga. Adat minang yang kental masih melekat di kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Untuk wisatawan yang ingin menikmati suguhan budaya minangkabau di Harau masyarakat setempat mengadakan festival budaya dan seni yakni Pasa Harau. Festival ini diadakan biasanya di bulan Juli atau agustus selama tiga hari berturut-turut.

Image

Mitologi
Jika dikaitkan dengan bahasa lokal Harau berarti ‘parau’ atau bersuara serak. Konon katanya pada zaman dahulu penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu( salah satu bukit di harau) sering terkenan bencana banjir dan longsor sehingga menyebapkan kepanikan. Mereka sering berteriak-teriak histeris sehingga lama-lama suara mereka menjadi parau.

Sedangkan legenda lain yang populer di masyarakat setempat mengenai terbentuknya Harau adalah legenda Puti Sari Banilai. Di masa lalu, berlayarlah Maulana Kari, Raja Hindustan bersama permaisuri Sari Banun untuk merayakan pertunangan anaknya Sari Banilai dengan Bujang Juaro. Sebelum berlayar, dua anak manusia ini bersumpah jika Sari Banilai mengingkari janji pertunangan, dia disumpah menjadi batu. Sebaliknya, jika Bujang Juaro yang ingkar janji, maka dia disumpah menjadi ular naga.


Image

Kapal yang membawa Maulana Kari, Sari Banun, dan Sari Banilai terbawa arus dan terjepit di antara dua bukit besar. Agar tidak hanyut, Maulana Kari menambatkan sebuah batu yang kelak dikenal dengan Batu Tambatan Kapal. Kapal layar ini selamat. Rajo Darah Putiah yang berkuasa di kawasan Lembah Harau waktu itu mengizinkan keluarga Maulana Kari menetap. Sedangkan di negri lainnya Raja Hindustan ini sudah pasrah tidak mungkin kembali. Karena tidak mengetahui sumpah putrinya, dia berinisiatif menikahkan Sari Banilai dengan Rambun Pade, pemuda Harau. Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang anak yang sangat disayang oleh Maulana Kari dan Sari Banun.

Suatu hari, mainan si anak jatuh ke dalam laut dan dia memanggil ibunya untuk mengambil mainan. Sari Banilai melompat ke laut untuk mengambil dan dia terhanyut karena ombak sedang besar. Sari Banilai terseret hingga terjepit di antara dua batu besar lalu berdoa agar air segera surut. Sari Banilai yang teringat sumpahnya khawatir dia bakal dikutuk menjadi batu. Sambil berdoa kepada Tuhan, dia minta dibawakan perlengkapan rumah tangga dan diletakkan di samping batu yang menjepitnya. Lambat laun kaki Sari Banilai membeku dan menjadi batu. Begitupun bagian tubuh yang lain. Batu yang berbentuk seorang ibu sedang menggendong anak di salah satu bagian di Lembah Harau itu diyakini sebagai Sari Banilai yang termakan sumpahnya. Cerita yang masih hidup di tengah masyarakat Lembah Harau itu dikenal sebagai Randai Sari Banilai dan kemudian menjadi salah satu kesenian tradisional masyarakat Lembah Harau.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Lembah_Harau


User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 13:15

Selesai acara jelajah alam di Harau Valley saya perhatikan waktu sudah menunjukkan hampir jam 4 sore...

Saatnya untuk segera kembali ke Hotel... kamipun bergegas untuk menuju Kota Bukittinggi kembali dan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.. Alhamdulillah perjalanan kembali ke Hotel sore itu lancar dan tanpa Hambatan ....

:emo-big_love: :emo-flowerforyou: :emo-photo:

Kami sempat mampir ke sebuah tempat kuliner yang semua bahan pokok nya berasal dari Jagung..
Namanya Jagung super manis F1-aina, berada di sisi kiri jalan dari Harau Valley menuju Kota Bukittinggi, sayang sekali saking asiknya saya menikmati cemilan serba jagung itu, lupa untuk foto2 seperti apa bentuk cemilan nya, yang jelas di tempat ini aneka cemilan tersedia dan didominasi oleh makanan berbahan baku : Jagung Manis... Cukup Recomended..

Image


Image


Image

Suasana sore menuju Bukittinggi sangat berkesan, masih terasa dalam ingatan saya, dan saya abadikan pada satu postingan pada akun instagram 272roadventure dengan di iringi petikan gitar Andra - gitaris Dewa 19 ...





:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 13:35

Setelah membeli cemilan Jagung manis itu..kami segera lanjut jalan kembali menuju Hotel Grand Royal Denai di Kota Bukittinggi...

Hari semakin gelap dan jam menunjukkan sudah hampir tiba waktu magrib...

Image

Setiba nya di Hotel, kami membersihkan diri, sholat maghrib dan segera bersiap di Lobby Hotel...

Lho mau kemana lagi..????

Kembali Jam Gadang menjadi tujuan kami untuk wisata kuliner khas Bukittinggi...

Kali ini kami mencicipi Sate padang yang cukup berbeda, bukan kelas Kaki lima yang bertenda besar..apalagi restoran, ini Sate padang yang hanya berjualan di sebuah sepeda motor tapi ramai sekali di kunjungi pembeli... saya pun penasaran dan menurut insting kuliner saya : Ini pasti enak dan murah... Hehehehe.. benar saja, Lezaaattooossss...


Image

Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatra Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman.

Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan)[1] dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.

Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate Pariaman kuahnya berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas.







Daging segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit. Rempah-rempah inilah yang membuat rasa kuah sate menjadi kaya rasa yang melimpah.

Image

Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa. Dimakan dalam keadaan hangat, biasanya ditambah dengan keripik balado khas Minang. Beberapa penjual sate yang cukup dikenal oleh masyarakat Minang ataupun perantau di antaranya adalah Sate Mak Syukur Padang Panjang, Sate Dangung-Dangung, dan Sate KMS.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sate_Padang

Image


:mky_02: :mky_02:


Selesai menikmati kuliner khas Bukittinggi... kami sempat santai di sekitaran Jam Gadang... seperti biasa area Jam Gadang yang merupakan iKon Kota Bukittinmggi ini ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, tapi sepenglihatan saya sejak pertamakali ke tempat ini memang wisatawan di dominasi oleh wisatawan Domestik, tapi saya juga belum pastikan dari data Dinas Pariwisata tentang berapa jumlah wisatawan Mancanegara yang berkunjung ke Bukittinggi ini setiap tahun nya.

Jam Gadang


Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti "jam besar".

Selain sebagai pusat penanda kota Bukittinggi, Jam Gadang juga telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam ini. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sekitar taman dekat menara jam ini.





Struktur Jam Gadang
Ukuran dasar bangunan Jam Gadang yaitu 6,5 x 6,5 meter, ditambah dengan ukuran dasar tangga selebar 4 meter, sehingga ukuran dasar bangunan keseluruhan 6,5 x 10,5 meter.[1] Bagian dalam menara jam setinggi 36 meter, ini terdiri dari beberapa tingkat, dengan tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan bandul. Bandul tersebut sempat patah hingga harus diganti akibat gempa pada tahun 2007.

Terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm pada Jam Gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris.[butuh rujukan] Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah tingkat paling atas. Pada bagian lonceng tertera pabrik pembuat jam yaitu Vortmann Relinghausen. Vortman adalah nama belakang pembuat jam, Benhard Vortmann, sedangkan Recklinghausen adalah nama kota di Jerman yang merupakan tempat diproduksinya mesin jam pada tahun 1892.

Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur dan pasir.

Image


Sejarah Jam Gadang
Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Jazid Radjo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.

Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Sehingga sejak dibangun dan sejak diresmikannya, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol Kota Bukittinggi.
Atap Jam Gadang mengikuti zaman pemerintahannya.


Image


Image


Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.

Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah kota Bukittinggi dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun kota Bukittinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010.

Pada Juli 2018, kawasan Jam Gadang direvitalisasi oleh pemerintah. Pengerjaannya memakan biaya Rp18 miliar dan rampung pada Februari 2019

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jam_Gadang


Image


Image


beberapa saat kemudian kita mulai ngantuk dan akhirnya sama2 kita berjalan kaki menuju Hotel kembali untuk ber istirahat...

Sesampainya di kamar Hotel, 2 cibul pun langsung teler kangen2an sama kasur bantal & Guling.....
Tidur lelap setelah bertualang seharian penuh ke Kelok 9 dan Harau Valley....
Walau cuma dapat 2 destinasi wisata tapi hati kami puas ....
Karena kami selalu ingat : Bukan Tujuan nya, Yang Penting Perjalanan nya ...

:mky_02: :mky_02: :mky_02:

Image



:mky_01: :mky_01: :mky_01: :mky_01:


Demikian cerita Perjalanan Jelajah satu Pulau Sumatera Etape Kota Bukittinggi ini...
Masih ada etpe selanjutnya Esok hari yaitu :


Bukittinggi menuju ke Padang ...


:mky_02: :mky_02: :mky_02: :mky_02: :mky_02:


Bagaimana keseruan nya...?


Perjalanan dari Kota Bukittinggi menuju Kota Padang sih sbenar nya biasa saja...
Untuk menempuhnya hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam via Padang Panjang..

Jadi biasa2 saja kan...? Singkat, cepat, dan rasanya tidak terlalu lama...

Tapi apa yang kami alami esok hari, tidak pernah terbayangkan sama sekali sebelumnya

Kami start jam 8 pagi dari Kota Bukittinggi..... baru tiba di Kota Padang jam 9 malam...

Ada apa..??

Hehehe... tunggu kelanjutan cerita saya selanjutnya..............

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:

User avatar
Gasoline24
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 321
Joined: 10 Nov 2016, 15:24
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by Gasoline24 » 17 May 2019, 14:39

salute sama photo management - databasenya itu lho.......keren Om Mod ceritanya, bikin kepengen apalagi explore sumbar [Impian banget]


#entah kapan

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 17 May 2019, 16:07

Gasoline24 wrote:
17 May 2019, 14:39
salute sama photo management - databasenya itu lho.......keren Om Mod ceritanya, bikin kepengen apalagi explore sumbar [Impian banget]


#entah kapan
Ayolah om jalan2 ke Sumatera.......ajak si Bironx icip2 trek Ngarai Sianok.... hehehe

Dekat kok...cuma 29 jam aja... :mky_01:

Image

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 18 May 2019, 09:01

Image


6 Fakta Menarik Jam Gadang Bukittinggi yang Belum Banyak Orang Tahu

1. Hadiah pemberian Ratu Belanda

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda pada sekretaris kota yang saat itu dijuluki Controleur. Arsiteknya adalah orang asli Indonesia bernama Yazin dan Sutan Gigi Ameh.


2. Mesin penggeraknya sama dengan Big Ben di London


Ada satu lagi bangunan di dunia yang bentuknya mirip Jam Gadang, yaitu Big Ben di London. Usut punya usut, bukan hanya bentuknya yang mirip tapi mesin penggeraknya memang dibuat oleh orang yang sama.

Mesin penggerak manual bernama Brixlion ini dibuat oleh seorang bangsawan ternama bernama Forman. Menurut sejarah, mesin Brixlion hanya ada dua di dunia yaitu sebagai penggerak Jam Gadang dan Big Ben. Wah, keren juga ya!

3. Bandul jam sempat patah pada tahun 2007


Masih ingat bencana alam gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat pada tahun 2007? Gempa berkekuatan 5,8-6,4 skala richter ini terasa getarannya hingga ke Singapura dan Malaysia. Banyak bangunan rusak dan 50 orang lebih meninggal dunia akibat rangkaian gempa yang terjadi dari 6-8 Maret 2007.

Salah satu bangunan yang terkena dampaknya adalah Jam Gadang. Bandul penggerak Jam Gadang yang berada di lantai teratas putus, dan segera dilakukan penggantian. Jadi bandul yang wisatawan lihat sekarang ini adalah versi baru.

4. Ada keunikan pada penulisan angka ‘4’ dengan bilangan Romawi

Angka 4 pada bilangan Romawi biasa dituliskan dengan IV. Tapi coba perhatikan Jam Gadang Bukittingi, angka 4 ditulis dengan IIII. Beberapa sejarah menyebutkan penulisan ini diatur oleh pemerintahan Belanda yang kala itu menduduki Bukittingi.

Simbol IV diartikan sebagai I Victory, mengundang kecemasan Belanda akan menumbuhkan semangat perlawanan dari rakyat setempat pada mereka. Namun sejarah ini belum diakui kebenarannya, mengingat ada satu lagi jam yang menggunakan angka IIII bukan IV. Jam ini milik raja Perancis King Louis XIV yang dipesan khusus pada pembuat jam kerajaan.

Image



5. Dibuat tanpa rangka besi dan semen


Dengan luas alas 13×4 meter dan tinggi 26 meter, kamu percaya nggak kalau menara kokoh ini dibuat tanpa rangka besi dan semen? Faktanya, pembangunan Jam Gadang hanya menggunakan campuran putih telur, kapur dan pasir putih lho! Jam Gadang menjadi salah satu bukti kehebatan teknik pembangunan zaman dulu.

6. Sudah 3 kali berganti bentuk atap


Sejak dibangun pada tahun 1926, Jam Gadang sudah mengalami tiga kali pergantian bentuk atap. Awalnya atap berbentuk bulat dan terdapat patung ayam jantan di atasnya yang menghadap ke Timur.

Renovasi pertama dilakukan saat masa pendudukan Jepang, atap Jam Gadang dibuat menyerupai pagoda. Lalu segera diubah selepas Indonesia merdeka, menjadi seperti atap Rumah Gadang sesuai adat Minangkabau. Kemudian renovasi terakhir baru dilakukan padfa tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).

Sudah tahu fakta-fakta menarik tentang Jam Gadang,
sekarang tinggal menjawab pertanyaan nih, kapan berkunjung ke sana?

https://blog.reservasi.com/fakta-jam-ga ... kittinggi/

:mky_01: :mky_01: :mky_02: :mky_02:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 18 May 2019, 09:13

Dan Pagi ini saya menyapa teman2 dengan .........

Selamat Pagi dari Jam Gadang - Kota Bukittinggi........... !!!


:mky_02: :mky_02: :mky_02:

ini adalah merupakan Hari ke 14 Jelajah Sumatera 2017

Kamis, 28 Desember 2017


Image

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Pagi itu saya keluar Hotel pagi2 sekali untuk mendapatkan kesempatan foto2 F272 di beberapa spot yang saya incar, terutama di dekat Jam Gadang ini.. tapi stelah saya tiba di area Jam Gadang.. ternyata sudah ramai juga kendaraan yang hilir mudik... agak sulit saya untuk mengambil gambar...selain itu juga lokasi foto saya hanya beberapa meter saja dari sebuah POS POLISI semi permanen yang sudah mulai beroperasi guna Operasi Lilin (Natal & Tahun Baru) mengingat ini adalah Bulan Desember. Sebelum saya di tegur oleh petugas kepolisian yang sedang piket, karena saya berhenti di spot jalur ramai kendaraan..saya memilih untuk menegur duluan Pak Polisi nya hehehe... anu maksud nya saya turun..lalu minta ijin untuk beberapa menit saja mengambil gambar dengan berlatar belakang Jam Gadang ini...

Beberapa Foto saya hasilkan tapi kurang sempurna... karena banyak moil maupun motor yang lalu-lalang sehingga menghalangi bidikan camera Handphone saya... ok ...setelah puluhan frame...dapat deh beberapa yang saya inginkan, saya pun pamit kembali ke Petugas Kepolisian yang piket di Pos itu...

Terimakasih Pak..!

Lalu sayapun meninggalkan Jam Gadang menuju spot berikutnya....
Sempat saya memandangi Jam Gadang sejenak ... tetap menggetarkah hati saya stiap memandangi bagunan bersejarah ini...

Image

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

rdipatiguna
Newbie
Newbie
Posts: 10
Joined: 02 Dec 2018, 20:00

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by rdipatiguna » 18 May 2019, 13:09

Ditunggu kelanjutannya om, mantap jaya roadtripnya

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 18 May 2019, 16:43

rdipatiguna wrote:
18 May 2019, 13:09
Ditunggu kelanjutannya om, mantap jaya roadtripnya
Siap om.... :big_exellent:

Berikutnya saya mendatangi sebuah taman dengan tulisan BUKITTINGGI, dan disitulah kembali saya mengambil beberapa gambar dengan sedikit agak susah payah karena ramainya lalu-lintas Kota Bukittinggi di pagi hari yang mulai menggeliat itu... tapi saya berhasil mendapatkan foto yang saya inginkan.. walaupun dengan hasil yang kurang begitu bagus, karena hanya menggunakan camera handphone dan backlight menghadap sinar matahari pagi

Image


Image

:emo-photo: :emo-flowerforyou: :emo-big_love:

Tadinya saya masih berniat untuk ke beberapa spot lain nya di sudut2 Kota Bukittinggi yang sbenernya saya juga tidak hafal, maksud nya pagi itu memang saya ingin huting spot foto yang saya nilai bagus dan bisa saya suguhkan buat teman2.. tapi melihat lalu-lintas yang sedikit demi sedikit mulai padat...saya mikir ulang dan akhirnya saya bergerak kembali menuju Hotel karena akan bersiap untuk sarapan pagi dan checkout dari Grand Royal Denai... Sebenarnya kadang saya berfikir, sayang sekali hotel yang bagus ini harus ditinggalkan dengan cepat2 padahal hari masih pagi... yah itulah hal yang kadang hinggap di hati kami saat sedang Road trip jelajah pulau seperti ini, kita memang ingin mendapatkan kamar hotel terbaik, tapi juga tidak ingin waktu hanya di habiskan dengan leyeh2 di dalam kamar hotel.. Hei..!! Kita ini sedang Road Trip ! jadi kita harus terus bergerak..!!

:mky_02: :mky_02: :mky_01: :mky_01: :mky_08: :mky_08:

Image


Image

Tiba di Kamar Hotel.... mendapati si Cibul Aryasona ternyata sudah menunggu untuk sarapan pagi...dan sesaat kemudian saya pun beres2 perlengkapan untuk kemudian membereskan nya di dalam kabin F272.. ini adalah ritual yang cukup menguras tenaga...hehehe dengan bawaan sebanyak ini kadang saya sampai menghabiskan 2 buah T'shirt karena keringat bercucuran ..gapapa lah yang penting harus segera ganti untuk menghindari masuk angin ..

Image


Image


Image


Image


Image


Image

:mky_02: :mky_02:



User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 18 May 2019, 16:59

Beginilah kira2 penampakan aktifitas saya di Lobby Grand Royal Denai Bukittinngi pagi itu... dengan kondisi mobil yang sudah makin kotor, kami asik saja parkir di Lobby Hotel termewah di Bukittinggi ini... hehehe hal ini terus terang kadang2 membuat hati kami tertawa geli, .. ya kontras sekali, Lobby Hotel mewah yang tentunya serba bersih dan indah tapi di huni oleh mobil2 kotor dan sangat tidak bagus itu...malah terkesan jorok !

Tapi mau bagaimana lagi... saya dkk bertekad tidak akan cuci mobil sejak start sampai dengan Finish.. karena selain memang akan menyita waktu, kami juga merasa percuma cuci mobil, karena toh akan kotor lagi.... Padahal itu hanya alasan saja.. yang sebener nya adalah : Kami suka mobil kotor.. hehehe supaya seperti Petualang beneran !

:big_biglaugh: :big_biglaugh:

:big_comfort: :big_comfort: :big_blushing: :big_blushing:


Image


Image


Image


Image


Ya !!! Akhirnya selesai juga...


:mky_01: :mky_01: :mky_01:

User avatar
F 272
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4041
Joined: 29 Apr 2013, 13:12
Location: Kota Bogor
Daily Vehicle: ANF 2016
Contact:

Re: Referensi Rute Perjalanan Pulau Sumatera via darat

Post by F 272 » 19 May 2019, 07:59

Jadwal Perjalanan kami hari ini adalah : Santai....

ya, kami hanya ingin muter2 Kota Bukittinggi di pagi hari.. ke beebrapa spot wisata yang dekat2 saja, rencana nya kami mau ke Taman Panorama yang ada Lobang Jepang nya itu... dekat sekali dengan Hotel Grand Royal Denai..hanya bberapa menit saja dari Hotel, tapi kami tetap menggunakan mobil karena semua sudah melakukan check out dan stelah dari Lobang Jepang kami mau ke Ngarai Sianok Foto2 stelah itu makan Itiak lado ijo (bebek cabe ijo) yang cukup terkenal di Ngarai Sianok...saya pernah makan disana waktu Jelajah Sumatera Juni 2014 lalu...

Maka pagi itu kami keluar dari Hotel langsung parkir di Taman Panorama...yang ternyata sudah mulai ramai pengunjung...

kami foto2 di banyak spot Lobang Jepang itu... sebuah lokasi bersejarah bagi bangsa Indonesia khusus nya di Bukittingi

Image


Image

Lubang Jepang Bukittinggi (juga dieja Lobang Jepang) adalah salah satu objek wisata sejarah yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan.



Image

Image



Sejarah Lobang Jepang

Sebelumnya, Lubang Jepang dibangun sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan peralatan perang tentara Jepang, dengan panjang terowongan yang mencapai 1400 m dan berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar 2 meter. Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata.

Image

Image

Selain lokasinya yang strategis di kota yang dahulunya merupakan pusat pemerintahan Sumatra Tengah, tanah yang menjadi dinding terowongan ini merupakan jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh. Bahkan gempa yang mengguncang Sumatra Barat tahun 2009 lalu tidak banyak merusak struktur terowongan.

Image

Image

Image

Diperkirakan puluhan sampai ratusan ribu tenaga kerja paksa atau romusha dikerahkan dari pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan untuk menggali terowongan ini. Pemilihan tenaga kerja dari luar daerah ini merupakan strategi kolonial Jepang untuk menjaga kerahasiaan megaproyek ini. Tenaga kerja dari Bukittinggi sendiri dikerahkan di antaranya untuk mengerjakan terowongan pertahanan di Bandung dan Pulau Biak


Image


Image


Image

Lubang Jepang mulai dikelola menjadi objek wisata sejarah pada tahun 1984, oleh pemerintah kota Bukittinggi [2]. Beberapa pintu masuk ke Lubang Jepang ini diantaranya terletak pada kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Jepang_Bukittinggi




Image


Image


Image


Image

Nah itu Ngarai Sianok ada di sana......terlihat dari pintu berterali besi ini....
katanya ini adalah pintu untuk buang mayat2 ke Ngarai Sianok..

:mky_01: :mky_01:

Lobang Jepang ini terhubung ke beberapa titik strategis di Bukittinggi, diantaranya Jam Gadang Bukittinggi dan Istana Bung Hatta, Luar biasa....

:mky_01: :mky_08:


Lobang Jepang menjadi saksi sejarah akan pendudukan Jepang di Bukittinggi.
Walau penuh dengan kisah kelam, seram dan bikin bulu kuduk merinding...Lobang Jepang tetap jadi objek wisata edukasi yang perlu diketahui oleh generasi muda, maka saya pun memang sengaja membawa anak2 kesini agar tahu sejarah ...


Image


Image

Ada dua misteri yang belum terpecahkan tentang Lobang Jepang ini...
yang pertama : ke mana Jepang membuang bekas galian tanah
yang kedua : berapa jumlah romusha yang mati di sini..

:mky_01: :mky_01:

Kontur dinding lubang yang dibuat tidak merata dan berceruk, fungsi dari cerukan tersebut adalah agar suara dalam lubang tidak bergema.
Jadi jika ada tahanan yang disiksa maka suaranya ya hanya sebatas lorong ini saja ...

Kami terus menelusuri semua lorong2 yang ada di Lobang Jepang ini... memang agak seram tapi karena kami ingin tahu tempat itu, jadi kami tetap lanjutkan sampai semua di telusuri sambil tak lupa tetap berdoa dalam hati, mengucap kata2 Permisi kami hanya lewat dan lihat2 saja...

:mky_01: :big_comfort: :big_childish:

Image


Image

Kami sempat ke ruangan yang bertuliskan "DAPUR" Ini dapur bukan sembarang dapur...,
Dapur ini adalah merupakan bagian yang mungkin paling seram dan dianggap tempat paling kelam...di dalamnya ada dua lubang kecil, di atas dan di bawah. Lubang atas dipakai untuk mengintai, yang kecil di bawah ini untuk membuang jenazah. Di bawahnya mengalir sungai yang menghanyutkan jenazah dan entah berapa banyak orang yang dibawa masuk dan dibunuh di Lubang Jepang ini... Tahanan yang tewas akan dipotong-potong di meja itu (OMG....) lalu potongannya dibuang di lubang ini. Mengapa dipotong? Agar tidak nyangkut di lubang yang mengarah ke Ngarai Sianok sehingga jasadnya akan sulit ditemukan


Serem yah ..? :mky_01: :mky_01: :big_smile] :big_dunno: :big_bored:



Image


Image

Post Reply