"Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: Ryan Steele, sh00t, r12qiSonH4ji, avantgardebronze, akbarfit

Post Reply
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

"Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

Berawal dari tergiurnya pajak tahunan dan biaya running cost yang murah ketika memakai sebuah mobil listrik, kami sekeluarga memutuskan untuk meminang sebuah mobil listrik di tahun 2023 kemarin. Setelah mencoba berbagai merk dari Citroen, NETA, Nissan dan Hyundai di pameran GIIAS. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli mobil listrik dari Nissan. Salah satu faktor kenapa kami memilih Nissan karena sudah familiar dengan Nissan (Dulu sempat punya March K13 dari 2011-2021 dan Serena C25 dari 2012-2017). Tapi paling utama kenapa pilih Leaf adalah ukurannya yang tidak terlalu lebar seperti Ioniq 5, karena rencananya akan dipakai dalam kota saja biar bebas ganjil genap hehe.

Tadinya kami sudah SPK Nissan Leaf saat GIIAS karena pas ditanya apa ada unit warna biru, sales pun bilang harus inden dan kami fine-fine aja yang penting bisa pesan warna yang kami suka, alhasil disitu kami SPK. Ya panjang cerita, ternyata tidak bisa inden karena brand Jepang punya kalender bisnis sendiri, yakni di bulan April dan Agustus. Artinya mobil-mobil yang diimpor dari Jepang dimasukkin di bulan itu saja oleh semua brand Jepang disini. Tapi di tengah semua kegaduhan itu, saya dapat info dari teman ada unit Nissan Leaf berwarna merah marun di dealer Nissan Roxy. Kami pun kesana untuk cek mobilnya

First Meeting
20240227_192733.jpg
Ternyata warnanya bagus pas dilihat langsung, flake metaliknya khas mobil CBU; kalau dibawah sinar lampu banyak partikel-partikel flakenya kalau dibandingkan dengan cat metalik mobil CKD. Yang pastinya terkesan lebih elegan tampilannya dibanding unit warna putih. Setelah kami cek unit, kami tidak langsung SPK untuk komparasi dengan mobil lainnya. Saat itu MG4 sudah ada namun masih CBU, dengan harga yang tidak jauh beda. Tapi karena orangtua kurang yakin dengan merk tsb. Jadilah kita memantapkan Nissan Leaf ini setelah bolak-balik nego. Masih dapet bonus wall charger dan extended warranty baterai sampai 10 tahun pula hehe.

First Impression After Owning The Nissan Leaf
IMG_0434.JPG
First impression kendarain mobil ini di jalanan dan bukan di tempat test drive: bantingannya beneran enak, tenaganya seamless, e-pedal bukan gimmick dan beneran kepake banget pas macet apalagi di pas macet di tol JORR, juga jok kulitnya empuk dan enak untuk didudukin padahal bukan genuine leather. Poin negatifnya adalah, ternyata nih mobil lebar juga wkwkwk. Juga di harganya yang sekarang ini, gak dapet sensor parkir depan ataupun belakang, Nissan Pro Pilot (Active Cruise Control), Blind Spot Monitoring, jok elektrik, dan yang paling "hadeh" adalah Nissan Indonesia cuma masukin versi 40kWh (cuma bisa 270km WLTP)... padahal ada versi 62kWh (bisa 385km WLTP) yang notabene dapet range yang setidaknya bisa 'saingan' dikit sama Ioniq 5 Standard Range. Agak disayangkan tapi yasudah, toh di luar negeri sana sudah banyak Leaf yang swap pakai baterai ukuran lebih besar jadi nanti mungkin 10 tahun ke depan sudah ada kali ya bengkel spesialis dan toko sparepart khusus mobil EV.
IMG_0430.jpg
Velg yang cakep dilihat tapi bikin malesin pas lagi cuci mobil :big_biglaugh: tapi gak bohong velg ini bentuknya cakep, kayak velg mobil jadul tahun 80an atau mungkin kalau familiar, kipas rumahan jadul wkwk.
IMG_1014.jpg
Interior yang gak terlihat seperti mobil listrik sama sekali, tapi justru ini poin unggulan menurut saya karena transisi dari mobil biasa jadi jauh lebih mudah. Jadi orangtua pun bisa dengan mudah pakai mobil ini. Salah satu poin yang bikin saya suka dengan mobil ini adalah posisi duduk dan joknya yang empuk. Bentuk joknya walau semi bucket, tapi pas dipake berlama-lama di dalem pun enak-enak aja dan gak bikin capek. Tubuh saya yang agak gemuk pun bisa ditopang oleh jok dengan enak, dan tidak terasa sempit. Sangat disayangkan sih ya, jarak tempuh mobil ini gak sebanyak mobil listrik jaman sekarang.

Charging Situation and Range Anxiety
IMG_0880.jpg
Mumpung masih bahas range, mobil ini berdasarkan tes WLTP (Eropa) bisa menempuh jarak 270 km saja, tapi kalau berdasarkan tes EPA (Amerika Serikat) hanya bisa menempuh 240km. Menurut saya cukup akurat kedua angka ini, karena kalau dilihat dari foto ini; selama saya pakai sejauh 124km, efisiensi saya berada di angka 6,6 km/kwh. Artinya kalau dikalikan dengan ukuran baterainya yang 40kwh, full charge bisa menempuh jarak 264km. Jadi cukup akurat lah ya. Oh ya, ini rutenya kombinasi ya, tapi lebih banyak dalam kotanya dimana mobilnya terjebak macetnya Jakarta yang cukup brutal pas jam berangkat dan pulang kerja. Apakah range 264km cukup? Buat saya cukup, karena saya tinggalnya masih cukup dekat dengan pusat kota Jakartanya sendiri dan aktivitas saya selama satu minggu itu kurang dari 200km.
IMG_0536.jpg
Perihal charge mobilnya bagaimana kan pake ChaDeMo, otomatis kesusahan dong ya cari charger? Eits, tunggu dulu. Seperti yang dibilang sebelumnya, mobil ini saya pakainya tidak jauh-jauh jadi saya hampir tidak pernah charge di SPKLU, dan selalu charge di rumah pakai wall charger sendiri. Enaknya charge di rumah sendiri, bisa ditinggal tidur jadi pas paginya udah penuh hehe. Gak repot harus nongkrongin mobil di SPKLU sampai 100% baru jalan ke rumah. Bagi yang belum tahu, seperti handphone atau elektronik lainnya; kecepatan charging mobil dari 20-80% itu bisa dibilang cepat, tapi kalau sudah mendekati 100% bakal lama sekali karena density baterai. Apabila kita lihat di Google Maps, PlugShare, ABRP, dan berbagai aplikasi charger mobil listrik lainnya; kebanyakan charger di dalam kota Jakarta itu adalah AC 7kWh dan 11kWh. Jadi setidaknya masih bisa charge, dibanding tidak sama sekali. Juga AC charging sering ada di mall, hotel, dkk. Jadi walau chargenya agak lama, bakal tidak terasa kalau ditinggal ngemall atau ngopi sebentar.

The Good and Bad
IMG_0888-2.jpg
Oke saatnya agak serius sedikit. Nissan Leaf generasi kedua (ZE1) yang masih dijual oleh Nissan sampai 2026 di Jepang dan UK dan 2024 di US ini sebenarnya masih pakai basis Nissan Leaf generasi pertama (ZE0/AZE0). Ada positifnya dan ada negatifnya. Positifnya, sudah ada banyak tips and tricks di luar sana yang membahas luar-dalam mobil ini sampai ada guide DIY cara swap battery pack (bukan baterai aki ya) dari mobil kampakan di garasi rumah sendiri. Semua tips ini masih bisa berguna karena battery pack Nissan Leaf generasi pertama dan kedua interchangeable, hanya beda di port connection saja. Ada juga tersedia yang jual battery pack aftermarket buatan CATL dari China, dari ukuran 24kWh, 30kWh, 40kWh, 62kWh sampai 77kWh custom yang katanya bisa bikin mobil punya range sampai 500km. Baru-baru ini, ada juga yang berhasil bikin adapter charger CCS2 ke ChaDeMo. Artinya di masa depan nanti saya bisa charge mobil ini di charger CCS2 hehe, tapi sayangnya adapter ini masih mahal sekali. Ya wajar, namanya juga barang baru dan RnD barang tsb tidaklah mudah.

Nah sekarang negatifnya; mobil ini tidak punya pendingin baterai dalam bentuk apapun. Satu-satunya cara untuk mendinginkan baterai ini adalah mengandalkan angin yang mengalir ke bawah mobil dan temperatur kabin dalam. Artinya apa? Kalau fast charging dibawah cuaca yang cukup panas atau langsung di charge setelah dipakai di tol, kecepatan chargingnya akan diperlambat oleh komputer mobil untuk menjada suhu baterai tetap optimal dan tidak rusak. Tapi tenang, sampai saat ini TIDAK ADA Nissan Leaf yang terbakar karena baterai overheat ataupun terbakar setelah tabrakan. Leaf ini uniknya jadi salah satu mobil EV ter-aman. Kalau dipakai keluar kota dengan kecepatan konstan, efisiensi mobil ini tidak begitu bagus apabila dibandingkan dengan mobil EV yang punya pendingin baterai. Ambil contoh dari video youtube CVT Indonesia saat pakai Ioniq old dan Leaf di tahun 2021, dimana saat dipakai dari Jakarta sampai Cirebon, Ioniq old jauh lebih efisien dibanding Leaf. Range Ioniq old saat sampai di Cirebon terbilan cukup signifikan bedanya dibanding Leaf. Inilah yang harus diakui kalaui Ioniq old ini sangat efisien ketika dipakai jalan jauh. Tapi kalau berdasarkan review luar negeri, Leaf lebih enak dikendarai ketika dipakai di dalam kota dengan bantingannya yang lebih empuk, e-Pedal yang sangat halus, dan build quality yang bagus. You win some you lose some. Tadinya mau ambil Ioniq old, tapi karena orangtua lebih percaya ke brand Jepangan yowes tak ikuti aja hehe.

Conclusion
IMG_0604-2.jpg
Overall cukup puas dengan mobil ini, terlebih lagi running cost mobil ini setiap minggunya hanya sekitar Rp 20-35rb saja untuk charge mobil ini dari 30% sampai 80% atau 100% dengan menggunakan wall charger rumah. Pajak tahunan masih ratusan ribu, bantingan cukup enak melibas jalanan Jakarta yang konturnya gak menentu, dan ukurannya juga masih cukup pas untuk dipakai dalam kota. Nissan Leaf ini cocok untuk yang tinggalnya dan aktifitasnya masih di dalam area kota Jakarta, dan juga rute aktifitasnya tidak lebih dari 200km. Apakah worth it di harganya saat ini (Februari 2024) yang lagi promo di kisaran Rp650 juta? Ya kalau sudah tau kelemahan dan kelebihannya, rute hariannya tidak jauh-jauh amat dan tidak terlalu dependen dengan SPKLU, bisa cocok kok. Sebagai gambaran, Mini Cooper SE hanya bisa 230km WLTP atau 183km EPA dengan harga Rp 1 miliar lebih. Nissan Leaf jadi jauh lebih meyakinkan untuk dimiliki bukan?

Owner's Afterthoughts
Apakah ada rasa penyesalan kenapa tidak beli Ioniq 5 Prime dengan PPN 1%? Pasti ada wkwk, apalagi saat mobil EV China mulai umumin harga hahaha wah nyesek sekali liatnya. Tapi saat saya coba-coba beberapa mobil EV China yang hype, cuma BYD yang lumayan enak bawanya walau tidak punya one pedal driving. Tapi user interfacenya cukup membingungkan dan berantakan layoutnya, Ioniq 5 masih jauh lebih mudah dan enak dipakainya untuk mobil EV dibawah 1 miliar. Ya intinya, Ioniq 5 menurut saya masih "king" di ranah mobil listrik multifungsi dibawah 1 miliar. Dibawa di dalam kota masih bisa (asal sudah terbiasa dengan lebarnya), dibawa keluar kota pun masih pede karena range lumayan banyak bahkan untuk standard range. Intinya, kalau mau aman pilih brand yang anda yakini.

Sekian review saya kali ini yang saya buat karena tidak adanya review Nissan Leaf di Indonesia yang dibuat dari pemilik langsung. Semoga review ini cukup membantu bagi yang lagi bimbang pilih-pilih mobil EV hehe. Pastikan sebelum membeli, selalu awasi range mobilnya ya. Angka range yang paling bisa diandalkan itu angka range hasil tes WLTP dan EPA. Selain kedua tes itu, angkanya terlalu halu :big_biglaugh:

- Salam Token PLN -
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
Bibieight
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 436
Joined: 02 Jan 2016, 18:03

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by Bibieight »

Cari OBD oom, penasaran saya sm Leaf kalo difast charging suhunya sampai berapa. Ioniq 5 dihajar DC 200 KW bisa anget sampe 47C.

Naah, yang aftermarket CATL yg bikin penasaran ni, range harganya berapa ya itu sampe 77 kW ?
faizzz
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 139
Joined: 04 Aug 2019, 16:28
Location: Yogyakarta

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by faizzz »

Mantappp lanjutkan, ditunggu update pemakaian jangka panjang langsung dari early adopter
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

Bibieight wrote: 27 Feb 2024, 22:58 Cari OBD oom, penasaran saya sm Leaf kalo difast charging suhunya sampai berapa. Ioniq 5 dihajar DC 200 KW bisa anget sampe 47C.

Naah, yang aftermarket CATL yg bikin penasaran ni, range harganya berapa ya itu sampe 77 kW ?
Udah punya OBD mas sama aplikasi LeafSpy juga buat mantau setiap battery cells hehe. Wah belom berani kalo fast charged di Jakarta haha, suhu disini lumayan brutal takut kenapa-kenapa nantinya. Cuma kalau dari youtube Bjorn Nyland pas ngetes Leaf pre-facelift di Thailand sana, dia nge-charge DC 50kW abis pake Leaf di tol (pake mode B dan e-Pedal) suhunya bisa sampai 50-55 Celcius sama kecepatan chargingnya turun jadi kisaran 25an kW. Tapi ini saya rasa karena dia pake mode B dan e-Pedal jadi baterenya terlalu banyak dapet arus listrik keluar masuk jadi batere cepet panas.
Tapi kalau saya bandingin ke Leaf temen saya yang facelift sama kayak saya, kecepatan chargingnya lumayan konstan dan cenderung gak kena penurunan charging speed. "katanya" sih yang facelift ini sudah canggih management systemnya jadi bisa lebih rata charging speednya walau di suhu panas.

Kalau batere aftermarket kemaren dikasih price listnya hehe, yang 77kWh itu di kisaran US$7500 belum termasuk ongkir dan handling di negara masing-masing. Kurang lebih mirip dengan batere 62kWh copotan Leaf copotan dari Jepang. Jadi ya tinggal pilih; mau batere aftermarket yang garansinya belom jelas, atau batere copotan asli genuine Nissan yang kalau misal ada bad cells masih bisa beli cells di dealer Nissan.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

faizzz wrote: 28 Feb 2024, 08:55 Mantappp lanjutkan, ditunggu update pemakaian jangka panjang langsung dari early adopter
Siappp hehe, nanti tak update tipis-tipis
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
RCMN
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 163
Joined: 23 Feb 2018, 15:02

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by RCMN »

Mantap review-nya om, enak dibaca dan gampang dipahami buat saya yg awam.
Memang risiko early adopter ya begitu, suka nyesek pas market mulai ramai (karena harga sudah mulai bersaing).
Saya juga pengen sih mobil EV buat dipake sehari2 kerja di Jkt, tapi lihat model2 yg ada saat ini blm ada yg sreg, terutama interiornya.
Nah, Leaf ini ternyata cukup oke interiornya menurut saya, jadi agak tertarik. Andai saja harganya lebih murah...
Semoga awet mobilnya ya om!
Bibieight
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 436
Joined: 02 Jan 2016, 18:03

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by Bibieight »

MrRichardhn wrote: 28 Feb 2024, 10:25 Cuma kalau dari youtube Bjorn Nyland pas ngetes Leaf pre-facelift di Thailand sana, dia nge-charge DC 50kW abis pake Leaf di tol (pake mode B dan e-Pedal) suhunya bisa sampai 50-55 Celcius sama kecepatan chargingnya turun jadi kisaran 25an kW. Tapi ini saya rasa karena dia pake mode B dan e-Pedal jadi baterenya terlalu banyak dapet arus listrik keluar masuk jadi batere cepet panas.
Tapi kalau saya bandingin ke Leaf temen saya yang facelift sama kayak saya, kecepatan chargingnya lumayan konstan dan cenderung gak kena penurunan charging speed. "katanya" sih yang facelift ini sudah canggih management systemnya jadi bisa lebih rata charging speednya walau di suhu panas.

Kalau batere aftermarket kemaren dikasih price listnya hehe, yang 77kWh itu di kisaran US$7500 belum termasuk ongkir dan handling di negara masing-masing. Kurang lebih mirip dengan batere 62kWh copotan Leaf copotan dari Jepang. Jadi ya tinggal pilih; mau batere aftermarket yang garansinya belom jelas, atau batere copotan asli genuine Nissan yang kalau misal ada bad cells masih bisa beli cells di dealer Nissan.
Berarti air cooled vs water cooled pengaruh banget ya ke suhu batere, pake 50kW aja bisa sampai 50C. Berarti yg pakai Citroen eC3 kalo cas DC harus hati2 juga nih, sama Wuling Air, dia selain air cooled voltasenya cuma 115 V, jadi ampernya tinggi, alias cepet panas, pake motor 30kW peak powernya di 260A tuh (30.000/115)....

Itu batere aftermarket kalo ada sertifikat resmi cell-nya bener CATL ori sih murah juga ya, apalagi kalo dah komplit ama BMS-nya. Kalo copotan meskipun bisa ganti cell per cell kan cycle-nya juga udah jalan kan ?.

BTW, kalo Nissan Ariya itu masih air cooled atau dah water cooled ya ?....
User avatar
darrelund
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1620
Joined: 04 Jun 2018, 20:35
Location: Jakarta

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by darrelund »

Bibieight wrote: 28 Feb 2024, 12:11 BTW, kalo Nissan Ariya itu masih air cooled atau dah water cooled ya ?....
ariya water cooled um

power motor & chargingnya kan lebi gede :big_biglaugh:

cuma sih masup indo hopeless lah ama harganya

leaf aja sgitu aplg ariya, bisa 1.5M kali

lgsg EV6 GT (bukan gt line ya) aja klo gtu mah, 1.6-1.7 dapet :big_biglaugh:

ngebut ampe manyun 20rb rpm :big_biglaugh:
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

RCMN wrote: 28 Feb 2024, 11:18 Mantap review-nya om, enak dibaca dan gampang dipahami buat saya yg awam.
Memang risiko early adopter ya begitu, suka nyesek pas market mulai ramai (karena harga sudah mulai bersaing).
Saya juga pengen sih mobil EV buat dipake sehari2 kerja di Jkt, tapi lihat model2 yg ada saat ini blm ada yg sreg, terutama interiornya.
Nah, Leaf ini ternyata cukup oke interiornya menurut saya, jadi agak tertarik. Andai saja harganya lebih murah...
Semoga awet mobilnya ya om!
Siappp terimakasih om hehe.
Iya padahal di Australia harga segitu udah bisa dapet yang versi 62kWh yang bisa 385km tapi disini dapetnya yang ini aja :big_biglaugh: padahal yang Australia jauh-jauh dari UK, kalo kita masih agak deket dari Jepang.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

Bibieight wrote: 28 Feb 2024, 12:11
Berarti air cooled vs water cooled pengaruh banget ya ke suhu batere, pake 50kW aja bisa sampai 50C. Berarti yg pakai Citroen eC3 kalo cas DC harus hati2 juga nih, sama Wuling Air, dia selain air cooled voltasenya cuma 115 V, jadi ampernya tinggi, alias cepet panas, pake motor 30kW peak powernya di 260A tuh (30.000/115)....

Itu batere aftermarket kalo ada sertifikat resmi cell-nya bener CATL ori sih murah juga ya, apalagi kalo dah komplit ama BMS-nya. Kalo copotan meskipun bisa ganti cell per cell kan cycle-nya juga udah jalan kan ?.

BTW, kalo Nissan Ariya itu masih air cooled atau dah water cooled ya ?....
Nah justru ada perbedaan di baterainya. Kalau Wuling Air EV itu pakai LFP yang bisa lebih tahan suhu panas, makanya Air EV kalau dicek battery healthnya kebanyakan masih di 98%-99% kalau dicek di dealer, kalau Leaf pakai baterai NMC makanya battery health saya 97% pas dicek pakai app LeafSpy. Biasanya dealer jarang nunjukin battery health batere ini karena batere NMC biasanya turun healthnya sampai sekitaran 97% lalu tahun-tahun ke depannya degradasi secara gradual, beda dengan LFP yang sedikit degradasinya. Kalau eC3 kurang tau om, ada yang bilang LFP ada juga yang bilang NMC.

Tapi mobil EV mau itu pakai LFP dan NMC memang lebih baik pake liquid cooled agar lebih optimal manajemen suhunya, terlebih kalau fast charging. Makanya Air EV disini gak dipakein fitur DC fast charging, cuma pakai AC charging aja biar awet.

Nah kalau batere aftermarket kurang tau ya ada sertifikatnya ato engga, soalnya takut2 juga transaksi puluhan juta ke orang yang belum dikenal juga dan ada keterbatasan bahasa. Kalau copotan bisa juga beli per cells, cuma setiap ukuran battery cellsnya bentuknya beda-beda. Misal battery cells yang versi 40kWh beda dengan 62kWh karena ukuran casing battery packnya juga beda. Jadi makanya kebanyakan pada swap battery pack aja semua sekalian.

Nissan Ariya sama Sakura sudah liquid cooled om :big_biglaugh: Leaf aja yang belom, karena dulu memang didesain sebagai mobil EV mass-produced jadi si Carlos Ghosn ngirit-ngirit wkwk. Tapi aneh juga pas gen 2 gak dikasih, karena di Nissan eNV200 bisa dipasang sistem pendingin yang nyatu sama A/C... padahal bentuk battery packnya sama persis...
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

darrelund wrote: 28 Feb 2024, 17:02 ariya water cooled um

power motor & chargingnya kan lebi gede :big_biglaugh:

cuma sih masup indo hopeless lah ama harganya

leaf aja sgitu aplg ariya, bisa 1.5M kali

lgsg EV6 GT (bukan gt line ya) aja klo gtu mah, 1.6-1.7 dapet :big_biglaugh:

ngebut ampe manyun 20rb rpm :big_biglaugh:
Wkwkwkwk asli om, rumornya sih bakal semahal BZ4X karena ya diimpor kan ya haha. Tapi ya bentuknya lebih mewah dari BZ4X di 1,1an, mungkin bisa lah ya 'laku' dikit dibanding BZ4X yang sekarang lagi clearance sampe 800an juta ehe. Kalo harga mepet EV6 nanti saling makan pasar dong wkwk, apalagi Kia sama Nissan sama-sama Indomobil wkwkw.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
User avatar
ToM
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 57
Joined: 14 May 2007, 19:41
Location: Uluwatu

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by ToM »

MrRichardhn wrote: 27 Feb 2024, 21:58 Berawal dari tergiurnya pajak tahunan dan biaya running cost yang murah ketika memakai sebuah mobil listrik, kami sekeluarga memutuskan untuk meminang sebuah mobil listrik di tahun 2023 kemarin. Setelah mencoba berbagai merk dari Citroen, NETA, Nissan dan Hyundai di pameran GIIAS. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli mobil listrik dari Nissan. Salah satu faktor kenapa kami memilih Nissan karena sudah familiar dengan Nissan (Dulu sempat punya March K13 dari 2011-2021 dan Serena C25 dari 2012-2017). Tapi paling utama kenapa pilih Leaf adalah ukurannya yang tidak terlalu lebar seperti Ioniq 5, karena rencananya akan dipakai dalam kota saja biar bebas ganjil genap hehe.

Tadinya kami sudah SPK Nissan Leaf saat GIIAS karena pas ditanya apa ada unit warna biru, sales pun bilang harus inden dan kami fine-fine aja yang penting bisa pesan warna yang kami suka, alhasil disitu kami SPK. Ya panjang cerita, ternyata tidak bisa inden karena brand Jepang punya kalender bisnis sendiri, yakni di bulan April dan Agustus. Artinya mobil-mobil yang diimpor dari Jepang dimasukkin di bulan itu saja oleh semua brand Jepang disini. Tapi di tengah semua kegaduhan itu, saya dapat info dari teman ada unit Nissan Leaf berwarna merah marun di dealer Nissan Roxy. Kami pun kesana untuk cek mobilnya

First Meeting
20240227_192733.jpg
Ternyata warnanya bagus pas dilihat langsung, flake metaliknya khas mobil CBU; kalau dibawah sinar lampu banyak partikel-partikel flakenya kalau dibandingkan dengan cat metalik mobil CKD. Yang pastinya terkesan lebih elegan tampilannya dibanding unit warna putih. Setelah kami cek unit, kami tidak langsung SPK untuk komparasi dengan mobil lainnya. Saat itu MG4 sudah ada namun masih CBU, dengan harga yang tidak jauh beda. Tapi karena orangtua kurang yakin dengan merk tsb. Jadilah kita memantapkan Nissan Leaf ini setelah bolak-balik nego. Masih dapet bonus wall charger dan extended warranty baterai sampai 10 tahun pula hehe.

First Impression After Owning The Nissan Leaf
IMG_0434
First impression kendarain mobil ini di jalanan dan bukan di tempat test drive: bantingannya beneran enak, tenaganya seamless, e-pedal bukan gimmick dan beneran kepake banget pas macet apalagi di pas macet di tol JORR, juga jok kulitnya empuk dan enak untuk didudukin padahal bukan genuine leather. Poin negatifnya adalah, ternyata nih mobil lebar juga wkwkwk. Juga di harganya yang sekarang ini, gak dapet sensor parkir depan ataupun belakang, Nissan Pro Pilot (Active Cruise Control), Blind Spot Monitoring, jok elektrik, dan yang paling "hadeh" adalah Nissan Indonesia cuma masukin versi 40kWh (cuma bisa 270km WLTP)... padahal ada versi 62kWh (bisa 385km WLTP) yang notabene dapet range yang setidaknya bisa 'saingan' dikit sama Ioniq 5 Standard Range. Agak disayangkan tapi yasudah, toh di luar negeri sana sudah banyak Leaf yang swap pakai baterai ukuran lebih besar jadi nanti mungkin 10 tahun ke depan sudah ada kali ya bengkel spesialis dan toko sparepart khusus mobil EV.

IMG_0430.jpg
Velg yang cakep dilihat tapi bikin malesin pas lagi cuci mobil :big_biglaugh: tapi gak bohong velg ini bentuknya cakep, kayak velg mobil jadul tahun 80an atau mungkin kalau familiar, kipas rumahan jadul wkwk.

IMG_1014.jpg
Interior yang gak terlihat seperti mobil listrik sama sekali, tapi justru ini poin unggulan menurut saya karena transisi dari mobil biasa jadi jauh lebih mudah. Jadi orangtua pun bisa dengan mudah pakai mobil ini. Salah satu poin yang bikin saya suka dengan mobil ini adalah posisi duduk dan joknya yang empuk. Bentuk joknya walau semi bucket, tapi pas dipake berlama-lama di dalem pun enak-enak aja dan gak bikin capek. Tubuh saya yang agak gemuk pun bisa ditopang oleh jok dengan enak, dan tidak terasa sempit. Sangat disayangkan sih ya, jarak tempuh mobil ini gak sebanyak mobil listrik jaman sekarang.

Charging Situation and Range Anxiety
IMG_0880.jpg
Mumpung masih bahas range, mobil ini berdasarkan tes WLTP (Eropa) bisa menempuh jarak 270 km saja, tapi kalau berdasarkan tes EPA (Amerika Serikat) hanya bisa menempuh 240km. Menurut saya cukup akurat kedua angka ini, karena kalau dilihat dari foto ini; selama saya pakai sejauh 124km, efisiensi saya berada di angka 6,6 km/kwh. Artinya kalau dikalikan dengan ukuran baterainya yang 40kwh, full charge bisa menempuh jarak 264km. Jadi cukup akurat lah ya. Oh ya, ini rutenya kombinasi ya, tapi lebih banyak dalam kotanya dimana mobilnya terjebak macetnya Jakarta yang cukup brutal pas jam berangkat dan pulang kerja. Apakah range 264km cukup? Buat saya cukup, karena saya tinggalnya masih cukup dekat dengan pusat kota Jakartanya sendiri dan aktivitas saya selama satu minggu itu kurang dari 200km.

IMG_0536.jpg
Perihal charge mobilnya bagaimana kan pake ChaDeMo, otomatis kesusahan dong ya cari charger? Eits, tunggu dulu. Seperti yang dibilang sebelumnya, mobil ini saya pakainya tidak jauh-jauh jadi saya hampir tidak pernah charge di SPKLU, dan selalu charge di rumah pakai wall charger sendiri. Enaknya charge di rumah sendiri, bisa ditinggal tidur jadi pas paginya udah penuh hehe. Gak repot harus nongkrongin mobil di SPKLU sampai 100% baru jalan ke rumah. Bagi yang belum tahu, seperti handphone atau elektronik lainnya; kecepatan charging mobil dari 20-80% itu bisa dibilang cepat, tapi kalau sudah mendekati 100% bakal lama sekali karena density baterai. Apabila kita lihat di Google Maps, PlugShare, ABRP, dan berbagai aplikasi charger mobil listrik lainnya; kebanyakan charger di dalam kota Jakarta itu adalah AC 7kWh dan 11kWh. Jadi setidaknya masih bisa charge, dibanding tidak sama sekali. Juga AC charging sering ada di mall, hotel, dkk. Jadi walau chargenya agak lama, bakal tidak terasa kalau ditinggal ngemall atau ngopi sebentar.

The Good and Bad
IMG_0888-2.jpg
Oke saatnya agak serius sedikit. Nissan Leaf generasi kedua (ZE1) yang masih dijual oleh Nissan sampai 2026 di Jepang dan UK dan 2024 di US ini sebenarnya masih pakai basis Nissan Leaf generasi pertama (ZE0/AZE0). Ada positifnya dan ada negatifnya. Positifnya, sudah ada banyak tips and tricks di luar sana yang membahas luar-dalam mobil ini sampai ada guide DIY cara swap battery pack (bukan baterai aki ya) dari mobil kampakan di garasi rumah sendiri. Semua tips ini masih bisa berguna karena battery pack Nissan Leaf generasi pertama dan kedua interchangeable, hanya beda di port connection saja. Ada juga tersedia yang jual battery pack aftermarket buatan CATL dari China, dari ukuran 24kWh, 30kWh, 40kWh, 62kWh sampai 77kWh custom yang katanya bisa bikin mobil punya range sampai 500km. Baru-baru ini, ada juga yang berhasil bikin adapter charger CCS2 ke ChaDeMo. Artinya di masa depan nanti saya bisa charge mobil ini di charger CCS2 hehe, tapi sayangnya adapter ini masih mahal sekali. Ya wajar, namanya juga barang baru dan RnD barang tsb tidaklah mudah.

Nah sekarang negatifnya; mobil ini tidak punya pendingin baterai dalam bentuk apapun. Satu-satunya cara untuk mendinginkan baterai ini adalah mengandalkan angin yang mengalir ke bawah mobil dan temperatur kabin dalam. Artinya apa? Kalau fast charging dibawah cuaca yang cukup panas atau langsung di charge setelah dipakai di tol, kecepatan chargingnya akan diperlambat oleh komputer mobil untuk menjada suhu baterai tetap optimal dan tidak rusak. Tapi tenang, sampai saat ini TIDAK ADA Nissan Leaf yang terbakar karena baterai overheat ataupun terbakar setelah tabrakan. Leaf ini uniknya jadi salah satu mobil EV ter-aman. Kalau dipakai keluar kota dengan kecepatan konstan, efisiensi mobil ini tidak begitu bagus apabila dibandingkan dengan mobil EV yang punya pendingin baterai. Ambil contoh dari video youtube CVT Indonesia saat pakai Ioniq old dan Leaf di tahun 2021, dimana saat dipakai dari Jakarta sampai Cirebon, Ioniq old jauh lebih efisien dibanding Leaf. Range Ioniq old saat sampai di Cirebon terbilan cukup signifikan bedanya dibanding Leaf. Inilah yang harus diakui kalaui Ioniq old ini sangat efisien ketika dipakai jalan jauh. Tapi kalau berdasarkan review luar negeri, Leaf lebih enak dikendarai ketika dipakai di dalam kota dengan bantingannya yang lebih empuk, e-Pedal yang sangat halus, dan build quality yang bagus. You win some you lose some. Tadinya mau ambil Ioniq old, tapi karena orangtua lebih percaya ke brand Jepangan yowes tak ikuti aja hehe.

Conclusion
IMG_0604-2.jpg
Overall cukup puas dengan mobil ini, terlebih lagi running cost mobil ini setiap minggunya hanya sekitar Rp 20-35rb saja untuk charge mobil ini dari 30% sampai 80% atau 100% dengan menggunakan wall charger rumah. Pajak tahunan masih ratusan ribu, bantingan cukup enak melibas jalanan Jakarta yang konturnya gak menentu, dan ukurannya juga masih cukup pas untuk dipakai dalam kota. Nissan Leaf ini cocok untuk yang tinggalnya dan aktifitasnya masih di dalam area kota Jakarta, dan juga rute aktifitasnya tidak lebih dari 200km. Apakah worth it di harganya saat ini (Februari 2024) yang lagi promo di kisaran Rp650 juta? Ya kalau sudah tau kelemahan dan kelebihannya, rute hariannya tidak jauh-jauh amat dan tidak terlalu dependen dengan SPKLU, bisa cocok kok. Sebagai gambaran, Mini Cooper SE hanya bisa 230km WLTP atau 183km EPA dengan harga Rp 1 miliar lebih. Nissan Leaf jadi jauh lebih meyakinkan untuk dimiliki bukan?

Owner's Afterthoughts
Apakah ada rasa penyesalan kenapa tidak beli Ioniq 5 Prime dengan PPN 1%? Pasti ada wkwk, apalagi saat mobil EV China mulai umumin harga hahaha wah nyesek sekali liatnya. Tapi saat saya coba-coba beberapa mobil EV China yang hype, cuma BYD yang lumayan enak bawanya walau tidak punya one pedal driving. Tapi user interfacenya cukup membingungkan dan berantakan layoutnya, Ioniq 5 masih jauh lebih mudah dan enak dipakainya untuk mobil EV dibawah 1 miliar. Ya intinya, Ioniq 5 menurut saya masih "king" di ranah mobil listrik multifungsi dibawah 1 miliar. Dibawa di dalam kota masih bisa (asal sudah terbiasa dengan lebarnya), dibawa keluar kota pun masih pede karena range lumayan banyak bahkan untuk standard range. Intinya, kalau mau aman pilih brand yang anda yakini.

Sekian review saya kali ini yang saya buat karena tidak adanya review Nissan Leaf di Indonesia yang dibuat dari pemilik langsung. Semoga review ini cukup membantu bagi yang lagi bimbang pilih-pilih mobil EV hehe. Pastikan sebelum membeli, selalu awasi range mobilnya ya. Angka range yang paling bisa diandalkan itu angka range hasil tes WLTP dan EPA. Selain kedua tes itu, angkanya terlalu halu :big_biglaugh:

- Salam Token PLN -
Congrats atas Leaf barunya om. Air cooled battery berarti kabin harus bersih jangan sampe ada kotoran masuk ke blower battery, dan seinget saya leaf posisi intake udara nya di lantai, jadi kalau kebanjiran ampe masuk lantai = :big_dunno:

Eh serius BYD gak ada one-pedal driving nya? Istri pake Nissan e-power, itu one pedal driving nya nagih sih..kenceng pula
Pboyz97
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 4577
Joined: 09 Oct 2016, 22:14
Location: East Jakarta
Daily Vehicle: BRV Prestige Non HS 2023 - AN HRV SE 2023

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by Pboyz97 »

nice review om & mobil ini fiturnya lumayan banyak & desainnya jg termasuk cakep menurut saya hehe
Past:
'09 GE8
'10 CRV RE
'13 CX5
'17 Xpander
'19 Yaris
'18 CX5
'18 ANF 2GD
'18 HRV
'18 ANKI 2GD
'19 CRV
'14 GNKI 1TR
'22 brio
'18 RX300
'18 ANPS
Now:
'23 voxy
'23 BRV
'23 HRV
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

ToM wrote: 29 Feb 2024, 09:02
Congrats atas Leaf barunya om. Air cooled battery berarti kabin harus bersih jangan sampe ada kotoran masuk ke blower battery, dan seinget saya leaf posisi intake udara nya di lantai, jadi kalau kebanjiran ampe masuk lantai = :big_dunno:

Eh serius BYD gak ada one-pedal driving nya? Istri pake Nissan e-power, itu one pedal driving nya nagih sih..kenceng pula
Makasih om hehe. Nah sebenernya sih engga ada sama sekali om intake apapun ke baterenya, kenapa bilang temperatur dalam kabin harus dingin ya karena 'jendolan di lantai kursi belakang' itu akses buat kill switch baterenya dan modul2nya juga keliatan biasanya. Jadi kalau temperatur kabin dalam dingin, otomatis battery pack juga ikutan kena 'dinginnya' A/C. Makanya A/C ini mobil bisa dingin polll, sampe saya harus arahin semburannya keatas terus :big_biglaugh: .

Bener om, adanya cuma regeneratif braking aja. Ya kalau baru beralih dari mobil bensin memang gak kerasa ya untungnya pake one pedal driving, tapi pas udah tau cara pakenya langsung ketagihan hehe. Bener kan ya di Kicks e-Power enak juga e-Pedalnya, apalagi pas macet2an.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

Pboyz97 wrote: 29 Feb 2024, 09:10 nice review om & mobil ini fiturnya lumayan banyak & desainnya jg termasuk cakep menurut saya hehe
wah makasih om :big_peace:
Iya desainnya lumayan la ya, gak nyentrik dan mencolok kayak EV lainnya. Sayang aja engga di develop lebih lanjut padahal mobil enak ini.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
User avatar
fastlanedriving
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 68
Joined: 25 Jul 2014, 17:48

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by fastlanedriving »

utk nissan leaf ini kelemahan terbesar dengan tdk ada battery temperature management adalah di degradasi battery sih. tentu saja ini efek jangka panjang ya, terutama di iklim jakarta yang sangat panas ini.
Bibieight
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 436
Joined: 02 Jan 2016, 18:03

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by Bibieight »

fastlanedriving wrote: 01 Mar 2024, 12:07 utk nissan leaf ini kelemahan terbesar dengan tdk ada battery temperature management adalah di degradasi battery sih. tentu saja ini efek jangka panjang ya, terutama di iklim jakarta yang sangat panas ini.
Pengalaman Ioniq si kalo ambient 30-32C waterpump coolant baru serius (>2000RPM), kalo dibawah itu masih santai di 800-1000RPM. AC baru turun tangan kalo baterenya sendiri udah di 35-37C (RPM-nya rada tinggi, di 2000an RPM gitu), jadi meskipun water cooled ndak serta merta gas poll koq.

Kalo model air cooled gini paling pre-caution jangan DC charging kalo ndak terpaksa banget, kalo AC charging di rumah malem2 (lagian diskon 30% adanya lewat jam 10 malem kan), kalo parkir diusahakan didalam gedung parkir, kalo ndak perlu2 banget ndak usah bejek2an, lagian kayaknya pemakai EV sd sekarang bukan tipe bapack2 mid-life identity crisis macam beberapa pengguna duo cumi2 darat arrowgun kan :big_peace: :big_peace: :big_peace: .

Lagian kalo dibilang diperbudak mobil, berarti malah mobil bekas orang begini pasti rapi kan ya, nama juga dirawat abis2an kayak punya burung perkutut :big_biglaugh: :big_biglaugh: :big_biglaugh:
Dogies
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 655
Joined: 27 Dec 2007, 09:16

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by Dogies »

MrRichardhn wrote: 28 Feb 2024, 10:25
Bibieight wrote: 27 Feb 2024, 22:58 Cari OBD oom, penasaran saya sm Leaf kalo difast charging suhunya sampai berapa. Ioniq 5 dihajar DC 200 KW bisa anget sampe 47C.

Naah, yang aftermarket CATL yg bikin penasaran ni, range harganya berapa ya itu sampe 77 kW ?
Udah punya OBD mas sama aplikasi LeafSpy juga buat mantau setiap battery cells hehe. Wah belom berani kalo fast charged di Jakarta haha, suhu disini lumayan brutal takut kenapa-kenapa nantinya. Cuma kalau dari youtube Bjorn Nyland pas ngetes Leaf pre-facelift di Thailand sana, dia nge-charge DC 50kW abis pake Leaf di tol (pake mode B dan e-Pedal) suhunya bisa sampai 50-55 Celcius sama kecepatan chargingnya turun jadi kisaran 25an kW. Tapi ini saya rasa karena dia pake mode B dan e-Pedal jadi baterenya terlalu banyak dapet arus listrik keluar masuk jadi batere cepet panas.
Tapi kalau saya bandingin ke Leaf temen saya yang facelift sama kayak saya, kecepatan chargingnya lumayan konstan dan cenderung gak kena penurunan charging speed. "katanya" sih yang facelift ini sudah canggih management systemnya jadi bisa lebih rata charging speednya walau di suhu panas.

Kalau batere aftermarket kemaren dikasih price listnya hehe, yang 77kWh itu di kisaran US$7500 belum termasuk ongkir dan handling di negara masing-masing. Kurang lebih mirip dengan batere 62kWh copotan Leaf copotan dari Jepang. Jadi ya tinggal pilih; mau batere aftermarket yang garansinya belom jelas, atau batere copotan asli genuine Nissan yang kalau misal ada bad cells masih bisa beli cells di dealer Nissan.
ntar juga ada yg ex singapur :big_peace:
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

fastlanedriving wrote: 01 Mar 2024, 12:07 utk nissan leaf ini kelemahan terbesar dengan tdk ada battery temperature management adalah di degradasi battery sih. tentu saja ini efek jangka panjang ya, terutama di iklim jakarta yang sangat panas ini.
Betul, makanya saya engga pernah DC fast charging dari baru hehe. Selalu AC charging di rumah ataupun di SPKLU. Terakhir saya cek LeafSpy, battery health saya masih di 97% yang bisa dibilang cukup normal degradasinya untuk sebuah mobil EV pakai baterai NMC. Teman saya ada yang di Bandung selalu DC fast charged dan pernah juga dibawa sampai garut, battery health kurang lebih sama dengan saya. Ya bisa dibilang suhu Bandung lebih sejuk, dan juga ini bukti kalau Leaf facelift terakhir (2022-now) Battery Management Systemnya (BMS) sudah lumayan improve dibanding versi produksi awal (2018an) yang bisa turun drastis charging speednya kalau baterainya overheat dan turtle mode.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

Bibieight wrote: 01 Mar 2024, 12:57
Pengalaman Ioniq si kalo ambient 30-32C waterpump coolant baru serius (>2000RPM), kalo dibawah itu masih santai di 800-1000RPM. AC baru turun tangan kalo baterenya sendiri udah di 35-37C (RPM-nya rada tinggi, di 2000an RPM gitu), jadi meskipun water cooled ndak serta merta gas poll koq.

Kalo model air cooled gini paling pre-caution jangan DC charging kalo ndak terpaksa banget, kalo AC charging di rumah malem2 (lagian diskon 30% adanya lewat jam 10 malem kan), kalo parkir diusahakan didalam gedung parkir, kalo ndak perlu2 banget ndak usah bejek2an, lagian kayaknya pemakai EV sd sekarang bukan tipe bapack2 mid-life identity crisis macam beberapa pengguna duo cumi2 darat arrowgun kan :big_peace: :big_peace: :big_peace: .

Lagian kalo dibilang diperbudak mobil, berarti malah mobil bekas orang begini pasti rapi kan ya, nama juga dirawat abis2an kayak punya burung perkutut :big_biglaugh: :big_biglaugh: :big_biglaugh:
Wkwkwkw, pasti om. Di forum luar negeri aja pada apik kok dan tahan lama pakenya, mau pake merk apapun. Kalau di forum Leaf ada yang masih pake Leaf gen pertama yang tahun 2011an dan pas baterenya udah degradasi parah, dia beli batere copotan dari Leaf gen kedua plus adaptor dan software buat conversion. Ganti sendiri di rumah dan setelah selesai dapet 280km of range wkwkwk :big_biglaugh:

DC fast charge memang katanya cukup bikin battery pack mobil EV degradasi, sejauh ini kalau pemakaian santai di dalam kota masih cukup aman. Entah kenapa kalau pabrikan Jepang jarang mobil EVnya punya charging speed yang super cepat, apa karena faktor tadi ya biar baterenya awet. BZ4X aja cuma 150kw, Nissan Ariya yang baru juga cuma 130kw.
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

Dogies wrote: 01 Mar 2024, 15:31
MrRichardhn wrote: 28 Feb 2024, 10:25
Bibieight wrote: 27 Feb 2024, 22:58 Cari OBD oom, penasaran saya sm Leaf kalo difast charging suhunya sampai berapa. Ioniq 5 dihajar DC 200 KW bisa anget sampe 47C.

Naah, yang aftermarket CATL yg bikin penasaran ni, range harganya berapa ya itu sampe 77 kW ?
Udah punya OBD mas sama aplikasi LeafSpy juga buat mantau setiap battery cells hehe. Wah belom berani kalo fast charged di Jakarta haha, suhu disini lumayan brutal takut kenapa-kenapa nantinya. Cuma kalau dari youtube Bjorn Nyland pas ngetes Leaf pre-facelift di Thailand sana, dia nge-charge DC 50kW abis pake Leaf di tol (pake mode B dan e-Pedal) suhunya bisa sampai 50-55 Celcius sama kecepatan chargingnya turun jadi kisaran 25an kW. Tapi ini saya rasa karena dia pake mode B dan e-Pedal jadi baterenya terlalu banyak dapet arus listrik keluar masuk jadi batere cepet panas.
Tapi kalau saya bandingin ke Leaf temen saya yang facelift sama kayak saya, kecepatan chargingnya lumayan konstan dan cenderung gak kena penurunan charging speed. "katanya" sih yang facelift ini sudah canggih management systemnya jadi bisa lebih rata charging speednya walau di suhu panas.

Kalau batere aftermarket kemaren dikasih price listnya hehe, yang 77kWh itu di kisaran US$7500 belum termasuk ongkir dan handling di negara masing-masing. Kurang lebih mirip dengan batere 62kWh copotan Leaf copotan dari Jepang. Jadi ya tinggal pilih; mau batere aftermarket yang garansinya belom jelas, atau batere copotan asli genuine Nissan yang kalau misal ada bad cells masih bisa beli cells di dealer Nissan.
ntar juga ada yg ex singapur :big_peace:
wkwkwkw pasti sih ya, ato engga dapet kampakan dari Jepang abis itu mampir di Malaysia juga bisa. Sri Lanka tuh banyak ambilin batere copotan dai Jepang wkwk, disana banyak yang pake Nissan Leaf :big_peace:
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
kunaskun
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 3964
Joined: 26 Mar 2007, 15:16

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by kunaskun »

SM ini sungguh gudangnya reviewer mobil antik, bahkan first hand user review pula :big_exellent:
Nissan Leaf yg banyak dihujat malah muncul di sini dengan warna merah pula :big_smoking: :big_smoking: :big_exellent: :big_exellent: :big_exellent:
MrRichardhn wrote: 01 Mar 2024, 16:00 Wkwkwkw, pasti om. Di forum luar negeri aja pada apik kok dan tahan lama pakenya, mau pake merk apapun. Kalau di forum Leaf ada yang masih pake Leaf gen pertama yang tahun 2011an dan pas baterenya udah degradasi parah, dia beli batere copotan dari Leaf gen kedua plus adaptor dan software buat conversion. Ganti sendiri di rumah dan setelah selesai dapet 280km of range wkwkwk :big_biglaugh:
kelemahan yang malah jadi kelebihan ya :upss:
ibarat kata AC rumahan model Split dengan kompressor konvesional vs inverter. inverter boleh irit bla2 tapi adu gampang service jelas menang ac konvensional :big_biglaugh:
DC fast charge memang katanya cukup bikin battery pack mobil EV degradasi, sejauh ini kalau pemakaian santai di dalam kota masih cukup aman. Entah kenapa kalau pabrikan Jepang jarang mobil EVnya punya charging speed yang super cepat, apa karena faktor tadi ya biar baterenya awet. BZ4X aja cuma 150kw, Nissan Ariya yang baru juga cuma 130kw.
jepang ini sepertinya antara:
1. main konservatif, pelan2 transisi ke EV, maunya konsumen pake hybrid dulu baru ke EV atau Hydrogen.
2. kalah teknologi dari merek Tiongkok. sudah rahasia saking hebatnya engineering EV sampe Uni Eropa aja kerahin segala cara biar ga kebanjiran EV murah dari Tiongkok karena merek Eropa bisa tewas semua :big_biglaugh:

khawatirnya adalah faktor kedua, terutama untuk konsumen generasi lawas seperti kebanyakan penghuni SM, beda dengan gen Z yg beli mobil dengan pola pikir beli hape, yang penting gimmick fitur tidak perduli dengan durability apalagi soal filosofi Jinba-ichi. karena seperti produk elektronik merek Jepang dan Eropa, kebanyakan tewas dan kelibas merek Tiongkok.

apalagi kebetulan awal bulan kemarin pas di jkt nyobain hidup 7 hari sejauh 350 km dengan Wuling Air EV Long Range dengan parkir di apartemen tanpa fasilias EV Charging. sungguh "mengesankan" sekali :big_biglaugh:
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

kunaskun wrote: 03 Mar 2024, 21:28 SM ini sungguh gudangnya reviewer mobil antik, bahkan first hand user review pula :big_exellent:
Nissan Leaf yg banyak dihujat malah muncul di sini dengan warna merah pula :big_smoking: :big_smoking: :big_exellent: :big_exellent: :big_exellent:
MrRichardhn wrote: 01 Mar 2024, 16:00 Wkwkwkw, pasti om. Di forum luar negeri aja pada apik kok dan tahan lama pakenya, mau pake merk apapun. Kalau di forum Leaf ada yang masih pake Leaf gen pertama yang tahun 2011an dan pas baterenya udah degradasi parah, dia beli batere copotan dari Leaf gen kedua plus adaptor dan software buat conversion. Ganti sendiri di rumah dan setelah selesai dapet 280km of range wkwkwk :big_biglaugh:
kelemahan yang malah jadi kelebihan ya :upss:
ibarat kata AC rumahan model Split dengan kompressor konvesional vs inverter. inverter boleh irit bla2 tapi adu gampang service jelas menang ac konvensional :big_biglaugh:
DC fast charge memang katanya cukup bikin battery pack mobil EV degradasi, sejauh ini kalau pemakaian santai di dalam kota masih cukup aman. Entah kenapa kalau pabrikan Jepang jarang mobil EVnya punya charging speed yang super cepat, apa karena faktor tadi ya biar baterenya awet. BZ4X aja cuma 150kw, Nissan Ariya yang baru juga cuma 130kw.
jepang ini sepertinya antara:
1. main konservatif, pelan2 transisi ke EV, maunya konsumen pake hybrid dulu baru ke EV atau Hydrogen.
2. kalah teknologi dari merek Tiongkok. sudah rahasia saking hebatnya engineering EV sampe Uni Eropa aja kerahin segala cara biar ga kebanjiran EV murah dari Tiongkok karena merek Eropa bisa tewas semua :big_biglaugh:

khawatirnya adalah faktor kedua, terutama untuk konsumen generasi lawas seperti kebanyakan penghuni SM, beda dengan gen Z yg beli mobil dengan pola pikir beli hape, yang penting gimmick fitur tidak perduli dengan durability apalagi soal filosofi Jinba-ichi. karena seperti produk elektronik merek Jepang dan Eropa, kebanyakan tewas dan kelibas merek Tiongkok.

apalagi kebetulan awal bulan kemarin pas di jkt nyobain hidup 7 hari sejauh 350 km dengan Wuling Air EV Long Range dengan parkir di apartemen tanpa fasilias EV Charging. sungguh "mengesankan" sekali :big_biglaugh:
Betul, makanya Leaf dinamain mobil listrik dengan cost terendah untuk maintain hehe. Tapi ya itu dia, walau memang efisien tapi ya masih kalah sama mobil listrik modern yang sudah liquid cooled.

Jepangan memang konservatif sekali ya, apalagi kalo tentang teknologi yang lagi 'hype'. Tetep kekeuh sama hydrogen dan hybrid, ya karena di Jepangnya sendiri mobil EV kebanyakan pake dalkot aja gak jauh-jauh, ya karena transportasi umumnya bagus-bagus wkwk. Di Eropa udah mulai kebanjiran kok, teman saya katanya disana udah sering liat BYD dan MG di Jerman saingin Tesla. Padahal dealernya gak banyak disana. Durability jaman now kayaknya udah gak concern banyak orang ya, kelihatan dari banyak yang ganti mobil tiap 5 tahun ato setiap garansinya habis. Jadi pada lomba-lomba canggih.

Yaaaa kalau punya mobil EV tapi tinggal di Apartemen ato rumah yang belom punya charger memang agak repot ya haha. Makanya pada ngincer mobil EV dengan range 400an km biar gak perlu sering-sering charger. Cuma ya tetep repot nongkrongin terus mobilnya di SPKLU, belum kalo lagi antri :big_biglaugh: .
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
MrRichardhn
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 58
Joined: 06 Nov 2016, 10:38

Re: "Evina" Nissan Leaf 2023 [40kWh version]

Post by MrRichardhn »

[Update di odometer: 2200km]

Setelah cek app LeafSpy, ternyata katanya battery health segini sangat wajar karena baterai Leaf ini berjenis NMC, yang artinya akan pasti degradasi di tahun pertama lalu nanti tingkat penurunannya akan stabil seiring penggunaan dan juga bagaimana si pemilik charge mobil tsb. Mau itu air cooled maupun liquid cooled. Sebagai gambaran ini ss LeafSpy Pro mobil ini yang diambil saat odometer 2148km:
|
20240319_222140.jpg
bisa dilihat kalau SOH (State of Health) ada di angka 95%, setelah tanya sana-sini kebanyakan Leaf di luaran sana juga sama. Nah yang paling penting untuk diketahui disini adalah angka-angka di sebelah odometer, yaitu QC dan L1/L2 nah apa itu semua? Jadi angka tersebut menunjukkan sudah berapa kali mobil ini di charge menggunakan DC charger atau AC charger. Angka penggunaan DC charger itu ditandai dengan QC, AC charging ditandai dengan L1/L2. Kenapa L1/L2? Karena yang buat aplikasi ini orang AS, jadi pakai istilah-istilah charging sana. Sederhananya, L1 atau Level 1 artinya charger yang dicolok ke colokan dinding biasa, dan L2 atau Level 2 artinya charger yang punya rate listrik lebih besar yang kalo disini biasanya dimaksud dengan wall charger. Nahhh, disini Evina ini gak pernah pake DC charger sama sekali :big_biglaugh: , hanya 1 kali dan itupun kayaknya untuk quality control pas mobilnya dirakit saja. Selebihnya kebanyakan L1/L2 charging yang dimana memang sering charge di rumah saja selama pemakaian. Kenapa angka-angka ini penting? Karena dari angka-angka ini kita bisa tahu pola pemakaian mobil tsb, apakah sering 'abuse' dicekokin DC charging terus atau lebih sering pakai AC charging saja. Sayangnya belum ada regulasi mengenai angka ini, mentok-mentok ya hanya bisa tahu kondisi battery cells saja seperti yang ditandai angka 20mv ini (angka 20mv ini menandakan perbedaan kapasitas yang bisa ditampung tiap battery cells, semakin besar angkanya semakin buruk). Setahu saya Hyundai hanya bisa tahu per battery cells saja melalui app tertentu dan juga hasil pemeriksaan beres, yang dimana masih sangat membantu juga untuk tahu kondisi baterai.
|
Screenshot_20240319-140614_LeafSpy Pro.jpg
Selanjutnya ada halaman ini yang menunjukkan secara real time suhu battery pack dan suhu luar mobil, konsumsi pemakaian baterai, SOC (state of charge) baterai sebenarnya tanpa buffer, dkk. Angka penting disini pastinya yang temperatur, dimana mobil ini tidak ada cairan pendingin jadi angka-angka ini patut diperhatikan. Suhu ini direkam setelah perjalanan dari Jaksel ke Jakut daerah Roxy lalu balik ke Jaksel di suhu 38-39 derajat Celcius, dengan rute tol dalkot dan jalanan dalkot ramai lancar. Yaaa tidak begitu parah ya perbedaannya, dan juga malahan irit kalo kata trip computernya habis dipake jalan sepanas ini; 8,5km/kwh wkwk. Tapi menurut teori, memang temperatur optimal baterai mobil EV itu ada di kisaran 20-40 derajat celcius, jadi masih dalam batas wajar.
|
IMG_1402.jpg
Walaupun di mobilnya sendiri sudah ada meteran penunjuk temperatur baterai dan battery health, tapi setiap titik intervalnya berbeda. Jadi bisa saja battery health baru turun kalau sudah lewat persentase tertentu. Ya walau battery health di angka segitu, range selama pemakaian pun tidak berasa berkurang secara signifikan masih lebih dari cukup untuk pemakaian dalkot. Sayang seribu sayang, Indomobil kabarnya masih kekeuh jualin Leaf dengan baterai 40kWh (hadeh), padahal kalau saja jualin yang 62kWh di harga normal setidaknya masih "bisa" bersaing sedikit setidaknya sama Ioniq 5 Standard Range yang range WLTPnya mendekati.

Welp, sekian updatenya. Odometer gak banyak nambah karena ya memang cuma pemakaian di Jakarta saja hehe. Jakarta itu kotanya cuma 40km loh titik terjauhnya, jadi ya masih 'reachable'. Luar kota bisa, cuma harus planning sedikit kayak teman saya yang juga punya Leaf dipakai Jakarta-Bandung PP charge di PIM 3 (AC charging), Nissan MT Haryono (DC charging) dan Villagio outlet (AC charging), konsumsi total 7,9km/kwh. Not bad buat mobil EV dengan teknologi jadul :big_exellent:
1973 Volkswagen Super Beetle
2003 Honda Fit
2023 Nissan Leaf 40kWh
Post Reply
  • Similar Topics
    Replies
    Views
    Last post