Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Otak2ik peforma mesin? Silakan bahas disini...

Moderators: y_anjasrana, F 272, ginting, FRD, artoodetoo, b8099ok

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by kimcarhakim » 23 Apr 2011, 09:19

Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Bahan bakar dibutuhkan oleh mesin pada kendaraan bermotor ataupun pembangkit tenaga listrik. Kebutuhan akan bahan bakar tersebut secara langsung maupun tidak langsung sangat dibutuhkan oleh semua kalangan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan bakar tersebut dapat berupa minyak yang disebut BBM (bahan bakar minyak) ataupun gas yang sering disebut BBG (bahan bakar gas).

Kelangkaan dan semakin mahalnya bahan bakar minyak (BBM) pada masa kini bukan masalah baru dan untuk masa yang akan datang menjadi masalah yang tidak akan ada penyelesaiannya di Indonesia tercinta ini demikian juga negara-negara didunia. Kelangkaan BBM yang berkelanjutan ini bahkan diperparah dengan bergejolaknya negera-negara penghasil minyak bumi di timur tengah dan afrika dengan masalah demokrasi yang tidak kunjung reda.

Masalah kelangkaan dan mahalnya bahan bakar ini bahkan berdampak pada penghapusan subsidi bahan bakar premium yang memberatkan rakyat dan dibantah oleh para pakar energi dengan teori-teorinya yang dinilai sebatas retorika belaka untuk menutupi kelemahan atau kepentingannya.

Diskusi oleh pemerintah dan para pakar energi yang sering ditemui di media cetak dan elektronik tidak menghasilkan solusi nyata dan hanya sebatas teriakan omong kosong belaka yang mana teriakan tersebut sudah diketahui oleh banyak orang. Teriakan omong kosong belaka dengan tema ”konversi bahan bakar minyak ke gas”. Sementara banyak anak bangsa di Indonesia ini dengan kreasinya sudah siap membantu pemerintah ataupun para pakar energi dengan produk yang riil dan nyata bahkan produk siap pakai jika diperlukan.

Dapat dimaklumi jika pemerintah dan para pakar energi menilai permasalahan ini dari sudut pandang makro dimana sebenarnya permasalahan mikro yang menjadi kendala dari solusi konversi bahan bakar minyak ke gas. Sudah menjadi budaya bangsa Indonesia untuk tidak melibatkan para pakar lainnya yang tepat dalam satu tim pemecahan solusi konversi bahan bakar minyak ke gas menjadikan akibat terbatas dan kurangnya pengetahuan mengenai hal itu dimana jika permasalahan sudah kronis maka para pakar memanggil para ahli dari luar negeri untuk menyelesiakan permasalahan bangsa sendiri. Pemerintah maupun para pakar tidak mempercayai dan memulai menggunakan produk dan konsultasi kreasi bangsa sendiri dibidang mikro yang sering mereka himbau.

Selain itu kesulitan konversi bahan bakar minyak ke gas sebenarnya bukan terletak pada infrastruktur pembangunan yang berantakan di negara Indonesia yang tercinta ini. Konversi bahan bakar minyak ke gas sebenarnya tergantung dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk membantu rakyatnya. Setiap negara mempunyai kebijakannya untuk mendukung konversi bahan bakar minyak ke gas. Negara-negara di Eropa seperti Jerman misalnya mempunyai kebijakan sendiri mengenai konversi bahan bakar minyak ke gas yang dimulai dari hulu (produksi gas) sampai pada hilir (bagaimana distribusi gasnya yang didukung dengan SPBG- nya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas). Demikian juga untuk jenis penggunaan gasnya seperti LNG, CNG, LPG atau gas lainnya yang diberlakukan untuk kendaraan bermotor atau pembangkit tenaga listrik.
1. Bahan bakar gas sebenarnya bukan hal yang baru dan sudah dipergunakan sejak lama di negara Indonesia ini. Bahkan Tjondro Srihutomo Kusumo, jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB), tahun 1980 telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas karyanya untuk menggantikan BBM ke BBG untuk kendaraan roda empat (mobil).

Hanya saja secara permasalahan mikro harus dilihat bahwa teknologi otomotif dan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan mesin berbahan bakar minyak memakai teknologi yang sangat canggih yaitu EFI (Electric Fuel Injection). Teknologi baru ini menggantikan teknologi lama menggunakan karburator untuk mengkonsumsi bahan bakar ke mesin. Oleh karena itu penghargaan yang diberikan kepada Tjondro Srihutomo Kusumo diatas tidak berlaku lagi untuk kendaraan masa kini. Kendaraan bermotor maupun pembangkit tenaga listrik masa kini dilengkapi dengan suatu modul yang dinamakan ECU (Engine Control Unit) atau ECM (Engine Control Modul) yang sangat penting dan harus ada sehingga mesin dapat berfungsi dengan effisiensi dan performance yang baik.

Teknologi EFI ini termasuk dalam disiplin bidang ilmu baru yang sering dinamakan bidang ilmu mechatronik. Sementara penguasaan disiplin bidang ilmu mechatronik ini masih langka di Indonesia dan bahkan training center ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) yang merupakan perpanjangan tangan dari pricipal produsen merek otomotif tidak memberikan dengan rinci dan pengetahuan mengenai hal tersebut. Teknologi mechatronik ini sangat dirahasiakan oleh principal produsen otomotif.

Jika teknologi tersebut dapat dikuasai maka keterbatasan mengenai konversi bahan bakar minyak ke gas sebenarnya dapat dipecahkan dan sangat ditunggu-tunggu oleh pemerintah dan para pakar energi di Indonesia saat ini. Penguasaan teknologi baru itu akan mampu memodifikasi electric control pada mesin untuk jenis bahan bakar yang berbeda karena mesin pada kendaraan bermotor didesign sesuai dengan bahan bakar yang dipergunakan. Untuk saat ini mesin kendaraan bermotor disesuaikan untuk bahan bakar jenis pertamax atau premium dengan nilai oktan antara 83 sampai 95 sesuai dengan kebijakan negara produsen otomotif tersebut.

Produk kreasi anak bangsa sudah membuktikan keberhasilannya dalam membuat suatu modul konversi bahan bakar minyak ke gas yang disebut ”KIM - Konversion KIT”. Produk ini dapat merubah parameter electric control yang dibutuhkan oleh mesin sehingga bahan bakar dengan nilai oktan tinggi dapat juga dipergunakan pada kendaraan bermotor yang didesign pada nilai oktan rendah seperti premium atau pertamax. Bahan bakar dengan nilai oktan tinggi dapat ditemukan pada bahan bakar gas (LPG, dengan nilai oktan 120) atau renewable energi (ethanol, dengan nilai oktan 104 sampai 110).

Dengan produk ”KIM Konversion KIT” maka masalah konversi bahan bakar minyak ke gas sudah dapat dipecahkan tanpa diskusi dan talkshow yang hanya menghasilkan teori dan retorika biasa. Pertanyaan berikutnya adalah apakah alat Konverion KIT sudah banyak beredar di negara Eropa bahkan negara Asia lainnya dan bagaimana mengisi ulang bahan bakar pada kendaraan bermotor?
Pertanyaan diatas sebenarnya dapat dijawab dengan sangat mudah dan singkat bahwa masalah konversi bahan bakar minyak ke gas merupakan kebijakan pemerintah negaranya masing-masing. Oleh karena itu penggunaan Konversion KIT yang sudah beredar di negara produsen yang dipilih harus disesuaikan dengan kebijakan negara tersebut. Mulai dari pemilihan jenis bahan bakar gas, penggunaan tabung fix hingga infrastruktur stasiun pengisian ulang bahan bakar pada kendaraan bermotor.

Karena produk ”KIM Konversion KIT” dapat memodifikasi parameter electric control yang dibutuhkan oleh mesin maka ”LPG dalam tabung 3 kg atau 12 kg” yang dipergunakan untuk memasak sebagai pelaksanaan program pemerintah mengenai konversi minyak tanah ke gas LPG dapat juga dipergunakan untuk kendaraan bermotor dan pembangkit tenaga listrik. Konversion KIT kreasi anak bangsa yang dilengkapi dengan tabung yang fleksibel dan tidak fix sehingga dalam penggunaannya tidak memerlukan stasiun pengisian bahan bakar.

Dengan demikian semua permasalahan konversi bahan bakar minyak ke gas yang sering dihimbau oleh para pakar energi sudah dapat langsung diwujudkan dan dapat membantu rakyat untuk menghadapi krisis energi dunia terutama bahan bakar minyak yang semakin mahal harganya. Bahkan dengan produk kreasi anak bangsa ini bahan bakar sebagai energi dapat dipergunakan oleh rakyat dipelosok-pelosok dan bahkan di pulau-pulau yang belum pernah menikmati energi bahan bakar dalam bentuk transportasi ataupun pembangkit tenaga listrik.

Apakah dengan menggunakan bahan bakar gas LPG dalam tabung 3kg atau 12kg berikut konversion KIT-nya telah membuat sesuatu yang revolusioner? Keunggulan apa lagi yang akan berdampak jika kebijakan konversi bahan bakar minyak ke gas dan produk ”KIM Konversion KIT ini” diterapkan?

1. Keunggulan lainnya konversion kit kreasi anak bangsa :
1. Konversion KIT LPG kreasi anak bangsa sesuai dengan kondisi dan keadaan Indonesia.
2. Konversion KIT LPG kreasi anak bangsa mudah dipasang (install).
3. Konversion KIT LPG kreasi anak bangsa murah harganya.
4. Konversion KIT LPG kreasi anak bangsa tidak menggunakan tabung fix yang memerlukan stasiun pengisian bahan bakar. (SPBU-Gas, hanya beberapa saja ditemukan di Jakarta).
5. Konversion KIT LPG kreasi anak bangsa memerlukan warung-warung yang menyediakan tabung gas 3kg atau 12kg sebagai depo bahan bakar.
6. Konversion KIT LPG kreasi anak bangsa dapat dipergunakan pada pembangkit tenaga listrik dan kendaraan bermotor dipulau-pulau kecil.
7. Masalah energi terutama konversi bahan bakar harus diselesaikan oleh anak bangsa karena sifatnya permanen tidak temporer (tidak sementara) dan bahkan berkelanjutan.
8. Karena LPG memiliki oktan tinggi, maka LPG seperti halnya bahan bakar pertamax bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan bahan bakar LPG dan pertamax lebih maksimal, karena BBM digunakan secara optimal. Masalah knocking pada kendaraan bermotor akibat pemakaian bahan bakar premium dengan oktan yang rendah pada mesin berkompresi tinggi dapat diatasi dengan baik.
9. Gas buang kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar minyak premium dan pertamax menghasilkan masalah baru yaitu pemanasan global dan polusi. Penggunaan bahan bakar LPG dengan konversion KITnya menghasilkan gas buang yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahan bakar gas LPG dengan konversion KIT-nya maka kita ikut serta mendukung program pemanasan global dan polusi.
Jika pemerintah dan DPR benar-benar berniat membantu rakyatnya tanpa pandang bulu dari tingkat atas, menengah maupun bawah maka pemerintah dan DPR harus berani membuat kebijakan energi baru dalam bentuk undang-undang mengenai konversi bahan bakar minyak ke gas dengan penggunaan LPG dalam tabung sebagai pengganti bahan bakar minyak yang langka dan semakin mahal.

Untuk melihat fungsi produk ”KIM Konversion KIT” dengan penelitiannya silahkan buka Internet youtube dengan titel ”LPG 3k atau 12kg dimobil” atau http://www.youtube.com/watch?v=YfP-K3095NE


Terima kasih


A. Hakim Pane

User avatar
jalu
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 8009
Joined: 16 Jun 2009, 15:17

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by jalu » 23 Apr 2011, 10:34

pertanyaan pak :

1. apakah ada perbedaan performa dan emisi pada mesin bensin jika menggunakan bahan bakar LPG tsb ?
2. pada sistem lawas (karburator converted to BBG), salah satu kekurangannya adalah sewaktu akselerasi loyo krn sulit untuk mendapatkan komposisi yang "rich"....apakah kelemahan tsb sudah bs diatasi di mesin injeksi dan dng alat buatan anda ?
3. jika menggunakan alat konversi tsb, perlukah dilakukan setup ulang untuk ECU pada mesin (remap or pake piggyback) ?

ditunggu jawabannya :D
"It took Japan 40 years to become a great automotive nation. It took South Korea 20 years. I think it will take China as little as
10 to 15 years." ~ Giorgetto Giugiaro


"HP sells cars, Torque wins races." ~ Carroll Shelby

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 23 Apr 2011, 10:43

menambahkan pertanyaan bang jalu
apabila gasnya habis bisa kembali pakai BBM??????
apakah gasnya sama dgn elpiji di rumah2???
ada efek ga ke mesin????? mis: ngelitik,,,,

tankiu,,,,
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

jawaban pak jalu dan ak4ng

Post by kimcarhakim » 23 Apr 2011, 13:59

Pertanyaannya pak jalu dan ak4ng sangat jitu sekali....dicoba ya dibahas disini pak...Oh ya tolong kirimkan email adr. bapak2, siapa tahu artikel2 saya dapat juga membantu mengenal Mechatronik dan otomotif....

EFI (electric Fuel Injection) sesungguhnya didesign sebenarnya untuk menggantikan teknologi karburator yang ada selama ini dan secara teoritis memonopoli teknologi penggantinya dibidang otomotif. Karena pada saat ini teknologi EFI hanya dikuasi oleh Bosch (Eropa) dan Denso (Asia). Oleh karena itu ECU atau ECM yang beredar pada mobil menggunakan Bosch atau Denso, karena permintaan banyak, Siemens turun tangan untuk memproduksi ECU/ECM sebagai perpanjangan tangan Bosch. Oleh karena itu sering kita temukan dimobil KIA atau mobil lainnya ECU dengan lisensi Bosch, Siemens, denso atau francise lainnya

Signal sensor yg berasal dari crank dan cam akan diproses oleh ECU/ECM (Electric Control Unit atau Modul). Kemudian signal puls yg berasal dari ECU diberikan pada injector yg cara kerjanya sama persis seperti relay dgn sistem electromagnetic. Dengan adanya puls dengan lebar 3ms maka injector akan terbuka selama 3ms dan dgn tekanan yg berasal dr fuel pump, bensin akan menyemprot kedlm intake untuk selanjutnya stlh bukaan klep masuk kedalam ruang bakar. Tetap saja ilmu mekanika diperlukan pd saat klep terbuka dan tertutup, tetapi perkembangan ilmu mekanika tidak begitu signifikan dibandingkan dengan perkembangan controlling mobil saat ini.

Hanya saja besaran bensin dengan performance dan effisiensinya demikian jg perawatan mobil saat ini dapat terukur dengan baik. Itulah kelebihan dari EFI saat ini. Tetapi kelemahannya adalah mobil tdk dapat dimodifikasi lagi seperti dahulu sewaktu memakai karburator, membesarkan dan mengecilkan besaran bahan bakar bensin.

Pengembangan teknologi dibidang otomotif terus berlangsung, yang tadinya hanya teknologi EFI untuk konsumsi bahan bakar sampai pada pengembangan ignition dimobil. Teknologi platina dengan distributor digantikan dengan teknologi TCM (Transistor Control Modul) masih menggunakan distributor, hingga teknologi distributor dihilangkan yang sering dinamakan Distributorless atau sering disebut Multicoil. Demikian juga dengan lahirnya teknologi distributorless maka modifikasi mobil susah dilakukan. Komponen electric hanya sekian persen % saja keberadaannya tetapi dampaknya sangat besar sekali pada fungsi kendaraan. Tanpa ECU/ECM, electric controlling modul maka mobil tidak akan dapat berfungsi demikian jg dgn sensor2 nya.

Oke sampai sini penghantar sy mengenai EFI dan Ignition. Mari kita lanjutkan dengan bahan bakar Gas. Seperti mobil tahun 80-an menggunakan karburator, bahan bakar gas dapat dipergunakan dengan mudah yaitu dengan membesarkan dan mengecilkan spuyer didalam karburator. Hanya saja kelemahannya pada pembesaran dan pengecilan spuyer didalam karburator sifatnya statis artinya besaran bensin konstan tetap pada pembesaran dan pengecilan spuyernya (diameter spuyer tdk mungkin membesar dan mengecil). Sedangkan pada sistem EFI pembesaran dan pengecilan terjadi dengan besarnya lebar puls-nya. Dikatakan bahwa injector bernapas sesuai kebutuhan enginenya.

Jadi jika kita bisa melakukan pembesaran dan pengecilan seperti yg kita lakukan pada karburator maka bahan bakar gas dapat diberikan pada mesin dengan teknologi saat ini tetapi perbedaannya adalah performa dan effisiensi dapat diperoleh dengan baik jika dibandingkan dengan teknologi karburator. Demikian pak jalu, pertanyaan bapak untuk performa dan kondisi berbahan bakar gas pada mobil, lebih baik dibandingkan dengan sistem karburtor. Sedangkan untuk mengecilkan dan membesarkan besaran bensin dapat dilakukan dengan produk KIMCAR (penghemat dan performance kendaraan berbahan bensin). ECU tidak perlu kita remapping krn kita menggunakan KIMCAR semacam piggy back tetapi fungsinya sebenarnya adalah piggy after karena modifikasi dilakukan stlh ECU (juga tidak membahayakan ECU, tidak seperti piggy back).

Mobil dengan KIM - Konversion KIT sebenarnya membuat mobil menjadi fungsi hibrida, ak4ng. Artinya mobil dengan dua bahan bakar atau energi yg berbeda dapat difungsikan. Karena kendaraan didukung oleh sistem elektrik maka dengan menambahkan komponen "two to one way valve" selain piping pada sistem maka dengan merubah posisi switch, mobil dapat dipilih bahan bakarnya.

Dampak yg dihasilkan dengan memakai bahan bakar LPG yg terdapat dalam tabung 3kg atau 12kg tidak ada....Hanya saja nilai oktan LPG adalah 120 maka kompresi harus ditinggikan. Pertanyaannya bagaimanakah meninggikan kompresi tanpa merubah struktur engine (mekanik) ? Yaitu dengan merubah posisi ignition timing hampir mendekati top dead center (TDC) sehingga kompresi bertambah. Produk KIMTIMING dapat merubah kondisi tersebut secara extrem.

Jadi tdk akan terjadi dampak pada mobil pada saat menggunakan bahan bakar LPG seperti ngelitik...Ngelitik itu terjadi krn mesin barbahan bakar oktan tinggi menggunakan bahan bakar oktan rendah, jd terjadi peledakan sebelum saatnya. Oleh karena itu, mobil ngelitik saat ini sudah ada solusinya tanpa harus merubah struktur engine (mechanical) dan dapat dikondisikan lagi sesuai standar pabrikan (original) dengan hanya merubah switch elektrik (produk bernama KIMKNOCKING).

Bagaimana dengan LPG dengan oktan sangat tinggi....Dengan merubah timing ignition dan kombinasi dengan produk KIMCOIL (pembesaran api pengapian) dan penggunaan produk KIMCAR maka suara halus didapatkan pada mobil yang sudah dipasang "KIM Konverison KIT" dan LPG sebagai bahan bakar, lebih halus dari pada bahan bakar premium (silahkan lihat youtube "LPG 3kg atau 12 kg"). Ketiga modul tersebut digabung menjadi satu dengan controlling lainnya menjadi "KIM konversion KIT LPG".

Demikian pak jalu dan ak4ng yang saya dapat berikan informasinya sesuai invensi dan produk saya yang bernama "KIM Konversion KIT LPG" yang paling baru..........

Untuk bahan bakar LPG dalam tabung dapat dipilih mana yang mau dipakai, 3kg atau 12kg enak kan....dan dapat dibeli diwarung....mantab.......

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 23 Apr 2011, 18:22

ooooo,, nah apakah harus menambah tanki utk gasnya????? atau disatukan dgn tanki bensin????
bisa plug and play dgn gas yg di rumah???
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

User avatar
doq
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 9501
Joined: 10 May 2008, 19:09
Location: jkt-bdg-jkt-bdg definitely

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by doq » 23 Apr 2011, 18:44

ikut menyimak :mrgreen:
sebenernya konversi bbm dari minyak ke gas bukan hal yg baru, dulu pemerintah sempat mengkampanyekan pula hal ini. Tapi tampaknya masi terkendala banyak hal sehingga penerapan nya juga sangat2 terbatas baru pada kendaraan umum saja (sebagian taksi dan bus).

Terlepas dr kendala yg ada, pertanyaan saya juga mirip dengan oom jalu;

utk penggunaan bbg ini, bagaimana kah perbedaan performanya/tenaga bila dibandingkan dengan bbm?? karena dari hasil saya baca2, ada beberapa macam jenis bahan bakar alternatif yg juga menawarkan angka oktan lbh tinggi dibanding bensin, tapi justru memiliki nilai kandungan energi yg lbh rendah dr bahan bakar fossil, sehingga hitungan liter/km nya mungkin menjadi lbh boros.

mohon pencerahannya :thanks:
Lets behave ourself
NO tolerance on SARA, Personal issue, Spam
WE are watching
Image

Click here to call Moderator

User avatar
jalu
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 8009
Joined: 16 Jun 2009, 15:17

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by jalu » 23 Apr 2011, 19:24

akan lbh menarik kalo misalkan ada data2 pengujian dng alat instrumentasi seperti dyno test, uji emisi dan perhitungan konsumsi BBM untuk mesin yg sama tapi dengan bahan bakar yg berbeda (bensin & lpg). Dengan begitu kt2 bs mendapatkan informasi yg lbh lengkap.

btw...untuk posisi tabung LPG yg lebih aman apakah didalam kabin/bagasi ataukah diluar kabin (seperti di kolong mbl)..??
"It took Japan 40 years to become a great automotive nation. It took South Korea 20 years. I think it will take China as little as
10 to 15 years." ~ Giorgetto Giugiaro


"HP sells cars, Torque wins races." ~ Carroll Shelby

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

diskusi bahasan lpg

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 00:21

Untuk "ak4ng"....... gak dibaca sih......, baca dong om.....kan pada tulisan sebelumnya sudah diinfokan bahwa perbedaan "KIM Konversion KIT" dengan Konversion KIT lainnya, misalnya produk korea atau produk eropa lainnya adalah tangkinya yang fleksibel bukan fix. Konversion KIT kreasi anak bangsa disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan di Indonesia. Jika ada bahan bakar di warung kenapa tidak itu saja dipergunakan untuk bahan bakar. Untuk memindahkan lagi ketabung fix untuk apa??? Tinggal sekarang pilih saja 3kg atau 12kg. Jika takut memakai tabung 3kg krn dindingnya tipis dan takut meledak...ya jangan pakai itu, pakai saja 12kg. Jika takut meledak krn regulator, ya saya keluarkan lagi produk regulator aman nih.....Yang jelas sistem piping harus aman dan plug & play regulatornya harus mudah dipergunakan sehingga meminimalisasi bahaya.

Jika tidak mau memakai LPG pakai saja bensin....Kan keren tuh, dimana saja mobil akan jalan dan dipelosokpun tidak ada kendala dengan tidak adanya stasiun pengisian bahan bakar bensin. Lihat di youtube : "LPG 3kg atau 12 kg dimobil".

Untuk "dog", di-artikel saya-pun sebelumnya, sudah saya bahas, bahwa bahan bakar LPG bukanlah hal yang baru.... Pertanyaan mengenai masih terkendala penerapan itulah yang harus dibahas terlebih dahulu, jangan dibiarkan begitu saja....Kenapa????????

Menurut saya, terkendalanya penerapan pemakaian BBM terletak pada masalah makro dan mikro yang juga sudah saya bahas pada artikel sebelumnya. Masalah makro adalah masalah kebijakan pemerintah, mulai dari hulu sampai hilir. Hulu adalah pemilihan dari bahan bakar BBG dengan nilai oktan tertentu dan hilir adalah pengisiannya yang didukung oleh stasiun BBG yang belum didukung oleh infrastrukutr yang baik. Ya namanya saja Indonesia. Selain itu masalah energi harus ditangani oleh anak bangsa, bukan ikut-ikutan meniru negara lain yang sudah menggunakan BBG. Pemerintah sih......masalahnya..., tidak pernah mau menjadi pendobrak pertama didunia....takut kali pertamina, shell, petronas dan lain-lain yg sudah investasi duitnya, bangkrut. Payah...hanya memikirkan pengusaha bukan rakyat kecil.....dan tidak pernah menghargai kreasi nak bangsa jadi hanya ikut-ikutan saja meniru sistem yang berjalan disana...dieropa....negara asia lainnya....

Yang saya akan bahas adalah masalah mikro dan hal ini berkaitan dengan teknologi otomotif. Seperti yang kita ketahui bahwa sistem yang diterapkapkan dimobil sangat berbeda dan bermacam-macam jenisnya. Dari segi actuator yaitu sistem Injection dan Ignition, ada yang memakai sistem Single, Grouping ataupun Sequentiel. Belum lagi dari sisi sensor-sensornya juga bermacam-macam, ada yang menggunakan sistem Airflowsensor adapula yang hanya menggunakan MAP....Belum lagi kita bicara mengenai crank dan cam yang disesuaikan dengan gearnya mobil....Jadi permasalahan inilah yang susah diterapkan....Oleh karena itu pemerintah hanya menerapkan di kendaraan umum dimana pada kendaraan umum teknologinya sama dan seragam menggunakan satu jenis merek mobil.....Jadi disitu pak permasalahannya.

Terlepas dari permasalahannya yang berkaitan dengan performa kendaraan, juga harus diperhatikan jenis bahan bakarnya....Bahan bakar gas yang dijual di stasiun pengisian bahan bakar saat ini adalah vigas dengan nilai oktan 98 bukan LPG dengan nilai oktan 120.

Saya juga pernah melakukan test dyno dengan bahan bakar Ethanol (alkohol) 99% dan tanpa campuran bensin dan murni 100 % ethanol atau sering disebut E 100, dimotor Supra dengan teknologi EFI, hasilnya baik-baik saja pak....Seperti kita ketahui bahwa ethanol memiliki nilai oktan diatas 104. (Jika ingin artikelnya dapat saya kirimkan....)

Ya jelaslah pak, tidak begitu saja bahan bakar ethanol dengan nilai oktan tinggi dipergunakan begitu saja tanpa konversion KIT....dan kegunaan konversion KIT adalah untuk memodifikasi engine sesuai oktan yang terkandung didalamnya. Bahkan tanpa konversion kit, motor tidak dapat hidup dengan sempurna pada saat idle.....Belebek saya bilang...digas dikit saja mesin bahkan mati.....

Jadi masalah performa dan effisiensi dengan pemilihan konversion kit yang benar adalah masalah tuning pak....sesuai dengan teknologi mobil tersebut. Mobil yaris dengan Avanza sudah berbeda jauh sekali pak....Oleh karena itu diperlukan tuning untuk mobil yang berbeda....Untuk mobil yang sejenis saja berbeda dan diperlukan tuning....Pernahkan bapak mendengar efisiensi 2 buah mobil avanza yang sangat berbeda...yang satu 1:8 dan ada juga yang lain 1:10. Sy baru pasang alat di CRV dengan keluhan bahwa CRV dengan konsumsi bahan bakar 1:8 sedangkan yang dia miliki 1:6.

Tuning jaman sekarang pun harus dibedakan dengan jaman dahulu. Jaman dahulu tuning dengan membersihkan parameter actuator mesin seperti karburator dan platina. Untuk "Konversion KIT" mobil jaman dulu karena teknologi menggunakan karburator maka performa dan effisiensi tidak akan pernah didapatkan dengan baik (diameter spuyer konstan dan kinerja tidak dinamis).

Jaman sekarang tuning dilakukan dengan menggunakan Scantools, Piggy back atau alat sejenisnya sehingga parameter dapat dirubah dan dioptimalkan. Oleh karena itu menurut saya, dengan menggunakan BBG pun harus dituning Parameter yang terdapat dalam "Konversion KIT" sehingga Performa dan Effisiensi dapat diperoleh dengan maksimum. Hal ini sangat mungkin didapat dengan teknologi EFI dan Ignitionnya dibandingkan dengan teknologi karburator dan platina jaman dulu. Lihat deh pak di youtube : "LPG 3kg atau 12 kg dimobil".

Effiesiensi konsumsi bahan bakarpun akan lebih baik karena spt yg kita ketahui bahwa tenaga atau energi mesin dengan oktan tinggi sangat besar....seperti halnya perbandingan premium (oktan 83) dan pertamax (oktan 95) pada mobil, dengan syarat semua parameter maksimum...Baik besaran kompresinya melalui pergeseran timing dan besaran konsumsi bahan bakarnya....Perhitungan liter/km nya dapat dipertanggungjawabkan baik....

Iya pak "jalu"....sangat baik sekali saran bapak....pengukuran sangat diperlukan dalam hal ini karena hal ini bukan reka-reka dan harus diuji. Pengujian harus dilakukan dengan alat ukur. Jadi mesin baca mesin gitu loh pak.....(independent tanpa perasaan)

Mengenai tangki didalam, diluar atau dibawah mobil bukanlah hal yang prinsipil pak....Yang prinsipil adalah mendapatkan terlebih dahulu hasil bahan bakar pada kendaraan dan dapat dipergunakan dengan baik tanpa dampak....Hasil berupa performa dan effisiensi yag baik dan dapat dipertanggungjawabkan liter/km-nya.....sehingga effisiensi didapat dari harga dan konsumsi bahan bakar.

Penanganan tangki adalah masalah tambahan dan accesories....yang dapat dikemas lebih baik lagi....Seperti kita ketahui bahwa terbakarnya mobil dengan bahan bakar bensin juga bukan hal yang baru....Gas LPG sudah terkontaminasi dengan meledaknya tabung 3kg untuk memasak....yang sebenarnya hal tersebut adalah masalah sosialisasi dan edukasi produser ke rakyatnya....Masalah konversi minyak tanah ke gas adalah masalah sosialisasi dan edukasi selain masalah rakusnya pengusaha Indonesia...

Jika tabung berada dalam mobil (baik bagasi ataupun kabin), ya dibuka saja regulatornya jika meninggalkan mobil, agar tidak terjadi kebocoran dari regulator....Jika masih terjadi kebocoran maka tabunglah bermasalah. Untuk dapat mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan ventilasi dan sensor deteksi. Banyak hal yang dapat dilakukan nanti, seperti perkembangan otomotif sekarang ini...

Demikian bahasan sy mengenai hal ini.....dapat juga bapak kirimkan email adr. agar dapat sy kirimkan artikel lainnya....untuk dapat dibahas.....


Tq

Kimba

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 24 Apr 2011, 00:29

kl boleh tau,, udah di coba di mobil ap aj?????
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

User avatar
jalu
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 8009
Joined: 16 Jun 2009, 15:17

Re: diskusi bahasan lpg

Post by jalu » 24 Apr 2011, 00:51

kimcarhakim wrote:Mengenai tangki didalam, diluar atau dibawah mobil bukanlah hal yang prinsipil pak....Yang prinsipil adalah mendapatkan terlebih dahulu hasil bahan bakar pada kendaraan dan dapat dipergunakan dengan baik tanpa dampak....Hasil berupa performa dan effisiensi yag baik dan dapat dipertanggungjawabkan liter/km-nya.....sehingga effisiensi didapat dari harga dan konsumsi bahan bakar.
meskipun bagi anda bukan hal yg prinsipil, tapi bagi saya penting
sebagai inovator suata alat tentu anda punya dong rekomendasi penempatan tabung LPG yg katakanlah paling aman. Dimanakah itu ? :D
"It took Japan 40 years to become a great automotive nation. It took South Korea 20 years. I think it will take China as little as
10 to 15 years." ~ Giorgetto Giugiaro


"HP sells cars, Torque wins races." ~ Carroll Shelby

User avatar
doq
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 9501
Joined: 10 May 2008, 19:09
Location: jkt-bdg-jkt-bdg definitely

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by doq » 24 Apr 2011, 01:57

hmm ok ok, berarti masalah efisiensi liter/km dg penggunaan elpiji hanya masalah tuning belaka? cmiiw
mungkin oom pane bisa share ke kita mengenai hasil uji konsumsi elpiji ini pada kendaraan? :thanks:

btw, huruf belakang nick saya itu Q lho oom :e-whistle: :e-doh:
Lets behave ourself
NO tolerance on SARA, Personal issue, Spam
WE are watching
Image

Click here to call Moderator

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 24 Apr 2011, 05:49

kalo sy liat di video yuotube,,, di detik 3:51 indikator check engine menyala????? trus indikator BBM jga kelapklelip??????
bagaimana itu????
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Balasan pertanyaan berikutnya

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 12:43

Untuk ak4ng....Check engine hidup karena saat itu mobil masih dalam riset om.....Check engine hidup karena tidak diriset terlebih dahulu saat dishooting om....Tidak ada masalah dengan check engine karena sistem berjalan dengan baik....Mengenai indikator bensin kelap kelip karena soket fuel pump dicabut sehingga perhitungan level bensin tidak teridentifikasi dan indikator kelap kelip.

Sebenarnya video dilakukan dua kali tahapan om dan sudah diedit. Tahap pertama adalah fungsi mobil pada saat hidup dan "idle" saja tanpa load dan dishooting hampir 1,5 jam lamanya....Analisa fungsi bahan bakar LPG terhadap mobil (temperatur, rpm, gas buang, pressure LPG, dan lain-lain), demikian juga analisa modul2nya yg terpasang pada saat kondisi statis....

Tahapan kedua dianalisa fungsi mobil pada saat "idle dengan load" (seperti open throttle, temperatur, Air condition, Cranking, dinamika pressure LPG dan lain-lain), demikian juga analisa modul2nya yg terpasang pada saat kondisi dinamis.....

Untuk pertanyaan ak4ng mengenai dimobil apa saja sudah terpasang, jawabannya adalah hanya dimobil yaris....Pertanyaan kedua mungkin datang lagi dari om ak4ng, koq begitu....tidak dipasang dilain mobil....

Jawabannya adalah karena masalah ini adalah masalah dana dan taktis dalam mengembangkan usaha...Saya sudah capai om ditawarkan bermitra yang menghasilkan kerjasama yang tidak baik dan tidak maju....Karena tidak all out dan setengah-setengah kerjasamanya...Banyak produk invensi saya, baik dibidang pendidikan, otomotif dan lain-lain yang akhirnya terbelengkalai begitu saja. Saya bukanlah superman yang bisa segalanya dan bidang saya hanyalah inventor yang harus didampingi oleh mitra marketing yang baik bukan hanya investor saja yang saya perlukan....

Untuk memfungsikan bahan bakar LPG dimobil dengan tahapan disiplin riset sudah saya buktikan, tahapan disiplin riset yang diawali pemakaian bahan bakar LPG pada saat "idle", pada saat "load idle". Sementara untuk tahapan disiplin riset "load running" dijalan belum saya lakukan, om...ya itu tadi sy tidak ada dana utk mengembangkan hal ini....Piping, valve dan lain-lain harus terpasang dengan baik dimobil sehingga tahapan disiplin riset "load running" dapat dilakukan....Lihat youtube...Mobil dgn bahan bakar LPG terpasang diluar kendaraan dan belum diinstall dengan baik...dan itu sudah mewakili fungsi bahan bakar LPG terhadap mobil pada dua tahapan prinsipiil....(Dua tahapan dispilin riset sudah berhasil....)

Pertanyaan berikutnya adalah kenapa pemilihannya mobilnya yaris....Jawabannya om cukup menyedihkan...Saya mendapatkan mobil yaris ini dari perusahaan alat peraga karena sy bekerja membuat buku dan alat peraganya...Dari dulu sy memohon utk dapat dipinjamkan mobil utk membuktikan konsep saya : LPG sebagai bahan bakar. tapi tidak ada yg bersedia, takut mobilnya rusak atau meledak...ya begitulah, tanpa dasar dan data yg benar dapat berkomentar seperti itu...Akhirnya saya diberikan dana DP dengan cicilan dibayarkan sesuai kerjaan saya. Saya memilih Yaris karena teknologinya sama persis dengan Vios dan Limo yg dipergunakan pada kendaraan Taxi....Juga teknologinya lumayan canggih dengan multicoil dan injection dengan sistem sequentiel. Dengan demikian, jika masalah diatas terpecahkan sebenarnya bisnis sdh berjalan dengan baik yaitu menggerakkan bisnis pada perusahaan satu atap seperti perusahaan taxi dan kendaraan operasional suatu perusahaan seperti shippment company dan lain-lain. Tidak harus memulai bisnis ini pada mobil pribadi/individual karena takut meledak dan lain-lain. Berapa banyak kendaraan yang terdapat pada perusahaan taxi tersebut????

Demikian om jawabannya....jadi maklumlah om, di Indonesia ini demikian adaannya...Pemerintah dan DPR adalah pengusaha dan penguasa bukan wakil rakyat yang membantu rakyatnya.....Saya sudah berkali-kali kedepartemen, lembaga dan instansi lainnya utk menawarkan produk2 saya (bidang pendidikan, energi, dll) dengan solusi masalah negara ini...tapi apa pak kenyataannya, negara ini adalah negara relasi...belum apa-apa saja saya sudah ditanya di pintu gerbang semua instansi yang saya datangi dengan pertanyaan...mau ketemu siapa pak????? bukan suatu pertanyaan yang menggembirakan seperti apa yang dapat saya bantu pak????

Terlepas dari itu semua saya harus tegar om...sudah ada beberapa investor dan partner dari luar dan dalam negeri yang ingin bekerjasama dengan sy dengan syarat kerjasama yg allout, open management, serius dan berani....karena masalah ini adalah masalah serius om....seperti yg saya utarakan di artikel saya....Solusi konversi minyak ke gas adalah revolusioner yang belum dapat dicerna oleh masyarakat tetapi sangat membantu rakyat umumnya....Bisa-bisa sy ditembak oleh produser dan pengusaha oil company....

Untuk om Jalu, benar sekali bahwa hal itu penting dan prinsipiil sekali....Tetapi setelah om baca ulasan saya diatas, jadi maklum kan om...Mengenai konsep tabung dan sistem pipe lining bahan bakar gas sudah ada konsep dan teknologinya dan diharapkan nantinya aman dan terkendali....Penjualan konversion kit pun juga didukung oleh sistem asuransi dan kontrak yang baik....

Mengenai om doq dengan q dibelakang.....sabar ya....saya akan umumkan nantinya hasil pengujiannya....hal itu penting sekali sebagai riseter harus mengutamakan hasil uji dibandingkan "kata orang".....perhitungan dan pengukuran adalah alat uji dispilin akademik yang tidak dapat dibantah dan harus dipertahankan.....

Demikian om-om semua bahasan saya ini atas pertanyaan yang selalu mengingatkan saya pada perbaikan dan pengembangan konsep.....


Tq


Kimba

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 24 Apr 2011, 15:06

mungkin riset harus lebih mendalam,,,,,, lalu dibuktikan ke semua orang,,,,,,,
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 15:27

kan sudah berjalan om ak4ng......koq disuruh mendalam lagi...yang harus mendalam dananya om.....
tuh kan gak dibaca lagi....Masalahnya adalah dana....untuk meneruskan riset tanpa ada yang mendukung, buat apa om...sudah capek om barang ditiru sama orang...Sekalian, sekali keluar, boooom, capek nungguin door to door.....terserah deh.....apa kata orang...yg jelas semua produk sudah dibuktikan dengan baik.....mau apa...mobil jalan dengan biogas (kotoran kebo), biomass (ethanol), pengiritan, pembesaran api dan lain-lain.....untuk LPG sy akan seriuskan....betul gak om....
Last edited by kimcarhakim on 24 Apr 2011, 15:39, edited 1 time in total.

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 24 Apr 2011, 15:32

knp ga bekerja sama dgn prusahaan otomotip langsung?????? cont: toyota, atw mitsubishi
btw sy belum jd om2,,, masih abg and bujangan
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 15:52

oh gitu......sorry salah...saya panggil aja bossz ya...
untuk perusahaan otomotif lebih parah lagi bossszzz.....parah banget, dasar jepang.....
saya pernah dipanggil sama training center dan sekolah di toyota sunter, sama prodinya lagi, namanya hutabarat. Dia juga sebagai ketua LSP dan kenal pada perdebatan pilot project TOT bengkel konvensional. Gw disuruh membuat silabius dan kurikulum untuk tingkat ketiga....yang ada parah bossszzz....Saya minta Laptop untuk menulis silabus dan kurikulum (minjam lagi) krn laptop rumah jadul, eh dia jawab gak ada pak hakim...terus saya tanya sama dia...apa yang saya dapat jika saya buatkan silabus dan kurikulum???? Pak hakim hanya dapat mengajar saja...Ya kalau begitu doang ma gw bisa masuk dimana saja, tawaran trisakti aja waktu itu gw tolak...dan juga dia jawab wah kita gak ada pos untuk seperti itu. Pos pendidikan adalah sekunder bahkan hanya pelengkap...itu perintah dari principal jepang...parah gak....pembodohan dan Indonesia mau aja lagi....Apalagi modul2 seperti ini bosszzz, dimodifikasi aja sedikit, garansi hilang. Teori mechatronik mana ada yang tidak dirahasiakan.....hayo.....

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 24 Apr 2011, 16:01

sepertinya memang sulit berkembang di negara sendiri,,,,
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 10055
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat
Daily Vehicle: Unimog

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by ak4ng » 24 Apr 2011, 16:05

@hakim: cek PM yaa,,,,,
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

User avatar
scorpio
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 770
Joined: 12 Nov 2008, 23:57
Location: tangerang <-> jakarta

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by scorpio » 24 Apr 2011, 16:37

@TS
apakah teknologi yg bapak kembangkan sudah didaftarkan hak patennya?
saya hanya takut klo teknologi yg bapak ciptakan dengan susah payah dengan mudahnya dijiplak oleh orang2 yg ga mau repot
vroommm..... vroommmmmm..... vroooommmmmmmmm.....................

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 19:32

Sudah dibaca dan dibalas, tolong detailnya ya bossszzzz......
ak4ng wrote:@hakim: cek PM yaa,,,,,

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 19:46

Untuk sementara belum bossszzz... oleh karena itu gw tangguhkan saja produk gw ini...yang minta dipasangkan Konversion KIT banyak tuh bossszzz tapi ditolak karena alasan tersebut....Demikian juga untuk KIMTIMING (yang dapat merubah timing secara extrem yg berdampak pada perubahan kompresi mobil yg extrem pula, oktan LPG 120) karena modul ini yang sangat penting untuk produk Konversi bahan bakar gas LPG.....

Oleh karena itu capeklah bossszzzz untuk meladeni satu per satu, yang enak adalah mendapatkan investor dan partner dengan syarat bener2 allout ya.....gw ladeni jg allout, hayo.......Jadi kita bukan mencari investor dengan icon duitnya....kita ingin bener2 bisnis konversi gas ini berjalan baik dengan program panjang sehingga mendapatkan pahala dunia akhirat....coba bayangkan dapat menolong orang kesusahan jika harga bensin premium naik dan power plant (pembangkit listrik) mati hidup....banyakkan pahalanya....gak munafik duitnya banyak pula....lakukan hal ini secara nasional....boooom ......gedubrak....benjol dech......

Gitu loh bosszzz

scorpio wrote:@TS
apakah teknologi yg bapak kembangkan sudah didaftarkan hak patennya?
saya hanya takut klo teknologi yg bapak ciptakan dengan susah payah dengan mudahnya dijiplak oleh orang2 yg ga mau repot

kimcarhakim
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 27
Joined: 23 Apr 2011, 08:57

Re: gambar Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak ba

Post by kimcarhakim » 24 Apr 2011, 19:56

Image

User avatar
kapsul 97
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 1096
Joined: 16 Sep 2010, 13:04

Re: Konversi bahan bakar minyak ke gas kreasi anak bangsa

Post by kapsul 97 » 25 Apr 2011, 08:24

nyimak ...

User avatar
VanzMatic
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 11056
Joined: 27 Nov 2010, 08:07
Location: Yogya Is Timewa

Re: Balasan pertanyaan berikutnya

Post by VanzMatic » 25 Apr 2011, 12:55

Saya mengutip perkataan oom Kim..
kimcarhakim wrote: ...sudah ada beberapa investor dan partner dari luar dan dalam negeri yang ingin bekerjasama dengan sy dengan syarat kerjasama yg allout, open management, serius dan berani....karena masalah ini adalah masalah serius om....seperti yg saya utarakan di artikel saya....Solusi konversi minyak ke gas adalah revolusioner yang belum dapat dicerna oleh masyarakat tetapi sangat membantu rakyat umumnya....Bisa-bisa sy ditembak oleh produser dan pengusaha oil company....
Pesen ane, walaupun saya orang kecil tapi sangat tertarik dengan invention om Kim, mohooon deh oom jangan kerjasama dengan ASING, atau kalaupun lokal tapi didanai asing.

Mohon pesan saya ini diinget yah oom.... :e-pray: :e-pray: :e-pray:

Kalo masalah ditembak pengusaha oil company, perusahaan yang mengembangkan sawit untuk biofuel pun dihajar dengan isu2 yang tidak sehat. Padahaaal, minyak bumi kita tinggal untuk 18 tahun lagi... :shrug:

Kalau saya mau tembak langsung om Kim, untuk pemasangan di mobil, yang dibutuhkan apa aja oom? Trus berbiaya berapa oom?
" It is not the eyes that are blind, but the hearts "

Post Reply