R.I.P Premium 88

Ingin membahas hal-hal umum mengenai mobil dan otomotif, silakan bahas disini...

Moderators: b8099ok, F 272, ChZ, ginting, FRD, artoodetoo

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 9836
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat

R.I.P Premium 88

Post by ak4ng » 29 Mar 2018, 16:13

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat riuh dengan dua peristiwa yang berkaitan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pertama, hilangnya Premium di pasaran, dan kedua, harga Pertalite yang naik.

Pantauan Liputan6.com di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Terogong, Jakarta Selatan, sudah sejak Januari 2018 tidak lagi menjual Premium. Sebagai gantinya, Pertamina memasok Pertalite ke SPBU tersebut.

"(Premium) Sudah enggak dipasok lagi, diganti Pertalite. Wah sudah lama ‎enggak ada, sudah dari Januari," ujar Rifai, petugas di SPBU tersebut pada Senin 26 Maret 2018.

SPBU di sekitar wilayah tersebut memang sud‎ah jarang yang menjual BBM Premium. Kalaupun masyarakat ingin mengisi kendaraannya dengan BBM RON 88 tersebut, harus mencari di SPBU tertentu.

Di SPBU yang menyediakan Premium pun pasokan tak selalu ada. Seperti yang terpantau di SPBU bernomor 34-17127, Jalan Chairil Anwar, Margahayu, Bekasi Timur. Hampir setiap sore, tak terlihat lagi antrean pada dispenser Premium.

Salah satu operator SPBU di Jalan Chairil Anwar, Ahmad, mengatakan pasokan BBM Premium dalam sehari biasanya mencapai 800 KL. Namun, stok tersebut rata-rata cepat habis. Khususnya, di hari kerja, dimana pengguna kendaraan drastis meningkat.

"Kalau dibilang langka, ya langka. Kemarin saja, sempat tersendat. Kalau pengirimannya normal, sampai siang juga sudah habis," kata Ahmad pada Sabtu 24 Maret 2018.

Ia mengakui bahan bakar Premium kerap habis menjelang sore. Soalnya, jatah yang diberikan Pertamina tidak dapat lagi menyuplai penuh kebutuhan pengendara. "Tiap malam itu, pengiriman 8 ton. Biasanya, sih 16 ton. Pengurangan itu, sejak akhir tahun lalu," jelasnya.

Kelangkaan Premium tersebut tak hanya terjadi di Jakarta. Pasokan Premium di SPBU Garut, Jawa Barat pun juga seret. Akibatnya, dalam dua pekan terakhir karyawan SPBU di Garut mendapat omelan dari konsumen karena tak tersedianya Premium.

"Awalnya sih lancar, tapi mulai sekitar dua pekan terakhir (Premium) dijatah dua hari sekali, itu pun kadang-kadang telat," ujar Sarif (27), salah satu Petugas 34.44115 Ciateul, Tarogong Kidul, saat ditemui Liputan6.com, Sabtu lalu.

Menurutnya, penurunan pasokan Premium sudah cukup meresahkan masyarakat, terutama bagi kalangan pengguna angkutan kota (angkot) yang kerap menggunakan salah satu bahan bakar beroktan 88 tersebut.

Salah satu pengendara sepeda motor, Greg mengatakan, seharusnya kenaikan harga Pertalite bisa disampaikan lebih masif sehingga masyarakat tidak terkejut.

"Itu wajib (sosialisasi). Jangan sampai orang kaget terus ada salah pengertian. Kan kita sering isi (BBM), jadi sudah tahu takaran bahan bakar kita. Kalau naik artinya jumlahnya liternya berkurang dan kita belum tahu. Di situ bisa terjadi salah pahamnya," jelas dia.

Sementara, Rudy Ismantoro, warga Bekasi yang meggunakan motor sebagai alat transportasi, mengatakan BBM jenis premium belakang sulit didapat. Ia menilai pemerintah tengah memaksakan masyarakat agar beralih ke Pertalite atau Pertamax.

"Saya sih berharap jangan sampai langka. Kalau saya sih, enggak masalah beli Pertalite. Tapi, kasihan masyarakat di daerah yang lebih butuh," harapnya.

Sementara itu, harga BBM RON 90, yaitu Pertalite juga telah mengalami kenaikan. Di SPBU di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, harga Pertalite dipatok sebesar Rp 7.800 per liter dari sebelumnya Rp 7.600 per liter. Kenaikannya Rp 200 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menyatakan penyesuaian harga BBM jenis Pertalite merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus naik. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Adiatma, Pertamina sudah berupaya untuk bertahan dengan harga saat ini agar tidak membebani masyarakat. Namun, harga bahan baku yang meningkat tajam, mengharuskan harga BBM naik di konsumen akhir.

“Ini pilihan berat, tapi kami tetap mempertimbangkan konsumen, dengan memberikan BBM berkualitas terbaik dengan harga terbaik di kelasnya," kata dia.

Penjelasan Pertamina

Adiatma menambahkan, kenaikan harga BBM Research Octane Number (RON) 90 tersebut, secara periodik dilakukan Pertamina sebagai badan usaha. Pihaknya juga mengapresiasi konsumen yang tetap memilih Pertalite sebagai bahan bakar bagi kendaraannya.

"Keputusan untuk menyesuaikan harga merupakan tindakan yang juga dilakukan oleh badan usaha sejenis. Namun, kami tetap berupaya memberikan harga terbaik bagi konsumen setia produk BBM Pertamina,” tutur dia.

Sedangkan mengenai Kelangkaan Premium, Adiatma mengatakan, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, maka Premium bukan BBM penugasan yang wajib disalurkan di wilayah Jawa, Madura dan Bali. Sehingga di tiga wilayah tersebut, Premium menjadi bahan bakar yang masuk kategori umum atau nonsubsidi.

"Ah kalau di Jawa lihat Perpres, di Jamali (Jawa, Madura dan Bali) tidak ada kewajiban Pertamina jual Premium. Bukan penugasan. Dia dimasukkan ke jenis bahan bakar umum," kata Adiatma, di Jakarta, Selasa (27/3/2018)

‎Menurut Adiatma, Pertamina saat ini mengacu pada Peraturan Presiden tersebut dalam menyalurkan BBM Premium.‎ Dia pun membantah jika terjadi kekurangan Premium. ‎"Enggak, kita kan sesuai Perpres saja. Boleh kita enggak jual Premium, itu boleh," ujarnya.

Meski masih satu jenis BBM, Premium di luar Jawa, Madura dan Bali berkategori penugasan. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Adiatma mengaku, Pertamina masih menjamin pasokan Premium di wilayah penugasan luar Jawa, Madura dan Bali

‎"Kalau di luar Jamali, JBKP jenis BBM Khusus Penugasan. Masih dijamin kalau itu (BBM Premium)," ucapnya.

Unit Manager Communication & CSR MOR III Pertamina Dian Hapsari Firasati menambahkan,‎ Pertamina tetap menyediakan Premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Saat ini tercatat ada 743 SPBU yang menjual Premium di wilayah tersebut.

"Kami tetap menyediakan Premium untuk masyarakat yang masih menggunakannya‎," kata Dian.

Dian menuturkan, saat ini masih ada sejumlah masyarakat yang masih membutuhkan Premium, meskipun jumlahnya terus menurun. Berdasarkan data, penjualan Premium pada akhir 2017 menurun hingga 50 persen dibandingkan akhir 2016.

“Ini adalah indikasi bahwa masyarakat mulai mencari BBM dengan kualitas yang lebih bagus," tandas Dian.

Penjualan Dibatasi?

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengatakan, kelangkaan Premium yang terjadi saat ini karena Pertamina dibatasi dalam menjual BBM bersubsidi.

‎"Soal kelangkaan Premium. Pemerintah sekarang memberikan jumlah Premium yang harus disiapkan Pertamina. Kalau lebih dari itu ditangkap," ujar dia.

Kelangkaan Premium ini salah satunya imbas dari kenaikan harga Pertalite. Sebab, saat harga BBM nonsubsidi naik, maka masyarakat akan kembali beralih ke Premium yang disubsidi pemerintah. Sedangkan penjualan BBM RON 88 tersebut terbatas.

"Pada saat yang lain naik, pasti Premium langka, karena orang pindah ke Premium. Sedangkan jumlah Premium dibatasi‎. Pertalite naik karena bukan subsidi, itu kan tempat pelarian dari Pertamax ke Premium, ada antara, tapi tidak dikendalikan," kata dia.

Said menyatakan, dengan kelangkaan Premium ini, maka pemerintah harus segera mengambil langkah agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Sebab selama ini, masyarakat sudah diarahkan untuk beralih ke Pertalite, tetapi harganya malah dinaikkan.

Sedangkan anggota Badan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan, seharusnya tidak menjadi masalah jika harga Pertalite naik karena BBM tersebut bukan merupakan BBM bersubsidi. "Jadi itu hak Pertamina," jelas dia.

Selain itu Pertalite merupakan BBM yang dianjurkan digunakan untuk mesin kendaraan jaman sekarang. "Sekarang ini sudah zamannya mesin euro 4, jadi Premium ini sebenarnya sudah ketinggalan zaman," tambah dia.

Namun memang, seharusnya Pertamina sebagai lembaga penyalur Pertalite ini tidak semena-mena menaikkan harga secara diam-diam. Pertamina harus menjelaskan ke masyarakat apa dasar menaikkan Pertalite.

Direktur Eksekutif Refomainer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, sebenarnya ada manfaat yang didapat jika Premium sudah tidak dijual, maka masyarakat akan menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik, hal ini tentu akan berdampak pada perbaikan lingkungan.

‎"Dengan menggunakan BBM kualitas tinggi, aspek lingkungan untuk lebih baik," kata Komaidi, saat berbincang dengan Liputan6.com.

Komaidi melanjutkan, manfaat lain penghentian penjualan Premium adalah keberlanjutan pasokan BBM, saat ini mayoritas negara sudah mengonsumsi BBM dengan kualitas tinggi Euro 4 bahkan Euro 5.

Kondisi ini membuat penjual BBM jenis Premium di pasar Internasional semakin sedikit. Jika Indonesia tetap mempertahankan menggunakan Premium, dikhawatirkan akan kesulitan mendapat pasokan Premium.

Di sisi lain saat ini fasilitas pengelolaan minyak (kilang) lebih banyak menghasilkan BBM dengan kualitas lebih tinggi dari Premium. Dengan begitu, pasokan Premium akan semakin berkurang.

SPBU Dukung

Pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas)‎ siap mendukung penghentian penyaluran Bahan Bakar Minyak atau BBM Premium.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hiswana Migas wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten Juan Tarigan mengatakan, pengusaha akan mendukung kebijakan pemerintah‎, jika penghentian penjualan Premium telah ditetapkan.

"Prinsipnya mendukung, kalau memang kebijakan pemerintah menerapkan," kata Juan saat berbincang dengan Liputan6.com.

Menurut Juan, pengusaha SPBU di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten pun siap untuk menjual BBM dengan kualitas lebih baik dari Premium sesuai dengan keinginan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tidak hanya‎ pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018 saja, tetapi saat situasi dalam keadaan normal.

"Mendukung kami siap, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten siap, untuk menyelaraskan kebijakan KLHK tidak hanya Asian Games," ujarnya.

Juan mengaku, tidak ada kekhawatiran dari pengusaha akan mengalami kerugian jika sudah ‎tidak lagi menjual Premium. Pasalnya, saat ini porsi penjualan Premium di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tinggal 16 persen.

"Enggaklah (takut rugi), saya rasa Pertamina akan memikirkan business to business.‎ Kita melihat pemerintah nih apakah sepakat dengan KLHK, sebaiknya uji coba saja dulu," tandasnya.

link : http://www.liputan6.com/bisnis/read/340 ... buat-siapa

opini saya: saya ga terlalu peduli kualitas bbm, yang penting tersedia bbm yang masuk itungan ekonomis dan ga bikin pikap or angkot jebol/mogok di jalan, saya mendukung peningkatan kualitas namun sebaiknya disaat pemerintah mendorong migrasi dari ron 88 ke ron 90 harga tidak dinaikan dan karena ini program pemerintah kenapa ga sekalian aja dihapus 88 dan semua dispenser 88 diganti 90 TAPI harga tetap 6550 stabil ga naek terus tiap bulan sehingga ga memunculkan keresahan juga bisa sekalian bahan kampanye tahun politikk

cmiiw :mky_01:

any komentar lain? maap kopasnya kepanjangan
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

User avatar
PRBS
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1570
Joined: 06 Mar 2011, 21:00

Re: R.I.P Premium 88

Post by PRBS » 29 Mar 2018, 16:28

saya pribadi sih ga tega masukin ron 88 ke mobil pribadi saya. Oktan super bawah loh itu..

Tapi untuk angkutan umum dkk, kayaknya ron 88 masih dibutuhkan..

User avatar
Mamang555
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 1011
Joined: 16 Aug 2013, 14:51

Re: R.I.P Premium 88

Post by Mamang555 » 29 Mar 2018, 16:30

Tadi pagi mau ngisi premium di motor tua ane memang kosong kebetulan di dua pom deket kantor
Akhirnya isi pertalite deh. Tapi dua hari lalu sih masih ada tuh pas ngisi bensin.

Kalo mobil, ane selalu isi pertalite. Kalo pas dapet voucher gratisan dari ortu baru deh isi pertamax

Sonzz
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 63
Joined: 02 Dec 2017, 18:37
Location: BTH-CGK
Daily Vehicle: Veloz3SZ-VE

Re: R.I.P Premium 88

Post by Sonzz » 29 Mar 2018, 16:50

Dan jga,,Premium dikabarkan akan distop penjualannya menjelang Asian games dan jga pertemuan IMF (Jkt,,Bali,,Palembang) agar kualitas udara didaerah tsb ga jelek...Pemerintah kyknya sadar ya klo Emisi di Indonesia sangat buruk,,smpe2 bkin kebijikan kyk gini😂....Solar jga distop sementara ga yah? Hmm

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 9836
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat

Re: R.I.P Premium 88

Post by ak4ng » 29 Mar 2018, 16:53

sabtu nanti naik lagi jadi 8rb, 6550 vs 8000 dengan fc yang nyaris ga jauh beda dan performa yang juga gitu gitu aja nyaris ga kerasa, apa signifikan bayar lebih 1450 per liter per dengan biaya jalan yang satuan hitung itungannnya RP/KM, saya uji coba dgn bbrp macam LMPV dan 2 macam pikap 1.5L rasanya dengan pertalite selain bayar lebih mahal juga dapet KM lebih dikit, sama2 beli 100rb pake 88 dapet 15,2L sedangkan pake 90 (harga hari ini masih 7800) cuma dapet 12,8L, beda 2,4Ldengan 88 masi bisa jalan sekitar 20km++ lagi tuh setara bandung ke cimahi :big_dunno:


:big_bored: :big_cry:

turut berduka cita :frm_bang_head:

http://medan.tribunnews.com/2018/03/29/ ... -pertamina

mari kita ramai2 pakai mesin diesel mumpung masih gocengan and ga ada pembatasan, nikmati yang pakai dakar or vrz or prado diesel bisa pakai bbm murah :mky_08: :mky_08: :mky_08: :mky_08:




:ngacir: :ngacir: :ngacir: :ngacir: :ngacir:
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

User avatar
coklatMetalik
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1628
Joined: 24 Jun 2016, 18:26
Daily Vehicle: LGX

Re: R.I.P Premium 88

Post by coklatMetalik » 29 Mar 2018, 16:55

Sejak pertengahan 2017 LGX sy akhirnya meninggalkan puremium yg selalu dia minum sejak lahir krn puremium langka.

Kalaupun ada SPBU yg jual puremium, biasanya SPBUnya cuma mau jual ke motor&angkot.

Kalaupun ada SPBU yg jual puremium untuk mobil pribadi, biasanya itu SPBU yg reputasinya buruk sejak dulu, bahkan gk punya label pastipas
1979 Datsun GN620
1992 Toyota KF40
2000 Toyota KF83

User avatar
fizrmen
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 971
Joined: 30 Aug 2015, 19:49
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Vario

Re: R.I.P Premium 88

Post by fizrmen » 29 Mar 2018, 17:08

lah angkot2 deket rumah ane aja banyak yg lari ke pertalit padahal masih ada premium
2009 Honda Civic FD2
2015 Honda CR-V 2.4l A/T

User avatar
sintoni
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2497
Joined: 05 Jun 2014, 20:03
Daily Vehicle: Yaris

Re: R.I.P Premium 88

Post by sintoni » 29 Mar 2018, 17:12

Ane sendiri sampe skrg masih pengguna setia Premium di mobil Yaris ane.

Tapi emang sekitar 2 mingguan ini sudah susah ga pernah dapat Premium.

Terpaksa beralih ke Pertalite, padahal untuk tenaga sama konsumsi BBM menurut ane ga beda sih.

Di daerah ane bahkan Pertalite lebih mahal 200 rupiah dari di Jawa, sedang Premium cuma 6450 (lebih murah 100).

User avatar
bero89
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 164
Joined: 15 Oct 2016, 19:19

Re: R.I.P Premium 88

Post by bero89 » 29 Mar 2018, 17:50

Sebenernyakan orang2 cari harganya premium/solbus, knp harus dikambing hitamkan si premiumnya/solarnya, ada ketetapan hukumnya ya harga segitu/subsidi cuma & harus premium/solbus??

Sesat pikir sudah

jivos
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1611
Joined: 28 Nov 2008, 16:04
Location: jkt

Re: R.I.P Premium 88

Post by jivos » 29 Mar 2018, 18:14

Solbus sendiri buangan polutannya lbh kecil ato gmn y d banding premium ?

#ntar ujug" di suggestion ada tret... nyari mobil fun to drive n kenceng..yg bs minum solbus 5ribuan :mky_01:
"u shoud always drive a car that u really love"
akira nakai san •~RWB

User avatar
PRBS
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1570
Joined: 06 Mar 2011, 21:00

Re: R.I.P Premium 88

Post by PRBS » 29 Mar 2018, 18:17

jivos wrote:
29 Mar 2018, 18:14
Solbus sendiri buangan polutannya lbh kecil ato gmn y d banding premium ?

#ntar ujug" di suggestion ada tret... nyari mobil fun to drive n kenceng..yg bs minum solbus 5ribuan :mky_01:
Plus irit..

Udah deh, sempurna bgt. :mky_07:

User avatar
grandis_GT
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1476
Joined: 26 Aug 2012, 19:36
Location: Riau
Contact:

Re: R.I.P Premium 88

Post by grandis_GT » 29 Mar 2018, 18:20

Di kota ane hanya beberapa SPBU yg jual premium , itupun siang udah habis , biasanya jam 7 pagi mulai panjang antrian , motor ane juga masih setia pake premium , ngisi pertalite kok rasanya gak ada bedanya ya selain bayar lebih mahal di banding premium , fyi harga pertalite di sini 8.150.
The Art of Luxury

jivos
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1611
Joined: 28 Nov 2008, 16:04
Location: jkt

Re: R.I.P Premium 88

Post by jivos » 29 Mar 2018, 18:21

PRBS wrote:
29 Mar 2018, 18:17
jivos wrote:
29 Mar 2018, 18:14
Solbus sendiri buangan polutannya lbh kecil ato gmn y d banding premium ?

#ntar ujug" di suggestion ada tret... nyari mobil fun to drive n kenceng..yg bs minum solbus 5ribuan :mky_01:
Plus irit..

Udah deh, sempurna bgt. :mky_07:
Sabar ...sabar... nih ane lg nanya di sblh...kali aja LC bs di cekokin solbus 5000. :big_grin:
"u shoud always drive a car that u really love"
akira nakai san •~RWB

Ryukent
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 54
Joined: 03 Jan 2016, 11:40

Re: R.I.P Premium 88

Post by Ryukent » 29 Mar 2018, 18:22

berhubung mobil ku tiap hari dipake dan selalu lewatin 2 pom bensin, makanya 2 hari sekali selalu mampir ke pom bensin, padahal bensin di tangki masih full 3/4. padahal dulu seminggu sekali ke pom nya.

dengan cara ini, mobil saya selalu diisi premium, kalau premium di pom kosong, setidaknya di tangki masi ada cadangan, jangan nunggu tangki hampir kosong baru ngisi, pasti susah dapat, repotnya ya jadi sering sering mampir ke pom

User avatar
walid_007
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2795
Joined: 30 Mar 2013, 07:52
Location: pekalongan, indonesia

Re: R.I.P Premium 88

Post by walid_007 » 29 Mar 2018, 18:33

Sorry oot. Ada yg kerasa ngak ahir2 ini performa mobil agak turun... kok sepertinya bbm nya kualiras nya beda

Setuju sih dihapus. Klo bisa sampe pada level pertalite juga. Kasi lah bbm bagus harga subsidi.. bukan barang jelek diaubsidi..
Image

LGX
the legend of toyota

User avatar
Herman7103
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 608
Joined: 03 Oct 2016, 06:17
Location: SOUTH SUMATRA

Re: R.I.P Premium 88

Post by Herman7103 » 29 Mar 2018, 18:36

Selama ini mobil banyakan di isi premium di daerah saya, kalau SPBU di daerah sini tidak lagi menyediakan PREMIUM, ya ngisi pertalite saja dan motor juga selama ini PASTI di isi selang kuning Jadi naik kelas juga bbm nya ke pertalite juga. Berarti rencana " awal" dari penerapan kualitas BBM petrol yg compliance EURO 4 kayak nya padahal pertalite dan pertamax belum masuk kategori bahan bakar EURO IV. untuk mobil petrol dan 2021 yg mobil diesel. Jangan jangan nanti mobil listrik yg di masa depan laris kalau harganya murah. Sorry sedikit OOT
:glodak:
HR15DE 2014

Peleqbuto
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 29
Joined: 13 Mar 2017, 22:26
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Xenia

Re: R.I.P Premium 88

Post by Peleqbuto » 29 Mar 2018, 18:44

Betul om TS premium mmg sudah langka. Di daerah jakarta dan tanggerang gue jg gak pernah liat ada jual premium. Jika ada pun kata org pom bensin nya kosong dan mmg dr januari sdh kosong. Bahkan bbrp SPBU mengaku sdh tdk menjual premium. Menurut gue sih antara premium dan pertalite gak efek. Fuel comsumption nya sama aja. Gak masalah sih ganti pertalite tp yah jgn naik2 terus aja. Jd bingung sama pemerintah. Strategi nya gmn seh. Btw gue dah stgh tahun ini pindah ke pertalite tanpa efek apapun. Btw mobil gue xenia jadi mohon maklum sodara sodara jika gue gak merasa efek apapun dengan premium atau pertalite.

User avatar
razorus
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 49
Joined: 13 Jun 2015, 17:40

Re: R.I.P Premium 88

Post by razorus » 29 Mar 2018, 18:54

ak4ng wrote:
29 Mar 2018, 16:53
sabtu nanti naik lagi jadi 8rb, 6550 vs 8000 dengan fc yang nyaris ga jauh beda dan performa yang juga gitu gitu aja nyaris ga kerasa, apa signifikan bayar lebih 1450 per liter per dengan biaya jalan yang satuan hitung itungannnya RP/KM, saya uji coba dgn bbrp macam LMPV dan 2 macam pikap 1.5L rasanya dengan pertalite selain bayar lebih mahal juga dapet KM lebih dikit, sama2 beli 100rb pake 88 dapet 15,2L sedangkan pake 90 (harga hari ini masih 7800) cuma dapet 12,8L, beda 2,4Ldengan 88 masi bisa jalan sekitar 20km++ lagi tuh setara bandung ke cimahi :big_dunno:


:big_bored: :big_cry:

turut berduka cita :frm_bang_head:

http://medan.tribunnews.com/2018/03/29/ ... -pertamina

mari kita ramai2 pakai mesin diesel mumpung masih gocengan and ga ada pembatasan, nikmati yang pakai dakar or vrz or prado diesel bisa pakai bbm murah :mky_08: :mky_08: :mky_08: :mky_08:




:ngacir: :ngacir: :ngacir: :ngacir: :ngacir:
Yup ga berasa beda performa antar keduanya
Itung konsumsi f2f, lebih boros pertalite
Aneh :ungg:

User avatar
imsan
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 54
Joined: 05 Mar 2018, 16:21
Location: Pati
Daily Vehicle: Baleno 2001 AT

Re: R.I.P Premium 88

Post by imsan » 29 Mar 2018, 18:55

Katanya, premium itu banyakan timbal nya dr pd pertalit. Betul ga sih?

Entah bener entah engga. Tersugesti bisa jadi. Supra x 2000 yg buat kuli pasar seminggu sekali di rumah, 2 tahun lalu setahun ganti busi 2-3x. Hitam. Entah timbal entah perlu turun mesin. Pake pertalit akhirnya sejak itu.
Tahun 2013, Vario techno ganti busi karena brebet minum premium. Minum nya pertamax sekarang.

Setuju dihapus, tapi yg 90 harganya diturunkan. Kan subsidi to. Suplai dibanyakin. Jangan ditimbalin lg.

octafiantos
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1384
Joined: 11 Nov 2005, 11:10
Location: Hanoi
Daily Vehicle: xebushanoi-18

Re: R.I.P Premium 88

Post by octafiantos » 29 Mar 2018, 18:56

Lebih baik disederhanakan saja, tapi jelas.
Negara biasa di ASEAN setahun saya biasanya menyediakan 92 & 95, solarnya satu jenis. Kalo yang maju untuk ukuran ASEAN jualnya 95 & 98, solarnya juga satu jenis. Kebanyakan dispenser kalo spbunya Pertamini.
Kavling kosong, bisa dikridit.

User avatar
nugroho bagor
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 5252
Joined: 11 Mar 2011, 05:48
Location: All over the world

Re: R.I.P Premium 88

Post by nugroho bagor » 29 Mar 2018, 19:05

Dari awal 2014 ,cuan gede,karena harga minyak anjlok,sekarang baru 60 USD ,sudah blingsatan ,ya gitu deh

ak4ng
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 9836
Joined: 15 Aug 2010, 14:20
Location: smi, bdg, jawa barat

Re: R.I.P Premium 88

Post by ak4ng » 29 Mar 2018, 19:09

Sonzz wrote:
29 Mar 2018, 16:50
Dan jga,,Premium dikabarkan akan distop penjualannya menjelang Asian games dan jga pertemuan IMF (Jkt,,Bali,,Palembang) agar kualitas udara didaerah tsb ga jelek...Pemerintah kyknya sadar ya klo Emisi di Indonesia sangat buruk,,smpe2 bkin kebijikan kyk gini😂....Solar jga distop sementara ga yah? Hmm
https://finance.detik.com/energi/d-3939 ... sian-games
betoel sekali om :mky_05:
coklatMetalik wrote:
29 Mar 2018, 16:55
Sejak pertengahan 2017 LGX sy akhirnya meninggalkan puremium yg selalu dia minum sejak lahir krn puremium langka.

Kalaupun ada SPBU yg jual puremium, biasanya SPBUnya cuma mau jual ke motor&angkot.

Kalaupun ada SPBU yg jual puremium untuk mobil pribadi, biasanya itu SPBU yg reputasinya buruk sejak dulu, bahkan gk punya label pastipas
beberapa spbu di bdg yg jual premium malah udah label biru, contoh : kiara condong samping borma, riau deket p4an gatsu
PRBS wrote:
29 Mar 2018, 16:28
saya pribadi sih ga tega masukin ron 88 ke mobil pribadi saya. Oktan super bawah loh itu..

Tapi untuk angkutan umum dkk, kayaknya ron 88 masih dibutuhkan..
yang lebih dibutuhkan bbm murah om, ga masalah bbm turbo buat angkot kalo disubsidi seharga premium :emo-big_love:
bero89 wrote:
29 Mar 2018, 17:50
Sebenernyakan orang2 cari harganya premium/solbus, knp harus dikambing hitamkan si premiumnya/solarnya, ada ketetapan hukumnya ya harga segitu/subsidi cuma & harus premium/solbus??

Sesat pikir sudah Image
tul, yg dibutuhkan tu bbm murah, bukan murahan harga selangit, bandingin sama malaysia aja udah jauh bener :big_dunno:
PRBS wrote:
29 Mar 2018, 18:17
jivos wrote:
29 Mar 2018, 18:14
Solbus sendiri buangan polutannya lbh kecil ato gmn y d banding premium ?

#ntar ujug" di suggestion ada tret... nyari mobil fun to drive n kenceng..yg bs minum solbus 5ribuan :mky_01:
Plus irit..

Udah deh, sempurna bgt. :mky_07:
bmw pake mesin 1kd mantep :big_comfort: :big_comfort: :big_comfort: :big_comfort:
walid_007 wrote:
29 Mar 2018, 18:33
Sorry oot. Ada yg kerasa ngak ahir2 ini performa mobil agak turun... kok sepertinya bbm nya kualiras nya beda

Setuju sih dihapus. Klo bisa sampe pada level pertalite juga. Kasi lah bbm bagus harga subsidi.. bukan barang jelek diaubsidi..
ini mmg sebaiknya :big_deal: :mky_02: ga bakal ada demo harga bbm naik
REAR-WHEEL DRIVE TO KEEP YOU MOVING FORWARD

INFO KOPI KLIK: KOPI MALABAR

impactful
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 138
Joined: 09 Jan 2018, 08:09
Location: Bogor
Daily Vehicle: K10B 2016 AMT

Re: R.I.P Premium 88

Post by impactful » 29 Mar 2018, 19:12

walid_007 wrote:
29 Mar 2018, 18:33
Sorry oot. Ada yg kerasa ngak ahir2 ini performa mobil agak turun... kok sepertinya bbm nya kualiras nya beda

Setuju sih dihapus. Klo bisa sampe pada level pertalite juga. Kasi lah bbm bagus harga subsidi.. bukan barang jelek diaubsidi..
saya oom...
kualitas pertalite bahkan pertamax menurut sy turun akhir2 ini... masa pakai pertamax ngelitik di k10b...

padahal tujuannya mau ngirit...

udah 2x fulltank ini beralih ke oplos pertalit : perturbo
70 : 30, ngelitik hilang... bogor - pik - bogor - megamendung - bogor - pik - bogor (392 km) tembus 1:16... lumayan lah, pakai pertalite fulltank cuma 1:11-1:13 saja...
"eco and hybrid cars are good for the environtment, however using and maintaining older car is another way of being eco friendly"

pengendiesel
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 455
Joined: 22 May 2016, 11:20

Re: R.I.P Premium 88

Post by pengendiesel » 29 Mar 2018, 19:18

Kelangkaan premium ini sudah saya rasakan sejak sekitar 3 bulan yang lalu, mulai dari daerah tapal kuda Jatim...jualnya minimal pertalite. Dan setiap petugas spbu yg saya tanyain, jawabannya seragam : gak dapat kiriman premium dari pertamina. Silahkan disimpulkan sendiri.

Di kuda besi saya terasa banget perbedaan antara 90 dan 88. 90 tarikan lebih responsif dan getaran mesin lebih halus. Tapi kalau ada pilihannya, saya pasti isi 88. Isi dompet lebih jadi prioritas daripada tarikan responsif atau getaran mesin halus.

Gerobak saya dulu awal2 pakai pertamax, tapi kemudian turun ke pertalite. Kalau yg ini saya hampir nggak bisa rasakan bedanya sama sekali.

Jailanijailani
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 43
Joined: 21 Jan 2018, 07:12

Re: R.I.P Premium 88

Post by Jailanijailani » 29 Mar 2018, 19:29

Nikmatnya piara mobil diesel. Ga pusing rebutan bbm.
Pemerintah pun mesti mikir berkali2 kalo mau naikin solar, secara efek dominonya panjang

Post Reply

Return to “Common Topics of Cars or Automotive”