Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Forum untuk mengobrol hal-hal bebas.
Bisa dibuka oleh visitor dan member.

Moderators: y_anjasrana, F 272, ginting, FRD, artoodetoo, b8099ok

Post Reply
Michaelktp
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 485
Joined: 02 Nov 2013, 15:00

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by Michaelktp » 18 Sep 2016, 23:11

NYoman wrote:Indonesia adalah negara kepulauan, tidak meratanya pembangunan semenjak dulu berakibat kita kesulitan sekarang karena masalah ongkos kirim yang mau tidak mau lewat laut ataupun udara dan tentu saja tidak bisa terlalu banyak seperti di negara lain yang bisa menggunakan road train alias trailler yang membuat harga2 lebih murah dan pengiriman lebih efisien karena jalur darat bisa muat banyak dan intense tiap harinya.

Saya ada contoh di Inggris dan Belanda, disana apa2 mahal inflasi juga tinggi.. Berpenghasilan tinggi? Hmm benar tapi mereka juga sangat konsumtif bahkan bisa saya bilang besar pasak daripada tiang tipikal asal gesek kartu kredit. Teman2 saya disana bilang saya ini tipikal orang Asia pelit padahal saya termasuk orang yang susah sekali menabung bahkan uang saku selalu habis di akhir bulan. Apa yang membuat mereka asal hajar dalam pengeluaran, pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan ditanggung negara jadi mereka tidak pusing menabung untuk kesehatan ataupun pendidikan. Darimana? Pajak penghasilan disana cukup besar 35-50% jumlah yang sangat besar bukan? Yes, tingginya pajak yang membuat
pembangunan lebih cepat (korupsi juga tinggi) selain juga karena mereka ada kelebihan dari sisi transport, bukan negara kepulauan.. Mereka hidup tenang walau duit terbatas karena tinggal keluarin duit gak
pakai nabung untuk diri sendiri seperti kita~ Jujur
sewa flat/tempat tinggal disana 500-700an euro
penghasilan 1000-1200 euro bersih, cukup berat
kalau kita hitung lewat pandangan kita tapi tidak bagi mereka..


Di Indonesia justru saya lihat agak berbeda nilai tukar kita belakangan ada tren stabil dan cendrung naik walau sedikit, harga naik juga pengaruh di dunia internasional, harga minyak jatuh, ekonomi dunia sekarang melemah Arab Saudi sendiri yang kaya raya juga bingung sendiri sekarang..
Kemarin saya ngobrol dengan orang Papua sewaktu sana sama menunggu pesawat dan katanya sekarang harga BBM di Papua sudah hampir sama dengan di Jawa. Perubahan mulai terjadi sejak berjalannya program tol laut di era Jokowi ini. Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak tapi terlihat apresiasi yang sangat positif darinya.
Walaupun Indonesia bukan negara continent yang luas seperti US dan Oz dimana semua menggunakan jalur kereta api untuk distribusi dan pengiriman barang , tapi harus diingat jalur kereta api Indonesia sangat berperan di masa dahulu sewaktu dibawah penjajahan Belanda dimana Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Jalur rel kereta api (KA) yang menjangkau ke seluruh penjuru pulau Jawa dan Sumatera berjalan dengan sangat baik dan digunakan untuk transportasi manusia maupun barang barang hasil bumi. Seingat saya di tepi sepanjang jalan pantai utara Jawa terlihat rel KA memanjang dari barat sampai ujung timur.. Bahkan di jalur selatan Jawa yang rata-rata di dataran tinggi juga tertata rapi jalur rel KA dan ada stasiun stasiun di setiap kota kota kecilnya. Jalur rel KA itu memang sudah menghilang sekarang ini dan sangat disayangkan karena medio 1970 an kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Karena KA cenderung lambat dan sering tidak menentu jadwalnya, akibatnya penumpang KA semakin sedikit dan akhirnya satu per satu jalur KA itu dinonaktifkan dengan penutupan stasiun stasiun di kota kota kecilnya. Mayorias di kota kecil yang berada di dataran tinggi jalur tengah Jawa. Ini hal yang terjadi menjelang masuk tahun 80 an. Setelah itu kita bisa melihat sendiri untuk pengiriman barang pasti hanya mengandalkan kendaraan besar seperti truk -truk gandeng juga tronton dan trailer untuk heavy,BBM dan container cargo. Belum lagi pertumbuhan kendaraan bermotor yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Seakan yang bisa dilakukan di sini hanya konsumsi, konsumsi dan konsumsi. Begitu konsumsi menurun, ekonomi langsung melempem Masalahnya bukan hanya jalan semakin padat, mudah rusak, sempit dan rawan accident tapi juga pasti berimbas pada tentu saja perputaran ekonomi negara. Pada tahun 2007 pernah diadakan survey mengenai kepadatan jalan jalan di banyak negara dan hasilnya kepadatan jalan raya terutama pulau Jawa salah satu yang terpadat dunia dan sudah 7 kali lipat dari negara negara sekawasan ASEAN.....ckckckck . Bagaimana dengan kepadatan sekarang setelah hampir 10 tahun berlalu? Tidak mengejutkan jika barusan terjadi horror tol Brexit (Brebes Exit) di Jawa Tengah pada musim mudik Idul Fitri tahun ini yang memakan korban jiwa karena penumpang yang stuck terlalu lama di jalanan dalam cuaca panas, polusi dan kurangnya perbekalan makanan dan minuman. Bahkan media media Internasional ramai memberitakannya dan sudah dijuluki macet terhorror di dunia. Saat ini pemerintah sudah menyadari bahwa pembangunan infrastruktur yang terlambat akan menjadi pekerjaan yang MAHA sulit. Sekiranya jangan hanya berfokus pada jalan tol trans antar pulau saja tapi juga jalur kereta api antar pulau walaupun negara kepulauan. Jalur KA harus terkoneksi pada lokasi strategis seperti Airport (untuk angkutan manusia) dan kawasan industri menuju Pelabuhan laut. Tentu saja akan semakin banyak lokomotif penarik Container ( Freight Train) untuk Lift On-Off Container ke kapal di Port of Loading (PoL) dan Port of Discharge (PoD). Saya melihat Freight Train (FT)sekali jalan bisa menarik 60 Container HC dan kalau dengan 2 lokomotif bisa menarik sampai 100 Container HC. Luar biasa dampaknya kepada kegiatan Export Import karena jelas lebih efisien, hemat waktu, perawatan jalan raya dan BBM. Karena tidak perlu ada 60-100 truk trailer yang memenuhin space di jalan raya bikin macet bahkan itu FT enteng saja menarik Container sekalipun ke kota kecil di dataran tinggi. Tentu saja berkebalikan dengan truk trailer yang pasti lebih kesulitan dan sering bisa membahayakan kendaraan lain di sekitarnya. Bagaimanapun perjalanan distribusi barang ke seluruh pelosok tetap dilakukan oleh kendaraan darat. Selain itu pembangunan jalur KA jauh lebih murah dan tidak memakan banyak lahan produktif terutama pertanian seperti jalan tol.
Relasi bisnis saya yang US Citizen sering kagum dan tidak habis pikir pada kemewahan mall mall yang berada di Jakarta. Saya tidak heran karena dimana sepengalaman saya waktu ke East Coast US memang tidak ada Mall di US yang sebagus dengan Mall-Mall di Jakarta. Mall di sana bisa dibilang sangat plain dan mirip dengan Department Store era 90 an di Indonesia dengan tinggi 2-3 lantai doang. Dia juga kaget dan kagum pada harga alcoholic beverages di Indonesia yang lebih mahal 3 kali lipat lebih dari negaranya sendiri. Juga pada harga Starbucks yang tergolong sangat mahal dibanding dengan di US. Akhirnya dia bisa menebak itu lha harga LIFESTYLE orang Indonesia.

User avatar
nyotnyet
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1485
Joined: 18 Aug 2009, 13:23
Location: surabaya
Daily Vehicle: Innova D4D

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by nyotnyet » 18 Sep 2016, 23:53

fabreguz wrote:
nyotnyet wrote:Biaya hidup di indo sih masih terjangkau ya...kalau kasarnya masih bisa diusahakan.
Biaya gaya hidup itu yg susah...hahaha

Pengalaman jalan ke Eropa sih, jadi merasa apa2 di indo murah, tp disana pensiunan ya santai2 aja di rumah tiap hari...kebetulan tante istri saya ada di netherlands, pensiunan dokter anak.

Singapore juga lbh mahal daripada indo, yg mirip2 menurut saya ya Thailand.
jelas bung nyot nyet
negara eropa barat yang pake mata uang euro apalagi england yg pake mata uang poundterling yg tertinggi nilai di dunia :mky_03: :mky_01:
spore memang mahal skrg byk yg bilang, apalagi 1 dolar spore udah rp ce ban /10 ribu
dulu sy ke spore masih kurs rp 5500 per 1 sgd taon 2007 dan mau inep di hotel berbintang dekat orchard road saza masih bisa dibawah rp 1 juta per malam + breakfast yg lezat
kata sodara dan ipar dengan 1 juta rupiah+- skrg paling hanya dapet inep di hotel minimalis macam amaris dan fragrance :big_childish: :big_childish:
kamar super sempit dibawah 10 meter dgn ac yg seharusnya sudah diservice dan breakfast seadanya :big_bored: :big_dunno:
kalo masih single dan mau backpacker ya still ok, tapi mahal juga kalo 1 juta per nite :big_chicken: :big_slap:
dengan uang segitu enakan berlibur di indo, bisa bermalam di hotel macam harper, tentrem bahkan alila dan hyatt ato le meridien bali kalo ada promo pas low season, paling jadi 1,4 juta per malam dan you can get and do everything in paradise :big_grin: :big_grin:
kalo indo hampir sama dengan malaysia dan thailan memang betul, bahkan di sana lebih murah dari inbdo utk ongkos makan dan lain2 :big_exellent: :big_exellent:
Kemarin waktu saya nguber..dapet penumpang cewek indo + cowoknya bule...mereka mau makan di resto yg mahal di surabaya...si cowok tuker uang 300 euro...si cewek bilang di tempat kita makan abisnya bisa 100-150 euro...si bule santai aja...hahahaha...

Emang bener org luar ke indo berasa banyak duit...om istri saya dulu pas dateng juga suka nraktir makan di cafe2 gitu...apa2 murah disini..gitu katanya...hahaha


Sent from my iPad using Tapatalk

stay calm and drive D4D

User avatar
solar_kerosen
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 3003
Joined: 02 Apr 2007, 08:45
Location: Indonesia
Contact:

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by solar_kerosen » 19 Sep 2016, 07:25

balik ke jaman kekeaisaran romawi nih , negara terjajah wajib bayar pajak kepadana negara penguasa , kalau dulu sistem fisik sekarang system finansial 1 pound= 17 ribu 1 dolar= 14000
Performa mesin berlipat ganda setiap 30 tahun

sammyjimun
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 112
Joined: 12 Jul 2016, 07:38

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by sammyjimun » 19 Sep 2016, 08:00

fabreguz wrote: -----
hehehe bener bung plantfoot
jadi teringat waktu newbie thok kuliah, dosen nya pria bule aussie
itu dosen kadang2 underestimate jakarta di depan mahasiswa nya sebagai kota paling jorok, macet, padat, ndak aman dan nyaman ditinggali :big_bored: :big_dunno: :big_childish:
tapi dia bilang ada satu yang dia suka dari hidup di indo yaitu MURAHHHHH :big_biglaugh: :big_biglaugh:
-----
Tipikal expat di Indo, mereka paling seneng klo d suruh tugas di Indo, karena fasilitas yg didapet setara direksi di negara asal :big_grin:
Michaelktp wrote: Kemarin saya ngobrol dengan orang Papua sewaktu sana sama menunggu pesawat dan katanya sekarang harga BBM di Papua sudah hampir sama dengan di Jawa. Perubahan mulai terjadi sejak berjalannya program tol laut di era Jokowi ini. Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak tapi terlihat apresiasi yang sangat positif darinya.
Walaupun Indonesia bukan negara continent yang luas seperti US dan Oz dimana semua menggunakan jalur kereta api untuk distribusi dan pengiriman barang , tapi harus diingat jalur kereta api Indonesia sangat berperan di masa dahulu sewaktu dibawah penjajahan Belanda dimana Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Jalur rel kereta api (KA) yang menjangkau ke seluruh penjuru pulau Jawa dan Sumatera berjalan dengan sangat baik dan digunakan untuk transportasi manusia maupun barang barang hasil bumi. Seingat saya di tepi sepanjang jalan pantai utara Jawa terlihat rel KA memanjang dari barat sampai ujung timur.. Bahkan di jalur selatan Jawa yang rata-rata di dataran tinggi juga tertata rapi jalur rel KA dan ada stasiun stasiun di setiap kota kota kecilnya. Jalur rel KA itu memang sudah menghilang sekarang ini dan sangat disayangkan karena medio 1970 an kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Karena KA cenderung lambat dan sering tidak menentu jadwalnya, akibatnya penumpang KA semakin sedikit dan akhirnya satu per satu jalur KA itu dinonaktifkan dengan penutupan stasiun stasiun di kota kota kecilnya. Mayorias di kota kecil yang berada di dataran tinggi jalur tengah Jawa. Ini hal yang terjadi menjelang masuk tahun 80 an. Setelah itu kita bisa melihat sendiri untuk pengiriman barang pasti hanya mengandalkan kendaraan besar seperti truk -truk gandeng juga tronton dan trailer untuk heavy,BBM dan container cargo. Belum lagi pertumbuhan kendaraan bermotor yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Seakan yang bisa dilakukan di sini hanya konsumsi, konsumsi dan konsumsi. Begitu konsumsi menurun, ekonomi langsung melempem Masalahnya bukan hanya jalan semakin padat, mudah rusak, sempit dan rawan accident tapi juga pasti berimbas pada tentu saja perputaran ekonomi negara. Pada tahun 2007 pernah diadakan survey mengenai kepadatan jalan jalan di banyak negara dan hasilnya kepadatan jalan raya terutama pulau Jawa salah satu yang terpadat dunia dan sudah 7 kali lipat dari negara negara sekawasan ASEAN.....ckckckck . Bagaimana dengan kepadatan sekarang setelah hampir 10 tahun berlalu? Tidak mengejutkan jika barusan terjadi horror tol Brexit (Brebes Exit) di Jawa Tengah pada musim mudik Idul Fitri tahun ini yang memakan korban jiwa karena penumpang yang stuck terlalu lama di jalanan dalam cuaca panas, polusi dan kurangnya perbekalan makanan dan minuman. Bahkan media media Internasional ramai memberitakannya dan sudah dijuluki macet terhorror di dunia. Saat ini pemerintah sudah menyadari bahwa pembangunan infrastruktur yang terlambat akan menjadi pekerjaan yang MAHA sulit. Sekiranya jangan hanya berfokus pada jalan tol trans antar pulau saja tapi juga jalur kereta api antar pulau walaupun negara kepulauan. Jalur KA harus terkoneksi pada lokasi strategis seperti Airport (untuk angkutan manusia) dan kawasan industri menuju Pelabuhan laut. Tentu saja akan semakin banyak lokomotif penarik Container ( Freight Train) untuk Lift On-Off Container ke kapal di Port of Loading (PoL) dan Port of Discharge (PoD). Saya melihat Freight Train (FT)sekali jalan bisa menarik 60 Container HC dan kalau dengan 2 lokomotif bisa menarik sampai 100 Container HC. Luar biasa dampaknya kepada kegiatan Export Import karena jelas lebih efisien, hemat waktu, perawatan jalan raya dan BBM. Karena tidak perlu ada 60-100 truk trailer yang memenuhin space di jalan raya bikin macet bahkan itu FT enteng saja menarik Container sekalipun ke kota kecil di dataran tinggi. Tentu saja berkebalikan dengan truk trailer yang pasti lebih kesulitan dan sering bisa membahayakan kendaraan lain di sekitarnya. Bagaimanapun perjalanan distribusi barang ke seluruh pelosok tetap dilakukan oleh kendaraan darat. Selain itu pembangunan jalur KA jauh lebih murah dan tidak memakan banyak lahan produktif terutama pertanian seperti jalan tol.
Relasi bisnis saya yang US Citizen sering kagum dan tidak habis pikir pada kemewahan mall mall yang berada di Jakarta. Saya tidak heran karena dimana sepengalaman saya waktu ke East Coast US memang tidak ada Mall di US yang sebagus dengan Mall-Mall di Jakarta. Mall di sana bisa dibilang sangat plain dan mirip dengan Department Store era 90 an di Indonesia dengan tinggi 2-3 lantai doang. Dia juga kaget dan kagum pada harga alcoholic beverages di Indonesia yang lebih mahal 3 kali lipat lebih dari negaranya sendiri. Juga pada harga Starbucks yang tergolong sangat mahal dibanding dengan di US. Akhirnya dia bisa menebak itu lha harga LIFESTYLE orang Indonesia.
Klo sampe >100 trailer bakal bikin macet jalanan bkn om? masalhnya di sepanjang jalur kereta masih bnyk perlintasan sebidang, jd inget klo KA Babaranjang lg narik muatan bataubara, bs nunggu >30 mnt,,,ya scangkir kopi dl bisa lah
selain itu yg jd concern pengusaha logistik, mreka keberatan dengan biaya double handling nya (dengan kondisi sekarang), misal dry port di Ciakarang, brarti masih butuh truk buat mo demob dari pelabuhan Tg Priok...

polarbear
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 80
Joined: 01 Sep 2013, 20:49

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by polarbear » 19 Sep 2016, 09:00

solar_kerosen wrote:balik ke jaman kekeaisaran romawi nih , negara terjajah wajib bayar pajak kepadana negara penguasa , kalau dulu sistem fisik sekarang system finansial 1 pound= 17 ribu 1 dolar= 14000
Sekarang negara penghutang, ngemis2 minta pengampunan, reschedule, bunganya dulu dll karena deficit anggaran.

Saya ingat waktu kakak (Aust permanent resisdence) berkunjung ke UK, dia merasa harga2 lebih mahal di UK daripada di Australia kecuali fashion & apparels. Yg jelas kata dia, hot coffee paling murah hampir 2x harga di Australia. Rate GBP/AUD saat itu memang nyaris 2.00

newrubble
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 7236
Joined: 07 Dec 2012, 10:22

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by newrubble » 19 Sep 2016, 09:50

bicara ostrali sy ingat

naik taxi (goldcoast cab) di queensland dari surfers paradise esplanade ke robina town center (pdk indah mall nya sono ..... kalo plaza senayan nya sonk itu 'pacific fair')

jarak 14 km .... 25 menit drive tanpa speeding ..... € 21 ( equivalency ) naik fort falcon / holden commodore yg muat 4 org px ..... € 36 kalo naik toyota estima di isi 7 px ..... € 45

naik bis (ambil yg nomor 747) € 4

ini kalo pegang wang euro ya ..... kalo pegang rupiah bisa itung sendiri

kalo di kampung di tanah es sy naik taxi dari rumah ke kota (jarak 22 km) vw transporter di isi 8 px ..... € 70

naik tesla taxi jarak yg sama (4 px max) .... € 30

Michaelktp
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 485
Joined: 02 Nov 2013, 15:00

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by Michaelktp » 21 Sep 2016, 10:28

sammyjimun wrote:
Klo sampe >100 trailer bakal bikin macet jalanan bkn om? masalhnya di sepanjang jalur kereta masih bnyk perlintasan sebidang, jd inget klo KA Babaranjang lg narik muatan bataubara, bs nunggu >30 mnt,,,ya scangkir kopi dl bisa lah
selain itu yg jd concern pengusaha logistik, mreka keberatan dengan biaya double handling nya (dengan kondisi sekarang), misal dry port di Ciakarang, brarti masih butuh truk buat mo demob dari pelabuhan Tg Priok...
Semakin panjang rangkaian container di KA kan semakin murah juga untuk biaya logistiknya. Cikarang memang dry port pertama di Indonesia dan sekarang lagi membangun jalur KA ke Tj Priok (Freight Rail) sehingga tidak perlu lagi truk dan terjadinya double handling itu. Penggunaan sampai >100 container di FT belum ada di Indonesia, tapi sudah biasa di luar negeri. Di sini kalau melihat FT kebanyakan hanya untuk repo container kosong yang dibutuhkan oleh Shipping Lines jika mengalami shortage. Memang masih jarang sekali untuk kegiatan Exim. Jadwal FT juga tidak flexible dan akibatnya Shipping Lines juga masih sering repo dengan truk trailer (trucking). Padahal potensinya jelas besar tapi biasalha Indonesia kalau mengenai transportasi massal memang selalu terbelakang. Saat ini wacana FT baru mulai hangat kembali sejak "kejadian luar binasa" Libur Idul Adha karena truk container tidak boleh beroperasi 9-12 Sept. Efek dari ketakutan akan terulangnya horror kemacetan jalan tol Brexit. Pertanda buruk bahwa volume kendaraan sudah betul betul very overload...ckckck. Ini juga menyebabkan beberapa relasi tidak bisa melakukan export dan rugi waktu serta biaya yang tidak sedikit. Padahal sudah lama booking container dan Feeder kapal. Belum lagi harus negosiasi dengan Consignee di negara tujuan yang juga merasa dirugikan karena perhitungan waktu mereka untuk barang impornya meleset semua.

newrubble
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 7236
Joined: 07 Dec 2012, 10:22

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by newrubble » 21 Sep 2016, 12:00

sy jadi ingat bgmn budweiser bulk distribution dari missoury ke colorado

satu train set (di colorado springs mrk punya dua major distributors ... rmc .... std sales ....yg satu di northpark dr dan yg satu lg di mark dabling boulevard) biasanya ada 120 tankers wagon .... mirip angkut bensin hanya sj mrk dari aluminum tanpa cat n ada budweiser livery di tiap tanker

sy sering kena stop saat mrk lintas n pernah sy itung lama brenti ..... 33 menit sy itung darisejak loco datang

atau 41 menit sejak pintu nutup (mrk ke arah trinidad via pueblo) .... atau 60 menit sejak 'ding dong' pertama x terdengar

sy itung detail krn dulu pernah prosecuted amtrak garagara di situ pernah bikin mati 5 org yg mobilnya terlanggar

User avatar
NYoman
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 3222
Joined: 29 Mar 2007, 10:09
Location: Singaraja-Surabaya-Bekasi-Adelaide
Contact:

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by NYoman » 21 Sep 2016, 20:52

Michaelktp wrote:Kemarin saya ngobrol dengan orang Papua sewaktu sana sama menunggu pesawat dan katanya sekarang harga BBM di Papua sudah hampir sama dengan di Jawa. Perubahan mulai terjadi sejak berjalannya program tol laut di era Jokowi ini. Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak tapi terlihat apresiasi yang sangat positif darinya.
Walaupun Indonesia bukan negara continent yang luas seperti US dan Oz dimana semua menggunakan jalur kereta api untuk distribusi dan pengiriman barang , tapi harus diingat jalur kereta api Indonesia sangat berperan di masa dahulu sewaktu dibawah penjajahan Belanda dimana Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Jalur rel kereta api (KA) yang menjangkau ke seluruh penjuru pulau Jawa dan Sumatera berjalan dengan sangat baik dan digunakan untuk transportasi manusia maupun barang barang hasil bumi. Seingat saya di tepi sepanjang jalan pantai utara Jawa terlihat rel KA memanjang dari barat sampai ujung timur.. Bahkan di jalur selatan Jawa yang rata-rata di dataran tinggi juga tertata rapi jalur rel KA dan ada stasiun stasiun di setiap kota kota kecilnya. Jalur rel KA itu memang sudah menghilang sekarang ini dan sangat disayangkan karena medio 1970 an kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Karena KA cenderung lambat dan sering tidak menentu jadwalnya, akibatnya penumpang KA semakin sedikit dan akhirnya satu per satu jalur KA itu dinonaktifkan dengan penutupan stasiun stasiun di kota kota kecilnya. Mayorias di kota kecil yang berada di dataran tinggi jalur tengah Jawa. Ini hal yang terjadi menjelang masuk tahun 80 an. Setelah itu kita bisa melihat sendiri untuk pengiriman barang pasti hanya mengandalkan kendaraan besar seperti truk -truk gandeng juga tronton dan trailer untuk heavy,BBM dan container cargo. Belum lagi pertumbuhan kendaraan bermotor yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Seakan yang bisa dilakukan di sini hanya konsumsi, konsumsi dan konsumsi. Begitu konsumsi menurun, ekonomi langsung melempem Masalahnya bukan hanya jalan semakin padat, mudah rusak, sempit dan rawan accident tapi juga pasti berimbas pada tentu saja perputaran ekonomi negara. Pada tahun 2007 pernah diadakan survey mengenai kepadatan jalan jalan di banyak negara dan hasilnya kepadatan jalan raya terutama pulau Jawa salah satu yang terpadat dunia dan sudah 7 kali lipat dari negara negara sekawasan ASEAN.....ckckckck . Bagaimana dengan kepadatan sekarang setelah hampir 10 tahun berlalu? Tidak mengejutkan jika barusan terjadi horror tol Brexit (Brebes Exit) di Jawa Tengah pada musim mudik Idul Fitri tahun ini yang memakan korban jiwa karena penumpang yang stuck terlalu lama di jalanan dalam cuaca panas, polusi dan kurangnya perbekalan makanan dan minuman. Bahkan media media Internasional ramai memberitakannya dan sudah dijuluki macet terhorror di dunia. Saat ini pemerintah sudah menyadari bahwa pembangunan infrastruktur yang terlambat akan menjadi pekerjaan yang MAHA sulit. Sekiranya jangan hanya berfokus pada jalan tol trans antar pulau saja tapi juga jalur kereta api antar pulau walaupun negara kepulauan. Jalur KA harus terkoneksi pada lokasi strategis seperti Airport (untuk angkutan manusia) dan kawasan industri menuju Pelabuhan laut. Tentu saja akan semakin banyak lokomotif penarik Container ( Freight Train) untuk Lift On-Off Container ke kapal di Port of Loading (PoL) dan Port of Discharge (PoD). Saya melihat Freight Train (FT)sekali jalan bisa menarik 60 Container HC dan kalau dengan 2 lokomotif bisa menarik sampai 100 Container HC. Luar biasa dampaknya kepada kegiatan Export Import karena jelas lebih efisien, hemat waktu, perawatan jalan raya dan BBM. Karena tidak perlu ada 60-100 truk trailer yang memenuhin space di jalan raya bikin macet bahkan itu FT enteng saja menarik Container sekalipun ke kota kecil di dataran tinggi. Tentu saja berkebalikan dengan truk trailer yang pasti lebih kesulitan dan sering bisa membahayakan kendaraan lain di sekitarnya. Bagaimanapun perjalanan distribusi barang ke seluruh pelosok tetap dilakukan oleh kendaraan darat. Selain itu pembangunan jalur KA jauh lebih murah dan tidak memakan banyak lahan produktif terutama pertanian seperti jalan tol.
Relasi bisnis saya yang US Citizen sering kagum dan tidak habis pikir pada kemewahan mall mall yang berada di Jakarta. Saya tidak heran karena dimana sepengalaman saya waktu ke East Coast US memang tidak ada Mall di US yang sebagus dengan Mall-Mall di Jakarta. Mall di sana bisa dibilang sangat plain dan mirip dengan Department Store era 90 an di Indonesia dengan tinggi 2-3 lantai doang. Dia juga kaget dan kagum pada harga alcoholic beverages di Indonesia yang lebih mahal 3 kali lipat lebih dari negaranya sendiri. Juga pada harga Starbucks yang tergolong sangat mahal dibanding dengan di US. Akhirnya dia bisa menebak itu lha harga LIFESTYLE orang Indonesia.
Yap harga bbm yang sama dengan di Jawa adalah nilai plus dan baru terjadi tahun ini.. Saat ini yg perlu diperhatikan adalah Tol Laut yang masih sedikit dan kurang frekuensi nya salah satu yang buat mahal juga karena kita bawa barang kesana dari sana muatan kosong artinya bbm balik nya ya dimasukkan dalam charge pengiriman. Beberapa masih mahal karena untuk membawa barang dijalur darat sana harus memutar dari kepala burung menuju merauke dan sebaliknya..

Untuk road train sendiri yang pernah saya lihat di Oz jalanan cukup sepi dan lenggang dna hanya dilewati oleh para road train.. Di Indonesia masih belum memungkinkan untuk jalur transport lewat railroad karena cuma banyak di jawa dan sebagian di sumatra sisanya?

Sosial ekonomi di Indonesia sangat buruk tidak berupa piramida tapi jam pasir dimana para kaum menegahnya tidak terlihat. Yaitu tadi ingin terlihat masyarakat kelas atas jadi barang yang dibeli gila2 padahal juga pas2an yang kelas bawah juga seperti itu ingin terlihat wow dan akhirnya semua dibeli.. About the departement store, yes I agree! Sy di Belanda berasa lihat orang2 cenderung belanja di semacam "ramayana" dan itu adalah mall. Harga alcoholic bevarage, coffee yah itu dia pajak yang dikenakan tinggi karena dianggap barang mewah dan ingat yang beli juga gak semuanya orang yang beneran punya duit banyak lho~ Lifestyle~
All about coffee? Ask me.. Need fresh roasted coffee? PM =)

User avatar
coklatMetalik
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1748
Joined: 24 Jun 2016, 18:26
Daily Vehicle: LGX

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by coklatMetalik » 22 Sep 2016, 06:54

KA barang di Indonesia blm bisa secepat & seberat & sepanjang di luar negeri...

Rel & Jembatan di Indonesia ada yg msh peninggalan Londo, bs jebol kalo dilindes KA terlalu berat....

Lebar relnya jg kurang mendukung. Indonesia pake standar Jepang, 1067 mm. US & Europe pake 1435 mm
1979 Datsun GN620
1992 Toyota KF40
2000 Toyota KF83

adityabp
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 828
Joined: 07 May 2014, 09:36

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by adityabp » 22 Sep 2016, 08:44

coklatMetalik wrote:KA barang di Indonesia blm bisa secepat & seberat & sepanjang di luar negeri...

Rel & Jembatan di Indonesia ada yg msh peninggalan Londo, bs jebol kalo dilindes KA terlalu berat....

Lebar relnya jg kurang mendukung. Indonesia pake standar Jepang, 1067 mm. US & Europe pake 1435 mm
Trans sulawesi pake 1435mm om. Semoga segera cepat selesai. Penasaran pengen ngerasain naik KA bodi lebar. :mky_01:

User avatar
coklatMetalik
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1748
Joined: 24 Jun 2016, 18:26
Daily Vehicle: LGX

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by coklatMetalik » 22 Sep 2016, 09:54

adityabp wrote:
coklatMetalik wrote:KA barang di Indonesia blm bisa secepat & seberat & sepanjang di luar negeri...

Rel & Jembatan di Indonesia ada yg msh peninggalan Londo, bs jebol kalo dilindes KA terlalu berat....

Lebar relnya jg kurang mendukung. Indonesia pake standar Jepang, 1067 mm. US & Europe pake 1435 mm
Trans sulawesi pake 1435mm om. Semoga segera cepat selesai. Penasaran pengen ngerasain naik KA bodi lebar. :mky_01:
Nah iya om. Rel lbh lebar = lokomotip lbh gede = mesin lbh gede = bisa narik kereta lbh panjamg
1979 Datsun GN620
1992 Toyota KF40
2000 Toyota KF83

teppey
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 425
Joined: 07 Feb 2014, 16:46

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by teppey » 22 Sep 2016, 11:19

LRT jadinya pakai 1435 mm ga? itu juga semoga lancar deh, di Bogor dan Bekasi sih lagi dipasang tiang tiang penyangganya.

User avatar
NYoman
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 3222
Joined: 29 Mar 2007, 10:09
Location: Singaraja-Surabaya-Bekasi-Adelaide
Contact:

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by NYoman » 22 Sep 2016, 11:22

Berdoa saja semoga cepat terbangun tapi saya bakal lebih sedih lagi kalau direalisasikan justru nantinya di jawa lagi, kapan daerah lain bisa maju, saya lebih senang seperti adatrans sulawesi drpd double road di jawa? Sama halnya dengan perdebatan walikota surabaya yang mau di lempar ke panggung jakarta dikira Indonesia cuma jakarta saja?

Sent from my C6802 using Seraya Motor mobile app
All about coffee? Ask me.. Need fresh roasted coffee? PM =)

adityabp
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 828
Joined: 07 May 2014, 09:36

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by adityabp » 22 Sep 2016, 11:38

coklatMetalik wrote:
adityabp wrote:
coklatMetalik wrote:KA barang di Indonesia blm bisa secepat & seberat & sepanjang di luar negeri...

Rel & Jembatan di Indonesia ada yg msh peninggalan Londo, bs jebol kalo dilindes KA terlalu berat....

Lebar relnya jg kurang mendukung. Indonesia pake standar Jepang, 1067 mm. US & Europe pake 1435 mm
Trans sulawesi pake 1435mm om. Semoga segera cepat selesai. Penasaran pengen ngerasain naik KA bodi lebar. :mky_01:
Nah iya om. Rel lbh lebar = lokomotip lbh gede = mesin lbh gede = bisa narik kereta lbh panjamg
Lha, itu babaranjang masih kurang panjang? :mky_03:

User avatar
Omnibus
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 645
Joined: 08 Apr 2008, 17:12

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by Omnibus » 22 Sep 2016, 12:59

perlu diingat bahwa biaya bangun rel per km akan lebih mahal jika membangun di pulau berbeda (sumatra, jawa, kal, sul, irian) dibanding amrik/oz bikin dr west ke east coast. Belum lg skala ekonomi nya di pulau yg populasi atau GDP area nya kecil bisa menjadikan ROI nya unfeasible.

indo kan negara miskin .... govt spending kl totalitas utk pembangunan infrastruktur lalu bagaimana dgn subsidi langsung ke rakyat miskin (lower class) .... jmlnya kan bejibun ini yg penting dipelihara incumbent utk next pemilu voting .... cheap politic money drpd hrs 'membeli' suara lower-middle class ke atas (upper-middle, upper, elite) yg kemungkinan merupakan kelas2 yg menikmati hasil pembangunan infra.

newrubble
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 7236
Joined: 07 Dec 2012, 10:22

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by newrubble » 22 Sep 2016, 13:17

indo masih ribut ribut human rights n smua level expert (go to mirror ..... look how xpert u r)

disini animal rights udah lama ......

yg jelas pd umumnya di indo ...... miara satu wuf wuf (miara bener ya ..... std animal rights) masih jauh lbh mahal drpd miara satu head count of lower class members

sebodoh apapun satu dari lower class .....even dia achterlijk .... masih jauh lbh pintar drpd satu wuf wuf terpintar

entah knapa .... masabodo

User avatar
daftar
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1510
Joined: 09 Nov 2014, 22:35

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by daftar » 22 Sep 2016, 13:55

Omnibus wrote:perlu diingat bahwa biaya bangun rel per km akan lebih mahal jika membangun di pulau berbeda (sumatra, jawa, kal, sul, irian) dibanding amrik/oz bikin dr west ke east coast. Belum lg skala ekonomi nya di pulau yg populasi atau GDP area nya kecil bisa menjadikan ROI nya unfeasible.
nah betul ini, kalo di sulawesi masih ok walaupun lama, bagaimana dengan di Papua yg kabarnya mau dibangun?
ditambah dengan mentalitas masyarakatnya sendiri apa sudah siap,, saya diceritain temen yang kerja di PT KAI bertugas di sumatera, katanya disana masih sering orang2 pada nyegat kereta di tengah perjalanan (gak di stasiun) :mky_04:
:ngacir:

newrubble
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 7236
Joined: 07 Dec 2012, 10:22

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by newrubble » 22 Sep 2016, 14:05

kalo nunggu siap ya ga siap siap

dulu africa jaman batu locals ga siap tapi tetap sj colonial masters bikin train network n berguna sampai skrg n jarang post colonial africans bisa train system.expand / apalagi build anew

User avatar
Omnibus
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 645
Joined: 08 Apr 2008, 17:12

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by Omnibus » 22 Sep 2016, 14:23

dan itu yg sy sebut jika tanpa pungutan2 liar lainnya (resmi by govt ataupun non-resmi by okem/apapun nama bekennya) .... kl sdh masuk faktor ini ya makin unfeasible .... contoh kan banyak spt gagalnya monorel jkt dulu, trus skrg kereta cepat jkt-bdg agak jerky ... pdhl itu bicara proyek di dki n pulau jawa .... apalagi di daerah, penduduk sedikit (baca: nilai manfaat kecil) tp masalah sm banyak atau lebih banyak

bukan ga bisa .... tp hrs tangan besi .... ya spt dulu kerja rodi. pemimpin jg hrs kaya duterte

User avatar
coklatMetalik
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1748
Joined: 24 Jun 2016, 18:26
Daily Vehicle: LGX

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by coklatMetalik » 22 Sep 2016, 17:00

adityabp wrote:
coklatMetalik wrote:
adityabp wrote: Trans sulawesi pake 1435mm om. Semoga segera cepat selesai. Penasaran pengen ngerasain naik KA bodi lebar. :mky_01:
Nah iya om. Rel lbh lebar = lokomotip lbh gede = mesin lbh gede = bisa narik kereta lbh panjamg
Lha, itu babaranjang masih kurang panjang? :mky_03:
Setau ane kan itu babaranjang msh bisa dipanjangin lg. Cm stasiun tmpt bongkar muatnya gk muat...
1979 Datsun GN620
1992 Toyota KF40
2000 Toyota KF83

sammyjimun
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 112
Joined: 12 Jul 2016, 07:38

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by sammyjimun » 23 Sep 2016, 09:21

Michaelktp wrote: Semakin panjang rangkaian container di KA kan semakin murah juga untuk biaya logistiknya. Cikarang memang dry port pertama di Indonesia dan sekarang lagi membangun jalur KA ke Tj Priok (Freight Rail) sehingga tidak perlu lagi truk dan terjadinya double handling itu. Penggunaan sampai >100 container di FT belum ada di Indonesia, tapi sudah biasa di luar negeri. Di sini kalau melihat FT kebanyakan hanya untuk repo container kosong yang dibutuhkan oleh Shipping Lines jika mengalami shortage. Memang masih jarang sekali untuk kegiatan Exim. Jadwal FT juga tidak flexible dan akibatnya Shipping Lines juga masih sering repo dengan truk trailer (trucking). Padahal potensinya jelas besar tapi biasalha Indonesia kalau mengenai transportasi massal memang selalu terbelakang. Saat ini wacana FT baru mulai hangat kembali sejak "kejadian luar binasa" Libur Idul Adha karena truk container tidak boleh beroperasi 9-12 Sept. Efek dari ketakutan akan terulangnya horror kemacetan jalan tol Brexit. Pertanda buruk bahwa volume kendaraan sudah betul betul very overload...ckckck. Ini juga menyebabkan beberapa relasi tidak bisa melakukan export dan rugi waktu serta biaya yang tidak sedikit. Padahal sudah lama booking container dan Feeder kapal. Belum lagi harus negosiasi dengan Consignee di negara tujuan yang juga merasa dirugikan karena perhitungan waktu mereka untuk barang impornya meleset semua.
Kondisi ideal yg lg dikejar sama pemrentah lwt KALog :mky_01: spy beban jalanan, Pantura khususnya, berkurang, cm kok ya kontradiktif sm pembangunan Tol Jawa n Tol Laut (apa kabarnya) ya? Org sekarang tetep lebih seneng lwt darat (baca: mobil pribadi) dibanding moda tranportasi umum, ini yg salah mindset org2nya atau pemrentah yg ga bs bikin prioritas rencana pembangunan?

adityabp
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 828
Joined: 07 May 2014, 09:36

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by adityabp » 23 Sep 2016, 09:53

coklatMetalik wrote:
adityabp wrote:
coklatMetalik wrote:
Nah iya om. Rel lbh lebar = lokomotip lbh gede = mesin lbh gede = bisa narik kereta lbh panjamg
Lha, itu babaranjang masih kurang panjang? :mky_03:
Setau ane kan itu babaranjang msh bisa dipanjangin lg. Cm stasiun tmpt bongkar muatnya gk muat...
Nah, itu dia. Apakah pembangunan rel KA trans sulawesi ini sdh termasuk bangun stasiun bongkar muat kontainer?? :mky_01:

User avatar
fabreguz
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 691
Joined: 17 Jan 2011, 13:32
Location: Paragon City

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by fabreguz » 23 Sep 2016, 16:59

solar_kerosen wrote:balik ke jaman kekeaisaran romawi nih , negara terjajah wajib bayar pajak kepadana negara penguasa , kalau dulu sistem fisik sekarang system finansial 1 pound= 17 ribu 1 dolar= 14000
haiyahh
sami mawon nasib di negara2 produsen minyak skrg, bung solar
mereka berjaya banget dengan harga atas 100 dolar per barel, begitu harga diancurin dibawah 50 dolar per barel kembang kempis ekonomi nya :mky_03: :mky_01:
ndak sangka rusia x uni soviet pesaing terberat amerika dulu isa jadi begini :big_dunno: :big_bored:
https://www.merdeka.com/uang/ekonomi-me ... tunai.html
https://www.merdeka.com/uang/kehabisan- ... fisit.html
sammyjimun wrote:
fabreguz wrote: -----
hehehe bener bung plantfoot
jadi teringat waktu newbie thok kuliah, dosen nya pria bule aussie
itu dosen kadang2 underestimate jakarta di depan mahasiswa nya sebagai kota paling jorok, macet, padat, ndak aman dan nyaman ditinggali :big_bored: :big_dunno: :big_childish:
tapi dia bilang ada satu yang dia suka dari hidup di indo yaitu MURAHHHHH :big_biglaugh: :big_biglaugh:
-----
Tipikal expat di Indo, mereka paling seneng klo d suruh tugas di Indo, karena fasilitas yg didapet setara direksi di negara asal :big_grin:
he he he bener tu karna sperti raja kecil mereka kalo idup di indo :big_grin: :big_grin:
fasilitas segala nya pasti the best, ada cewek gym di hotel bintang 5 tmpt saya jadi member
mereka dari jepang dan slama tugas setaon dikontrakan kamar hotel tipe president suite slama setaon juga :mky_03: :mky_01:
mantep tenan :big_cat: :big_deal: :big_grin:
Don't Imageate

newrubble
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 7236
Joined: 07 Dec 2012, 10:22

Re: Perbandingan biaya hidup di Indonesia dengan negara lain

Post by newrubble » 26 Sep 2016, 11:22

murah tapi (ini u locals ya bukan u xpats) kalo apa apa hrs tanggung sendiri ya jadi nya mahal n high risk

Post Reply