LONG TERM REVIEW ISUZU MU-X 2.5 FROM OWNER PERSPECTIVE

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: b8099ok, y_anjasrana, F 272, ginting, FRD, artoodetoo

Post Reply
ginting
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 3498
Joined: 08 Dec 2013, 23:05
Location: CIPUTAT
Daily Vehicle: ISUZU MU-X
Contact:

LONG TERM REVIEW ISUZU MU-X 2.5 FROM OWNER PERSPECTIVE

Post by ginting » 18 Dec 2016, 23:49

Halo Selamat Hari Minggu semua wahai Suhu-suhu, Rekan-rekan, Piyik2 alay penghuni SM ini.

Sesuai permintaan dan janji hati maka berikut ini akan saya sampaikan Long Term Review ISUZU MU-X dari perspective saya sebagai user.

Disclaimers :
1. Saya tidak dibayar oleh IAMI atau Dealer untuk bikin review ini.
2. Saya mencoba sebisa mungkin untuk objective dalam penyajian review ini, untuk mencegah calon pembeli Isuzu Mu-X merasa "terjerumus" karena over-promiseS.
3. Kalau ada penyebutan nama institusi, itu semata untuk membuat alur cerita lebih runtut dan ajeg.Tidak ada niat promosi, juga tidak ada niat mencela.
4. Penampilan MuX dalam beberapa photo disini adalah hasil jepretan saya dan hasil jepretan rekan2 seperjalan, dalam sebuah touring / roadtrip ke Pangandaran yang kasohor dan sudah berubah wujud jadi “ratjoen” di jagad SM tercinta
OK,untuk tidak berlama lama, here we go.

PREAMBULE
Trit ini adalah lanjutan dari trit tentang kegalauan hati saya betapa mobil idaman yang saya beli didera suatu issue jedug dan putu, sehingga saya harus berpaling ke sang underdog contender ini.
Klik di link di bawah ini kalua mau kilas balik atau belum pernah baca.

viewtopic.php?p=907068#p907068


ISUZU HISTORY AT A GLANCE (SEKELEBAT SEJERAH ISUZU)

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Isuzu adalah pabrikan mesin diesel pertama di Jepang, dan sampai saat ini masih konsisten menjaga kualitas itu. Sehingga ketika ada tag-line “Rajanya Diesel” itu bukan main main.
Tentu saja Isuzu juga harus berterima kasih buat Rudolf Diesel, sang penemu mesin diesel.
1916 – Tahun Pendirian
1918 – Teken kerjasama dengan Wolseley Motor Limited, UK untuk memproduksi mobil untuk Asia Timur.
In 1922 Produksi pertama berupa Wolseley model, the A-9 sudah meluncur dan dijual di Jepang.
Nah, selanjutnya silahkan klik di link dibawah ini saja, ya teman teman **unyil style**

http://www.isuzu.co.jp/world/investor/fact/history.html

https://en.wikipedia.org/wiki/Isuzu_Motors

Nama Isuzu diambil dari nama sungai “Isuzu River” , namun kata Isuzu sendiri diterjemahkan ke Bahasa Inggris jadi “Fifty Bells”.
Bagi yang suka sejarah lewat video, silahkan klik ini link youtube

https://www.youtube.com/watch?v=QRQ_fF0plEY

Dari beberapa link tentang sejarah Isuzu, ini kayaknya paling mantap dan lengkap.
Produksi pertama 2 cylinder, tenaga Cuma 10 HP…. Kira kira kalau sekarang diketawain sama motor bebek.wkwkwkw….tapi kalua dulu rasanya itu sudah hueeebatt tenan disbanding kalua naek Dokar (ya, Dokar, yang ditarek kuda itu…)
Gimana, sudah puas baca link tersebut dan tonton video yang di atas ? mari kita lanjooooottt…

EXTERIOR
Menurut saya, secara design exterior, kesan yang ingin ditonjolkan oleh mobil ini adalah SUV yang manly alias macho. Bukan suatu jenis SUV perkotaan yang manis (manja) untuk dibawa ke mall atau kondangan/resepsi.
Mobil ini adalah mobil yang cukup besar, dengan dimensi Panjang 4845 mm, Lebar 1860 mm, Tinggi 1840 mm. (Khusus untuk type Premier, panjangnya nambah jadi 4860 mm.)
Berat mobil adalah 1,980 kgs kosong, dan berat total diizinkan 2,650 kgs. Oleh karena itu kalua menyuci di tempat cucian mobil, saya tidak mau diangkat oleh hydrolik kapasitas 2 ton. Saya takut seiring waktu kekuatan batang hidrolik sudah menurun, sehingga kemampuan tinggal (misalnya) 1800 kgs. Dan sudah pernah ada kejadian jatuh mobil saat cucian. Entah karena salah posisi atau karena kekuatan tak memadai. GC adalah 230 mm sehingga tak masalah untuk jalan rusak seperti rute pulang yang dibawa oom F272 dari Pangandaran ke Banjarsari.
Secara tampang / siluet, walau di beberapa detail seperti grill, lampu beda…tapi secara umum sama..
Ya, sama. Karena mereka memang kembar tak identic, sebagai buah perkawinan antara GM dan Isuzu.
Untuk kaca, ada yang agak “aneh” di mobil ini. Biasanya di mobil lain, dan termasuk mobil saya Ipah Bensin matic GNKI 2011 (mobil paling dihina kaum Smer’s) kaca mbil itu seragam dari satu pabrikan. Tapi kalau mobil ini kacanya gado gado.
Kaca Depan : AGC / Asahi Glass Company.
Kaca Pintu Supir, Kaca Pntu Penumpang Row 2 (kaca Besar & Kecil) : Saint Gobain Sekurit
Kaca Penumpang Row 3 dan Kaca Belakang : AGC / Asahi Glass Company.
Entah gimana sih manufacturernya di Thailand membuat vendor management systemnya. Saya gagal faham..
Kaca belakang sudah pakai element pemanas, untuk mencegah embun. Mungkin karena Isuzu MuX ini diproduksi di Thailand untuk seluruh dunia. Jadi speknya sama semua negara, sepanjang kasta yang sama.
Secara tampang, karena ini mobil bongsor, maka size does matter. Kalau nyetir di jalan sempit ngepas 2 mobil, dan mobil dari depan agak ke tengah, maka saya biasanya agak nyolot ke tengah, supaya dia dari jauh sudah minggir.

Begitu juga kalua di jalan macet, yang dari 4 jalur mengecil…mengecil jadi 2 jalur..biasanya pepet-pepetan dengan mobil lain, kita cenderung dikasih jalan…
Mungkin dia takut disodok oleh Muxidi, eh salah…oleh si Bravey..
Warna yang saya ambil ini adalah Obsidiant Grey Mical, suatu jenis warna yang baru ada di Facelif ini, yang diluncurkan Agustus 2016.
Warna ini cenderung kea rah biru-birua tua.
Dibanding dengan Mux edisi awal (2014 to Aug 2016), nyaris tidak ada yang beda kecuali bentuk Lampu DRL yang dulu agak ke tengah, sekarang kesannya nyatu dengan Fog Lamp. Trus, sekarang body sudah monotone, dulu ada dual tone, terutama pemanis di bemper, yang berwarna beda.
Roda dapat ukuran std yaitu 255/65R17 dengan ban merk Bridgestone yang type HT. Velg bahan alloy. Dan sudah pakai rem cakram di ke 4 roda.
Grille depan memakai krom. Maklum di Indonesia, more chrome more powaaahhh..
Lampu dekat masih pakai reflector biasa. Tapi lampu jauh sdh dapat projector lamp.
DRL memakai LED untuk type lampunya.
Kpasitas tangka 65 liter saja, agak kurang gede sebenarnya. Akan lebih afdol bila dibuat 80 liter.

INTERIOR
Yang paling menjadi titik lemah di MuX generasi PFL adalah cluster meter (speedo meter) yang mana memakai layar layaknya Kalkulator Cungkwo. Plain dengan warna pucatnya itu.
Dashboard
Namun syukutlah di FL ini sudah ada perubahan, dimana cluster meter sudah mengikuti punya MuX 1.9 Blue Power. Sayang ke Indo mesin ini tidak masuk, katanyaa solarnya tidak siap. Entah benar etah enggak, itulah kata salesnya Isuzu ke saya. Paling gampang memperhatikannya adalah kalua type FL ini MID yang ada di tengah cluster meter sudah bulat, dimana sebelah kiri adalah Temperature. Kanan adalah Fuel.
Dashboard mobil ini cenderung Spartan, dengan plastic texture kulit jeruk (agak halus di dashboard). Jangan ngomong soal softpad2an. Itu tidak ada di mobil ini. Meda dengan ANF yang saya pernah test drive di A2000 Bintaro.
Ada satu yang saya tidak suka yaitu pemakaian bahan plastic mengkilat untuk tempat storage gede (sebesar kertas folio) di dashboard tengah. Itu bikin silau kalua nyetir siang. Musti dilapis stiker doof nih. Atau dilapis bahan yang mencegah barang, HP merosot kalau ditaruh di atas dashboard. Lupa namanya produknya (anybody help ??).

Doortrim
Doortrim sudah ada lapisan (seuprit) kulit warna Ivory. Dan juga sudah ada plastic yang dilapisi oleh motif kayu warna hitam ke abu-abuan. Sisanya adalah plastic hitam yang texturenya kasar bintil-bintil kayak kulit jeruk.
Semua adalaah pisau bermata dua. Sisi negativenya, masa iya mobil hampir setengah Em, bekledingnya lebih jelek dari Ipah. Sisi positivenya : kalua kotor tinggal dibersihkan pakai shampoo mobil dan kanebo. Beres.
Steer memakai palang 3, dengan dilapis kulit. Lingkar kemudi pas dan posisi duduk tinggi (commanding pisan, euy). Di kiri ada pencetan untuk Entertaiment. Yang di kanan adalah Auto Cruise. Steer belum telescopic (dipanjang pendekin) tapi Cuma bisa “Tilt” untuk naik dan turun saja.

AC Panel
AC panel sudah memakai system digital, yang terpusat di semuah “sentral” yang berbentuk bulat. Dimana banyak tolmbol dipusatkan menjadi satu. AC juga sudah menganut climate system, dimana kita tinggal atur suhu yang diinginkan. Sudah tidak ada lagi pencetan kompor rinnai, atau tombol AC mirip tutup botol oli kayak di Ipah GNKI saya sebelumnya.
AC sangat dingin terasa, sehingga jarang sekali kami sekeluarga memakai AC barus ke 2 dan ke 3.
Kalaupun pernah, hanya sesaat sesudah masuk mobil, dimana mobil dipanggang di panas matahari, butuh pendinginan extra. Setelah 5 menit, Blower belakang biasanya dimatikan.
AC belakang punya lubang bulat di Row 2 dan Row 3, yang mana flap (bilahnya) bisa diarahkan ke mana kita suka. Saya prefer untuk arahkan tembakan AC ke jendela samping, supaya tidak masuk angina.
Sebagai perbandingan AC Ipah GNKI saya bentuk lubangnya di Row2 dan Row 3 adalah rectangular. Yang terbatas arah tembakannya. Biasanya istri saya suka ngeluh kepalanya pusing. Ternyata karena tanpa sadar sdh 1 jam ditembak AC.
Cup Holder / Storage
Kalau anda suka makan, mnum sambil jalan-jalan, ini mobil cocok untuk anda. Ada total ada 13 cupholder untuk minuman di mobil ini. Selain itu juga terdapat tempat untuk coin yang lumayan banyak.
Misalnya penumpang Depan bisa menempaatkan minuman di bekleding atau di dashboard kiri depan AC (pop-up system). Selain itu juga ada 2 tempat minum di dekat rem tangan. Untuk Driver juga ada di kanan atas, dekat AC. Dan juga di bekleding.
Di Row 2 ada di bekleding kiri kanan. Dan di bangku tengah (arm rest) yang terdiri dari 2 tempat. Kata anak saya tempat Chatime. (** Chatime itu adalah aspirasi anak saya kalua ke Ace Hardware atau Informa)
Jok
Jok sudah dbungkus kulit, merek saya gak jelas. Warna Ivory. Menurut saya yang nubie, ini jok enak, krn punggung tidak keringatan.Jok Depat serasa semi bucket. Jadi kalua di pengkolan, badan sedikit tertahan. Risiko kalua sudak makan mie Aceh di mobil. Musti siap siap pembersih jok kulit.
Aroma jok kulit sedikit banyak membuat terasa “beda” dibanding jok yang dibungkus artificial leather. Nyetir lama punggung tidak basah oleh keringat.
Jok depan dapat distel ke 6 arah memakai tombol di sisi kanan memakai tenaga motor listrik. Saat mesin mati juga motor ini tetap berfungsi. Hat hati jangan sampai anak-anak main main di kursi ini, Aki bisa tekor.
Kalau ada sepati yang sempat nyosor ke bawah kolong supir, hati hati nariknya. Nanti kabel power ikut tertarik. Biasanya sepatu wanita dan anak anak.
Jok ini untuk Row 3 dan Row 2 bisa direbahkan dengan rata. Jadi kalua kepepet roadtrip tidak dapat hotel, bisa tidur lempeng. Untuk itu tinggal bawa Kasur tipis atau Kasur udara.
Jok ini konfigurasinya 2-3-2, jadi total 7 seaters. Kalau di Innova saya yang lama kalau kepepet masih bisa isi 8 orang dgn konfigurasi 2-3-3. Tapi untuk MuX tidak bisa, karena kursi belakang adalah terpisah antara kiri dan kanan karena ada tempat minum/makanan diantaranya (terbuat dari plastic).
Jok sudah memiliki isofix, dimana kalua ada baby seat, dapat dengan baik “nemplok” karena bisa diikatkan. Kalau penumpang di baris ke 2 ingin membawa barang belanjaan ringan, sudah ada cantelan di punggung Jok row 1.
Jok Row 3 dan Row 2 sudah dilapisi plat baja di bagian belakang. Tujuannya supaya ada “tatakan” kalua jok ditekuk rata lantai dan kemudian ditimpa beban berat kayak salah satu Moderator yang kasohor itu (siapa namanya hayoo ??)
Karpet
Karpet berwarna hitam yang kasar. Sedangkan karpet dasar belum tersedia. Mobil saya masih memakai konfigurasi : karpet basic, karpet kain yang ada tulisan Isuzu, dan kaarpet bonus dari sales warna hitam (bisa beli di Ace Hardware).
Peredaman
Peredaman kabin cukup baik. Bila mesin hdup dank aca dibuka, maka suara mesin sangat kentara. Tapi kalua sudah kaca nutup, maka suara sudah berkurang jauh. Saya belum ukur pakai alat berapa Db. Mungkin salah satunya karena karet pintu yang tebal dan di beberap posisi dibuat double.

Entertainment
Hanya ada pilihan USB, SD Card, Bluetooth, CD atau VCD. HU 7” sdh layar sentuh, tapi bisa dimainkan dari pencetan yang ada di stir.
Layar saya belum tahu kualitas warna (coloring) nya. Karena belum pernah mutat DVD. Mudah-mudah tidak mengecewakan.
Karena ini MuX type standard, maka tidak ada GPS, tidak ada Tyre Pressure Management. Tidak ada kamera 360, yang aada kamera mundur dan sensor sonar. Tapi cukup lumayan untuk melihat apa yang ada di belakang. Dan malam hari warnanya terang benderang.
Untuk tail gate belum ada power back door. Tapi untuk buka kita cukup pencet tombol kecil.

SAFETY FEATURE DAN COMFORT & CONVENIENCE
Karena ini produk underdog maka secara fiture, untuk trim standard juga sudah “melimpah ruah”. Berikut ini adalah fiture si Bravey : ABS, EBD, ESC, TCS, HAS, BA, Immobilizer, Alarm, Rear Camera, Sensor, DRL, Keyless Entry, Side Intrusion Door Beam (siapa tahu ketabrak).
Untuk Comform & Convenience sudah ada yang standard mobil masa kini. Tapi ditambah lagi dengan Cruise Control, Passive Entry, Steering audio control.

ENGINE
Untuk Indonesia, kita cuma kebagian type 2500 cc yaitu 4JK1-TC HI-Power. Dengan Power 136 HP dan Torsi 32.6 Kgm yang diperoleh di 1800 – 2800 RPM. Redline sendiri adalah 4300 RPM. Ini adalah power dan torsi paling rendah untuk kelasnya.
Turbo sudah mengadopsi VGS, nama lain buat VGT atau VNT. Nama beda beda, tapi esensinya sama saja.
SUSPENSI
Suspensi menganut Independent Coil Spring Suspension (Depan) dan 5 Link Coils pring + Stabilizer (sway bar), dengan memakai Gas Shock Absorber.

PERFORMANCE
Berkat komporan oom F272, akhirnya test drive MuX ke Pangandaran akhirnya diikuti 26 peserta. Sungguh suatu yang sangat mengharukan bagi saya karena ini adalah hajatan perdana SM, sehingga oom Wira a.k.a Tomc4t sampai bela belain datang dari Surabaya untuk secara resmi membuka acara ini dan mengibarkan bendera start di Ciwidey.
Terima kasih juga buat oom Wahdi F272 (untuk survey 2x dan segenap persiapannya, oom Bayu Paidjo (untuk persiapanya terutama booklet), dan oom Victor (sudah belai belain survey dari Bandung - Pangandaran).

Nah, bagaimana performa si Bravey selama road trip ini yang medannya benar-benar komplit : Jalan datar, tanjakan, turunan, pasir, lumpur, batu, tanah, kerikil/macadam, berair. Cuaca juga ada saat cerah dan ada saat hujan deras.

Mesin
Menurut saya ini mesin adalah karakter main di RPM bawa ke menengah. Oleh karena itu di tanjakan tidak ada masalah untuk mengail torsi walau diatas kertas cuma 320 NM.
Dengan mode manual maka di posisi gigi 2 dan gigi 3 mesin tidak pernah kekurangan torsi.
Kalau di High Speed saya belum pernah coba, nanti akan komentar lagi.
Tranmissi
Ini transmissi sudah dilengkapi Adaptive Gradien Logic Control. Artinya dengan posisi “D” saat kita sedang kecepatan tinggi, lantas ketemu jalan nurun, maka mesin akan nurunin giginya ke tingkat lebih rendah supaya ada engine break. Hal ini beda dengan Ipah saya sebelumnya yang kalua di turunan tol Cipularang harus masuk ke 3 atau 2. Sebab kalua di “D” mobil serasa meluncur lepas bebas.
Efek bengong transmissi, bengong milih gigi berapa yang pas, tidak terasa di mobil ini. Komputer selalu sigap memilih gigi berapa yang cocok. Tapi karena didesain supaya irit, rasanya mode matic di posisi D selalu bermain di RPM agak rendah sehingga kurang fun to drive. Tenaga kurang “kenyal” (what a strange word)…makanya ke luar kota enakan maen manual saja. Terutama untuk nyalip bus atau truck.
Jedug ? Ooh….no no…it’s not something I expect to come along.
Putu ? So far so good, no putu at all. Hoping it will last for good that way.

Suspensi

Suspensi mobil ini sangat nyaman untuk perjalanan keluar kota, terutama ketika jalan yang dilalui banyak yang keriting atau lubang-lubang kecil. Maka karakter suspense yang lembut membuat penumpang serasa diayun-ayun. Anak saya tidur sepanjang jalan sejak cerita horor oom F272 (Pameungpeuk) sampai Pangandaran.

Tapi untuk cornering, mobil ini tidak enak karena limbung. Tapi disbanding Panther (LS atau Touring), suspense mobil ini sudah mendingan. Kalau Panther cenderung terlalu lembut sehingga sering terasa limbung dan “ngangguk” kalau ngerem.
Pengereman juga lumayan pakem karena didukung 4 cakram besar.
Konsumsi BBM untuk roadtrip adalah 11.2 km / liter untuk rute kombinasi, mulai dari macet jahanam di Jumat (9 Dec 2016) yang membuat Ciputat – Bekasi lebih dari 3 jam. Naek gunung, maen offroad, toll, jalan biasa. Entah ini akan berubah sesudah selesai Inreyen. Saat berangkat ke Roadtrip odo masiih 75 km. Saat kembali sudah mencapai 850 Km.
Untuk rute yang sama VRZ oom Wahdi 10.9 km/l (tolong koreksi kalua salah, oom).

VERDICT
Saya harus katakana bahwa saya cukup puas dengan mobil ini. Dengan harga yang “murah” ini mobil sangat value for money. Yang penting jangan sampai kita sudah berpikir “harga jual” sebelum membeli mobil ini. Dan saya sadar bahwa ini bukan Toyota atau Mitsubishi.
Tapi saya selalu ingat pepatah pedagang mobkas : Mobil apapun kalua diesel, 3 baris pasti laku dijual”.

Masih banyak yang menyangka ini “Panther”, padahal harga sudah 50% lebih mahal. Mau gimana lagi….orang Indonesia kalua ingat Isuzu, maka ingatnya Panther dan/atau Elf.
Secara Luxury memang mobil ini kurang. Mungkin memang engineernya Isuzu belum sampai levelnya untuk urusan kemewahan.
Longevity (umur panjang) adalah kekuatan utama mobil ini. Di Ausia, ini termasuk kategogi “B10” yang artinya hanya 10% populasi MuX yang akan tewas sebelum mencaai 500,000 km. Yang sisanya 90% lagi akan berumur panjang, dengan perawatan standard (ganti oli, filter, dll).
Saya jadi teringet cerita oom Aditya dimana di Solo ada Panther yang sudah odometernya berhenti (1 juta km) tapi belum rusak-rusak. Dan saking cintanya si owner gak mau jual sekalipun si owner beli mobil baru lagi. Terlanjur cinta.
Sesudah baca abaca trit MuX di SM sudah ada beberapa yang keratjoenan dan akhirnya bawa pulang MuX…… Wkwkwkwk… itu baru namanya Edukasi.

Photo dan Video akan diupload terpisah.
Semoga tulisan ini berbermanfaat bagi kita semua.

.


Ciputat, 18/12/2016

This topic has 698 replies

You must be a registered member and logged in to view the replies in this topic.


Register Login
 
Post Reply