Review All New Honda Accord 2.4 VTI-L 2014

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: ChZ, ginting, FRD, artoodetoo, b8099ok, F 272

Post Reply
User avatar
AD74YA
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 9604
Joined: 13 Jun 2008, 02:51
Location: Surabaya, Pakuwon City East Coast

Review All New Honda Accord 2.4 VTI-L 2014

Post by AD74YA » 25 Aug 2013, 15:32

Halo all... Setelah lama nggak online, saya mau coba share review personal saya pada All New Accord 2014. Maaf bagi yang sudah menunggu lama..

So far semenjak bulan April saya sudah 2x short range test drive dengan perlakuan cukup ekstrim terhadap mobil ini, test drive pertama di bulan April saya dapat kesempatan ngicip di mobil display sebelum dikirim dari Bandung ke Jakarta, sedangkan kesempatan kedua kembali datang di bulan Juli milik seorang kenalan. Mobil test drive kedua ini sudah mengalami sedikit modifikasi di badian audio nya, sedikit memberikan sensasi berbeda, tetapi sisi baiknya saya bisa hajar lebih kasar dan lebih perhatian di kemampuannya waktu test drive.. Ok, here goes...

Intro
All New Accord 2014 merupakan keturunan ke 9 dari nenek moyangnya, dan secara sial New Accord ini dicanangkan sebagai penanda come back nya Honda di kancah otomotif.Why? Let me explain:

Sudah hampir 3 generasi kebelakang, kurang lebih semenjak CRV gen 1 keluar, perkembangan teknologi di Honda cenderung stagnan.. Formulanya sama untuk semua line up Honda sampai sekarang: monocoque, FWD, double wishbone, fuel efficient N/A engine (bukan fokus ke performa). Gampangnya cukup dilihat dari Accord generasi ke 5 (1993); dari jaman itu udah pakai VTEC, CD chassis (naik dari segmen small ke midsize), double wishbone,dan grade-logic transmission... Daaann... Sampai Accord generasi ke 8 formulanya masih sama persis. Tidak ada perkembangan teknologi yang berarti, setiap penerus yang baru keluar hanya merupakan penyempurnaan produk yang sudah ada.. Mesin sama, hanya efisiensi yang diatur; rigid chassis sama, hanya makin melar; suspensi sama; dan transmisi hanya mendapat tweaking software pendukung saja.. Dengan kata lain, Accord generasi ke 8 sebenernya sama aja dengan generasi ke 5, yang beda hanya kosmetik dan ukuran badan saja. Jadi konsumen membeli barang yang "sama persis", tapi dengan harga 7x lebih tinggi dibanding sebelumnya (kasus di Indonesia) karena sebelumnya harga kisaran 70 jutaan, sekarang 500 jutaan.

Pada generasi yang sama, class leading di bagian family saloon; VW Passat, mengalami perkembangan yang cukup signifikan di setiap variannya. Tahun 1993 mesin Passat di mount transverse, punya sistem 4WD berkode "Syncro". Generasi berikutnya (1996) mount mesinnya berubah jadi longitudinal, 4WD Syncro diubah menjadi 4Motion dengan mengubah suspensi depan jadi four-link, dan belakang full independent, dan transmisinya mulai pakai tiptronic. Generasi berikutnya (2005) basis chassis nya berubah, mount engine balik ke transverse, pengubahan differensial agar penyebaran torsi ke roda depan lebih merata di sistem 4WD nya, dan mesin mulai pakai line up TSI (double charger)..

..Get the picture?..

Mungkin sebagian Honda fanboys bakal komen; "Ya emang gak butuh perkembangan karena Honda udah sempurna..", atau "Yaelah buat apa pake double charger, ngulik mesin dikit juga Passat kalah.. Pitek just kick'in yo!..." atau komentar geblek yang lain.. The fact is... It isn't. Kalau patokannya performa layaknya those pathetic fanboys, ya silahkan jawab aja kenapa Civic Type-R EK lebih kenceng dari Civic Type-R FN 2007?.. Performance-wise, Honda gak merhatiin 0-60 times at all tiap peluncuran line up barunya. Honda terlalu fokus membuat mobil sebagai "tool" dengan memberikan apa yang mostly kosumennya mau: Ruang yang lebih lega, dan Mesin yang lebih irit. Kalau pun generasi yang baru lebih kenceng sedikit dari yang lama, itu hanya bonus dari ulikan sistem yang udah ada.

For sometime, strategi ini berbuah sangat manis untuk Honda. Rivalnya yang selalu melakukan eksperimen menuai banyak protes karena kurang reliabel, sedangkan Honda mendapatkan badge "bullet-proof" karena ya.. spesifikasinya selalu simpel dan makin lama tenaga ahlinya makin banyak. Dengan reputasi itu, penjualan pun membludak.. Bahkan Accord menjadi mobil import pertama yang melebihi rekor kelas yang sama di US terhadap merk US sendiri. Sejak saat itu, Accord serta merta jadi benchmark pabrikan mobil lain untuk kelas family saloon di bidang ukuran, displacement mesin, FC dan akomodasi.

Permasalahan baru dimulai akhir-akhir ini.. Buah yang manis ini mulai di gerogoti oleh rival Honda, dan nggak cuman 1 merk, tapi 4 merk sekaligus; VW Passat, Nissan Altima, Hyundai Sonata, dan Mazda6 (Camry gak perlu dibawa, karena udah termasuk yang paling established) :upss: . Kurangnya pengembangan di sektor teknologi Honda membuat Accord gen 8 menjadi tidak menarik jika dibandingkan dengan rival-rival nya yang saat ini telah established sebagai satu paket produk. Altima dengan CVT dan FC nya yang irit, Passat dengan double charger dan DSG nya yang makin lama makin seamless, plus refinement yang memposisikan kelas Passat makin mendekati Phaeton, Mazda6 dengan mesin dan 6-speed Skyactiv yang menuai pujian dimana-mana, dan juga chassis yang balanced plus VW level of refinement di sektor interior makin membuka mata konsumen ketika dibandingkan langsung dengan full-sized Accord gen 8 yang punya mesin i-VTEC jadul, transmisi masih 5-speed with Logic Grade, interior kelas Japanese, dan handling 0.

Nggak cuman di Accord, stagnan nya Honda di bidang teknologi ini merembes ke produknya yang lain.. Seakan kehabisan ide, di produk-produknya yang lain Honda cuman berkutat di pengaturan ruang dan eksperimen design. CRV yang dari awal berkonsep kontemporer makin kesini makin gak jelas bentuknya, Jazz yang makin kesini makin melar tapi teknologinya malah turun dari CVT ke 5-speed auto, Odyssey yang makin kesini cuman makin dikasih maskara, dan yang paling parah, Civic, as we all know, jadi jelek banget bentuknya.

Konsumen yang sadar akan hal ini malahan memposisikan segmentasi Honda sebagai kendaraan untuk "orang tua" saking predictable nya, un-exciting, dan gak pernah ada inovasi teknologi yang memberi pengalaman baru pada tiap variannya. Seorang kerabat yang kuliah di Halle, German, sempat di bully ketika mau membeli Honda New Jazz karena dikira mau beliin buat ibunya.. Sampai akhirnya ambil Audi A3. Di Eropa, Honda sudah tidak identik lagi untuk anak muda.
Sampai akhirnya Takanobu Ito (CEO Honda) sendiri yang bilang "Enough! We have to change, everything."

Dari tahun kemarin Honda mengembangkan perusahaannya menjadi lebih ekstensif, selain berupaya membangun lagi pabrikan utamanya yang terkena tsunami, Honda betul-betul fokus mengembangkan global modelnya. Mengambil contoh dari Ford yang sukses dengan cerita Fiesta dan Focus, Jazz dan Civic generasi baru yang akan keluar nanti di develop di UK, dari design, mesin, dan powertrain. Bahkan termasuk supply untuk pasar Jepang sendiri. Pasar juga makin bergairah dengan intense nya pemberitaan pengembangan NSX yang baru 2 minggu yang lalu salah satu test mule finalnya udah ngiter-ngiter di Nurburgring. Dan, berita gembira untuk semuanya, terutama fanboys, adalah bahwa Honda udah melakukan pinky-promises dengan Mclaren untuk supply mesin dan powertrain pada F1 musim 2015. Hal ini sebagai statement Honda bahwa mereka akan berubah dari "mobil keluarga" kembali menjadi "mobil sport", statement Takanobu bahwa Honda is not dead, Honda still has its guts in engineering technologies, and once again will lead the motorsport world.

Balik lagi ke pertanyaan di awal Prolog, kenapa New Accord generasi 9 ini yang kena sial? Karena Honda menetapkan bahwa Accord baru ini adalah batu pijakan awal Honda untuk berkembang kedepannya. Dengan kata lain, a little showcase to show the world what they can expect from Honda in the future.
Dan disitu semuanya jadi menarik, apa sih yang baru dari new Accord ini?.. Let see what's what:

Review
Dalam bahasa yang singkat, semuanya baru. Design yang baru, engine dan powertrain baru, engineering, electronic, safety equipment semuanya kena perombakan. Desainnya misalnya, berubah dari pakem yang lama "bigger is better", New Accord ini lebih pendek sekitar 3,1 inchi dari pendahulunya, hal ini membuat Accord yang tadinya masuk segmen ukuran Full-sized sedan (E-class), jadi berada di ambang medium-sized. Yang keren, hampir semua ruang bertambah dibanding Accord sebelumnya; ruang interior & legroom depan masih sama ukurannya, legroom belakang malah nambah 1,3 inchi, bagasi lebih besar beberapa liter, headroom dan shoulder room penumpang belakang pun malah bertambah besar.

Di bagian engine, di Accord ada varian mesin pertama dengan nama EarthDreams (probably the stupidest name of engine ever) biar gampang, sebut saja ED. ED ini sebenernya di aplikasikan ke mesin VTEC Honda yang udah ada (bukan literally all new) dengan tujuan untuk menaikkan thermal efficiency dan meminimalkan friksi, similar with Mazda's Skyactiv Engine. Hasilnya adalah, output torsi yang didapat bisa lebih besar, tapi FC nya lebih irit. Di Accord, Variable Timing Control (VTC) nya di ulik untuk efisiensi intake, big change nya ada di bagian multi-port injection berubah ke direct injection technology (first in Honda, kalau gak salah hehe).Hasilnya adalah 5% lebih irit, dan torsi naik 10%.. Gak begitu wow sebenernya ya, tapi paling gak perubahan mesin yang cukup "radikal" untuk ukuran Honda.
Di bagian transmisinya, di Accord sebenernya ada CVT baru yang pertama kali diaplikasikan Honda ke mesin 2400cc nya, sayangnya yang masuk ke Indonesia masih 5-speed auto hanya ulikan Grade Logic yang didapat, jadi kita skip saja.

Dibagian engineering nya yang menurut saya pribadi paling asik dan paling terasa diantara seluruh perubahan yang Accord lakukan. Selain desainnya yang lebih chic, teknologi yang tersemat di perancangan chassis nya merupakan salah satu yang paling advanced sepanjang sejarah Honda. Penggunaan high-tensile steel di badannya meningkat 55,8% lebih banyak ketimbang Accord sebelumnya, dan sebanyak 17,2% besinya merupakan grade 780 mPA, 980 mPA, dan 1500 mPA (extreme high grades). Hal ini meningkatkan structural rigidity, mengurangi bobot kendaraan, yang pada akhirnya meningkatkan ride dan handling, menurunkan level NVH, menaikkan performa dan menambah irit FC. Saking ekstensif nya, dengan segala penambahan fitur dan pernak pernik baru di mobilnya, total Accord ini lebih ringan 25kg dibanding pendahulunya.

Dibagian elektronik, ada sesuatu yang namanya Honda Multilink atau whatever that is. Di produk VTI-L yang masuk sini kurang lebih dapat 2 layar LCD di tengah dash, 8" dan 5" (i-MID), bluetooth, navigasi, ECON, electric seats kiri kanan, rear sunshade (udah ada di Accord yang sebelumnya), rear audio control (udah ada di Accord yang sebelumnya), Start/Stop button, double LED headlights, auto rain sensing, dan yang paling asik : Active Noise Cancellation.
Di bagian safety, bagian yang biasanya paling banyak kena sunat, cukup mengagetkan isi Accord baru ini. Airbags kalau gak salah ada 4 biji instead of 2, ada VSA, Hill Start Assist, Lane watch, kamera mundur, smart key system. Still not leading and groundbraking di kelasnya, since disini Mazda6 tetep paling lengkap fitur keselamatannya, tapi minimal Honda kali ini bisalah berbangga hati didepan Camry.

Eksterior
No other words other than Beauty. Desain yang sleek, crisp, meskipun nggak bisa dibilang [cencored] dan dramatis. Tetep, secantik apapun desainnya, kesan yang timbul kalau naik mobil ini adalah sudah berkeluarga.. Dan kalau anak muda yang bawa, langsung diasumsikan ini mobil bokapnya. But, diluar kesan-kesan "tua" itu, terlihat desain yang ada di Accord baru ini lebih mewah, lebih professional, lebih mature di banding pendahulunya. Elegan dan kelas nya lebih dapet. Atap Accord yang sebelumnya menurun agar tarikannya lebih sportif berubah menjadi rata dan semakin kebelakang menyerupai fastback. Di beberapa varian mobil Eropa seperti seri 5 GT dan A7, desain fastback seringkali menghancurkan desainnya, tapi tidak di Accord ini. A little weird, yes, tapi definitely not ugly. Desain velg dipadu dengan profile ban nya pun terlihat jauh lebih selaras di banding pendahulunya, sekarang cantik banget.
ipon1.JPG
ipon2.JPG
Somehow seperti ada sebuah cerita yang lucu antara Accord dan Camry.. Pada generasi ke 8 Accord yang bersamaan dengan Camry XV40, Camry memimpin duluan dengan desain konservatif elegan, setelah itu sebagian market share di ambil Accord yang menggunakan desain kontemporer elegan. Sekarang malahan Camry ngeluarin XV50 dengan desain kontemporer elegan, Accord malah konservatif elegan.. Dan keduanya mengklaim bahwa itulah wajah baru perusahaan mereka kedepannya..

Accord yang baru by a long way is a looker dibanding Camry baru. Lebih ganteng, terkesan jauh lebih mewah, dan lebih gagah. Dari jarak dekat pun tidak mengurangi kegantengannya; LED HL nya cantik, apalagi dipadu DRL nya ketika nyala. Door mirror dengan LED cantik seperti di CRV, bentuk grill dengan chrome sederhana tapi berpadu cantik membentuk X dengan airscoop bumpernya. Belt line rata meninggi ke belakang membuat mobil terlihat lebar dan berisi dari samping, dan lampu belakang besar yang ciamik dipadu chrome, sekilas mirip new E class.
Accord39.JPG
Accord37.JPG
All in all, sebagai sebuah family sedan, tidak ada kekurangan berarti dari segi eksterior IMO.


Interior
Bicara mengenai interior, dari dulu kalau ngeluarin sebuah varian All New, udah kebiasaan Honda berubah radikal. Jadi tidak mengagetkan kalau Accord baru ini mendapatkan banyak perombakan di bagian interior. Sayangnya, berbeda dengan eksterior, saya menemukan beberapa kejelekan dari desain interior Accord ini. Kita mulai dari yang bagus:

The Good
Dari dulu Honda terkenal kalau bikin interior yang utama adalah simplisitas, dan fungsonalitas ketimbang mewah. Di Accord yang baru ini, sepertinya mereka mencoba menambahkan kemewahan dalam simplisitas dan fungsionalitas. Sejauh pengalaman nubie, Accord yang baru menawarkan kemewahan desain dan fit finish yang meningkat di generasi sebelumnya. Secara kasat mata, mendekati kualitas Volkswagen dilihat dari panel gap yang ada. Ngomong-ngomong panel gap, desain Accord baru ini cukup pintar menyembunyikan sambungan-sambungan panel interior. Semua terlihat seakan one-piece, padahal tidak.. Hal ini terutama dipengaruhi oleh desain "one-piece" center console dan head unit in-dash baru yang mencuri pandangan. Aura lain dari desain mobil Eropa juga tercium dari tinggi dan flat nya dashboard, layaknya ciri khas Mercedes Benz. Terlihat mewah dengan meter-cluster yang seakan menyambung dengan layar informasi 8 inch. Tarikan garis tinggi Dashboard ini membuat desain semuanya serba tinggi; doortrim depan belakang jadi mengikuti, membuat driver dan penumpang terasa "cocooned". Hanya saja, dengan ruang interior yang luas, rendah, nyaman, desain cocooned ini memberikan rasa aman, bukannya sempit atau bahkan claustrofobic seperti desain interior Santa Fe contohnya. Selain itu, wooden panel, meskipun keliatan boongan, menambah kesan mewah mobil ini.
Accord24.JPG
Accord26.JPG
Nilai plus lain, tempat penyimpanan banyak ada di mana-mana.. Ergonomis tampaknya cocok menjadi kata kunci disini.. Doortrim dengan desain yang baru terkesan tipis, akan tetapi masih bisa nyimpan 2 botol aqua 300mL. IMO, sekali lagi Honda juara di pengaturan ruang. Ini yang mengantarkan kita ke bagian terbaik mobil ini: akomodasi penumpang. Bahkan di bagian belakang, ruang kepala tinggi, shoulder room besar, legroom besar, dan dengan warna cerah interiornya (creme) membuat semuanya terasa lapang dan luas. Bahkan saya merasakan lebih lapang berada di row 2 mobil ini ketimbang E300.

The Bad
Hal pertama, yang pasti semua yang pengalaman sama Honda generasi terakhir-terakhir ngeh, adalah desain kursinya masih sama (CRV-Odyssey, Accord -> semua kursinya serupa). Memang, tidak ada masalah berarti dengan desain kursinya; dasarnya flat, lower back support bagus, shoulder pad empuk; tapi mbok ya ada paling nggak ada sedikit kemajuan gitu... Begitu buka pintunya, "eta deui, eta deui..." ; Let's be honest, kursi merupakan salah satu elemen penting untuk pengalaman berkendara. Driving Subaru Impreza dengan Recaro merupakan pengalaman yang beda dibanding dengan kursi standarnya, I know, I've tried it. Karena feel kursinya sama persis, jadi kesan pertama naik mobil ini nggak ada bedanya dengan naik generasi sebelumnya.. Kalau saja misalkan dibentuk semi-bucket, atau ada fitur pijatnya, atau minimal ada desain stiching baru saja, efek "baru" nya akan semakin berasa. Sejauh ingetan ane recall produk-produk Honda, desain kursi seperti ini kalau tidak salah di mulai di Odyssey RB1 (2004), setelah itu untuk semua top varian Honda desain dan rasa kursinya sama semua.
Accord19.JPG
Kedua, clue panel gap masih sedikit tercium, meskipun jauh lebih tersembunyi di banding generasi sebelumnya. Di kendaraan yang saya coba, keciumnya di glovebox penumpang depan yang terlihat agak miring, satu lagi di penyimpanan koin di center console. Di glovebox perhatikan baik2 kerapihan atau alur garisnya:
Accord36.JPG
Ketiga, peningkatan kemewahan memang terasa di mata, tapi untuk beberapa titik, tidak di tangan. Contoh; upper panel dashboard, terutama di bagian penumpang, saya mendapati Camry XV50 dashboard dengan stitching-nya lebih mewah ketika disentuh ketimbang Accord yang masih plasticky dan terkesan murah. Contoh kecil lipetan kulit ga rapi:
Accord28.JPG
Keempat, dan menurut ane kekurangan terbesarnya, adalah desain ukuran dan posisi setir. Sama seperti kursi, setir menawarkan pengalaman berkendara. Dan di Accord ini setirnya terlampau besar, dan terlampau tegak. Awalnya saya mengira posisi duduk saya yang salah, saya coba benerin menggunakan adjustment kursi, ternyata masih terlalu tegak. Akhirnya saya coba ulik posisi setirnya dengan tilt dan telescopic-nya, masih gak dapet juga posisi natural untuk setirnya. Aneh. Saya tanya sama temen saya yang punya mobil, ternyata dia merasakan hal yang sama, memang itu salah satu keluhan dia tentang mobilnya, selain dash yang terlampau tinggi untuk dirinya (tinggi beliau kurang lebih 165 cm). Tercium maksud designer Honda sepertinya untuk memberikan kenyamanan tambahan untuk orang dengan ketinggian badan diatas 175 cm, karena nubie bayangkan dengan desain seperti ini, hanya orang yang tinggi bisa merasa natural posisi setirnya. Notes: Posisi duduk tidak ada masalah, malah termasuk sempurna. Tinggi untuk sebuah sedan, tapi as a family saloon bisa dimengerti lah.
Accord1.JPG
Test Drive
Udah panjang banget ni nulisnya, gak usah ba bi bu lagi, ini kesimpulannya:
The Good:
Pertama, kombinasi mesin dan grade-logic yang baru memberikan akselerasi yang sangat lembut untuk mobilnya. Tidak ada lagi efek torque steering ketika bejek gas seperti di Accord generasi sebelumnya. Pada uji coba yang pertama saya menerbangkan mobil hingga mendekati 160 km/h, masih sangat terasa nafas VTEC yang panjang.. Torsi puncak terasa di kisaran 4000 RPM, tapi jika ingin merasakan tenaga maksimal mesin 2400cc di Accord ini, terus bejek hingga kisaran 6500 RPM.. Dikisaran itu baru kerasa tambahan 10 HP di Accord yang baru, dan jelas lebih terasa cepat di banding Accord sebelumnya. Akselerasi jelas terasa lebih cepat, dan peningkatan kecepatannya terasa konstan. Lag sangat minim, itupun hanya disebabkan karena transmisi konvensionalnya.

Kedua, the ride is sublime. Bahkan dengan velg 18" kenyamanan mobil ini sangat baik. Dengan jalan raya kondisi Bandung yang semi-offroad (thanks to Walikota nggak kompeten sebelumnya), bantingan awal terasa lebih harsh ketimbang Accord sebelumnya, tapi rebound berikutnya sangat baik menjadikan mobil ini terasa sangat nyaman. Bukan dalam ukuran E300, tapi untuk sebuah mobil Jepang medioker (bukan kelas luxury), rasanya mirip Lexus LS (Lexus LS tetap lebih baik di pantulan suspensi melewati jalan rusak).

Ketiga, NVH terasa berkurang. Suara dari ban teredam sangat baik, suara angin nyaris tidak ada bahkan di kecepatan tinggi, getaran berkurang, saat melayang di kecepatan tinggi di jalan mulus kayak nyetir diatas kapas. Bagian yang ketiga ini merupakan salah satu alasan utama jika kedepannya saya akan membeli Accord, tapi bahkan bagian 3 ini tidak sebaik nomor 4:
Keempat, dan merupakan kelebihan paling utamanya, adalah chassisnya. Jauh lebih stiff, dan lebih ringan, dan ini sangat terasa di genggaman setir. Meskipun berat keringnya hanya berbeda 25 kg, mobil ini terasa jauh lebih agile ketimbang sebelumnya. Tidak terasa panjang badannya hanya berkurang sedikit ketimbang sebelumnya, mobil ini terasa sebesar Civic ketika jalan. Chassis flex nya berkurang jauh, jauh sekali, ketimbang sebelumnya. Membuat body roll berkurang signifikan, jauh lebih stabil di kecepatan tinggi, dan, entah saya kerasukan apa, ada sedikit feedback di setir yang seakan mencoba komunikasi dengan saya ketika manuver kiri-kanan.

The Bad:
Pertama, audio. Quite simply suara yang terburuk yang ada di kelasnya. Nggak ada punch, kalau dibesarin pecah suaranya, pintu geter, bass terlalu dominan. Layaknya produk-produk Honda yang lain lah.. Sepertinya masih seperti CRV, speakernya kelas ganjelan pintu.

Kedua, printilan yang diberikan banyak yang nggak guna. Seperti blind spot kamera di kiri, dan infotainment center. Dengan visibility yang sempurna, bilnd camera bener-bener useless, sehingga pada akhirnya terkesan seperti mainan saja. Lalu infotainment center terasa terlalu complicated untuk hal-hal gak penting, apalagi dengan 2 layar juga terasa useless.

Ketiga, transmisi. Adoooh.... Mesin udah bagus-bagus, dikawinin sama 5-speed konvensional... Jarak gigi 3 ke 4 masih kejauhan, jarak 4 ke 5 masih terlalu dekat.. Agak ngeselin pada kondisi manuver di kecepatan tinggi, kalau harus hard braking, lalu bejek gas lagi untuk ambil momentum, udah, kerasa o'on transmisinya. Plus, tambahan tenaga 10 HP itu 99% keadaan normal gak akan terasa sama sekali.

Keempat, remnya. Pada kecepatan normal, feeling rem sempurna. Sangat lembut tapi bisa menghentikan mobil dengan sangat cepat (thanks to roda 18" dan body yang lebih ringan). Hanya, rem-nya sangat cepat fatigue ketika test performa.. Baru di pakai beberapa jam terasa cengkeramannya tidak se-fierce pertama, dan selesai test jadi ada bunyi ketika di rem, harus nunggu dingin dulu baru nggak bunyi lagi.

Kelima, dan seperti biasa, yang paling parah, adalah handling. Mobil terasa agile, dan lebih komunikatif dibanding sebelumnya, tapi tetep, nyaris nggak ada feedback apa-apa di setirnya. Lock to lock setir juga terasa terlalu besar sehingga membuat mobil tidak terlalu merespon setir dengan cepat. Plus, setirnya sangat ringan, begitu ringannya sampai kucing saya bisa belokin setirnya untuk belok kanan sempurna.. (nggak habis pikir..). Terasa semua yang meningkat tentang handlingnya di mobil ini bukan karena memang Honda fokus ke handling, tapi lebih karena after-effect aplikasi chassis yang lebih ringan dan lebih kaku.

Pros: Mesin baru yang pastinya lebih irit, LED headlights keren, nyaman sekali, paling lapang di kelasnya, eksterior paling cantik di kelasnya, merk Honda -> ASS terjamin.
Cons: Transmisi konvensional, interior bukan yang termewah di kelasnnya, audio wajib upgrade, rem cepet fatigue, harganya (tetep) nggak sebanding untuk apa yang di dapat (terutama kalau udah bicara kualitas buatan), daaaan... handling.. On the plus side though, bisa jadi alasan untuk hire driver.

Kesimpulan: Mobil yang nyaris sempurna untuk keluarga. Irit, lapang, nyaman, mewah, pretigius, mudah perawatan. Andai harganya bisa lebih kompetitif akan saya berikan review sempurna tanpa bahas apapun. Honda berhasil membuat sebuah batu loncatan yang baik, dipadu dengan NSX yang akan datang, membuat nggak sabar melihat produk-produk Honda lagi di masa mendatang, meskipun bukan masuk ke kategori performa/motorsport.. Welcome Back H!
Stig Score : 8/10
You do not have the required permissions to view the files attached to this post.
Last edited by AD74YA on 25 Aug 2013, 16:26, edited 1 time in total.
Anda sudah TEST DRIVE belum?...

This topic has 203 replies

You must be a registered member and logged in to view the replies in this topic.


Register Login
 
Post Reply

Return to “Review Corner”