[NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Berita atau peristiwa yang berhubungan dengan dunia otomotif, silakan bahas disini...

Moderators: FRD, y_anjasrana, artoodetoo, b8099ok, F 272, ginting

Forum rules
Please include all reference link used on the topic.
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 10641
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: [NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Post by ChZ »

MaddMaxx wrote: 29 Jan 2021, 14:45 fyi om memang sepertinya korup itu budaya mayoritas dunia. korsel keliatannya sama merahnya kaya indo, tapi entah kenapa korsel leading di segala hal (kecuali jumlah penduduk) dibanding indo walopun merdekanya cuma beda 2 hari sama indo :big_think:
lha justru itu pertanyaan yang patut ditanyakan...

artinya yg masalah bukan korupsinya... bukan sy membenarkan perilaku korupsi ya.

mgkn uangnya sama sama dikorupsi... tp bidang yang dikorupsi itu emang buat majuin negara di kancah internasional... jd ya udah bocor-bocor dikit cingcai lah... penting leading urusan teknologi... kpop...

wang masuknya banyak, hyundai kia samsung mendunia... bocornya gak berasa. :big_biglaugh:

atau cara korupsinya lebih canggih... ngga maen tilep tilep duit receh macem korupsi bansos... atau proyek proyek tambal sulam tahunan...

makanya sy bilang indonesia ga punya duit itu mah nonsense. ada duitnya, tp pakenya buat apa dulu... ya sbanyak apapun duit klo pakenya ngawur akan tetep habis. ujungnya muncul wacana wacana absurd apa-apa dipajakin...
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
roadmap
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 224
Joined: 04 Nov 2018, 11:34
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Honda

Re: [NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Post by roadmap »

FR6 wrote:
fl4b1e wrote: 29 Jan 2021, 00:01 OOT dan lagi iseng..

iat di mbah google: data bps 2018, dari total 267.7an juta jiwa(2018 ya.. kalau 2020 dah 270 juta), total kendaraan bermotor adalah 146.8 juta unit, sementara 120.1 juta unitnya motor.. Mobil penumpang 16.4 juta saja (3.5 juta unit mobil penumpang di jakarta, sementara total penduduk jakarta 10.5 juta di 2018).. jadi stat berita tersebut rada beda ya.. bps masih 6.1%, kalau di berita tadi 9.9%..

kalau dianggap berita tadi 2020, berarti 16.4 juta tambah 2 juta saja tetep ga match dengan 9.9%x 270 juta jiwa yang sebesar 26.7 juta unit mobil.. dan kedua kalau patokannya jakarta ya rasionya beda jauh sama rata2 di 33% (3.5 jt bagi 10.5 juta..)

ya sudahlah.. biasa masalah data di Indo..

Jadi keinget 1.5 tahun yang lalu sempet jalan ke Penang, negeri seberang. Saya perhatikan ya kok dalam 1 rumah mobilnya ada 2 atau 3 ya.. tanya ke guide, total populasi berapa, 1.7 juta. Terus saya tanya lagi populasi mobil? Dijawab lah bahwa 2010 saja dah 2 juta mobil. Pas baca thread ini jadi ketawa sendiri Wwkwkwkwk..

Yah jadi liat berita begini sih ya lebih baik dianggap potensi jualan sajalah, bukan stat yang critical tuk didebat dan dipikrkan.. Kalau menurut saya sih, stat yg lebih penting liat stat gimana menghadapi golden age Indonesia 2030 ke depan. Itu era dimana kaum produktif indonesia menjadi tertinggi di sejarah kita.

Alhasil, buat saya pribadi stat seperti: tingkat pendidikan, nutrisi, persebaran infrastruktur jalan, total panjang jalan, total panjang rel KA, biaya logistik, persebaran telekomunikasi, listrik, dan kecepatan jaringan internet harusnya lebih penting sih.. :)

Setelah mikirin statistik, liat putri saya yang hampir berusia 3 tahun tapi gak bisa masuk prenursery school yang beneran hadir jadi sedih (usia ssegini kan harus main sama temen sebayanya);

Kebayang ponakan saya yang jadi males2an tuk belajar padahal dah kelas 3 sma, kebayang mahasiswa yang bingung masa depannya bagaimana, atau mungkin potensi membludaknya siswa putus sekolah... jadi ya, bahaya lost generation dah di depan mata yang mana berakibat buruk tuk golden age 2030...
Couldn't agree anymore yg saya bold Om..
OOT: Ada saudara saya, anaknya udh 1 thn lebih tapi blm bisa jalan & kecil bgt. lebih kecil dari anak saya yg wkt itu 8 bulan.
Saya langsung mikir, pemenuhan nutrisi anak di Indonesia itu sangat buruk, 1 dari 3 anak stunting.
Kalau udh stunting, nanti larinya kemampuan otaknya gak sebagus anak yg cukup nutrisi.
Kalau kemampuan otaknya gak bagus, sekolahnya gak bagus..
kalau sekolahnya gak bagus, nanti waktu dewasa bisa jadi kemampuan untuk kerja/usaha juga gak bagus.
ujung2nya malah ke jurang kemiskinan. Sedih juga kalau dipikir2, masa depan bangsa itu :big_sorry: :big_sorry:
Wahh keren banget on, angkat isu stunting. Ini salah pekerjaan yg saya kerjakan mendukung pemerintah mengentaskan stunting.

Solusi nya cross-sectoral interventions. Salah satu yg menonjol dan masih kurang di Indonesia adalah aspek pengasuhan positif. Stunting bukan terjadi di anak dlm keluarga miskin tapi juga terjadi di keluarga yg mampu karena pengetahuan orang tua dalam pemenuhan nutrisi dan pertumbuhan anak masih sangat kurang. Intinya asalkan anak kenyang, tanpa memikirkan aspek nutrisi dianggap sudah cukup. Blm lagi air bersih dan hygiene practice kita yg masih buruk dan blm merata seluruh Indonesia. Intervensi terkait stunting hanya akan efektif di 1000 hari pertama kehidupan ( mulai di dlm kandungan s/d umur 2 tahun), melewati masa itu hilang sudah kesempatan si anak untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat untuk mencapai their full potential.

Menurut study anak stunting ini pendapatannya lebih kecil 20% dr anak2 yg tidak mengalami stunting.

Sedih ya om2... nasib masa depan bangsa kita kalau masih banyak anak stunting.
eriwow
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 39
Joined: 12 Oct 2018, 12:33
Location: Jakarta Selatan
Daily Vehicle: VW Tiguan

Re: [NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Post by eriwow »

Ngomongin Indonesia itu ngomongin sesuatu yg unik dan rumit.
Soal pengusaha otomotif yang minta penghapusan pajak kendaraan motor dgn dalih seperti itu khan lucu buat saya. Kenapa mereka gak membuka berapa persen keuntungan yg mereka ambil sekarang ini dan mereka berani katakanlah memotong keuntungannya 20% biar harga kendaraan bisa lebih murah lagi dan akan memacu pertumbuhan penjualan kendaraan.
Kenapa harus menekan pemerintah untuk menghapus pajak tp mereka tidak ada komitmen mengurangi margin keuntungan mereka?
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 10641
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: [NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Post by ChZ »

eriwow wrote: 03 Feb 2021, 10:36 Ngomongin Indonesia itu ngomongin sesuatu yg unik dan rumit.
Soal pengusaha otomotif yang minta penghapusan pajak kendaraan motor dgn dalih seperti itu khan lucu buat saya. Kenapa mereka gak membuka berapa persen keuntungan yg mereka ambil sekarang ini dan mereka berani katakanlah memotong keuntungannya 20% biar harga kendaraan bisa lebih murah lagi dan akan memacu pertumbuhan penjualan kendaraan.
Kenapa harus menekan pemerintah untuk menghapus pajak tp mereka tidak ada komitmen mengurangi margin keuntungan mereka?
sebenarnya kalau tau margin terbesar ATPM itu bukan dari mobil. tapi dari spare parts dan service. bagi yg terlibat di auto industry sangat tahu kalau margin keuntungan jualan mobil itu tipis sekali. barangnya muternya lama, sementara begitu barang kelamaan di gudang harus dijual dengan harga "obral".

mslhnya dengan tambahan dampak pandemic daya beli masyarakat sudah otomatis berkurang dari yang biasanya juga struggle untuk beli mobil klas LCGC. jd mengurangi margin ya sama saja sebenernya wong memang masyarakatnya tdk mampu beli.

disuruh turunin margin ya siap-siap merek kecil-kecil yang byk pembelanya di internet gulung tikar... margin yang sekarang incl keuntungan dari servis saja mungkin buat bayarin operasional dealer ngga nutup.

ya di masa pandemic apapun caranya boost ke sales mobil akan sangat susah bahkan nyaris tidak mungkin. mobil bagi masyarakat indonesia itu barang mewah even sebuah LCGC sekalipun. klo ekonomi di level grassroot struggle ya jangankan mikir beli mobil atau motor baru, mikir makan dan hidup sehari-hari saja susah.

lihat mobil apa yang terlaris di indonesia saja adalah mobil kelas LMPV dan LCGC yang maaf kata memang penghasilannya ngepas. mgkn saving 10 thn baru bisa beli mobil jenis LMPV itupun bekas.

kec govt memberi subsidy atau insentif pada pemilik mobil di atas 10 thn untuk ganti mobil ke model terbaru...
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
eriwow
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 39
Joined: 12 Oct 2018, 12:33
Location: Jakarta Selatan
Daily Vehicle: VW Tiguan

Re: [NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Post by eriwow »

ChZ wrote: 03 Feb 2021, 11:10
sebenarnya kalau tau margin terbesar ATPM itu bukan dari mobil. tapi dari spare parts dan service. bagi yg terlibat di auto industry sangat tahu kalau margin keuntungan jualan mobil itu tipis sekali. barangnya muternya lama, sementara begitu barang kelamaan di gudang harus dijual dengan harga "obral".

mslhnya dengan tambahan dampak pandemic daya beli masyarakat sudah otomatis berkurang dari yang biasanya juga struggle untuk beli mobil klas LCGC. jd mengurangi margin ya sama saja sebenernya wong memang masyarakatnya tdk mampu beli.

disuruh turunin margin ya siap-siap merek kecil-kecil yang byk pembelanya di internet gulung tikar... margin yang sekarang incl keuntungan dari servis saja mungkin buat bayarin operasional dealer ngga nutup.

ya di masa pandemic apapun caranya boost ke sales mobil akan sangat susah bahkan nyaris tidak mungkin. mobil bagi masyarakat indonesia itu barang mewah even sebuah LCGC sekalipun. klo ekonomi di level grassroot struggle ya jangankan mikir beli mobil atau motor baru, mikir makan dan hidup sehari-hari saja susah.

lihat mobil apa yang terlaris di indonesia saja adalah mobil kelas LMPV dan LCGC yang maaf kata memang penghasilannya ngepas. mgkn saving 10 thn baru bisa beli mobil jenis LMPV itupun bekas.

kec govt memberi subsidy atau insentif pada pemilik mobil di atas 10 thn untuk ganti mobil ke model terbaru...
Menarik sih untuk tau apa sih penyumbang terbesar keuntungan dari pabrikan kendaraan bermotor... Apakah keuntungan dari penjualan kendaraan atau dari service dan spare parts...
Penjualan kendaraan terkait dengan pabrikan sedangkan service terkait perusahaan lain yg terkadang tak berkaitan sama sekali dengan pabrikan. Ada sebagai anak perusahaan dan ada hanya sebagai frenchise saja. sedangkan spare part hampir 80% tidak berkaitan dengan pabrikan.
Kalau kita liat kondisi di Indonesia khususnya saya kira bukan dari service dan spare parts yah...
1. Service --> Dengan paket service gratis dan terkadang berikut spare parts nya bertahun2 apakah ini menguntungkan? Setelah masa bulan madu saya yakin sebagian besar org akan lari ke non-beres yg nota bene lebih murah, lebih banyak pilihan, terkadang lebih ngerti dan juga lebih negotiable harganya.
2. Spare parts --> idem dengan service. setelah bulan madu mereka akan cari spare parts yg istilah jaman sekarang harga BPJS. Entah itu orsinil, KW super, KW1 dll. Yang paling mungkin menaguk keuntungan adalah pabrik dari spare part itu sendiri. sedangkan pabrikan entahlah mungkin mrk dapet sekian persen fee dari pabrik spare part :big_bored: :big_bored:
note: Kalo di Indonesia sebagian besar pabrik spare part itu berafiliasi ke konglomerat pabrikan. Mungkin itu yg jadi penyumbang keuntungan buat korporasi besar mereka.

Saya sempet mengikuti perdebatan ketika Gaikindo mencoba menggolkan proyek Lgcc ini yg waktu itu ditentang dengan begitu banyak alasan.Tapi alasan yg paling jelas adalah untuk menaikkan jumlah kendaraan di Indonesia dengan ratio jumlah kendaraan / jumlah penduduk yg masih begitu besar celahnya. untung kecil tp dengan volume besar adalah jauh lbh baik dr untung besar tp dr volume kecil karena rantai ekonominya jauh lebih masif. Tetapi kl mereka gunakan ini untuk mencoba memotong pajak sampai nol % ya gak bener juga. Ini diluar kontroversi uang pajak kita larinya kemana dan buat apa serta begitu korupnya negara kita yah.

Mohon dikoreksi kalau ada salah...
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 10641
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: [NEWS] Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 2020 cuma 99 Unit per 1.000 Penduduk, kalah jauh dari negara tetangga!!

Post by ChZ »

eriwow wrote: 03 Feb 2021, 13:03
Kalau kita liat kondisi di Indonesia khususnya saya kira bukan dari service dan spare parts yah...
1. Service --> Dengan paket service gratis dan terkadang berikut spare parts nya bertahun2 apakah ini menguntungkan? Setelah masa bulan madu saya yakin sebagian besar org akan lari ke non-beres yg nota bene lebih murah, lebih banyak pilihan, terkadang lebih ngerti dan juga lebih negotiable harganya.
2. Spare parts --> idem dengan service. setelah bulan madu mereka akan cari spare parts yg istilah jaman sekarang harga BPJS. Entah itu orsinil, KW super, KW1 dll. Yang paling mungkin menaguk keuntungan adalah pabrik dari spare part itu sendiri. sedangkan pabrikan entahlah mungkin mrk dapet sekian persen fee dari pabrik spare part :big_bored: :big_bored:
note: Kalo di Indonesia sebagian besar pabrik spare part itu berafiliasi ke konglomerat pabrikan. Mungkin itu yg jadi penyumbang keuntungan buat korporasi besar mereka.
saya justru tahu nya dari beberapa orang yang terlibat dalam dealership service dan sy rasa masuk akal saja...

1 dealership di kota besar utk merk populer saja blm tentu keluar ratusan unit sebulan. puluhan sudah bagus. itu merek yg jualannya puluhan ribu nasional. aplg merek yang cm jualannya ratusan unit nasional ? ada yg mampir saja bagus.

dulu bahkan seorang member veteran SM yang skrg sudah hiatus entah kemana punya posisi tinggi di sebuah dealer mobil jg cerita kalau jual mobil baru itu susah, tulang punggung dealer sebenarnya adalah service dan parts.

1. there is no free lunch. "servis gratis" hanyalah marketing bluff untuk preserving the cycle orang beli mobil baru dan servis di mereka. harga yang kita bayar untuk mobil dengan embel-embel "free service" adalah biaya servis selama kurun waktu yang ditetapkan. menguntungkan ? ya jelas. kalau tidak jurus ini tidak akan populer untuk menjaring konsumen baru atau lama. bahkan skrg di pabrikan non-premium spt mitsubishi saja sudah "dipaketkan" makanya xpander baru harganya mahal banget. tapi ya gakpapa orang indonesia rela mencicil sampai 10 tahun koq untuk membeli mobil "impian" mereka.

2. saya tdk yakin "sebagian besar" di sini benar-benar angka yang signifikan. majority yang "dropout" dari bengkel resmi adalah mereka yang mobilnya benar-benar "dipake" dalam artian : rental fleet, online taxi, dll krn ingin maintenance semurah mungkin. bahkan right at the moment mereka dapat mobilnya juga rasanya nyaris tdk pernah ke bengkel resmi. sedangkan yang per-orangan saya kira angkanya tidak terlalu besar yang "dropout" dari bengkel resmi kecuali anda hobbyist atau orang yang suka ke trid oli serayamotor utk coba berbagai macam lendir keraton, or simply cheapskate.

tidak banyak orang mau pusing merawat mobilnya cari bengkel di luar sana yang walaupun kualitas pengerjaannya mirip tp namanya sugesti ya susah... aplg bengkel resmi skrg banyak memanjakan dengan fasilitas macam-macam.

dan pertanyaannya, berapa yang memelihara mobilnya sampai let's say.... 6-7 tahun? sangat kecil saya rasa. artinya setelah 5 tahun ya ada konsumen mobil baru lagi datang ke dealer dan preserve cycle yang sama... servis lagi di bengkel resmi.

makanya nissan walau jualannya seret tapi masih cukup bertahan 1-2 tahun blakangan. mereka bisa saja bertahan dengan service dan parts livina livina tua yang sdh mulai deteriorating yang membuat angka penjualan parts dan jasa servis semakin besar sehingga operasional dealer tetap berjalan. walaupun skrg ya sudah mati 1-1 krn tidak berhasil menjaring banyak cycle baru.

yang diinginkan ATPM adalah menjaring sebanyak-banyaknya pembeli supaya ada semakin banyak orang "terjebak" dalam cycle ini.

oh ya jangan lupa bahwa ATPM itu juga mentargetkan omset untuk service dan parts.
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
Post Reply