Ok, gue coba game-nya :
Sithlord wrote:
So jika anda lihat angka angka di atas, jelas itu future kendaraan mereka di China akan pakai mesin baru semua. Mana mungkin sudah bangun pabrik baru, targetnya besar besar semua, terus proyek AUV yang besar pula pakai mesin Terrano or QR20DE ?
So in my opinion, chancenya AUV pakai MR20DE itu 95%.
Saya panggil Bapak atau Om nih ?
Panggil Om saja yah, biar lebih akrab, biar mirip Om Yakob yang ada di Kompas.
Om, kalau pun benar, AUV memakai MR20DE, so what ?
Toh itu mesin kan tetap saja mesin konvensional, bukan gdi (gasoline direct injection).
Apa penantian itu tidak terlalu lama ?
Kalau memang mau, kenapa tidak beli saja Lafesta sekarang, kan harganya juga tidak begitu mahal, Branded CBU Jepang lagi

Kalau saya lihat mesin itu di power, under value 10% dibanding mesin pesaingnya di negara asalnya.
Kalau di torsi, dia ada sedikit improvement.
Jadi ada kompensasi, kan ? Hal yang satu kalah, dan hal yang lainnya menang ?
Lebih hemat, ya, itu benar, kalau dibandingkan mesin Nissan sebelumnya, yang memang lebih boros dibandingkan mesin Jepang lainnya sekelasnya.
Maka itu dulu kan Nissan terkenal image borosnya dibanding Toyota atau pun Honda.
Terus, setahu saya MR20DE itu bisa irit kalau dipasangkan dengan CVT. Tanpa CVT, berapa lebih iritnya kan belum ada datanya.
Sithlord wrote:
Chance bentuknya memuaskan for me its 80%, cause dari dulu I like their styling, meskipun memang ngak semua mobil Nissan bagus di mata saya (mana ada ATPM yang line-upnya semua orang suka semua model ?).
Mengenai eksterior jelas subyektif, karena tiap-tiap orang beda persepsi. Bisa saja kan, pertama kali lihat kurang sreg, tapi lama kelamaan jadi biasa.
Tapi bagaimana dengan luas kabinnya ?
Apakah Om ada gambaran bentuknya seperti apa ?
Apakah mirip Lafesta, Stream, Wish atau seperti Kijang, Panther atau mungkin justru seperti Trajet ?
Coba Om periksa lagi, bentuk apakah yang kira-kira konsumen China inginkan ?
Di China sana, gak boleh punya banyak anak loh, Om.
Jadi saya kira, keinginan mereka tidak mungkin sama dengan Indonesia, jadi saya kira bentuknya akan mirip-mirip Stream, Wish.
Sithlord wrote:
Also mesinnya 1TR-FE itu dalam kota performanya well, ngak buruk, tapi tidak cemerlang pula. Just average fuel consumptionya, 1:6-8. I want something better, if not, ngapain I ganti Stream saya yang 1700 cc VTEC ?
Om, saya mau bertanya dulu yach, sebenarnya Om itu naik Stream happy atau tidak ?
Kalau memang sudah happy, sebaiknya, Om itu tidak perlu menggantinya dengan mobil yang lebih besar seperti Innova.
Saran saya sebaiknya. Om membeli SUV atau mini mpv saja, dan jika ada uang lebih lagi, beli satu sport car macam RX8.
Coba saja, kita lihat, Om sudah punya mobil Serena yang 7 seater, lalu kenapa harus ambil lagi mobil yang 7 seater lagi ?
Menurut saya, membandingkan Stream dengan Kijang itu agak kurang tepat, Stream lebih tepatnya dibandingkan dengan Toyota Wish.
Karena dari segi berat dan konstruksi jauh bedanya.
Berat Stream, cuma sekitar 1.200 kg, sedangkan berat Kijang sekitar 1.600 kg.
O, ya, entar saya copykan Om artikel yang menarik di tabloid Otomotif yang membahas mengapa “Si Gendut Pasti Makan Lebih Banyak”.
Di artikel itu dibahas, APV jika jalan konstan di kecepatan 100 km/jam pada jam 1 dini hari.
Jika beratnya 1.306 kg, konsumsi bbn-nya adalah 14.7 km/liter dan jika beratnya ditambah menjadi 1.660 kg, konsumsi bbn-nya menjadi 10.4 km / liter.
Jadi ada penurunan yang cukup besar,
Sithlord wrote:
Also, I think anda tidak boleh bilang " Siapa suruh telat datang ? " Lihat Shell dan Petronas. Banding Pertamina, mereka sangat sangat telat, tapi lihat apa yang terjadi sekarang. Semua orang kagum ama service mereka.
Om, jangan bandingkan Toyota dengan Pertamina. Di luar negeri jelas Shell lebih besar dibanding Pertamina, lalu bagaimana dengan Nissan ? Apakah mereka benar lebih besar dibanding Toyota, baik reputasinya dan ukurannya ?
Dia itu nyaris bangkrut, Om, jadi hati-hati saja yach (kompor mode on)
Sithlord wrote:
Now come to image and resale value. Just ask yourself, IF this AUV is :
1. Benar mesin baru, irit, tenaga kuat di rpm rendah, halus
2. Spare part harga wajar dan gampang di cari (pasti, cause its a CKD model), dan mass produced car pula, bukan luxury car
3. Harga lebih murah dari X-Trail yang sudah terkenal jago resale valuenya,
4. Cuman beda paling 10-say 25 juta ama Innova G tapi lebih up to date.
Lalu kalau memang hipotesa di atas benar, mengapa Stream kurang sukses, padahal dia kan Honda ???
Sithlord wrote:
Instead, all we got is an old (by Japanese standards) 1TR-FE VVT-i mesin yang toh ngak terlalu irit juga, no safety features, mediocre 3rd row space, and NOW resale value juga turun hampir 20% di tahun pertama, sudah ngak bisa sekuat jaman kapsul dulu yang cuman turun 5-10% tahun pertama. This makes Innova resale value sama dengan X-Trail and Serena ! In percentage terms, not absolute value terms tentu saja.
Lebih lagi, U guys give us the Avanza, a cheap but really problematic car which is even more poorly equipped than the old kapsul, cuman menang harga sangat miring. If not for Toyota Thailand, I yakin boss kamu juga pasti copotin semua safety di Yaris.
Wah, Om terlalu sering lihat forum yach.
Jika misal Nissan di website resminya juga ada forumnya, pasti complaint yang aneh-aneh akan ada.
Gak percaya, coba saja Om minta agar website resmi Nissan jadi interaktif.
Kapan-kapan kalau lagi nganggur coba main ke forum ponsel, di sana ada complaint box, dan rata-rata semuanya nadanya mirip-mirip
Tapi complaint yang benaran tetap ditangani dengan baik kok, jadi jangan khawatir membeli produk kami.
Beli sekarang ada keuntungannya. Pasar otomotif lagi lesu, jadi ada discount harga dan bunga yang murah.
Coba, kalau Om belinya tahun 2008, suku bunga pasti tinggi.
Coba kita lihat gambaran di bawah ini :
Suku bunga The Fed sudah hampir 5% (dan cenderung naik terus), bunga komersial USD pasti paling minimal 8%.
Inflasi rupiah biasanya dekat-dekat 10%, jadi bunga leasing minimal juga 18% efektif.
Kalau Om, happy dengan Stream, menurut saya Om, sebenarnya tidak memerlukan mobil 7 seater, toh sudah ada Serena.
Saran saya, Om ambil SUV atau mini MPV saja dari saya, ini brosurnya, dan ini kartu nama saya.
Buruan yach, Om, mumpung saya lagi belum dapat SPK
Hehehe
