ruthndul wrote:
oh, saya pikir dua hal tersebut sama sekali tidak ada hubungannya.
maksudnya, mungkin bisa bikin mesin dengan spek (contoh greco) :
115HP, 15kg.m
kalau bubut flying wheel jadi :
135HP, 10kg.m
kalau ga pake flying wheel jadi :
200HP, 1kg.m
??
ternyata bisa dijabarkan dengan rumus ya...
kalau rumusnya : HP = torsi*RPM/5252
maka pada rpm 5252, HP = torsi ya ?
masih bingung....
wah, bro2 yang back ground nya teknik mesin kudu bantu2 tuh.....
g coba jelasin yah......yang namanya power itu (satuannya HP/PS/watt atau kilowatt (KW)) ngga bisa dirasakan langsung.....yang biasa kita sebut tarikan atau tenaga itu adalah torsi mesin. mesin diesel biasanya punya power yang lebih kecil, tetapi torsinya besar, makanya cocok untuk beban berat seperti truk......
kalau untuk roda gila/ flywheel berfungsi sebagai reservoar energi. kalau di sistem elektro, fungsinya sama seperti kapasitor.kalau di sistem plumbing, fungsinya sama seperti tangki air yang di atap2 rumah.
roda gila itu bekerja seperti bandul yang mengandalkan momen inersia putaran.fungsi utamanya untuk membantu piston naik kembali ke titik mati atas setelah melakukan siklus kerja......roda gila ini berfungsi juga untuk menstabilkan putaran mesin supaya lebih halus dan tidak "pincang"........pada waktu kendaraan menanjak, momen inersia atau sisa putaran bandul ini juga mambantu beban mesin.
nah, sebaliknya, apabila roda gila terlalu besar, maka daya mesin yang di simpan di roda gila juga besar. efeknya tarikannya juga berat, karena banyak energi mesin yang tertampung di roda gila.
kalau data yang ruthdul (ibu atau bpk y?)sebutkan di atas, berarti daya dan torsi di ukur dari putaran roda dgn dynotest biasa. sesungguhnya daya dan torsi mesin sama saja, karena mesinnya sendiri tidak ada perubahan. kalau di ukur dari daya dan torsi di putaran roda meningkat, artinya perubahan terjadi di dalam sistem transmisi daya dari mesin ke roda. yang terdiri dari fly wheel, kopling, gearbox, gardan/diffrensial dll.