asudarsono wrote:
Bekerjasama dgn Perhubungan Darat, kita bikin TransYogya. Lumayan pakai AC dan bersih. Bedanya, ini bus dirawat. Moga2 5 tahun ke depan masih terawat, bersih dan gak mogok / terbakar. Ini kita lagi push agar bisa pakai smart card, macam Flashcard.
Di Adisucipto, kita bikin terminal terpadu. Mau ke Yogya? Pakai TransYogya. Mau ke Kutoarjo, Solo atau bahkan Semarang? Pakai KA Paramex. KA Paramex ini bagus2 om, dengan jadwal yang kompetitif. Walau memang belum pakai AC sih, yah ke depannya kita cari dana lagi.
DIY ini miskin, bro. Kalau di Jakarta, banyak kecamatan yg PADnya di atas Propinsi Yogya. Jadi pertama kita omong2, bingung juga. Kalau saya biasa bicara trilyun2, di Yogya nolnya rontok 4 jadi tinggal ratusan juta. But we try.
Sekarang proyek udah berjalan dan orang melihat manfaatnya jadi banyak yang mendukung. Saya lagi injak kaki bos2, kepingin bikin pilot project kecil2an Kandangan - Gresik - Surabaya - Sidoarjo. Kepingin tahu prospek di Gerbangkertasusila, kok sampai sekarang org Surabaya gak suka naik angkutan umum.
saya dukung pak
saya termasuk pelanggan setia KAI

(semarang-surabaya pp)... sayangnya... OOT aja nih, KAI kadang kurang menghargai pelanggan setia-nya
Semarang juga sudah mulai ada bus TransSemarang
Betul, rasanya bus/angkutan umum di Surabaya kok saya lihat belum ada yang mantap...saya belum pernah lihat bus umum dalam kota...apalgi yang AC
Sebelum ada wacana R2 boleh masuk tol, saya malah sering lihat beberapa kali R2 yang nekat nyelonong masuk tol Gempol-Surabaya
Dan itu bukan karena ketidak-tahuan/ketidak sengajaan, tapi memang niat

, ketahuan nopol-nya lokal dan bukan kelihatan orang yang lagi pergi jarak jauh